Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

12/16/2024

Festival Cireundeu Cimahi: Maknyus, Icip-Icip Nasi Goreng Rasi

 

Halo sobat yayuarundina.com – Kali ini, kita jalan-jalan tipis di dalam kota Cimahi. Tanpa disengaja muncul informasi acara Festival Cireundeu di Instagram. Walau sempat ragu karena sedang musim penilaian sumatif akhir semester, pada akhirnya kami bisa datang juga. Kami berkunjung di akhir masa ujian dan akhir acara. Inti acara yang kami targetkan adalah Icip-Icip Nasi Goreng Rasi Di Festival Cireundeu Cimahi. Horaaayyy....!


Cimahi
Festival Cireundeu Cimahi 

Sejak lama, kampung Cireundeu Cimahi terkenal karena makanan pokoknya rasi alias beras singkong. Beras ini diolah dari singkong yang diparut dan dikeringkan. Lalu, dimasak sama seperti menanak nasi. Namun, memasak rasi butuh keahlian khusus. Beberapa teman saya yang mencoba memasak rasi di rumah, sering mengalami kegagalan. Kurang airlah, masih mentah dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pengolahan rasi ini juga menjadi daya tarik tersendiri jika datang ke Cireundeu. Inilah salah satu rangkaian acara dalam Festival Cireundeu Cimahi. Culinary Cireundeu. Icip-Icip nasi goreng Rasi di Festival Cireundeu Cimahi salah satunya. Masih banyak kuliner lainnya juga untuk dibawa pulang atau dimakan di tempat.


rasi cireundeu cimahi
Nasi Goreng Rasi

Kampung Cireundeu yang berlokasi di daerah Leuwigajah kecamatan Cimahi Selatan kota  Cimahi ini memiliki banyak daya tarik wisata. Kuliner, budaya, pendidikan, homestay, dan lain sebagainya. Sekarang, banyak sekolah di Cimahi yang datang ke Cireundeu untuk melaksanakan P5 tentang kearifan lokal. Selain itu, masyarakat umum, mahasiswa, dan orang asing juga sering datang dan menginap untuk beberapa waktu. Oleh karena itu, pemkot Cimahi, khususnya Disbudparpora Cimahi melaksanakan acara Festival Cireundeu Cimahi ini di penghujung akhir tahun. Tepatnya, festival ini diselenggarakan selama tiga hari, yaitu pada 5 – 7 Desember 2024.

 

Icip-Icip Nasi Goreng Rasi Di Festival Cireundeu Cimahi

Setelah menyelesaikan persiapan nilai rapot, aku dan temanku Tuti janjian untuk datang ke Cireundeu sekitar jam sepuluh pagi. Sayang, ajakan Tuti untuk datang lebih pagi ke sana terlewat begitu saja karena keasyikan mengolah nilai. Tadinya, Tuti dan keluarga kecilnya ingin naik ke Bukit Salam. Salah satu mata acara di hari akhir Festival Cireundeu.


jalan-jalan
Jalan-jalan ke Festival Cireundeu 2024

Suasana terasa lebih sepi daripada perayaan Tahun Baru Saka. Ternyata, memang banyak peserta yang mengikuti acara naik ke Bukit Salam sejak pagi. Mau menyusul, takut nyasar. Para pemandu sudah naik semua, termasuk teman-temanku yang tergabung dalam komunitas HPI. Permainan tradisional untuk anak-anak pun usai, padahal cocok tuh untuk si bungsu.

Kedatangan kami, disambut keriuhan beragam jajanan pinggir jalan. Sosis bakar, cilor, es dan sebagainya. Di bagian depan juga tampak wayang golek dan beragam pernak-pernik. Cinderamata Sunda yang bisa jadi bahan oleh-oleh.

Di arena panggung lebih ramai. Saat itu, ada pementasan calung. Sayang, tak ada tempat duduk yang pas untuk rombongan kecil kami. Banyak orang yang nonton sambil duduk di kursi atau di dalam aula. Setelah sejenak motret dan menikmati calung, akhirnya kami jalan lagi ke belakang arena menuju tempat kuliner. Berharap ada pertunjukkan angklung Buncis yang belum pernah kulihat.

Di rumah panggung yang cukup besar, tampak banyak  orang. Mungkin para tamu undangan. Kami melipir ke arena oleh-oleh khas Cireundeu. Para pegowes sedang asyik bercengkrama sambil menikmati kuliner Cireundeu. Seru sekali obrolannya. Tawa bahagia mereka mewarnai suasana festival.

Kami duduk di bangku-bangku kayu yang berbaris rapi. Di sinilah biasanya para siswa menerima informasi budaya Cireundeu. Sayang, Angklung Buncis telah pentas di hari kedua. Kami hanya bisa menatap panggungnya yang kosong. Beberapa pengunjung memetik pisang yang bergelantungan sebagai hiasan ruang. Ini ciri khas di Cireundeu jika ada acara. Hasil bumi menjadi hiasan menarik mulai dari jalan masuk.

Menurut pak Dede, guru olah ragaku saat di SMA, pisang yang paling enak ada di dekat panggung. Katanya sih pisang madu. Aku tak berani mengambil karena ingin icip-icip rasi. Plus takut gak bisa ambil pisang karena badanku pendek. Hahaha... alibi sempurna untuk RW06 alias rewog, maruk atau rakus. Kalau mau mah bisa aza nyuruh mas Pri yang jangkung buat ambil pisang. Eh, ternyata diam-diam, dia sudah icip pisang di sudut yang lain.

Sambil nunggu tempat kuliner sepi agar bisa pesan makanan, kami ngobrol asyik dengan pak Dede. Kebetulan beliau baru turun dari Puncak Salam. Tak disangka kami bisa bertemu dengan beliau di acara festival ini. Obrolan membawa kami ke masa-masa SMA. Lucu dan seru juga sih mengingat zaman keemasan kami kala itu.

Obrolan dijeda karena kami harus ke atas untuk memesan makanan. Para pegowes sudah turun tahta. Hanya mas Pri, suaminya Tuti dan si bungsu yang ngobrol dengan pak Dede. Aku, Tuti dan Amira asyik memilih-milih makanan yang tersedia. Ruang dapur terasa lebih hidup daripada saat terakhir kuberkunjung ke sini untuk beli oleh-oleh Cireundeu untuk acara Temu Pendidik Nasional. Riuh para pemasak dan pembeli menyatu dalam bangunan rumah panggung yang menurutku seperti rumah tradisional orang Sunda.

