Sabtu, 19 September 2015

PENDIDIKAN BERKUALITAS : PENDIDIKAN NOMOR 1



Pendidikan berkualitas tetap masih menjadi pembicaraan yang menarik. Pendidikan berkualitas masih menjadi tujuan dari proses pembelajaran di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh banyak pihak, sekolah, swasta, maupun pemerintah.
              
Kadisdik Jabar
  Seperti apakah pendidikan yang berkualitas itu ? Banyak aspek yang bisa menjadi landasan pendidikan berkualitas itu. Menurut Kadisdik Provinsi Jawa Barat, Asep Hilman, ada empat hal yang bisa menjadikan pendidikan itu menjadi nomor satu. Keempat hal tersebut adalah :
1.       Proses Pembelajaran Harus Menjadi Suatu Gerakan Budaya
           Ini artinya belajar itu bukan sebuah keterpaksaan. Belajar itu adalah sebuah kebiasaan positif. Siswa belajar karena senang, karena merasa butuh. Siswa belajar berdasarkan hati. Sejatinya, pendidikan itu adalah mengasah hati manusia. Pendidikan itu tidak hanya berorientasi pada otak manusia, tapi juga hatinya. Jika ini terlaksana takkan ada istilah pinter keblinger. 
The Heart of School

          Kembangkan The Heart of School ! Jantung sekolah itu adalah mesjid dan perpustakaan. Pengembangan ini pada akhirnya akan memunculkan budaya literasi, gemar membaca dan menulis. Kedua hal ini merupakan tanda dari peradaban manusia yang sudah maju. Pendidikan memiliki sumbangsih besar pada peradaban manusia.

2.       Guru Profesional
          Kunci dari pendidikan yang berkualaitas itu ada pada guru yang profesional. Guru memiliki niat untuk memajukan pendidikan, memiliki komitmen dan integritas yang tinggi. Apapun yang terjadi, guru tetap memiliki semangat untuk melaksanakan tugasnya dengan baik.
          Ada empat tipe guru, yaitu :
a.       Pengamat analitik :
     Guru yang hanya mampu berkeluh kesah, mengkritik tetapi tidak memiliki kontribusi yang positif. Istilah awamnya adalah omdo ( omong doang ).
b.      Guru gagal :
     Guru seperti ini biasanya malas dan tidak bertanggung jawab,  sehingga sering meninggalkan kewajibannya dan tidak memiliki kontribusi positif pada dunia pendidikan.


c.       Guru yang tidak terarah :
     Guru seperti ini rajin, bertanggung jawab, loyal, tetapi tidak memiliki visi. Guru dengan tipe seperti ini dapat berkontribusi positif setelah diberi pengarahan atau pelatihan.
d.      Guru Ideal :
     Guru tipe ini merupakan pertemuan antara abstraksi  dan komitmen yang tinggi pula.

3.       Networking
Pendidikan yang berkualitas atau nomor satu itu takkan bisa terpisahkan dari sebuah                      jaringan, komunitas, pertemanan dan sejenisnya. Sekolah wajib bekerja sama dengan pihak lain untuk meningkatkan kualitasnya tersebut.
Kepala sekolah harus bisa menjadi dirigen angklung yang sukses. Hal tersebut bermakna bahwa seorang kepala sekolah itu harus mampu mengarahkan warga belajarnya yang berbeda-beda pada satu tujuan yang sama, yaitu keberhasilan pendidikan. Semua perbedaan itu diterima dan dikembangkan demi sebuah kemajuan dalam proses pembelajaran. 

4.       Kreatif
          Orang kreatif itu bagian dari sikap optimis. Orang yang optimis akan tetap bertahan dan berjuang pada rintangan yang menghadangnya. Sebaliknya, orang yang pesimis akan tetap berkeluh kesah sekalipun yang datang adalah peluang bagus.
          Banyak hal yang harus diciptakan, dikondisikan dan dilakukan untuk meraih pendidikan yang berkualitas itu. Orang bilang menjadi nomor satu itu pasti mengalami proses, perjalanan panjang dan perjuangan. Tak akan ada kesuksesan tanpa usaha keras di dalamnya. Pertanyaannya adalah : Siapkah kita menerima, melakoni dan memperjuangkannya sampai puncak keberhasilan ? Jika pendidikan ingin berhasil, harus ada kerja sama dari semua pihak. Setuju ? Yuk, kita mulai dengan perjalanan ini !

1 komentar: