Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

3/21/2026

Idulfitri Saatnya Meraih Kemenangan Pendidikan

 

Halo sobat yayuarundina.com –  Fajar Idulfitri 1447 H kembali menyapa. Idulfitri ini saatnya meraih kemenangan pendidikan. Kita kembali kepada fitrah manusia. Kembali suci lahir dan batin.


pendidikan
Idulfitri saatnya meraih kemenangan

Ucapan Selamat Idulfitri mohon maaf lahir dan batin sudah sering kita sampaikan saat berjumpa dengan saudara, tetangga, handai tolan dalam suasana lebaran. Setelah selesai salat Id, kita akan menjumpai banyak orang untuk meminta maaf atas segala salah, khilaf dan alfa. Idulfitri saatnya meraih kemenangan.

Tak ada salahnya, jika di momen Idulfitri kali ini, kita merenungkan sejenak tentang kemenangan di dunia pendidikan. Idulfitri saatnya meraih kemenangan pendidikan. Yes, Ramadan dan Idulfitri adalah kawah candradimuka tentang karakter. Selama sebulan penuh, kita dilatih untuk menahan segala hawa nafsu yang ada pada diri manusia. Menahan lapar dan haus. Menahan syahwat. Menahan agar tidak bergosip. Menahan agar tidak berpikiran buruk. Banyak hal yang kita lakukan, pengendalian diri. Kita berusaha menjadi pemenang.

Idulfitri Saatnya Meraih Kemenangan Pendidikan

Lantas bagaimana konsep Idulfitri sebagai saat yang tepat untuk meraih kemenangan pendidikan? Pendidikan adalah sebuah proses  untuk menumbuhkan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran atau kekuatan intelektual dan kemampuan fisik untuk mencapai kesempurnaan hidup.

Dalam Islam, kesempurnaan hidup bisa berarti sehat jiwa dan raganya. Tak punya cacat secara fisik dan tidak menderita sakit mental. Manusia yang sehat jiwa dan raganya bisa berkiprah dalam kehidupan secara baik dan benar.

Manusia memiliki dua unsur, yaitu jiwa dan raga. Mental dan fisik. Sering, kesehatan mental terabaikan oleh banyak orang. Kita beranggapan orang yang sehat itu sebatas fisik saja. Namun, belakangan, kesehatan mental juga menjadi perhatian penuh di dunia pendidikan. Tentunya, kesehatan mental ini tak boleh ditinggalkan, karena sejatinya, pendidikan pada dasarnya adalah proses mental.

Pendidikan adalah membangun rasa, karsa, dan karya setiap insan, para murid. Keseimbangan cerdas lahir dan batin agar mereka bisa meraih hidup bahagia. Sukses dunia akhirat. Jika terjadi ketimpangan, kita tak akan bisa melahirkan manusia Indonesia yang berkualitas. Kita sulit membentuk generasi bangsa yang berkualitas.

Kemenangan di dunia pendidikan saat Idulfitri adalah  lahirnya kemampuan mengendalikan diri. Meredam hal negatif dan meningkatkan hal-hal baik. Kemenangan itu adalah lahirnya manusia-manusia yang beriman dan bertakwa dengan penuh kesadaran diri. Manusia paripurna yang siap menjadi khalifah di bumi dengan membawa kedamaian dan menghindari kerusakan.

Kemenangan di dunia pendidikan saat Idulfitri berarti lahirnya generasi muda yang siap menjadi pemimpin ideal untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Siap memakmurkan rakyat Indonesia dengan segala kebijaksanaannya. Lahirnya para pemimpin yang amanah dan warga negara yang berkualitas.

Sebuah tujuan akhir dari cita-cita para pendiri bangsa dan diperkuat dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional. Inilah kutipan tujuan pendidikan nasional selengkapnya.

“Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Bentuk-bentuk Kemenangan Pendidikan

Ada beberapa hal yang bisa menjadi ciri kemenangan pendidikan. Inilah bentuk-bentuk  atau ciri kemenangan pendidikan itu.


IDUL FITRI


1.      Bertakwa dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa

Inilah esensi penting dari sebuah proses pendidikan. Manusia yang beriman dan bertakwa adalah cita-cita ideal yang bisa kita wujudkan sedini mungkin. Sesuai dengan fitrah manusia lahir di bumi.

 

2.      Perubahan sikap

Perubahan sikap adalah inti dari sebuah proses pendidikan. Dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dari berbuat salah jadi sering berbuat baik. Dari malas jadi rajin. Intinya, kita senantiasa berusaha untuk selalu lebih baik.

