Kamis, 18 April 2013

BISNIS YUK



Dalam sebuah pelatihan, seorang narasumber pernah mengatakan bahwa di negara maju pekerjaan pegawai negeri itu tidak laku. Mereka pada umumnya lebih memilih sebagai pengusaha. Hari ini, saya melihat kecenderungan itu akan terjadi juga di Indonesia. Mengapa ? Gaung bisnis mulai berkembang di negara tercinta ini. Bahkan, sudah mulai merambah ke dalam kurikulum berupa kewirausahaan. Di samping itu, di berbagai tempat dan kesempatan banyak acara diselenggarakan untuk mengembangkan bisnis. Salah satunya adalah Diskusi Bisnis Praktis : Strategi Pemasaran Produk dan SEO Web. 
            Diskusi tentang pemasaran secara langsung dan daring atau menggunakan media internet ini diprakarsai oleh Ikatan Entrepreuner Cimahi. Acara berlangsung di Kafe Kupu-Kupu jalan Kol. Masteri Cimahi pada Sabtu, 9 Maret 2013, mulai pukul 10 hingga sore hari.  
            Jika Anda akan terjun ke dunia bisnis, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pengusaha harus bekerja keras, konsisten, jangan menunda-nunda pekerjaan, pandai mengatur waktu dan harus sabar. Saat menjual produk, jangan pernah berpikir akan langsung terjadi transaksi/ pembelian ! Produk harus dikenal dulu oleh konsumen. Kemudian, kita mulai melakukan pendekatan pada konsumen (follow up) sampai akhirnya konsumen membeli produk kita. Carilah prospek ( calon pembeli ) sebanyak-banyaknya ! Dalam hukum bisnis berlaku fakta bahwa 20 % dari prospek itu adalah pembeli. Jadi, semakin banyak prospek maka akan semakin banyak pula pembelinya.
            Selain itu, kita juga harus memiliki strategi bisnis yang tepat. Siapkan produk yang kita kuasai. Carilah unique selling point atau kekhasan produk kita, yang akan menarik perhatian dan minat konsumen. Hal itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti: nama produk yang unik ( Siomay pinky), kemasan, jenis produk dan lain sebagainya. Setelah itu, kuasailah masalah biaya, mulai dari biaya produksi, kemasan dan lain sebagainya. Lalu, tetapkan harga jual sambil melihat produk saingan. Kita bisa melakukan berbagai macam cara. Misalnya: mix and match. Anda menjual es doger untuk anak sd dan warga perumahan elit. Harga jualnya tentu berbeda. Anda menjual es doger tersebut lebih mahal daripada produk sejenis. Berikanlah hadiah kecil sebagai nilai tambahnya : stiker, mainan, kuis dan lain sebagainya. Biaya untuk gimik ini bisa diambil dari hasil penjualan es doger di perumahan elit. Jika sudah berkembang, sisihkan biaya untuk gimik ini. Pemasaran perlu juga memahami psikologi konsumen !
            Saat produk Anda sudah mulai berjalan dan konsumen banyak yang membeli, biasanya kita akan sampai pada tahap jenuh. Penjualan menurun. Di saat-saat seperti ini, jangan patah semangat ! Lakukan inovasi dan pengembangan usaha ! Ubah kemasan, variasikan ukuran produk kita, manfaatkan momen khusus, seperti lebaran, agustusan dan lain sebagainya ! Pemasaran merupakan dunia yang dinamis. Jadi, ciptakanlah inovasi-inovasi baru secara terus menerus untuk mengembangkan usaha kita !
            Usahakan agar pembeli ( konsumen) kita tergolong 3 R. Redid, referensi, dan reputasi. Maksudnya adalah pembeli kita akan secara terus-menerus (berulang-ulang) membeli produk kita. Menjadi referensi produk kita untuk orang lain. Di sini, konsumen akan memberitahukan/ memasarkan produk kita dari mulut ke mulut. Lalu, dengan kesetiaannya itu, mereka akan mampu menjadi reputasi positif produk kita. Artinya, jika ada konsumen yang tidak puas dengan produk kita, mereka akan menjadi tameng. Tetap menjaga citra positif untuk produk kita, bahkan menjadi pembela produk kita.
            Di samping itu, kita juga bisa memanfaatkan media internet untuk memasarkan produk kita. Banyak pengusaha melakukannya melalui berbagai macam media social: facebook dan twitter atau membuat web khusus dan memanfaatkan web yang telah ada seperti: kaskus, toko bagus dan lain sebagainya. Keunggulannya, modal kecil, untung besar. Syarat utamanya kita harus senang melakukan kegiatan daring (online). 20 % untuk pemasaran produk, 80 % untuk pergaulan, pelayanan prima dan sebagainya. Tentunya, semua tak lepas dari usaha untuk meningkatkan hasil penjualan produk kita.
            Itulah beberapa tips bisnis yang disampaikan oleh para narasumber. Narasumbernya adalah kepala cabang bank Mega, Pak Dennis dan Pak Dendi, dan para pengusaha. Ketua Ikatan Entreupreuner Cimahi, Irsan Yanuar, MBA bertindak sebagai moderator. Acara ini disponsori oleh bank Mega dan rumah kerudung Meidina.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar