Senin, 30 Mei 2016

PRAKTIS TABUNGAN ONLINE SINAR MAS


         Rik-rik gemi ti leuleutik (Peribahasa Sunda). Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Sejak zaman dulu kala, para leluhur sudah menyuruh kita untuk menabung. Mengapa ? Banyak kebutuhan utama kita yang tak bisa dicover oleh pendapatan kita secara sekaligus. Contohnya, kita ingin beli rumah, sedangkan pendapatan kita hanya dua juta per bulan. Adakah harga rumah dua juta saja ? Rumah Barbie mungkin yah. Paling-paling gaji itu adalah cicilan per bulannya sampai sekian tahun. Mendapatkan sesuatu itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu perencanaan, persiapan yang matang, usaha dan kerja keras.  Di samping itu, tak selamanya, kita akan bekerja terus, betul kan ? Suatu saat, usia mengharuskan kita untuk pensiun. Lalu, biaya hidup kita di masa tua bagaimana ?  Bayangkan jika kitak tak memiliki tabungan masa tua atau bahkan tak memiliki tabungan sama sekali. Mengharapkan belas kasih orang ? That’s impossible ! Tak mungkin ! No… No… No.
            Kebiasaan menabung memang sudah ditanamkan sejak kecil. Kita, saya khususnya, akan selalu menyisihkan uang jajan dan memasukkannya ke celengan ayam, yang zaman itu selalu menjadi kado ulang tahun. Setiap menjelang lebaran, celengan itu akan dipecahkan dan uangnya akan dibelikan sesuatu seperti keinginan kita. Bisa baju, boneka, bando, jajanan, dan sebagainya. Saat itu, rasanya kita menjadi orang paling kaya sedunia. Banyak uang dan bisa membeli banyak hal sesuai dengan keinginan kita. Hmmm… indahnya masa kecil.
Nah, kebiasaan itu terus berlanjut. Sekarang bukan lagi celengan ayam yang terbuat dari tanah liat. Namun, celengan Frozen yang terbuat dari kaleng. Setiap penuh, maka kunci gemboknya akan dibuka. Rasanya malas untuk pergi ke bank. Antri. Tak ada waktu. Selalu berkejar-kejaran dengan jam tutup bank. Setelah pulang kerja, kalau untung, bank masih ada, tapi seringkali saat itu transaksi bank sudah selesai dan tutup. Waduh, keringat yang keluar menjadi sia-sia tanpa hasil. Oleh karena itu, menabung di bank bukan hal yang menarik.
            Namun, di zaman teknologi ini, banyak kemudahan yang kita dapatkan. Pergi ke bank untuk menabung bisa diminimalisir atau bahkan tidak perlu sama sekali. Mengapa ? Banyak kemudahan untuk membuka rekening online, khususnya di Bank Sinarmas.
Tabungan Online
            Helooo… ada tabungan online dari  Bank Sinarmas. Tinggal klik dan mainkan jari-jari lentik kita. Sentuh layar ponsel dengan penuh kasih sayang. Bukalah website tabungan online sinar mas. Dalam sekejap, kita bisa mendapatkan rekening tabungan.
Caranya sangat mudah dan praktis. Bisa dari ponsel kita. Mau tahu ?
1.     Buka website Bank Sinarmas, yaitu : https://www.banksinarmas.com/tabunganonline/eform
2.     Isi identitas yang diminta seperti : nomor HP, alamat email, nama lengkap, alamat, nomor KTP.
3.     Pilih program tabungan online : voucher belanja, regular atau deposito online, secure credit card
4.     Kita akan mendapatkan nomor virtual account melalui email. Lalu kita akan diminta setoran awal sebesar Rp 50.00,-
5.     Pihak bank Sinarmas akan melakukan verifikasi
6.     Setelah membuat janji bertemu lewat telepon, petugas akan datang pada Anda untuk menandatangani form pembukaan rekening, ATM dan pin.