 

3.      Bertambah ilmu dan wawasan

Inilah hal penting dari setiap proses pembelajaran. Materi-materi yang dipelajari itu hendaknya mampu memperkaya diri dengan ilmu dan wawasan. Beragam bidang studi, beragam ilmu pula yang kita dapatkan.

Ayo, kita jadikan ilmu-ilmu itu mengisi otak, jiwa dan fisik kita! Ayo, kita isi jiwa kita dengan beragam ilmu yang bermanfaat!

 

4.      Bertambah keahlian atau skills

Bertambahnya keahlian atau skills menjadi bukti penguasaan ilmu yang kita pelajari. Ilmu atau materi pelajaran itu bukan sekedar hapalan teori saja. Marilah kita lakukan deep learning, pembelajaran secara mendalam! Pelajari materi hingga ke akarnya. Diulik.

 

5.      Mampu berpikir kritis

Mereka yang berilmu dan berwawasan akan mampu berpikir kritis. Mampu menyampaikan kritikan yang membangun untuk kemajuan bangsa dan negara.

Mereka-mereka ini mampu menyelesaikan berbagai permasalahan hidup dengan ilmu, wawasan, dan pengalaman  yang dimilikinya.

 

6.      Mampu bersikap secara bijak, jujur, mandiri, dan bertanggung jawab

Manusia yang berilmu adalah manusia yang beradab. Manusia-manusia yang bisa bersikap bijak, jujur, mandiri dan bertanggung jawab.  Mampu mengembangkan karakter positif.

 

7.      Mampu berkarya dan berinovasi

Dengan ilmu pula, para generasi muda ini harus bisa membuat inovasi-inovasi baru. Produktif berkarya. Mampu berkreasi.

Mari kita kikis kebiasaan mencontek, niron atau copy paste! Percayalah pada kemampuan masing-masing karena setiap manusia dianugerahi akal dan pikiran!

 

8.      Mampu meningkatkan harkat dan martabat negara Indonesia di mata dunia

Inilah tanggung jawab besar kita sebagai warga negara Indonesia. Kita mampu meningkatkan harkat dan martabat negara Indonesia di mata dunia dengan cara masing-masing. Dengan karya dan prestasi yang bisa kita lakukan.

Diakuinya bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di sidang umum PBB menjadi langkah awal untuk naiknya harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Marilah  menjadi manusia Indonesia yang berkualitas!

Kapan Kita Meraih Kemenangan Pendidikan?

Proses pendidikan itu harus berjejak. Sebuah proses pembelajaran yang bermakna. Ini yang harus kita targetkan sejak sekarang. Tercapainya kemenangan pendidikan itu bisa jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Jangka pendek seharusnya bisa dicapai dalam hitungan bulan dan tahun. Kemenangan pendidikan itu bisa dicicil dalam setiap proses pendidikan. Dalam satu tahun, kemenangan apa yang sudah kita raih dalam proses pembelajaran tersebut.

Jangka menengah bisa identik dengan tahapan atau jenjang pendidikan. Apa yang sudah diraih pada masa pendidikan dasar? Di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama? Apa yang sudah diraih setelah selesai sekolah menengah atas dan pendidikan tinggi? Di setiap jenjang pendidikan itu, ada oleh-oleh yang bisa kita bawa untuk kehidupan yang lebih baik.

Jangka panjang adalah lahirnya manusia Indonesia yang berkualitas, sehat lahir batin. Siap membangun bangsa dan negara. Inilah inti pendidikan seumur hidup. Long life education.

Nah, sobat yayuarundina.com – Inilah renungan kemenangan di hari nan fitri. Mari kita meraih kemenangan di dunia pendidikan saat Idulfitri!

Selamat Idulfitri 1447 H

Semoga amal ibadah kita, puasa kita selama bulan Ramadan ini diterima oleh Allah SWT. Mendapatkan pahala untuk bekal kehidupan akhirat nanti.

Sumber Rujukan

https://uis.ac.id/apa-itu-pendidikan-begini-menurut-para-ahli/

https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan

https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-pendidikan/#google_vignette

 

 

1/09/2026

5 Kebiasaan Kecil Yang Bisa Membuat Boros Pengeluaran

 

Sebagian dari kita kadang merasa pengeluaran bulanan sangat boros. Padahal, tidak ada pengeluaran berlebihan dan kebiasaan finansialpun terlihat seperti biasanya dan cukup terkendali. Namun ketika ditelusuri lebih jauh, total pengeluaran sering kali tidak sejalan dengan budget biasanya.

 


Penyebabnya bisa saja kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin. Pengeluaran dengan nominal kecil memang sering dianggap tidak terlalu penting, sehingga jarang dicatat atau dievaluasi. Padahal, jika terjadi terus-menerus, dampaknya bisa cukup besar terhadap kondisi keuangan.

