Jumat, 13 Oktober 2017

TIPS MENUMBUHKAN REMAJA YANG BERKUALITAS

LAHIRKAN GENERASI YANG BERKUALITAS
JANGAN SEKEDAR KUANTITAS


            Ada yang kangen dengan masa remaja, gak ? Masa-masa yang pastinya banyak kenangan indah seperti Galih dan Ratna. Atau kenangan buruk yang ingin dilupakan. Semuanya pasti ada, menyatu seperti es cmpur yang sedap di lidah. Betul ? Bagi yang sudah melewati suka duka masa remaja seperti itulah adanya.
          Remaja merupakan salah satu fase perkembangan manusia yang berada di kisaran usia sekitar 11-21 tahun. Masa yang penuh dengan perubahan fisik dan psikis. Masa penuh dengan gejolak, emosi, rasa ingin tahu, kesetiakawanan sosial, dan setumpuk hal lainnya. Seringkali masa ini disebut juga sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak yang manis menuju masa dewasa yang penuh beban.
          Ya, banyak orang tua yang seringkali merasa heran dan syok dengan perubahan yang terjadi.
“Mengapa anak mama yang dulu manis, sekarang menjadi pembangkang ?”




          Inilah salah satu fase kehidupan yang harus siap dihadapi oleh siapapun. Tak bisa dipungkiri, ini adalah masa sulit yang harus dihadapi bersama dengan penuh kesadaran, keikhlasan dan kesabaran yang luar biasa. Di masa ini, baik orang tua maupun remaja memang harus banyak belajar kembali. Belajar tentang makna manusia seutuhnya. Kita ini siapa ? Untuk apa manusia diciptakan ? Untuk apa kita berada di bumi ini ?


          Inilah beberapa hal yang harus diperhatikan dan dibentuk saat berada di masa remaja.

  1. Mandiri dan Tanggung Jawab
Orang tua perlu menyadari hal penting ini. Dulu, sejak lahir sampai usia SD, anak kita sangat perlu kita atur dan arahkan. Ketergantungan anak pada ayah dan ibunya sangat tinggi. Nah, hal ini jangan dilanjutkan pada anak remaja. Tabu! Danger!
          Remaja harus mulai memiliki kemandirian dan tanggung jawab. Ini sangat penting bagi mereka. Remaja-remaja itu akan meninggalkan masa kanak-kanak yang manja dan akan memasuki dunia dewasa yang penuh tantangan. Kemandirian dan tanggung jawab menjadi modal utama. Kurangi keterlibatan orang tua dalam kehidupan para remajanya. Cukup diarahkan, diawasi, bebas terbatas.
          Sudah seharusnya remaja memiliki tanggung jawab pribadi. Biarkan mereka melakukannya sendiri. Dan biarkan mereka menerima konsekuensi dari kelalaiannya. 

  2. Peran Ayah dan Ibu


Hal yang menjadi daya tarik utama para remaja adalah peran ayah dan ibu. Sex education. Disadari atau tidak. Disengaja atau tidak. Mereka akan memasuki dunia ini. Berbagai cara akan mereka temukan. Entah itu dari permainan (games), internet, media sosial, teman, tetangga, kerabat dan sebagainya. Banyak sumber-sumber yang tidak bertanggung jawab.
Saatnya orang tua berbicara secara jujur dan terbuka tentang hal ini. Banyak ilmu menarik yang perlu diketahui oleh para remaja. No about how but what is it ?
Mulailah dari kesehatan reproduksi. Ini penting agar alat reproduksi mereka bisa bekerja dengan baik pada saatnya tiba. Terhindar dari penyakit-penyakit berat dan menakutkan. Kanker rahim, Gonorhoe dan lain-lain.
Setelah itu, perkenalkan peran ayah dan ibu sebagai benteng keluarga. Sebagai fitrah manusia. Sebagai tanggung jawab pribadi di masa dewasa.

  3. Mengenal Tugas Perkembangan Orang Dewasa
Selain sebagai ayah dan ibu, banyak tugas-tugas yang harus dilakukan oleh orang dewasa. Pencari nafkah. Pemimpin. Duta besar. Warga Negara. Warga masyarakat dan juga tugas-tugas lainnya.
Di sini, kita bisa menekankan bahwa manusia itu harus bermanfaat untuk orang lain. Remaja harus bisa menjadi pribadi yang bermakna. Harus memiliki simpati dan empati untuk bisa hidup di masyarakat. No egois!