7.     Anda akan mendapatkan email ( surat elektronik/ surel ) kembali untuk persetujuan rkening dan ATM bisa digunakan.
8.     Jika ingin lebih praktis, gunakan aplikasi SIMOBI PLUS untuk mobile banking.
9.     Bebas biaya tarik tunai di ATM bersama dengan saldo minimal Rp 1.000.000,-


Betul-betul asyik cara menabung seperti ini, ya. Bisa dimana saja, bisa kapan saja, tak perlu antri, tak perlu repot-repot datang ke bank. Tinggal klik ! Kita sudah memiliki rekening online. Jadi deh ! Ohooo… praktis bingiiits !
Keuntungan lain dari tabungan online bank Sinarmas ini adalah Anda berkesempatan untuk memiliki deposito online juga. Wah… wah… wah, makin kaya dong, kita yah hehehe …
Deposito Online
Sesuai namanya, pembukaan deposito online juga bisa dilakukan di dunia maya. Namanya adalah e-channel. Istilah umum yang sudah kita tahu adalah internet banking dan mobile banking. Tidak asing kan ? Nah, kita gak cape pergi ke bank dan nunggu nomor panggilan. Asyeeek, kan.
Kalau kamu tertarik membuka deposito online ini, begini nih caranya. Simak ya !
1.     Kamu harus terdaftar di layanan e-channel dengan memiliki password, user id, dan token.
2.     Terus baca dan cermati syarat dan ketentuannya yah. Yang ini penting nih :
a.      Sumber dana pendebetan
b.     Jumlah minimum penempatan deposito
c.      Jangka waktu yang tersedia/ tenor
d.     Opsi perpanjangan otomatis (ARO dan non-ARO)
e.      Periode berlaku bunga
f.       Ketentuan pajak deposito
g.     Proses penutupan deposito dan pinaltinya
3.     Isi item-item di aplikasi. Kalau dah lengkap submit
4.     Nasabah harus mendapatkan email konfirmasi transaksi dan e-bilyet
Apakah kita akan mendapatkan bilyet giro depositonya ? Kan itu kertas yah. Tentu saja. Bilyet itu diterima dalam bentuk e-bilyet juga, yang dikirim melalui email dan berbentuk PDF.
Apa sih keuntungan deposito online ? Bunga yang ditawarkan lebih tinggi dan pencairannya akan dikreditkan di rekening tempat asal pendebetan.
Apakah aman ? Insyaallah aman, karena para nasabah diwajibkan menginput OTP token terlebih dahulu. Deposito online itu sama seperti transaksi financial online lainnya, seperti: transfer, pembayaran dan pembelian.
Secure Credit Card
                    Selain tabungan online dan deposito online, ada satu produk unik lainnya dari bank Sinarmas. Produk tersebut adalah Secure Credit Card.
            Kartu kredit sudah menjadi bagian dari hidup di zaman modern ini. Malas dan ribet bawa uang cash. Takut dirampok (ih, amit-amit jabang bayi, yah). Yang bawa kartu kredit juga biasanya terlihat lebih keren. Keliatan orang kaya gitu, lho.
            Tapi, tak sedikit juga orang yang terlibat masalah dengan kartu kredit. Kalau gak pandai jaga mata, bakal lapar mata tuh. Segala dibeli. Akibatnya overlimit. Utang menumpuk. Nah, makanya kita harus bijaksana deh menggunakan kartu kredit agar tetap aman.
            Secure Credit Card akan mengembalikan fungsi kartu kredit sebagai alat penundaan pembayaran dengan media kartu. Nasabah dianjurkan melakukan pembayaran penuh sesuai dengan limit, agar tidak terjerat hutang dan bunga atas hutang tersebut.
            Nasabah secure credit card harus menempatkan dana pada rekening tabungan. 80% dari dana tersebut akan di-hold/ d-lock oleh bank penerbit kartu kredit. Locking dana tersebut merupakan jaminan atas secure credit card dan juga limit kartu kredit tersebut. Dana yang dilock dalam tabungan itu tetap akan mendapatkan benefit bunga seperti tabunganbiasa. Itulah perbedaan antara Secure Credit Card dengan kartu kredit lainnya.
            Bagaimana cara mendapatkan Secure Credit Card ? Nasabah tinggal datang ke kantor cabang bank penerbit kartu kredit ( Sinarmas ). Lalu isi formulir ajuan kartu kredit. Nasabah harus bersedia dana tabungannya dilocking sebagai jaminan. Setelah itu, Secure Credit Card pun bisa digunakan. Sistem pembayaran penuh (fullpayment) digunakan dalam Secure Credit Card.  Nasabah diberi tenggang waktu (grace period) untuk melakukan pembayaran sampai tanggal jatuh tempo.
            Keuntungan Secure Credit Card (benefit) adalah :
1.     Proses mudah dan approval lebih cepat
2.     Terhindar dari hutang dan cicilan
3.     Lebih aman ( ada jaminan LPS)
4.     Bunga atas dana yang dilock
5.     Cashback
Sangat mudah ya membuka rekening online di bank Sinarmas. Nah, sekarang setelah tahu ilmunya, yuk mari kita segera bertransaksi ! Tunjukkan jari lentikmu pada website bank Sinarmas. Sampai jumpa, ya !
                               

                

Rabu, 25 Mei 2016

KEMUDAHAN MENABUNG EMAS DI PEGADAIAN


           Yang selalu bermasalah pasti kenal dengan pegadaian, betul ? Oh, tidak ! Pegadaian tidak hanya dikenal oleh orang yang bermasalah, banyak orang pasti akrab dengannya. Apalagi slogannya “Mengatasi Masalah tanpa Masalah” atau warna ijonya. Populer banget tuh di masyarakat luas.
            Saya ingat pada sebuah kisah. Dulu, ada seseorang yang selalu kekurangan uang. Entahlah apa penyebab pastinya. Besar pasak daripada tiang. Boros. Penghasilan yang tak jelas atau faktor lainnya. Yang jelas dia harus selalu ada uang untuk istananya. Karenanya, dia nekad pinjam uang pada rentenir. Makin lama makin sering, sampai akhirnya hutang menggunung. Susah dibayar lunas. Intinya sudah tapi buntutnya semakin panjang. Alhasil, terpenjaralah dia seumur hidupnya. Seandainya, dia sudah menjadi sahabat pegadaian, tentu nasibnya takkan seburuk itu. Betul ?

Senin, 23 Mei 2016

GADO-GADO ROADBLOG BANDUNG


Gaung kegiatan ini sudah terdengar beberapa bulan sebelumnya. Salah satunya dari admin kece komunitas  Blogger Bandung, Efi Fitriyah. Gaung kedua dari siaran langsung para admin kece komunitas tersebut di radio MQ FM Bandung. Karena itu, kegiatan ini sampai-sampai membuat saya bersemangat mengikutinya. Pas dapat email konfirmasi jadi salah satu peserta, wah jogged-joged seneng deh ( untung gak difotoin atau divideo oleh teh Nchie Hanie hehehe… ).
                Sejak masuk di komunitas itu, dunia blogger memiliki daya tarik khusus. Banyak hal yang ingin saya ketahui dan ingin dipelajari  ( syukur-syukur kalo bisa mengikuti jejak para blogger professional ). Banyak tantangan juga sih. Nah, acara Roadblog ini menambah banyak pengetahuan baru tentang dunia blogging. Rundown acaranya sangat padat. Mulai dari jam 9 pagi sampai 17 sore. Bertempat di Best Western Premier La Grande Hotel. Jalan Merdeka no 25-29 Bandung ( sebrang BIP ). Ingin tahu ?
SESI PERTAMA

            

Sabtu, 21 Mei 2016

WISATA KULINER : KAMPUNG CIREUNDEU CIMAHI

           

            Cimahi selain sebagai kota militer, selama beberapa tahun belakangan ini juga memiliki tempat wisata yang unik. Di sudut selatannya terdapat sebuah kampung yang sering menjadi tempat kunjungan khusus. Kampung itu adalah Cireundeu yang terletak di daerah Leuwigajah ( jalan Kerkof ) Cibeber Cimahi Selatan. Tempat ini terasa unik karena masyarakat adatnya (bukan kampung adat, ya).
            Masyarakat adat Cireundeu memiliki kebiasaan yang unik, yaitu makanan pokoknya adalah singkong ( Sampeu = Bahasa Sunda ). Singkong tersebut dijadikan beras . Mereka menyebutnya sebagai Rasi ( Beras Singkong ). Jadi, sehari-hari masyarakat adat kampung Cireundeu itu selalu memakan beras singkong sebagai makanan pokoknya. Salah seorang tokoh muda di sana, Kang Yana mengatakan bahwa ia tidak tahu rasa beras padi. Karena kemanapun dia pergi, selalu memakan beras singkong. Teman saya yang orang Jawa bilang, katanya mirip tiwul, hanya rasanya tawar. Itulah keunikan kampung Cireundeu. Rasi ini bisa dipadukan dengan lauk-pauk yang lainnya. Hmmm maknyusnya !

