Senin, 23 Maret 2015

REVIEW FILM ADA SURGA DI RUMAHMU


BAHAGIA DAN SUKSESMU TUH DI SINI

           
Ada Surga di Rumahmu, Mizan Production

Ramadhan dikirim oleh orang tuanya ke pesantren agar menjadi orang yang berhasil. Setelah bertahun-tahun belajar dan mengabdi di pesantren, ia dan sahabat-sahabatnya ingin mencari sesuatu yang baru. Kesempatan itu datang, saat pesantren menjadi lokasi syuting. Seorang crew film memberikan sebuah penawaran kepadanya untuk mengembangkan kemampuan bela dirinya. Akhirnya, ketiga sahabat itupun merantau ke Jakarta dengan impian besar. Sayang, jalan tak semulus harapan. Ada saja hambatan yang datang untuk mencapai impian itu. Pada akhirnya, Ramadhan kembali pulang ke kampung halaman. Ia mengkhawatirkan ibunya yang sakit keras. Setelah kepulangannya itu, ia berkesempatan menjadi penceramah untuk menggantikan gurunya, ustadz Attar. Akhirnya, ia berhasil memenuhi keinginan orang tua menjadi ustadz.
          Film ini memiliki nilai didaktis yang sangat tinggi. Di tengah arus modernisasi dan materi, film ini menawarkan suatu kebutuhan mendasar manusia yang sudah mulai dilupakan bahkan ditinggalkan orang. Hidup bukan hanya sekedar mengejar kebutuhan duniawi yang tak berbatas. Namun, membahagiakan orang tua adalah hal utama dalam hidup manusia. Tanpa disadari, kita sudah mulai mengalahkan kepentingan orang tua dengan kepentingan duniawi. Ustadz Ahmad Al Habsy mengatakan, “ Ibu akan rela berkorban untuk 10 orang anaknya. Namun seorang anak belum tentu bisa mengorbankan segalanya demi seorang ibu. Demikian pula dengan ayah. Ayah akan berjuang sekuat tenaga untuk kebutuhan sepuluh anaknya. Namun, belum tentu, seorang anak akan melakukan hal yang sama seperti itu. Satu nasehat yang mampu menohok ulu hati kita. Betapa selama ini, kita sering mengabaikan dan melupakan jasa-jasa orang tua. Mengabaikan mereka demi karir dan kebutuhan duniawi lainnya. Kesuksesan dan kebahagiaan itu sangat dekat dengan kita. Kesuksesan dan kebahagiaan itu adalah ridha orang tua. Dengan ridha orang tua, segala urusan hidup kita akan mengalir dengan lancar. Inilah makna yang tersirat dalam judul film ini, Ada Surga di Rumahku.
            Mengamati dialog-dialognya, film ini cukup banyak menggunakan bahasa Palembang. Tapi, kita tidak perlu khawatir, karena ada terjemahannya langsung menggunakan bahasa Indonesia. Di samping itu,  banyak juga kalimat-kalimat bertuah yang bisa menjadi pelajaran untuk kita. Ilmu itu dekat dengan orang yang berani. Banyaklah bergaul dengan orang-orang yang berilmu. Cintai orang yang cinta ilmu. Ridha orang tua adalah sumber keberkahan hidup. Kunci surga adalah orang tua yang mendekatkan diri kita kepada surga.
Di samping itu, selama tayangan film ini, mata kita senantiasa dimanjakan dengan pemandangan alam yang memukau. Kharisma Jembatan Ampera dan sungai Musi yang memesona. Selain nilai didaktis, pendeskripsian latar film ini cukup sempurna.
Dari segi alur, film ini termasuk datar. Konflik yang muncul kurang dikembangkan menjadi sesuatu yang menarik. Kita tidak akan menemukan pemikat berupa konflik yang tajam dan menegangkan seperti di film-film pada umumnya. Jalan menuju surga itu sangat datar, tidak ada aral melintang seperti dalam kehidupan nyata. Cinta segitiga antara Ramadhan, Nayla dan Kirana hanyalah bumbu penyedap yang kurang memberikan rasa. Demikian pula, warga masyarakat yang menentang ceramah ustadz Ramadhan di sebuah kampung. Jika hal ini dikembangkan lebih mendalam, film ini tentunya akan lebih hidup lagi. Misteri cinta segitiga itu mirip sinetron Si Doel-nya Rano Karno. Akankah ada sekuel kedua film ini ? Walaupun demikian, penonton sangat terhibur dengan adegan atau dialog-dialog yang cukup sering mengundang tawa. Tangis yang berderaipun menjadi mereda kembali.
Dari segi pemeranan, para artis pendukung seperti Husen Idol, Zee Zee Shahab, Elma Theana dan Ustadz Ahmad Al Habsy juga tidak mendapatkan tantangan akting yang luar biasa. Peran yang dilakoni tidak jauh berbeda dengan keseharian mereka. Namun, mereka mampu memainkan tokoh-tokohnya dengan baik. Aura ustadz atau penceramah yang diperankan oleh Husen Idol cukup memberi warna, terlebih lagi Ramadhan kecil.
Dibalik semua itu, film ini wajib ditonton oleh seluruh lapisan masyarakat. Film ini menyimpan harta karun yang luar biasa, mampu memberikan kekayaan batin bagi kita. Menumbuhkan kesadaran baru kepada kita. Membangkitkan semangat. Suatu nilai didaktis yang takkan mampu terbayar oleh apapun juga. Seperti film-film sebelumnya, Mizan Production selalu memberikan tontonan yang menghibur dan menginspirasi. Yuk, kita rame-rame ke bioskop kesayanganmu mulai 2 April mendatang, ya !

6 komentar:

  1. review menarik... (sambil titip lapak ya http://fxmuchtar.com/ada-surga-di-rumahmu/ )

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih kang fajr mochtar. ntar aku blogwalking yaa

      Hapus
  2. harusnya baca bukunya juga yah, biar asik gitu, saya blum baca bukunya euy, m

    BalasHapus
  3. filmnya bagus mbak..banyak nilai2 moralnya yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup betul sekali mbak. ringan tapi dalem banget

      Hapus