Sabtu, 11 Februari 2017

REVIEW FILM IQRO

JUDUL                 : IQRO
SUTRADARA       : IQBAL ALFAJRI
PEMAIN              : 1. COK SIMBARA
   2. NENO WARISMAN
   3. MERIAM BELINA
   4. AISHA NURRA DATAU
   5. RAIHAN KHAN

Durasi                 : 97 menit 

Sumber Gambar : http://www.film-iqro.com/

Boscha dan Ilmu pengetahuan bisa mati total karena polusi cahaya

Saat liburan, AQILA dan kawan-kawannya mendapatkan proyek untuk mengamati penemuan-penemuan baru. Aqila yang menggemari dunia astronomi ingin mengamati Pluto. Menurutnya, Pluto bukan sebuah planet lagi. Selain itu, temannya, Reni berniat untuk mengamati spesies baru kupu-kupu. Demi tugas tersebut. dia akan berlibur di rumah Kakeknya. Kakek Aqila bekerja di peneropongan bintang Boscha di daerah Lembang, Bandung. Namun, Aqila mendapatkan tantangan sekaligus halangan dalam mewujudkan keinginannya mengamati Pluto. Akibatnya, pelaksanaan tugas tersebut belum bisa dilakukannya. Sedangkan kawannya yang berlibur di Lampung sudah berhasil melakukan pengamatan dan menyelesaikan tugasnya. Mengamati spesies baru kupu-kupu. Bagaimana nasib Aqila ? Mampukah ia menyelesaikan tantangan dan hambatan tersebut ?
Dari segi cerita, film ini sangat cocok dan sangat baik untuk keluarga. Kita bisa menemukan pelajaran tentang membuat kesepakatan dengan anak. Selain itu, banyak juga pengetahuan baru yang kita dapatkan dari film ini, baik astronomi maupun agama. Bagaimana agama Islam betul-betul menjadi landasan hidup manusia.
Yang menarik dari film ini adalah dilema peneropongan bintang Boscha. Ternyata, semakin menuju dunia modern, warisan sejarah ini justru malah tenggelam. Bahkan bisa lumpuh total dan mati. Mengapa ? Boscha harus berjuang untuk tetap mempertahankan langit yang gelap, agar mereka bisa melaksanakan pengamatan benda-benda angkasa. Boscha harus berjuang melawan polusi cahaya akibat keserakahan manusia modern. Semakin banyak lampu penerangan di sekitarnya, maka cahaya bintangpun akan hilang. Akankah kita dan pemerintah mempertahankan berkembangnya ilmu pengetahuan ataukah pengembangan usaha ?
Dari segi latar, saya seperti menonton kembali film Petualangan Sherina. Latar yang sama dan konflik yang mirip mungkin menjadi penyebabnya. Namun, dalam film ini peneropongan bintang Boscha dieksplore lebih luas dan dalam, sehingga kita bisa menikmati keindahannya secara utuh. Bukan hanya hutan saja.
Sayangnya, cerita yang bagus ini tidak didukung oleh puncak-puncak konflik yang tajam dan menegangkan. Konflik yang dibangun sepertinya hanya sekedar penghias saja. Perbedaan kepentingan dari berbagai pihak, seharusnya bisa menjadi modal utama dalam membangun konflik yang menarik. Demikian juga dengan tokoh. Hanya Meriam Belina yang mampu bermain secara total. Sedangkan yang lain terbawa pada dunia akhwat dan ikhwan yang kalem dan datar.
Namun demikian, film Iqro ini layak ditonton oleh siapapun. Ceritanya menjanjikan kepuasan yang diharapkan oleh para pecinta film. Satu lagi film Indonesia yang religius dan memukau. Selamat untuk Salman ITB yang sudah berhasil memproduksi film yang berkualitas seperti ini. Semoga besok-besok bisa lahir film-film terbarunya.



3 komentar:

  1. penasaran nih..asyoknya kalau langsung nonton ya...

    denger cerita aja udah bikin penasaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup mbak Nova Violita, gak kerasa udah tamat. Padahal masih pengen lanjut ceritanya dan menikmati pemandangan Boscha

      Hapus
    2. Yup mbak Nova Violita, gak kerasa udah tamat. Padahal masih pengen lanjut ceritanya dan menikmati pemandangan Boscha

      Hapus