WISATA SEJARAH: EREVELD LEUWIGAJAH

           

          Tjimahi Heritage kembali mengadakan program penelusuran sejarah. Di bulan Mei ini, tempat yang menjadi sasaran adalah sebuah makam bersejarah dan kampung Cireundeu. Keduanya terletak di daerah Leuwigajah Cibeber Cimahi.
Ereveld Leuwigajah

            Tempat ini lebih sering disebut orang sebagai makam Kerkof. Kejutannya di Minggu pagi itu, tanah ini terbagi dalam dua wilayah negara yang berbeda. Bagian depan termasuk negara Indonesia dan bagian belakang termasuk negara Belanda. Ah, akhirnya saya bisa berwisata di negeri Kincir Angin ! Dua tempat dan kondisi yang berbeda.
            Ereveld Leuwigajah merupakan makam yang disediakan untuk orang Indonesia dan Belanda yang meninggal sekitar tahun 1941 – 1945. Makam ini bisa jadi merupakan saksi dan bukti sejarah perang di masa lalu. Orang-orang yang dimakamkan di sini pada umumnya berasaldari kamp militer Cimahi. Sekitar tahun 1960, ereveld Leuwigajah ini menerima tambahan 5.000 penghuni dari Munthok. Tokoh yang ada di sini adalah seorang arsitek kota tua Semarang , Lawang Sewu, sekaligus juga dosen ITB bernama Ir Karsten.

            Nisan di pemakaman ini awalnya terbuat dari kayu jati. Seiring zaman dan demi melestarikan lingkungan, kini nisan tersebut dibuat dari beton dengan kriteria khusus. Nisan-nisan tersebut bisa menjadi penanda orang yang dimakamkan. Muslim, Kristen, Yahudi. Ada juga anak-anak.

            Tempat seluas 3 hektar ini tak terkesan angker tapi menawarkan pemandangan yang bagus, indah, tertib, nyaman dan bersih. Selain itu, petugasnya, Bapak F. Turumulih banyak bercerita aneka kisah. Oleh karena itu, kami bisa betah berlama-lama di sini, sehingga jelajah kali ini berjalan sampai sore.

Kampung Cireundeu

            Tempat kedua yang kami singgahi adalah sebuah masyarakat adat yang ada di kota Cimahi. Masyarakat tersebut tinggal di kampung Cireundeu yang letaknya tak jauh dari makam tersebut. Berada pada satu jalur yang sama. Jalan Kerkof Leuwigajah, Cibeber Cimahi Selatan.


            Kang Going dan Kang Yana menerima rombongan di bale-bale. Di sini, kami bisa menyimak sejarah kampung Cireundeu. Sebuah tempat yang unik, karena masyarakatnya menggunakan sampeu (singkong) sebagai makanan pokoknya.
            Hal itu awalnya terjadi dulu pada masa penjajahan Belanda, pulau Jawa dilanda gagal panen.  Agar tak kelaparan, masyarakat menanam singkong. Sejak saat itu, masyarakat ini menjadikan singkong sebagai makanan pokoknya sebagai simbol perjuangan melawan penjajahan Belanda.
            Sekarang, kampong Cireundeu ini bersifat terbuka. Banyak dikunjungi wisatawan dan juga para akademisi yang sering mengadakan penelitian tentang singkong ini.
           
           


Sabtu, 07 Mei 2016

SURAT CINTA UNTUK KARTINI : POTRET DIRI PEREMPUAN

“Belum banyak orang yang mengetahui konflik batin Kartini”
(Lukman Sardi)

           

        Mungkin sayalah salah satunya. Kalau kamu ? Selama ini -yang saya tahu ialah- Kartini itu seorang tokoh emansipasi wanita. Seorang anak ningrat yang mendirikan sekolah untuk perempuan. Seorang wanita bangsawan yang ingin memajukan kaum perempuan. Aktif memperjuangkan cita-citanya seperti para pejuang yang rela berkorban untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Yang setuju ngaaacuuung, ya !

SINOPSIS FILM

                   Adegan diawali dengan tokoh Sarwadhi yang menjadi tukang pos (baru). Dengan riang ia berkeliling mengantarkan surat pada para pemiliknya. Keluarga Belanda dan Ndoro Kartini.