Senin, 07 September 2015

MENULIS FIKSI GAYA EDI AKHILES


Siap Action Menulis Cerpen

Menulis fiksi saat ini bakal diminati banyak orang, khususnya kawula muda ( kuharap sih begitu, ya ). Mengapa ? Banyak hal yang mendukung ke arah itu. Semakin banyak lomba menulis untuk kawula muda yang dilaksanakan oleh berbagai lembaga. Bahkan ada yang rutin setiap tahun. LMCR contohnya. Apa itu ? Lomba menulis cerita untuk remaja. Anak SD juga ada, lho ! Lomba ini diselenggarakan oleh badan yang bernaung di bawah Kemendikbud. Ada juga Lomba Kreativitas Menulis yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat beberapa waktu yang lalu.
           
Lomba Menulis Cerpen, FLS2N
Bagaimana cara menulis fiksi ? Gampang-gampang saja, kok. Seperti banyak diungkapkan oleh beberapa guru menulis dalam berbagai pelatihan. Kuncinya hanya satu, yaitu 3M. Menulis. Menulis. Dan Menulis ! Menulis itu merupakan skills,. Jadi, harus terus dilatih dan diasah !
           
Juara
Menurut Edi Akhiles, dari Bentang Pustaka dalam acara Kampus Fiksi di Bandung, ada dua hal penting dalam menulis fiksi. Pertama, ide atau gagasan. Kedua, penyajian atau teknik menulis. Banyak orang yang sering kesulitan mendapatkan ide. Sebenarnya mudah saja. Perbanyaklah jalan-jalan ( jjs), banyak bergaul dan banyak baca tentunya. Sederhana, bukan ? Setelah itu, simpanlah ide-ide yang unik, mindset yang out of the box !
            Selanjutnya, untuk penyajian, kembangkan unsur intrinsik, seperti :
1.      Alur à totalitas penggambaran tokoh
2.      Konflik à harus berkelanjutan
3.      Penokohan
4.      Seting
5.      Ending àAkhir cerita harus menarik, ada kejutan
6.      Logika Cerita

Di akhir acara beliau memberikan beberapa tips berikut ini :
1.      Buatlah sebuah outline setiap bab disertai penjelasan-penjelasannya. Dan, kita harus disiplin dengannya.

2.      Buatlah judul. Usahakan puitis atau metaforis.
Contoh : Sam, Kau Bukan Kekasihku ( = sampah yang tidak disukai oleh masyarakat )
3.      Buatlah kalimat-kalimat yang lincah. Jungkirbalikkan kaidah, jangan terjebak pakem !
4.      Buat snapshot dan frase ( kata-kata untuk mendramatisasikan cerita )
Contoh : malam kian pekat, lalatpun terpeleset di wajahnya.
5.      Jangan tumpang tindihkan tokoh dalam satu paragraf !
6.      Adakan suspense cerita, twist, kejutan, dramatisasi, konflik.
Hal ini harus ada dalam setiap bab.
7.      Pentingnya kalimat/ paragraf pembuka à harus menarik minat editor/ juri/ pembaca
8.      Seting seperti berita :
a. bangun seting secara detil.
b. selipkan tokoh : dialog, narasi
9.      Pesan moral secara implisit = alirkan dalam cerita. Jangan terkesan seperti berdakwah.
10.  Buatlah narasi dan dialog yang logis.
11.  Gunakan tanda baca sebagai penegas emosi dan penuntun pembaca, intonasi.
12.  Perkaya diksi = bebaskan kata dari makna
13.  Manfaatkan tanda bintang sebagai pemisah
14.  Hindari penumpukan subyek dalam satu kalimat. Hal itu sangat tidak estetik !
Contoh : Kubuka pintu kamarku. Sambil melempar badanku ke kasur, kucopot jilbabku.
15.  Writers block, bisa terjadi karena : ide dangkal, tanpa outline, passion rendah, tidak disiplin, sibuk.
16.  Produktivitas berbanding lurus dengan kualitas.
17.  Endapkan tulisan setelah jadi, lalu lakukan self editing.
18.  Gaya hidup penulis : menulis, membaca, sharing, jalan-jalan, kontemplasi
19.  Jaga attitude ( sikap ).
20.  Pop vs sastra

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar