Selasa, 28 Juli 2015

POPO ISKANDAR : SENTUHAN PERTAMAKU DENGAN DUNIA SENI RUPA

    


Buku Perspektif Karya-Karya Popo Iskandar
Dalam benakku, dunia seni rupa merupakan dunia asing yang tak pernah kusentuh. Inilah salah satu bidang yang tak kusukai. Mungkin karena itu, aku gak jago gambar. Bagiku, dunia seni rupa merupakan dunia yang  abstrak, gelap, sulit dipahami dan tak bisa dinikmati. Berbeda dengan dunia kuliner yang bisa dirasakan maknyusnya. Dunia seni rupa itu terasa aneh, terutama aliran-aliran seni rupa yang mirip mbeling dalam puisi. Aku pasti akan berputus asa untuk menikmati dan memahaminya. Benar-benar gelap !
            Namun, kegelapan itu agak terang jika aku menikmati lukisan tentang pemandangan alam. Selama ini, hanya itulah yang membuatku nyaman dengan seni rupa. Yang lain ? No way ! Hal itu semakin terang dengan buku Popo Iskandar ( Perspektif Karya-karya Popo Iskandar ), karya Jim Supangkat dan Dr I Bambang Sugiharto. Diterbitkan oleh Studio Titian Seni, Griya Seni Popo Iskandar. Buku ini kuperoleh sebagai kenang-kenangan bagi 20 Finalis Popo Iskandar Writing Competition 2015.
 Semula, kuduga buku yang tebal dan berat ini berisi tentang biografi salah satu pelukis dari Bandung, sekaligus juga dosen UPI Bandung. Tetapi, saat kubuka, isinya adalah lukisan-lukisan Popo Iskandar. Buku ini berisi 234 lukisan karya Popo Iskandar. Obyek lukisannya yang paling banyak adalah kucing. Selain itu, ada juga tentang wanita dan ayam jago.
Yang menarik dalam obyek lukisannya adalah kucing ? Mengapa ? Lukisan ini mengubah persfektifku tentang dua hal. Pertama, kucing, binatang yang paling kutakuti. Kedua Dunia seni rupa (seni lukis, khususnya). Dalam lukisan-lukisan Popo Iskandar ini, kucing menjadi binatang yang penuh imajinasi. Lucu. Luar Biasa. Dan ternyata, kucing bisa dieksplorasi oleh pelukisnya. Bentuk binatang berbulu ini menjadi agak berbeda dari kenyataan. Meliuk-liuk panjang seperti ular atau pita. Kucing berkaki dua. Kucing dengan bulatan warna-warni. Juga warna yang tidak biasa. Belang hijau atau merah muda, biru. Benar-benar menggoda dunia imajinasi. Bagiku kucing terlihat tidak menyeramkan lagi tapi lucu, artistic, dan penuh daya imajinasi. Di sini, aku bisa menikmati dan bermain dengan kucing. 


Teka-Teki Popo Iskandar
Menyimak dan menikmati lukisan Popo Iskandar ternyata betah dan menarik. Semakin mengurai imajinasi dengan pendapat-pendapat sang penulis, yaitu Jim Supangkat dan Dr I Bambang Sugiharto. Kedua penulis ini memang ahlinya di bidang seni, baik sebagai dosen (pernah), kritikus, penulis maupun juri.
Kucing, ayam jago dan macan memang menjadi ciri khas seorang Popo Iskandar. Apa makna yang tersirat di dalam obyek lukisan itu ? Apa hubungan antara Popo Iskandar, kehidupan dan obyek lukisannya itu ? Semuanya menarik untuk dikaji lebih dalam lagi. Inilah salah satu fungsi lahirnya buku ini. Anda berminat ?
Biografi Popo Iskandar
PELUKIS, POPO ISKANDAR

Di bagian akhir buku ini, sekilas kita bisa mengenal Popo Iskandar dan perjalanan karirnya. Bagian ini menggunakan dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.  Ada satu tragedy hebat yang menimpanya. Namun, beliau akhirnya bisa bangkit dan sukses seperti sekarang. Selain itu, pelukis ini juga adalah penulis yang produktif. Judul-judul esainya yang diterbitkan di media masa ada di sini, juga karya lain seperti makalah. Tak hanya lukisan, beberapa bangunanpun ada yang pernah dibuatnya. Menurutku, karena produktivitasnya itulah Popo Iskandar juga banyak diperbincangkan orang, baik itu ulasan media, skripsi maupun buku.

#Popo Iskandar # Pelukis Indonesia #Seni Rupa #Lukisan #Galeri Seni #Galeri Seni Popo Iskandar #Karya Tulis Ilmiah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar