Sabtu, 27 Februari 2016

JAJANAN ORANG BANDUNG




Bandung memamng sudah lama menjadi tujuan banyak orang untuk wisata kuliner. Termasuk kamu, kan ? Entahlah makan-makan di Parijs van Java ini selalu berasa nikmat. Selalu mengundang selera dan juga selalu muncul menu-menu baru yang bikin penasaran kalo gak dicoba.

            Nah, kali ini kita intip jajanan orang Bandung, yuk ! Selain makan berat, orang Bandung juga ternyata suka ngemil. Makan kudapan diantara jam makan. Sambil berjalan-jalan mengelilingi kota Bandung dan sekitarnya atau mengelilingi pertokoan, nongkrong di pinggir jalan. Rasanya kurang asyik tanpa cemilan. Cemilan murah meriah ala streetfood.
1.      Baso Boedjangan
Baso boleh jadi merupakan jajanan favorit orang Bandung. Rasanya yang seger,
gurih, asam atau pedas bila suka seringkali menggoda selera. Rasanya ada yang kurang jika belum makan baso.
Salah satu tempat jajan baso yang sedang ngetren belakangan ini adalah Baso Boedjangan. Kamu bisa menikmati baso urat, baso telor bebek atau baso keju. Yang berbeda di sini adalah, jika kamu pesan yamin. Kamu harus memesan toping tambahan berupa baso yang bulat-bulat itu. Yup, di tempat lain, yamin akan diberikan dengan kuah basonya. Di sini tidak.
Lokasi Baso Boedjangan ini sudah menyebar di beberapa tempat, Dago, Cimahi.




2.      Baso Semar
Kalau kamu ke jalan Cihampelas, jangan lupa mampirlah ke sini ! Ini juga termasuk jajanan yang selalu dicari orang. Uniknya di sini kita bisa makan baso dan tulang. Tulangnya itu yang bisa bikin kita betah. Sensasional saat meluruhkan tetelan daging di tulang-tulang yang berserakan atau menikmati renyahnya tulang rawan.


3.      Cuanki
Cuanki ini termasuk jajanan serupa baso, hanya beda isi. Dalam kuah baso, kita bisa mengisinya dengan siomay, baso besar atau kecil, dan tahu. Nikmat disantap sambil menikmati hujan. Kehangatan akan terasa membelai tubuh, mengusir dingin udara Bandung. Salah satu tempat baru makan cuanki ini adalah terminal ledeng Bandung.


4.      Cilok kuah
Cilok merupakan jajanan tradisional yang sudah ada sejak saya kecil dulu. Cilok ini kepanjangannya adalah aci dicolok ( tepung kanji yang ditusuk). Yup, dulu, adonan tepung kanji yang dibentuk bulat-bulat itu akan dikukus, saat kita memesannya barulah ditusuk menggunakan tusukan kayu pendek. Mirip sate. Satu tusuk isinya bisa satu atau lebih, tergantung pesanan kita.
Nah sekarang, ada variasi baru. Cilok kuah. Cilok ini akan diberi kuah seperti baso dan diberi toping baru. Salah satu yang favorit adalah sumsum. Cilok dan tulang sumsum yang besar atau kecil akan berdampingan di mangkok.
Jajanan ini ada di jalan Babakan (sebrang Jambore Foto) Cimahi, dekat Ramayana. Angkot Cimahi-Bandung atau Cimahi Padalarang-Batujajar akan melewatinya.


5.      Cireng Bumbu
Ini juga masih jajanan dari zaman baheula. Aci digoreng. Adonan tepung kanji ini dimasak dengan cara digoreng. Dulu berbentuk segiempat. Sekarang bisa berbagai bentuk, tergantung isinya. Ada ayam, sosis, abon dan sebagainya. Selain itu, Cireng ini juga biasa dinikmati dengan bumbu khusus. Bumbu kacang kental yang dipadukan dengan saos. Jajanan ini biasanya ada di roda-roda pinggir jalan.


6.      Cilung
Masih makanan dari tepung kanji yang digoreng. Makanan ringan ini bernama cilung. Aci digulung. Saat digoreng, adonan itu akan digulung dengan sebuah tusukan sate. Setelah matang, dicocol ke bumbu seperti serundeng, bisa pedas atau tidak, tergantung selera kesukaan kita. Inipun termasuk jajanan pinggir jalan. Streetfood.

7.      Seblak
Nah, ini dia jajanan favorit masa kini. Seblak. Aromanya yang selalu mampu menggugah selera. Selalu bikin lidah bergoyang. Dilengkapi dengan rasa gurih. Seblak merupakan tumisan dengan aneka isi. Kita bisa memilihnya. Mau kerupuk, macaroni, sosis, baso kecil, ceker dan sebagainya. Bisa juga campuran dari berbagai macam bahan. Harganya tak lebih dari Rp 20.000,-. Enak disantap saat masih hangat, sambil duduk di taman atau tepian pertokoan.
 
Seblak ceker

Seblak makaroni

Seblak sosis

8.      Tahu Krispi
Tahu krispi ini mirip dengan tahu sumedang. Hanya ukurannya lebih kecil dan teksturnya lebih garing. Kriuk-kriuk. Tahu ini bisa dinikmati original atau diberi tambuhan bumbu seperti kentang goreng. Penjualnya biasa ada di sekitar minimarket.

9.      Cakue mini
Cemilan ini lebih cenderung ditemui di sekitar sekolahan. Harganya yang murah dan rasa gurih serta tekstur yang liat (kenyal) menjadi daya tarik anak-anak sekolah. Sambil bercengkrama dengan para sahabat, mereka menikmati cakue mini ini dengan tambahan bumbu saos.

Nah, jika kamu jalan-jalan ke Bandung, jajanan itu bisa jadi wisata kulinermu, selain makan di restoran atau tempat makan khas Sunda. Dengan jajanan itu, kamu serasa mengeksplor rincian Bandung. Madang yuk !

4 komentar:

  1. Haduh, streetfood-nya aja menggoda selera gitu ya, Mbak. Jadi pengen jalan2 ke Bandung. Sambil jalan sambul ngemil :D

    BalasHapus
  2. yup, makin betah di bandung kalo udah ngemil gitu,mbak Dyah kusumastuti hehehe...

    BalasHapus
  3. pas banget ya kan jam 4.15 jam laper huhuhuhuhuhu

    BalasHapus