Setelah ditimbang-timbang, akhirnya aku pesan nasi goreng rasi. Tadinya, gakkan pesan karena cuma makan sendiri. Gak asyik juga kan? Tuti lebih memilih cemilan. Cireng, sosis solo, tiwul dan rarawuan. Hmmm... kopi mana kopi. Setelah makanan lengkap dan dibayar, kami pun kembali ke tempat semula. Selanjutnya, asyik menikmati kuliner Cireundeu yang khas.


rasi
Cireng basah


kuliner
Nasi goreng Rasi, sosis solo, tiwul dan rarawuan


Ini untuk kedua kalinya aku menikmati rasi. Pertama, dulu saat kunjungan belajar Bahasa Indonesia di sini. Kami disuguhi timbel Cirendeu lengkap dengan lauk pauknya. Ayam goreng, sambal, lalapan dan beberapa menu yang sudah lupa. Hmmm... tahun berapa ya? Sebelum pandemi pokoknya. Kedua, ya sekarang ini di Festival Cireundeu. Untuk pertama kalinya mencicipi nasi goreng rasi. Teman-temanku biasanya menikmati kuliner ini pada akhir pekan. Sabtu dan Minggu. Menurut mereka, week end menjadi momen yang sangat asyik untuk makan-makan rasi di sini.

Rasi kali ini lebih basah daripada kali pertama. Lauknya sederhana saja. Telur dadar, timun, tomat, dan selada yang juga jadi hiasan cantik. Plus taburan bawang goreng. Tak butuh waktu lama, rasi ini akhirnya licin tandas meluncur ke perut. Energiku yang terpakai untuk mengolah nilai rapot sejak subuh jadi full lagi. Alhamdulillah nikmat.

Setelah istirahat sebentar, aku pun menikmati cemilan yang dibawa Tuti. Cireng, rarawuan, dan risol. Risolnya terbuat dari kentang. Semua cemilan itu, kami cocolkan ke sambal yang sesuai dengan lidahku. Tidak pedas. Kucing-kucing pun menemani saat santap cemilan Cireundeu ini. Hmmm... mengapa jadi banyak kucing ya di sini? Iseng, kami kasih itu kucing potongan cireng yang dicocol ke sambal. Eh, dia suka walau hanya icip dikit azah. Mpus, kamu lapar kali ya.

Selesai icip-icip nasi goreng rasi dan aneka cemilan itu, Tuti kembali ke atas untuk beli oleh-oleh khas Cireundeu. Ada cireng, keripik kaca, eggroll dan masih banyak jenis lainnya. Tinggal kalian pilih, mau pedas atau tidak. Harganya cukup ringan di kantong. Siap menyambangi Cireundeu? Yuk

kuliner cimahi
Aneka olahan singkong untuk oleh-oleh khas Cireundeu

Promosi Wisata Melalui Festival Cirendeu Cimahi

Sektor pariwisata tampaknya jadi program andalan pemkot Cimahi. Kampung adat Cireundeu ini menjadi ikon wisata di Cimahi. Festival Cireundeu ini menjadi ajang yang pas untuk meningkatkan tujuan wisata ke Cimahi. Melalui festival segala potensi wisata di kampung Adat Cireundeu bisa dimaksimalkan. Ibaratnya Cireundeu bisa jadi kelas diferensiasi. Masyarakat bisa memilih potensi Cireundeu sesuai dengan minatnya. Sosial budaya, olah raga, kuliner, pertunjukkan seni, sejarah, penelitian dan lain sebagainya.

Berdasarkan informasi dari teman saya yang jadi undangan khusus, kemarin dalam acara festival tersebut, dia diajak untuk berkeliling kota menggunakan jeep/ vw. Mengenal beragam obyek wisata Cimahi sebagai kota militer warisan Belanda atau  Garnizun. Dia diajak berkunjung ke Ereveld Leuwigajah, penjara Poncol, rumah sakit Dustira dan perjalanan berakhir di kampung adat Cireundeu. Mencicipi homestay di Cireundeu.

Lalu, dikenalkan dengan budaya dan kuliner Cireundeu. Angklung Buncis salah satunya. Di hari yang berbeda, diajak berolah raga dengan naik bukit atau Puncak Salam tanpa alas kaki. Kita diajak untuk lebih dekat dengan alam. Diajak lebih peka dan peduli pada alam yang telah memberikan banyak hal untuk manusia. Mari lestarikan alam, hutan dan beragam pohon untuk keselamatan umat manusia.

Kampung adat Cireundeu dengan kuliner khasnya Singkong, juga menjadi simbol ketahanan pangan bisa dilakukan di Cimahi. Warga masyarakat bisa mengolah singkong menjadi makanan yang menyehatkan dan mengenyangkan. Rasi dan aneka cemilan basah dan kering. Kalian tertarik untuk mencoba rasi? Yuk, jalan-jalan ke Cireunde.

Transportasi Menuju Kampung Adat Cirendeu

Beragam cara bisa dilakukan agar kita sampai di kampung adat Cireundeu Cimahi ini. Kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Cirendeu berada di kawasan selatan Cimahi, tepatnya daerah Leuwigajah Cimahi. Dari sini bisa nyambung ke Batujajar kabupaten Bandung Barat.

Dari stasiun Cimahi, bisa menggunakan ojek online di depan stasiun. Banyak yang mangkal. Juga bisa  pakai kendaraan umum. Jalan dulu ke kantor pos Cimahi. Naik angkot kuning jurusan Cibeber Cimahi sampai Borma. Disambung angkot biru jurusan Cangkorah sampai Cireundeu. Lalu, jalan kaki atau naik ojek agar bisa sampai ke dalam kampung. Kalau beruntung, dari kantor pos bisa langsung naik angkot biru  Cangkorah ini.

Dari dalam kota Cimahi, Alun-alun atau jalan Gatot Subroto. Kendaraannya sama saja. Naik angkot kuning jurusan Cibeber Cimahi sampai Borma. Lalu, disambung angkot biru jurusan Cangkorah.

Tarif angkot sekitar sepuluh hingga dua puluh ribu, tergantung jarak jauh dekat.

Nah itu dia, informasi seputar obyek wisata di Cimahi. Kalau kalian ingin liburan, bisa ke Cimahi deh. Ikut acara Walking Tour Cimahi, ke Cireundeu, Pasar Awi, danau buatan Ciseupan, atau obyek wisata lainnya. Bisa juga ke Bandung dan KBB. Cimahi dekat kemana-mana.

