Sabtu, 11 Februari 2012

NOVEL


REVIEW NOVEL HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY
BUMI CINTA
            Bumi cinta bermakna tempat kita berpijak menjalani kehidupan ini di jalan Allah SWT. Berjuang karena Allah. Mencintai karena Allah. Dunia fana yang banyak dihiasi oleh bermacam-macam godaan. Sebuah dunia kecil bernama Moskow menjadi latar novel yang menarik ini..
            Membaca novel ini kita teringat pada sabda Rasul bahwa perang terbesar bagi manusia (umatnya) adalah perang melawan hawa nafsu. Tokoh utama dalam novel ini, yaitu Muhammad Ayyas telah membuktikannya. Ia yang harus mencari data penelitian di Moskow harus berjuang sekuat tenaga untuk tetap tangguh menyelamatkan diri dari fitnah dunia. Fitnah itu datang dari orang-orang yang dekat dalam kehidupannya. Devid, sahabatnya di masa SMP yang beraliran bebas. Yelena seorang pelacur kelas atas. Dan Linor seorang agen zionis Israel yang menyamar sebagai jurnalis. Bertubi-tubi godaan itu datang satu per satu. Keteguhan imannya menghadapi tantangan yang luar biasa. Hanya kepada Allahlah ia memohon pertolongan dan keselamatan. Pada akhirnya, kehadiran Ayyas di Moskow juga memberikan pencerahan bagi orang-orang di sekitarnya. Mereka mendapatkan hidayah dengan perantaraannya.
            Membaca novel ini, kita juga sekaligus belajar memahami Islam secara lebih baik. Kutipan-kutipan ayat-ayat Al Quran menjadi pengetahuan tersendiri bagi pembaca. Kita bisa menemukan praktek nyata dari kandungan Al Quran itu dalam kehidupan nyata. Ayat Al Quran bukan sekedar hapalan atau bacaan tapi merupakan sebuah amalan yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Penuntun menuju jalan yang diridhai oleh Allah SWT. Di samping itu, kita juga semakin mencintai dan meyakini kebenaran Islam dengan bukti-bukti ilmiah yang diungkapkan melalui tokoh Ayyas. Kita banyak belajar tentang sejarah Islam.
            Bumi cinta adalah inspirasi bagi kita. Sebuah novel pembangun jiwa. Demikian slogannya. Dan hal itu secara nyata kita dapatkan dengan membaca lembaran demi lembaran isi novel ini. Kita juga seolah-olah ikut berpetualang di negara dengan musim dingin yang dahsyat. Kita juga diajak jalan-jalan melihat keindahan kota Moskow dan sekitarnya.
            Pelajaran penting dari novel ini adalah  Percayalah kepada Tuhan (Allah SWT) maka Allah akan menolong dan menyelamatkan kita. Mohonkan ampun dan petunjuk dari-NYA agar kita tetap berada di jalan yang benar. Hanya Allahlah yang berhak membolak-balikkan hati seseorang. ( ARUNDINA, 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar