Minggu, 24 April 2016

PUISI PUISIKU





ENTAHLAH
Di situ kadang saya merasa sedih
Di situ kadang saya berpikir
Di situ kutemukan dirimu
Teronggok tanpa makna

Hatiku
Aku terjebak
Pada kabelmu yang berliku
Mengikat jiwaku pada asa yang tak pasti
Akankah saklarmu
Menghidupkan  manisnya valentine kita ?

Kisah Kain Tenun
Pintalan-pintalan kehidupanmu
Melahirkan lembaran kisah kain tenun
Guratan-guratan di wajahmu
Melukiskan aneka corak di laut mahfudz
Mungkin petaka bagimu
Atau inspirasi bagi dunia
Kau setia memutar kisah benang-benang kisah itu
Sampai ajal menjemputmu





Sang Pembelajar
Kau bukan Gatot Kaca yang dilempar Dewa ke kawah Candradimuka
Kau bukan Gatot Kaca yang langsung gagah perkasa menguasai bumi
 mengalahkan Rahwana
Kau harus berdarah-darah menyesapi serpihan ilmu di mayapada
Kau harus cermati kata kunci yang dilontarkan Gurumu, Buku dan Mbah Google

Pisau Cintaku
Pisau cintaku telah menyayat-nyayat beku yang telah membatu di hatimu
Meruntuhkan kesangaran Kubhilai  Khan dalam lakumu
Melelehkannya dalam samudera kehangatan
Kini, rona wajahmu selembut Monalisa
Matamu berbinar bahagia




Hujan
Deraimu menghisap kerontang di bumiku
Menelan kebusukan dengan rakusnya
Melenyapkan nestapa para dhuafa
Rinaimu menyebarkan benih-benih kebaikan
Jarum-jarummu meletuskan keangkaramurkaan
Porak-poranda tak berwujud
Hujan
Aku menunggumu dengan setia

Sang Guru
Kau mampu merangkai ilmu dengan indah
Hanya dengan sejumput kata

Pencarianku
Di duniamu
Kucari permainan kata
Kontemplasi
Demi sebait puisi indah
Untukmu

Pada Sebuah Curug
Kurangkai langkah demi langkah menujumu
Kupasrahkan raga pada kediamanmu
Kubawa letih dengan tertatih
Pelangi di gawangmu
Membayar lunas semua penatku

BUNGA HATIKU
Kubisikkan rindu pada malam yang membisu
Merambati keheningan
Untuk sampai pada dinding hatimu
Kutunggu getar-getar cintamu merasuki sukma
Agar putik cintaku dan serbuk sarimu
Menyatu dalam keagungan
Kuharap waktu akan menuntunku
Pada pelangi dunia yang indah

SAKITKU
Kumulai pagi dengan suasana baru
Dingin menusuk tulang
Namun, tercipta kehangatan antarsesama
Takutku sirna
Lepas bebas melihat mereka terkulai juga
Menginspirasi
Menyalurkan sebuah kekuatan untuk sembuh
Keikhlasan yang menusuk qalbu
Segala hal hanyalah ALLAH SWT yang menentukan
KUN Fayakun
Berawal darinya dan kembali kepada-NYA
Innalillahiwainnailaihirojiun

IKHLAS
Tangisku bukan karenamu, bunda.
Pengertian dan empatimu meringankan langkahku
Kepasrahanmu menerima sakit ini, menguatkanku
Tak ada keluh kesah
Tak ada erang pilu yang menyayat hati
Di wajahmu kubaca penerimaan takdir dengan keikhlasan stadium 5
Doa-doa kesembuhan senantiasa mengalir untukmu
Semoga ALLAH memberimu kebaikan dengan sakitmu itu





Tidak ada komentar:

Posting Komentar