Sampai jumpa di Cimahi

 

Narahubung/ Contact Person

Primas  0813 9409 0040

Lita 0812 2154 703

 

7/08/2023

Seru, Liburan Di Wana Wisata Ciwidey Bandung

 

Halo sobat yayuarundina.com- Libur telah tiba. Seru Nih Liburan Di Wana Wisata Ciwidey Bandung.  Ada yang sudah punya destinasi liburan? Ciwidey Bandung saya rekomendasikan untuk destinasi liburan kalian.


liburan seru di Ranca Upas Ciwidey
Liburan, Memberi Makan Rusa di Ranca Upas Ciwidey

Ada dua destinasi liburan kali ini. Dua tempat di Ciwidey ini merupakan obyek wana wisata. Kembali ke alam. Back to nature. Kedua obyek wisata tersebut adalah Kawah Putih dan Ranca Upas Ciwidey Bandung, Jawa Barat. Seru, liburan di wana wisata Ciwidey Bandung.

Keseruan liburan di Wana Wisata Ciwidey Bandung ini cukup beragam. Pertama, kita datang bersama rombongan kecil, para bestie yang ingin melepas penat dan bosan sejenak. Kedua, bermain dengan rusa di bawah pengawasan petugas khusus dari penangkaran rusa Ranca Upas Ciwidey. Ketiga, menikmati indahnya kawah Putih Ciwidey.


liburan di ciwidey
Liburan di Kawah Putih Ciwidey

Keseruan Liburan Di Wana Wisata Kawah Putih Ciwidey Bandung

Destinasi liburan pertama kami adalah kawasan Kawah Putih di Ciwidey Bandung. Setelah sekian purnama, tak datang kawasan wana wisata Ciwidey Bandung ini telah ditata apik dan cantik. Obyek wisata ini terlihat lebih berkelas dan sangat nyaman sebagai obyek wisata. Termasuk kawasan kawah Putih Ciwidey ini.

Tiba di tempat tujuan, kami langsung disambut keteduhan pepohonan. Sebuah suasana langka di perkotaan. Setelah menyelesaikan administrasi, mobil Hi Ice yang membawa rombongan kecil kami langsung muncak menuju kawasan kawah Putih Ciwidey. Kawasan ini bisa dijangkau dengan mobil pribadi atau kendaraan yang disediakan khusus oleh Perhutani.

Jarak menuju kawah Putih sekitar 5 km. Namun, keriuhan obrolan bersama para bestie membuat perjalanan ini terasa sekejap. Tiba-tiba saja, kami sudah tiba di tempat parkir. Ada yang bisa menebak kegiatan pertama kami? Yup, foto-foto di pintu masuk kawah Putih yang unik. Entah berapa jepretan dan pose yang diambil.

Saya kira, kami harus berjalan jauh menuju kawah. Ternyata jaraknya pendek. Tujuan pertama kami adalah menara pandang. Kami menyusuri tangga-tangga kayu atau palupuh untuk mencapai puncak. Perjalanan di siang hari ini terasa sejuk karena dinaungi pohon-pohon Cantigi yang berbaris rapi di sepanjang jalur kayu ini. Seperti sengaja ditanam, padahal pohon-pohon ini tumbuh liar.

Menurut petugas yang diajak ngobrol sambil jalan, pohon Cantigi ini adalah tanaman khas yang tumbuh di kawasan ini. Selain itu ada juga macan, burung Surili, dan  elang jawa. Namun, sayang, saat kami melintas taka da binatang endemic tersebut.

Setelah sampai puncak, pemandangan alam yang indah langsung memanjakan mata. Kawah putih di bawah keangkuhan dinding Patuha. Matahari bersinar lembut.  Membantu kami mengabadikan keseruan liburan di wana wisata Ciwidey Bandung, khususnya kawasan kawah putih ini.

Ada dua puncak yang ketinggiannya berbeda. Puncak pertama masih berada di bawah keteduhan pohon Cantigi. Puncak yang paling atas bisa lepas bebas melihat kawasan kawah Putih secara utuh. Menurut petugas, ada dua kawah yang ada di sini. Pertama adalah kawah Ibu yang berair. Ibarat air susu ibu. Kedua kawah Rama yang kering dan lebih tinggi posisinya.

Setelah puas menikmati keindahan alam dan berfoto-foto lagi, saatnya turun menuju kawahnya. Di kawasan kawah ini juga sudah terpasang jalur khusus. Masih dari kayu juga. Di ujung jalur, ada spot kece untuk foto-foto. Para bestie sampai ke ujung, hanya aku yang balik kanan, karena jalurnya bergoyang seperti gempa. Pikiran buruk pun menghentikan langkahku. Padahal, memang jalur dekat spot cantik itu akan bergoyang karena di bawah jalur adalah tong-tong yang disusun rapi.

“Saya jalan sendiri ke sana, aman-aman saja tuh. Tak bergoyang-goyang. Tapi, pas rame-rame baru terasa goyangannya,” kata seorang bestieku menanggapi ketakutanku.

“Mending muncak daripada bergoyang-goyang mah,” jawabku disambut tawa semuanya.

Di kawah ini, suasananya mirip dengan kawasan hutan mati gunung Papandayan Garut. Cukup lama juga kami mengeksplore tempat ini. Foto-foto dan menikmati suasana.

Setelah puas, kami melanjutkan perjalanan ke destinasi kedua.

Keseruan Liburan di Wana Wisata Ranca Upas Ciwidey Bandung

Inilah tujuan wisata kedua kami. Melihat penangkaran rusa di Ranca Upas Ciwidey Bandung. Lumayan uji nyali bagi mereka yang tidak terbiasa dengan hewan. Takut berhadapan dengan binatang hidup ini. Biasanya kami lihat dari jauh saat berkunjung ke Istana Presiden di Bogor. Di sini, kami langsung menyapanya dari jarak dekat.


liburan di ciwidey
Bermain dengan Rusa di Ranca Upas Ciwidey


Inilah tujuan utama kami datang ke Ranca Upas. Melihat rusa dari dekat. Dari atas panggung dan di luar pagar. Tak disangka dapat kejutan besar. Tiba-tiba datang pemandu dan fotografer yang membawa kami masuk ke dalam kandang rusa. Wuiiwww… dag dig dug jadinya.

“Kami masuk ke sana?”

“Ya, tenang saja. Kami akan menjadi pemandunya. Aman kok!”

“Simpan kameranya bisa jatuh nanti keinjak rusa. Sini keranjangnya!” ujar sang pemandu.

Kami yang lagi asyik melihat rusa makan wortel, memberi makan rusa dengan wortel di 2 keranjang kecil dibuat terpana. Ragu untuk melangkah tapi penasaran. Akhirnya, kami masuk ke kandang juga. Berjalan ke tengah mendekati beberapa rusa bertanduk. Penjaga kandang memberikan wortel-wortel ke berbagai arah agar rusa siap beraksi. Seruuuu, inilah liburan di di Wana Wisata Ranca Upas Ciwidey Bandung.

Tambah seru karena beberapa rusa menyenggol badan beberapa bestie. Spontan teriak dan tegang. Petugas tetap berjaga menenangkan. Ya, rusa itu cuma iseng doang pengen berkenalan dengan kami. Keseruan bertambah karena sang fotografer menawarkan spot foto kece. Kami selfie dengan atraksi rusa. Satu per satu naik ke bangku yang lebih tinggi sambil memegang wortel agar rusa yang besar itu berusaha menangkap makanannya. Eitsss, ada rusa yang gigit tasku bukan wortelnya. Jepret deh.

Aiihhh, gemesin bangets tuh rusa. Pengen peluk dan usap-usap badannya kayak di televisi tapi keberanianku belum maksimal.

“Jangan sentuh mulut dan hidungnya biar aman,!” ujar petugas seolah membaca pikiranku.

Seru juga sih berada di kandang uncal atau rusa ini. Keseruan liburan di wana wisata Ciwidey Bandung dengan sensasi yang berbeda. Kalian suka, Sob? Siapa nih pecinta rusa?

Selanjutnya tinggal mengikuti fotografer untuk cetak foto ke studionya yang tak jauh dari kandang rusa. Studio foto andalan kami untuk foto-foto keren yang ada di blog ini, Youtube dan Instagram Yayu Arundina. Namanya Penangkaran Rusa (Kompas). Cek aza akun Instagramnya.

 Sambil menunggu, salah seorang temanku menyewa motor listrik mengelilingi area wisata Ranca Upas Ciwidey Bandung.

Keseruan Liburan Petik Stroberi Di Ciwidey Bandung

Setelah dari studio foto, kami melanjutkan melintasi kawasan Ranca Upas dengan kendaraan semacam Bandros dan Sakoci. Ah, betapa luas dan banyak spot destinasi wisata seru di sini. Ada area kemping juga. Tenda-tenda cantik berjejer di pinggir danau. Glamping.

Namun, tujuan kami adalah kebun stroberi. Yes, kami ingin merasakan sensasi petik stroberi secara langsung. Lokasinya masih berada di dalam kawasan wana wisata Ranca Upas Ciwidey Bandung.

Tiba di tempat tujuan, kami langsung menghampiri meja petugas. Membawa keranjang kecil dan gunting. Lalu, dipandu menuju kebun stroberi di area belakang. Ternyata setiap petak kebun berbeda pemiliknya. Kami tidak boleh melintasi petak kebun yang berbeda. Harus fokus pada satu pemilik saja.


liburan di ciwidey
Liburan di Ciwidey, Petik Stroberi

Setelah puas, kami kembali ke meja petugas untuk menimbang hasil stroberi yang telah dipetik. Harga per kilo petik stroberi lebih mahal daripada stroberi yang sudah dipaking plastik. Petik stroberi berharga Rp 80.000,- per kilogram. Sedangkan stroberi yang sudah dikemas seharga Rp 15 ribu untuk ukuran kecil. Kalau dari pedagang lain ada yang Rp 25.000,- untuk ukuran yang lebih besar. Ada juga yang diobral karena habis seharga Rp 50.000 untuk satu kemasan besar dan 2 kemasan kecil.

Lumayan dapat oleh-oleh sehat untuk juice esok hari.

Makan Siang di Warung Kopi Gunung

Untuk acara makan siang setelah berkeliling di kawasan wana wisata Ranca Upas Ciwidey Bandung ini, kami menuju Warung Kopi Gunung. Lokasinya berada di depan gerbang Ranca Upas.


liburan di ciwidey
Makan siang di Warung Kopi Gunung

Menu yang kami pilih paket liwet ayam bakar dan beberapa minuman yang berbeda sesuai selera. Kopi tubruk, lemon tea, jahe, dan cappuccino.

Setelah makan siang, kembali foto-foto sejenak.

Berikutnya menuju destinasi wisata terakhir di kawasan wana wisata Ciwidey Bandung.

Berendam di Kolan Belerang Wana Wisata Ciwidey Bandung

Sebelum pulang ke Bandung, kami mewajibkan diri untuk berendam air panas di kawasan wana wisata Ciwidey Bandung. Sekitar pukul 16.00 kami menuju spot kolam air panas yang tak jauh dari Warung Kopi Gunung.

Ada dua kolam air panas yang kami gunakan secara terpisah. Satu kolam lebih panas daripada yang lainnya. Satu kolam memuat 6 orang.

Ah, sedap semua pegal dan cape sehabis berjalan, muncak di Kawah Putih dan Ranca Upas Ciwidey Bandung pun tersapu belerang dan air panas ini. Badan lebih segar setelah beres memanjakan diri di sini. Saat berendam terasa mengantuk. Aku menguap beberapa kali.

Setelah berganti pakaian, kami menikmati bekal. Pempek palembang yang dibawa oleh seorang bestie, gorengan, surabi, dan  aneka keripik. Pempek dan makanan lainnya habis juga. Tak lupa berbagi dengan petugas karena tempatnya kami gunakan untuk menikmati kudapan sambil ngobrol.

Setelah itu kembali ke Bandung dengan membawa hati senang, tawa bahagia, dan kebersamaan yang asyik.

Moga kita bisa jalan-jalan bersama lagi, ya berstie-bestie

Itulah acara jalan-jalanku kali ini, Sob! Semoga kalian ikut senang juga ya, walau hanya membaca postingan terbaruku ini.

Keep smile

Jangan lupa bahagia

Sampai jumpa

Salam

 

INFO TIKET:

Ranca Upas:

Ø  Kunjungan: Rp 25.000,-/ orang

Ø  Parkir R6: Rp 36.000,-

Ø  Parkir R4: Rp 18.000,-

Kawah Putih:

Ø  Tiket masuk: 28.000,-/ orang

Ø  Tiket Ontang Anting PP: Rp 29.000,-/ orang

Ø  Parkir R6: 46.000,-

Ø  Parkir ke atas: Rp 250.000


Sumber Foto di Ranca Upas:

 Instagram Penangkaran Rusa (Kompas)



C

 

 

 

1/04/2023

Travelling Cara Aku Bareng Traveloka, Telusuri Cimahi Destinasi Wisata Lokal

 

Halo sobat yayuarundina.com – Tak terasa libur akhir semester ganjil dan libur nataru jelang 2023 hampir usai. Namun, kalian masih bisa berwisata, menghabiskan sisa masa libur di minggu terakhir. Wisata lokal, yuk!  Aku rekomendasikan nih Travelling Cara Aku Bareng Traveloka, Telusuri Cimahi Destinasi Wisata Lokal.