  4. Etika Bergaul
Pergaulan sangat identik dengan dunia remaja. Sering kita mendengar istilah remaja gaul. Mereka yang kuper (kurang pergaulan) bisa menjadi salah satu korban perundungan (bully). Ejekan teman.
          Bergaul bisa membawa manfaat atau sebaliknya membawa celaka. Nah di sini, para remaja harus mengetahui rambu-rambu pergaulan yang baik. Jangan sampai pergaulan itu menjadi sebuah kesengsaraan seumur hidup atau menderita lahir batin!
          Bergaul memang memiliki seni tersendiri. Tarik ulur seperti bermain layangan. Kapan kita masuk dan kapan kita berani menolak. Katakan tidak pada pergaulan bebas, narkoba atau hal-hal menyimpang lainnya. Dalam dunia pergaulan ini, kita harus memiliki kepribadian yang kuat. Jangan mudah terombang-ambing atau terbujuk rayuan gombal! Jadikan norma agama dan prinsip hidup/keluarga sebagai pegangan !

  5. Pengendalian Emosi dan Keinginan


Hal terakhir yang harus dipelajari remaja adalah pengendalian emosi dan keinginan. Mengapa ? Dunia remaja itu adalah masa-masa galau dan mellow. Seringkali kita tiba-tiba merasa sedih, ingin menangis, marah dan lain sebagainya. Sering muncul tanpa diminta.
          Dengan pengendalian emosi, kita bisa mengontrol diri. Bila datang galau dan melownya langsung diikuti kesadaran. Jangan dibiarkan berlarut-larut! Dengan demikian, kita takkan terjebak pada galau dan mellow yang berkepanjangan. Tanpa galau dan mellow, remaja zaman now bakal menjadi generasi muda yang berbahagia. Tersenyumlah untuk menghadapi tantangan dunia!
          Pengendalian keinginan juga penting. Seringkali akibat pengaruh teman atau lingkungan, kita menjadi konsumtif. Beli ini. Beli itu. Benda ini bagus. Benda itu bagus. Barang ini penting. Barang itu juga lebih penting. Alhasil, setelah itu, banyak barang bertumpuk-tumpuk dan tak bermanfaat. Hanya memenuhi kamar dan buang duit. Sayang, kan ? Kita harus bisa memilah mana yang keinginan dan benda mana yang termasuk kebutuhan. Keinginan No. Kebutuhan Yes. Setuju ?
          Nah, 5 (lima) hal itulah yang melintas di pikiran untuk dituangkan menjadi sebuah tulisan tentang parenthing remaja ( betul gak yah ini istilahnya? ) Ada usulan lain, diskusi yuk !



14 komentar:

  1. Huff.. Beratnya mendidik remaja. Pingin dianggap gede tapi faktanya masih labil :😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup betul. Tapi mereka pd pisan yah hehehe...

      Hapus
  2. Aku jadi belajar nich, siap-siap menyambut anakku yang sebetulnya masih lama ke usia remaja. Aku mencoba untuk mencari-cari info dulu nih, harus bagaimana menghadapi anak pra remaja dan anak remaja.

    BalasHapus
  3. Sip mbak Astin. Semoga anaknya tetap soleh/ solehah

    BalasHapus
  4. Waah artikel ya bagus teh, buat para orangtua, anak saya masih balita tapi kayaknya butuh persiapan juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamin. Nuhun. Semoga bisa jadi bekal nantinya yah teh Rani

      Hapus
  5. Kespro wajib banget diajarkan pada remaja biar bisa lebih jaga dirinya. Wajih! Iya kan mbak?

    BalasHapus
  6. Iya teh duh anak sy udh harus siap2 anak mau masuk abegeh :) harus ekstra hati2 ya apa lg jaman skg :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul betul betul... Katanya susah yah mendidik anak di zaman sekarang. Serba salah

      Hapus
  7. Semoga kita selalu bisa membimbing dan mendidik anak2 supaya mereka menjadi generasi yg taat dan mumpuni ya teh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga orang tua dan kidz zaman now bisa sukses menghadapi tantangan abad milenial

      Hapus
  8. noted,sebagai ortu yangnanti punya anak remajawajib belajar.thanks forsharing yabu

    BalasHapus