Kamis, 01 Januari 2015

TAHUN BARU



             Banyak orang menikmati tahun baru dengan berbagai cara. Berbondong-bondong datang ke tempat wisata di berbagai belahan bumi. Menikmati konser musik. Menonton berbagai macam pertunjukkan budaya. Bakar jagung di rumah atau tempat-tempat khusus. Yang lebih special adalah menanti detik-detik pergantian tahun baru dengan meniup terompet dan penyalaan kembang api yang akan menghiasi malam yang hitam pekat. Suasanapun menjadi meriah.
            Kali ini, aku mencoba menyongsong fajar baru dengan cara yang sederhana, yaitu jalan kaki. Pada saat fajar pertama di tahun 2015 ini, aku dan dua orang temanku menyusuri jalan-jalan kota menuju sebuah perkampungan. Aku ingin mencari jejak pergantian malam tahun baru. Semula, kuduga kota akan dihiasi sampah-sampah kertas koran, terompet, bungkus makanan dan sebagainya. Namun, dugaanku meleset. Kota sudah bersih karena pasukan kuning sudah bekerja keras. Kudapati mereka di sudut kota dengan persenjataan bersih-bersihnya. Sampah-sampahpun sudah tak terlihat di gerobaknya. Yang tertinggal adalah jalanan yang sepi. Kosong. Padahal pada hari biasa, pasti macet dan penuh sesak. Rupanya kehidupan belum bernyawa. Orang-orang mungkin masih berselimut setelah semalaman begadang. Hanya beberapa motor yang melintas. Penumpangnya berpakaian kerja atau sekedar mencari sarapan pagi. Setelah siang, barulah kehidupan itu kembali normal. Aktivitas warga mulai menggeliat. Berbagai jenis kendaraan mulai menghiasi jalanan. Tempat makan penuh sesak.