wisata lokal cimahi
Wisata Edukasi Ke Kampung Cireundeu Cibeber Cimahi


Cimahi sebagai destinasi wisata lokal memiliki beberapa obyek wisata yang bisa didatangi. Obyek wisata menarik dengan segala keunikannya tersendiri. Salah satunya adalah andalan wisata pemkot Cimahi yaitu, Wisata Militer. Inilah caraku menikmati liburan. Travelling Cara Aku Bareng Traveloka, Telusuri Cimahi Destinasi Wisata Lokal

wisata militer
Salah satu wisata militer bersama komunitas Tjimahi Heritage yang kuikuti


Sebagai kota garnisun, Cimahi sebagai destinasi wisata lokal memiliki beragam kemudahan dan fasilitas yang bisa diandalkan. Transportasi, penginapan, dan obyek wisata yang mudah dijangkau. Cimahi sebagai destinasi wisata lokal bisa semakin memperkokoh program liburan atau  wisata di Indonesia saja. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya bagi warga Cimahi. Inilah cara travelling ala Yayu Arundina bareng Travelloka. #LifeYourWay


Hotel Tjimahi, Jejak Westerling


Cimahi Sebagai Destinasi Wisata Lokal

Pernahkah kalian liburan di Cimahi? Banyak loh obyek wisata menarik yang bisa dikunjungi. Baik untuk wisata edukasi, kuliner, cuci mata, budaya, shopping, maupun yang bersifat hiburan semata. Perkembangan Cimahi yang cukup pesat membuat kota ini memiliki daya tarik tersendiri.

Kalian bisa mengikuti travelling cara aku bareng traveloka, telusuri Cimahi Destinasi Wisata Lokal. Kita happy-happy dengan gaya kita sendiri. Tetap have fun, menikmati liburan walau berada di kota sendiri. Tak perlu iri dengan orang lain yang liburan ala selebgram. #LifeYourWay

Inilah beberapa obyek wisata andalan kota Cimahi dan sekitarnya

1.     Masyarakat Adat Cireundeu

Di kampung Cireundeu Cibeber Cimahi Selatan ini, banyak hal yang bisa kita lakukan. Masyarakat di sana sudah sering menerima bule untuk melakukan penelitian di sini. Kita juga bisa menikmati sajian khas kampung Cireundeu, yaitu Rasi. Beras Singkong dengan segala olahannya. Sebagai makanan pokok atau berat dan aneka cemilannya.

Warga Cireundeu asli memang mengkonsumsi rasi sebagai makanan pokoknya. Kita bisa menikmati rasi seperti kuliner khas Sunda, yaitu timbel. Hanya nasinya diganti dengan Rasi. Temanku, pernah juga jajan rasi goreng pada hari Minggu.

Selain wisata kuliner, kita juga jalan-jalan ke Puncak Salam dengan aturan khusus. Tidak boleh menggunakan baju merah dan alas kaki. Nyeker. Telapak kaki langsung bersentuhan dengan tanah. Ketika sampai di puncak, suguhan view kota Cimahi menanti kita.

Pada waktu-waktu tertentu, kita juga bisa menikmati pertunjukkan budaya, seperti pembuatan rasi, upacara adat dan lain sebagainya.


 BACA JUGA: https://www.yayuarundina.com/2016/05/wisata-kuliner-kampung-cireundeu-cimahi.html


2.     Wisata Militer Bersama Komunitas Tjimahi Heritage

Kita bisa memasuki beragam warisan Belanda yang tersebar di kota Cimahi. Dulu, Cimahi dirancang untuk menjadi kota militer atau garnisun. Belanda banyak membangun fasilitas militer, seperti rumah sakit Dustira, pabrik roti, gedung hiburan, rumah dinas dan sebagainya. Wisata militer menjadi satu hal yang menarik.

 

3.     Teras Ciseupan

Ini adalah bekas galian yang disulap menjadi obyek wisata. Sambil menikmati sajian kuliner ala Teras Ciseupan, kita bisa menikmati pemandangan sekitar. Mau kemping? Bisa juga di sini.

 

4.     Bandrek Hanjuang

Inilah salah satu oleh-oleh dari kota Cimahi, selain oleh-oleh dari kampung Cireundeu. Selain wisata belanja minuman tradisional dan beragam produk UMKM, kita juga bisa melihat proses pembuatannya. Namun, tidak bisa dadakan, harus janjian dulu dengan humasnya.


 BACA JUGA: https://www.yayuarundina.com/2022/12/bandrek-bajigur-minuman-tradisional.html


5.     Restoran Dapur Keraton

Siapa nih yang mau napak tilas maksinya Pak Presiden, Joko Widodo? Di sini tempatnya. Kita bisa menikmati makanan favorit beliau. Di Dapur Keraton ini juga tersedia menu western dan Indonesia.


 INFO: https://www.yayuarundina.com/2021/02/menu-favorit-jokowi-di-dk-resto-baros.html


6.     Berbagai Café dan Tempat Makan

Perkembangan kota Cimahi yang cukup pesat juga membawa perkembangan pada beragam kulinernya. Kita bisa menikmati sajian asli Sunda atau yang modern. Timbel, lotek, ayam goreng, steak, pizza, dan sebagainya. Café tumbuh bak jamur di musim hujan. Café Kopi Paste, Janji Jiwa, Mixue, Bebek Slamet, KFC, McD, Pizza Hut, Hokben juga ada. Mau aneka kue? Juga ada, sering juga jadi bahan oleh-oleh. Cipta Rasa, Kartika Sari, dan sebagainya.

 

7.     Cimahi Mall dan Wisata Belanja

Mau borong baju? Bisa juga cari-cari yang pas di Cimahi Mall. Sebuah pusat perbelanjaan yang dibangun di bekas lahan Pasar Antri. Bisa juga kita kulineran di food courtnya lantai dua. Bisa juga ngopi cantik sambil menikmati view kota Cimahi yang cantik kala senja di Upperside. Lokasinya ada di rooftof.

 

8.     Situ Ciburuy

Kalau ini adalah wisata air, danau yang sudah ditata cantik. Terletak di desa Ciburuy Padalarang. Situ ini menjadi salah satu lagu Sunda yang terkenal. Konon kabarnya, ada hubungannya dengan seorang pengusaha perkebunan Belanda, Tuan Bempi.

“…. 

Situ Ciburuy laukna hese dipancing

…”

Situ Ciburuy Padalarang


Wisata, Liburan dan Budget

Kegiatan berwisata kemanapun tujuannya pasti harus mengeluarkan anggaran khusus. Tak heran jika banyak orang membuat budget khusus liburan. Menyisihkan sebagian uangnya untuk target jalan-jalan ke suatu tempat, baik di dalam atau pun di luar negeri.

Para wisatawan ini harus memperhitungkan biaya transportasi, penginapan, makan, jajan, belanja, tiket, dan oleh-oleh. Mungkin masih banyak biaya lain yang datang secara tiba-tiba. Sakit atau kecelakaan misalnya. Semoga ini mah tidak pernah terjadi ya, Sob.

