Minggu, 12 Agustus 2012


Manajemen Pendidikan
OPTIMALISASI FUNGSI KELAS

        Dalam forum pendidikan yang diadakan oleh LPP Salman pada Sabtu, 11 Agustus 2012 yang lalu, Riswana Adhi mengungkapkan gagasan tentang Manajemen Sukses Pendidikan Berbasis Kelas ( MSPBK ). Beliau berpendapat bahwa kelas sebagai kelompok belajar memiliki potensi yang baik untuk ditata demi kesuksesan sebuah proses pendidikan, khususnya proses pembelajaran. Para siswa memiliki waktu yang cukup lama di kelas, yaitu sekitar satu tahun pelajaran. Sayang jika waktu tersebut terbuang secara percuma. Kelas memiliki tujuan bersama untuk mendukung tujuan individu, memiliki sumberdaya potensial, kelas sebagai keluarga, wahana ibadah, karya belajar dan prestasi. Kelas sebagai satuan sosial terkecil di sekolah harus menjadi fokus dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Jadi, guru dan walikelas harus mengoptimalkan fungsi kelas tersebut dengan baik.
            Modal utama kesuksesan tersebut adalah pelayanan prima dari guru dan walikelas. Ujung tombak pendidikan ini harus memiliki kemauan kuat untuk memajukan dunia pendidikan. Mereka harus memiliki pengaruh dan kendali yang sangat kuat dalam proses pendidikan di kelas. Dengan demikian, mereka memiliki kunci dalam menentukan baik buruknya kualitas pendidikan. Ada beberapa hal yang darus dilakukan yaitu: optimalisasi peran serta fungsi guru dan walikelas, empowering siswa, kemitraan dengan orang tua, sinergi dengan semua pemangku kebijakan di sekolah khususnya dan pemangku kebijakan pendidikan pada umumnya, secara terus menerus melakukan perbaikan-perbaikan,  secara kontinyu meningkatkan kualitas, melakukan semua hal tersebut berlandaskan motivasi ibadah ( ikhlas).
            Kita bisa menggunakan beberapa alat untuk manajemen Sukses Pendidikan Berbasis Kelas ini. Di awal tahun pelajaran, guru/ walikelas bisa membuat sebuah kontrak kegiatan. Di dalamnya tertulis tujuan atau ha-hal, karya, dan  prestasi yang ingin dicapai selama satu tahun tersebut.          Di samping itu, setiap siswa wajib memiliki diary yang salah satunya berisi mimpi-mimpi mereka yang menjadi target sasaran hidup mereka. Setelah itu, walikelas bisa membuat laporan kepada orang tua tentang kemajuan yang diraih oleh siswa atau hal-hal yang menjadi kekurangan mereka. Alat-alat lainnya adalah dream book siswa, buku proyek sukses belajar, buku agenda walikelas, agenda guru, agenda siswa, peta kehidupan siswa dan buku koneksi.
            Dengan manajemen yang baik tersebut, insya allah kita bisa meraih lima dimensi sukses pendidikan secara holistik, yaitu: sukses di kelas/ sekolah, sukses di keluarga, sukses di masyarakat, sukses di berbagai tempat dan sukses di akherat. Kriteria sukses di kelas adalah: siswa memiliki semangat bekajar, berni bertanyam supel bergaul dan berprestasi. Ciri sukses di keluarga adalah hormat pada orang tua, betah di rumah dan akur dengan saudara. Kriteria sukses di masyarakat adalah mampu beradaptasi, memiliki life skill, dan juga mampu bergaul. Siswa yang berprestasi mampu bertindak aktif dan partisipatif, terlibat pada berbagai kegiatan dan mengenal lingkungan dengan baik. Pada akhirnya semua kesuksesan itu dilandasi oleh kesuksesan akherat, yaitu: faham terhadap agamanya, mengamalkan ajaran agamanya, mampu bersabar dan bersyukur, bekerja karena ALLAH dan juga mengharapkan pahala. Kesuksesan ini tentunya menjadi target kualitas pendidikan Indonesia. Semoga !
           
                                                                                                                                                                        Disarikan kembali oleh ARUNDINA
                                                                                                                                                                        Bandung, 12 Agustus 2012




Sabtu, 04 Agustus 2012

matahari tersenyum simpul
menandai pagi baru
harapan baru
 misteri baru
jalinan asa, rasa dan usaha
perjuangan yang takkan pernah berakhir