Membuat budget liburan atau wisata ini tergantung pada kita, bisa kecil atau besar. Tergantung juga tujuan wisatanya. Dekat atau jauh. Hidup itu adalah pilihan. Termasuk juga dalam hal liburan. Ikuti kata hatimu. Jalani hidup sesuai keinginan dirimu. #LifeYourWay.

Untuk merencanakan budget liburan ini, kita bisa memanfaatkan aplikasi Traveloka. Pesan hotel, pesawat atau melihat-lihat dan memesan beberapa acara tur di beragam tempat. Aku penasaran dengan tur offroad di Lembang. Waw seru sepertinya. Aku belum pernah nih. Harganya juga terjangkau, Sob. Makin bahagia melihat dan searching aplikasi Traveloka. Aku lihat beberapa penginapan di Cimahi sedang banyak diskon. Wow. Modis. Modal diskon, bisa jadi caraku menghemat budget penginapan. Spesial untuk di luar kota dan di luar negeri. Benar-benar teman travelling terlengkap. 



Traveloka


Beragam diskon penginapan di Traveloka

Wisata ala Yayu Arundina #Lifeyourway

Jalan-jalan menjadi salah satu hobiku. Dulu, teman kuliahku pernah berseloroh, kalau mau jalan, ajak Yayu deh, pasti dia mau. Bener bangets, aku tak pernah menolak ajakan jalan-jalan. Kemana pun aku suka, ya akan kujalani. This is my life. Aku selalu mengikuti kata hati. Menjalani hidup sesuai caraku sendiri. #Lifeyourway.

Belanja, kuliner, main, bahkan ke rumah sakit. Waktu itu, sahabatku harus menjalani operasi tumor di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung. Ya, ini jalan-jalan amalku karena saking luasnya area rumah sakit di Jawa Barat ini. Aku harus menemani teman dari satu sudut ke sudut lainnya untuk menjalani operasi ini. Kala itu, tak mudah memang.

Beragam acara pernah juga kuikuti untuk memenuhi hobiku ini. Inilah salah satu kunci bahagiaku. Naik gunung, kemping, main ke beragam destinasi wisata, belanja atau sekedar jalan-jalan saja karena lagi boke. Seperti liburan Nataru 2023 ini, hanya bisa melakukan wisata lokal Cimahi dan sekitarnya. It’s ok, I am fun. Liburan gak harus selalu mahal, kan! This is #LifeYourWay ala Yayu Arundina.


Traveloka
Aku dan sahabatku wisata Yogyakarta


Paling sering aku pergi bersama sahabat-sahabatku. Ke Yogyakarta, Garut, Malaysia, Singapura, Cirebon, Pangalengan, dan sekitar Bandung. Beberapa kali pernah juga bersama keluarga adikku ke Kuningan dan Yogyakarta. Ini sih biasanya dalam rangka mudik. Menikmati kemacetan dan pesona kota kuningan.

Ada tiga pengalaman liburan yang menarik nih. Liburan ke Yogyakarta, Pangalengan, dan Kuningan. Tiga tempat ini menawarkan pengalaman seru dan berbeda.

Untuk pertama kalinya, aku jalan-jalan ke Yogyakarta bersama sahabatku. Itinery yang gak konsisten. Rencana akan sowan ke sobat sahabatku. Tapi galau melanda, akhirnya kita jalan-jalan ke Yogyakarta. Selama di Yogyakarta, sobatnya itu tetap kontak-kontakkan. Mengajak kita lanjut ke rumahnya. Apes tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Saat mau pulang ke Bandung. Tak  ada transportasi. Tiket kereta api sudah full book untuk seminggu berikutnya. Bis juga demikian. Alhasil, kita ngegrab ke rumah sobatku di Wonosobo. Jadilah kita jalan-jalan di kota ini. Baru tahu ada patung Dipenogoro di alun-alunnya. Diajak kuliner juga. Diajak melihat sekilas pusat pendidikan Akabri. Seru deh. Senangnya triple pisan.

Liburan yang berkesan lainnya adalah saat jalan bersama kawan blogger ke Pangalengan. Kemping di tengah danau. Tadabur alam. Menikmati view Situ Pangalengan sejak siang selama dua hari. Menikmati lukisan malam dengan bintang dan bulan di atas danau. Lukisan pagi yang sungguh tak terkatakan indahnya. Bahagia bisa menikmati paparahuan di situ, lalu ikut arung jeram. Tertawa lepas.


WISATAKU: https://www.yayuarundina.com/2020/07/wisata-alam-situ-cileunca-pangalengan.html


Sepanjang malam, suara baca Al Quran, shalawat dan ceramah menemani istirahat kami. Adem pisan. Plus teman-temanku shalat Tahajud di malam buta. Melawan kantuk dan dinginnya udara Pangalengan. Tentram sekali  melihatnya.

Liburan ini ada suka dukanya. Dukanya, salah satu teman kami ini, Andrie telah berpulang ke rahmatullah saat pandemi kemarin. Innalillahiwainnailahirojiun. Kepergian yang terlalu cepat, Sobat. Aku belum puas berjalan bersamamu, menjelajah sudut negeri dan dunia. Kita sempat bercita-cita untuk umroh dan haji backpackeran. Namun, Allah sangat ingin travelling bersamamu. Semoga kamu bisa melihat kami dari surga. Aamiin.

Jalan-jalan yang punya kesan lagi adalah saat ke Kuningan. Mudik sekaligus rehat dari rutinitas. Ini perjalanan yang luar biasa. Seolah pergi ke Yogyakarta. Dari siang, kami sudah menempuh perjalanan. Namun, melihat kemacetan di Bandung, akhirnya kami melipir dulu ke rumah saudaraku. Saat sore, kami melanjutkan perjalanan lagi. Sial kemacetan tetap menjebak kami walau ada di jalan tol. Kami harus keluar tol di Sumedang. Kemacetan di kota tahu ini tak mudah diuraikan. Jalan  hanya satu, tak ada alternatif ke Kuningan.

Kami pasrah menikmati kemacetan yang super lama ini. Target perjalanan sampai di kuningan sekitar jam 8 atau 9 malam. Melesat jauh pada akhirnya. Perut keroncongan. Udara malam. Pengap polusi. Cape dan kantuk tak tertahankan. Kasihan sama iparku yang harus nyetir sendiri pulang pergi Kuningan Bandung. Untuk pertama kalinya, aku masuk penginapan saat lewat tengah malam di Cijero Kaso Kuningan. Untung, pemiliknya adalah sahabat kuliahku, Teh Iis dan suaminya. Untunglah mereka bangun tengah malam dan mengantar kami ke rumah yang sudah disiapkan untuk menginap selama di Kuningan. Keesokan paginya, kami bisa berwisata di desa Cijero Kaso yang dirintis oleh suami istri ini. Jalan-jalan keliling kampung, menikmati view gunung Ciremai yang eksotis.

 

destinasi wisata lokal
Liburanku di Desa Wisata Cijero Kaso Kuningan

5  Destinasi Impian Yayu Arundina

Walau telah banyak tempat kudatangi, masih banyak juga destinasi wisata yang ingin kukunjungi. Aku ingin lebih mengenal keragaman dan keindahan Indonesia. Perjalanan yang telah kulakukan selama ini rasanya belum cukup untuk eksplore pesona Indonesia. Kekayaan alam, budaya, kulinernya juga bisa jadi tujuan perjalananku berikutnya.

Sebagai warga dunia, ada juga beberapa destinasi wisata di luar negeri yang ingin kukunjungi. Jadi tempat liburanku suatu saat nanti. Impian terbesarku ingin ke Swiss. Negara penuh kedamaian dengan keindahannya yang memukau. I hope its true. Melihat dari dekat sungai Aare, tempat Aa Eril yang dimandikan air salju. 

Inilah beberapa tempat liburan impianku berikutnya.

1.     Raja Ampat

Sudah sangat lama, aku mendengar cerita tentang Raja Ampat ini. Salah satu sudut Indonesia yang menawarkan keindahan alam. Rasanya sebagai warga negara Indonesia asli, ini harus jadi destinasi wajibku. Masa kalah sama bule. Pernah kudengar, Raja Ampat ini menjadi lokasi syuting film. Hmmm… apa ya judulnya?

 

2.     Bunaken

Obyek wisata yang berada di Manado, Sulawesi Utara ini merupakan satu destinasi yang menarik. Aku penasaran dengan pemandangan bawah lautnya.

 

3.     Icip-Icip Keberagaman Sate Di Indonesia

Setelah membaca e book di aplikasi Perpusnas, Sate: Keberagaman di Atas Arang, terbit keinginanku untuk bisa keliling Indonesia untuk mencicipi macam-macam sate yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Menikmati kekayaan kuliner, budaya, dan alam Indonesia. Negeri Zamrud Khatulistiwa. Seru pastinya nih, apalagi jika pergi bersama sahabat-sahabatku tercinta.

 

4.     Venesia

Sejak lama, aku sudah tahu tentang keindahan kota air ini, walau sempat lupa juga. Ada juga perasaan takut karena katanya Italia tak seaman Paris Perancis. Namun, aku penasaran dengan keunikannya. Naik Gondola di kanal-kanal yang mengalir di dalam kota. Entahlah, bagiku, naik perahu dan sejenisnya itu apa artinya? Tes adrenalin alias keberanian. Naik perahu itu susah juga loh.  Merasakan hidup tanpa pijakan yang stabil. Atau menikmati keindahan pesona wisata air.

Yang jelas sepertinya menikmati Gondola di kanal-kanal Venesia punya keasyikan tersendiri. Bisa bersama sahabat atau si Dia. Nah, loh!

 

venesia italia
Impianku naik gondola di Venesia, Italia

5.     Paris

Paris kota romantis. Tak salah dong kalau aku ingin mengunjunginya. Apalagi setelah menonton film 99 Cahaya di Langit Eropa. Paris semakin eksotis. Makin memesona.

 

Nah, kalau kalian mau liburan kemana, Sob? Jangan pernah takut untuk mewujudkan jalan hidupmu sendiri. Ikuti suara hatimu. Ini petunjuk paling jujur dan selalu benar berdasarkan pengalamanku. Cespleng. Jalani hidup yang indah ini dengan jalanmu sendiri. Tak perlu selalu  menuruti kemauan orang lain. Bahagiakan dirimu sendiri dengan mengikuti kemauanmu. Its beautiful. Ini keren bangets! Ingat selalu #LifeYourWay

Kalau akan liburan lagi, jangan lupa rencanakan destinasi dan kebutuhan liburanmu bareng Traveloka. Jangan mempersulit hidupmu! Traveloka akan mempermudah hidupmu. Teman travelling terlengkap.

Selamat liburan! Semoga liburanmu selalu membahagiakan hati, pikiran, jiwa, dan fisik kita. Dengan begitu, selepas liburan akan ada energi bahagia untuk menjalani hari-harimu selanjutnya. Meraih impian, cita-cita, dan karir kita.

 

Sampai jumpa

Salam bahagia

 

  

 

 

Sumber Gambar Venesia:

https://travel.kompas.com/read/2019/10/11/210800927/jalan-jalan-ke-venesia-italia-kota-di-atas-air-yang-selalu-memesona

 






10/01/2022

Cimitage, Sosialisasi Sukses Wisata Militer dan Heritage Cimahi

 

Halo Sobat yayuarundina.com, apakah kalian pecinta sejarah? Senang menyusuri peninggalan sejarah di suatu kota atau Negara? Ini satu acara yang pas untuk kalian. Cimitage, Sosialisasi Sukses Wisata Militer  dan Heritage Cimahi.

Cimitage ini merupakan kelanjutan dari Launching wisata militer tahun 2018.

Acara Cimahi Militer dan Heritage (Cimitage) 2022 ini diharapkan mampu menjadi pemantik wisata militer andalan kota garnisun ini. Wisata edukasi sejarah lokal.


wisata militer
Walikota Cimahi dalam Tour Wisata Militer 


Sekilas Sejarah Cimahi

Cimahi merupakan salah satu kota militer atau garnizun yang dibentuk oleh Belanda. Setelah melalui kajian oleh para ahlinya, kota Cimahi dianggap cocok untuk menjadi sebuah garnizun. Ketersediaan air yang melimpah, suhu, tidak adanya wabah menjadi pertimbangan yang menjadikan Cimahi dirancang sebagai kota militer.

Beragam fasilitas pendukung pun dibangun. Stasiun kereta api. Perumahan para pejabat atau tentara Belanda. Gereja. Hotel. Rumah sakit. Tempat pemotongan hewan. Pabrik roti. Tempat hiburan dan lain sebagainya.

Hingga kini, berbagai fasilitas tersebut masih ada jejaknya. Bangunan heritage yang patut dilestarikan. Sayang, ada beberapa bangunan yang sudah hilang atau sudah mengalami penyesuaian zaman. Akankah Cimahi menjadi seperti kota di Eropa yang identik dengan bangunan bersejarah?

Namun demikian, sejak tahun 2018, Cimahi menetapkan program wisata militer.



Jelajah Tjimahi Heritage

Untuk pertama kalinya, saya mengenal wisata sejarah, mengenal sejarah kota sendiri, Cimahi itu berawal dari acara jelajah yang diadakan oleh komunitas Tjimahi Heritage. Kami melakukan perjalanan ke beberapa bangunan bersejarah sambil mendapatkan penjelasan dari Ketua Komunitas, Kang Machmud Mubarok.

Sebelum pandemi, komunitas ini rutin melakukan kegiatan jelajah Tjimahi Heritage dengan obyek wisata yang berbeda. Ereveld Leuwigajah. Stasiun Cimahi. Kisah heroik pahlawan lokal Cimahi  Usman Dhomiri dan Kompi Daeng. Pusdik Armed dan Pusdikpom. Penjara Poncol. Hotel Emma atau Berglust. Hotel  Cimahi dan masih banyak lagi sudut-sudut kota yang bisa ditelusuri.

Sungguh sebuah perjalanan yang bermanfaat, menambah pengetahuan, dan menyenangkan.

Kini, Kang Machmud Mubarok dan Kang Iwan Hermawan dari komunitas Tjimahi Heritage menjadi Tim Ahli  Bangunan Cagar Budaya atau TACB.

Salah satu keberhasilan kerjanya adalah bangunan penjara Poncol dan rumah sakit Dustira menjadi cagar budaya di Cimahi. Bangunan bersejarah atau heritage yang wajib dilestarikan, dipelihara, dan menjadi daya tarik wisata selain fungsi utamanya sebagai penjara dan rumah sakit militer.

Semoga makin banyak heritage di kota militer ini yang bisa dilindungi sebagai cagar budaya.

Cimitage, Sosialisasi Wisata Militer dan Heritage Cimahi

Pada Rabu, 28 September 2022, Dinas Pariwisata dan Budaya Cimahi mengadakan Sosialisasi Cimahi Militer dan Heritage Tahun 2022. Sepertinya ini memperkuat gaung wisata militer yang telah digulirkan sejak 2018.

Acara Cimitage ini dihadiri oleh Walikota Cimahi, Ngatiyana, para pejabat tentara, khususnya pusdik, kapolsek cimahi, tokoh pejuang, guru-guru IPS Cimahi, berbagai perwakilan komunitas, dan tamu undangan lainnya.

Acara ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Budaya kota Cimahi (Disbudparpora) dan bekerja sama dengan para pemandu yang tergabung dalam HPI kota Cimahi. Ada beberapa mata acara menarik yang dikemas untuk kegiatan di luar dan dalam gedung Technopark Cimahi.

Rangkaian Acara CIMITAGE


Kadisbudparpora Membuka Acara


Cimitage terdiri dari beberapa rangkaian acara yang mengusung tema wisata militer.

1.     Tour Cimahi dengan Sakoci dan Jeep

Rangkaian acara Cimitage diawali dengan konvoi kendaraan jeep dan Sakoci untuk mengunjungi beragam objek wisata militer di kota Cimahi.

Walikota Cimahi langsung memimpin acara ini dengan mengendarai jeep militer dari salah satu komunitas di Bandung. Tour ini diawali dari gedung Technopark dan berakhir di gedung ini juga.

Sakoci merupakan bis mini yang biasa beroperasi di sekitar cimahi. Kepanjangannya adalah Saba Kota Cimahi. Ada yang berwarna merah dan hijau khas tentara.

 

2.     Kunjungan ke Pusat Pendidikan Militer

Dalam Saba kota Cimahi atau tour ini, tempat pertama yang dikunjungi adalah Pusdikarmed. Di sini, para pengunjung turun sebentar untuk melihat suasana dan kendaraan militer.

Lokasi kedua adalah Pusdikpal. Di sini, kami disuguhi atraksi bongkar senjata dan meriam kecil, serta pameran karya.

Pengunjung mencoba juga naik kendaraan militer, seperti panser untuk menuju lokasi.

Berdasarkan informasi dari petugas, dulu pusdikpal ini merupakan pabrik kecap.

Terakhir, para wisatawan lokal ini berkunjung ke museum Pusdikpom untuk melihat palu Gajah Mada dan beragam koleksi lainnya.

 

3.     Kunjungan ke Penjara Poncol

Dalam Saba kota ini juga, kami mendapatkan kesempatan untuk masuk ke pintu depan penjara militer Poncol. Melihat salah satu cagar budaya di kota militer ini.

Kami juga mendapatkan informasi dari petugas khusus.

Informasi tentang penjara Poncol ini berasal dari hasil kajian Tim Ahli Cagar Budaya/ TACB.

 

4.     Beragam Acara di Gedung Technopark Cimahi

Tujuan akhir tour dalam kota ini adalah gedung Technopark Cimahi. Beragam acara mengalir satu per satu.

v  Di sini, seremoni Cimitage dilakukan. Sambutan dari Kadispora Cimahi, Budi Raharja dan peresmian wisata militer oleh Walikota Cimahi, Ngatiyana.

v  Pertunjukan Band Militer

Dunia militer tak selalu identik dengan peperangan. Ada sisi humanisnya. Salah satunya adalah band militer yang menampilkan para anggota tentara berusia muda. Mereka membawakan lagu-lagu pop dengan sangat apik.

v  Pengenalan beragam seragam tentara. Mulai dari baju Bung Karno dan Bung Hatta

seragam tentara
Beragam baju tentara

v  Peragaan Busana Militer

Salah satu agensi, mengadakan catwalk dengan para peragawati yang berbaju militer. Berjalan di tengah gedung sebagai panggung utama.


Peragaan Busana Militer

v  Pemaparan Sejarah Prahara Cimahi dari Komunitas Tjimahi Heritage

Pemaparan ini dilakukan oleh salah satu anggota komunitas TH, Dede Syarif yang juga berkecimpung di bidang seni, khususnya teater.


Salah satu paparan Prahara Cimahi oleh Dede Syarif

v  Hiburan Musik Blues

 

Demikianlah rangkaian acara Cimahi Militer dan Heritage tahun 2022. Cimitage. Semoga wisata militer Cimahi bisa berjalan lancar dan membahagiakan banyak orang.

Kalian tertarik untuk ikut acara wisata militer ini, Sob? Yuk, mari-mari mengenal sejarah kota militer. Bawa sejarah ke panggung dunia

 

 

 

Info Wisata Militer Tjimahi Heritage:

Primas: 0813-9409-0040

 

Sumber Video:
Teh Litha

 

Featured Post

Menikmati Sarapan Pagi Enak di Butterpie Bandung

  Halo sobat yayuarundina.com – Ayo, kita menikmati sarapan pagi di Butterpie Bandung!   Sudah lama, kita tidak jalan-jalan dan kulineran d...