 

Yuk kita bahas kebiasaan-kebiasaan kecil yang sekilas tampak wajar, tetapi berpotensi membuat pengeluaran menjadi lebih boros!

Kebiasaan Kecil yang Tanpa Disadari Membuat Pengeluaran Boros

Sebagian besar pemborosan tidak terjadi karena satu keputusan besar, melainkan akumulasi dari kebiasaan kecil yang dilakukan hampir setiap hari. Karena nilainya terlihat tidak signifikan, kebiasaan ini sering luput dari perhatian dan jarang dievaluasi. Padahal, jika dibiarkan terus-menerus, dampaknya bisa cukup besar terhadap kestabilan keuangan dalam jangka panjang.

Berikut beberapa kebiasaan kecil yang umum terjadi dan tanpa disadari dapat membuat pengeluaran menjadi semakin boros.

Sering Membeli Sesuatu karena “Kelihatannya Murah

Harga murah sering memberi kesan bahwa sebuah pembelian tidak akan berdampak besar pada keuangan. Akibatnya, keputusan membeli terasa ringan dan jarang dipikirkan secara mendalam. 

Padahal, jika dikumpulkan, totalnya bisa mendekati pengeluaran besar yang biasanya dianalisis secara matang, seperti pembelian elektronik utama, furnitur, atau saat mempertimbangkan harga genset untuk kebutuhan tertentu.

Selain itu, barang yang dibeli karena murah sering kali tidak digunakan dalam jangka panjang. Banyak di antaranya hanya berakhir tersimpan atau bahkan terlupakan, tanpa memberikan manfaat yang sebanding dengan uang yang dikeluarkan.

Tidak Mencatat Pengeluaran Harian

Pengeluaran kecil yang tidak dicatat mudah dianggap remeh dan cepat terlupakan. Tanpa pencatatan, sulit untuk mengetahui pola pengeluaran yang sebenarnya terjadi setiap hari. Kondisi ini membuat pengeluaran terasa aman, padahal jumlah totalnya bisa cukup besar.

Ketiadaan catatan juga menyulitkan proses evaluasi keuangan. Tanpa data yang jelas, pemborosan sering baru disadari ketika kondisi keuangan sudah mulai terasa ketat.

Langganan (Subscription) yang Jarang Digunakan

Layanan berlangganan sering dipilih karena menawarkan kemudahan dan harga yang terlihat terjangkau. Namun, seiring waktu, tidak semua layanan tersebut benar-benar digunakan secara optimal. Biaya yang terus berjalan setiap bulan akhirnya menjadi pengeluaran rutin yang kurang disadari.

Jika tidak pernah ditinjau ulang, langganan yang jarang digunakan dapat menghabiskan anggaran tanpa memberikan manfaat nyata. Dalam jangka panjang, akumulasi biaya ini dapat cukup membebani keuangan.

Terlalu Sering Jajan atau Membeli Makanan di Luar

Pengeluaran untuk makanan dan minuman sering dianggap wajar karena berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari. Namun, kebiasaan jajan atau membeli makanan di luar tanpa perencanaan dapat meningkatkan pengeluaran secara signifikan. 

Terlebih jika dilakukan hampir setiap hari. Pengeluaran kecil seperti kopi, camilan sering tidak terasa di awal, tetapi dampaknya jelas terlihat ketika dihitung secara keseluruhan.

Belanja Impulsif karena Promo

Meskipun terasa menghemat karena harga lebih murah, belanja impulsif justru menambah pengeluaran yang seharusnya bisa dihindari. Promo dan diskon sering menciptakan rasa urgensi untuk segera membeli. 

Keputusan yang diambil secara spontan ini kerap didorong oleh FOMO, rasa takut melewatkan kesempatan. Jadi tidak didorong oleh kebutuhan nyata. Barang yang dibeli kemudian tidak terpakai.

Cara Menghindari Kebiasaan Boros dalam Pengeluaran Sehari-hari

Menyadari kebiasaan yang membuat pengeluaran membengkak adalah langkah awal, tetapi perubahan nyata baru terjadi ketika diikuti dengan tindakan yang konsisten. 

Menghindari pemborosan bukan berarti membatasi diri secara berlebihan, melainkan mengelola pengeluaran dengan lebih sadar dan terencana. Dengan pendekatan yang tepat, kebiasaan kecil yang merugikan dapat digantikan dengan pola keuangan yang lebih sehat.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan menghindari kebiasaan boros dalam kehidupan sehari-hari.

Membuat Batasan Pengeluaran yang Jelas

Menentukan batas pengeluaran membantu memberi kontrol terhadap keputusan finansial. Dengan adanya batasan, setiap pengeluaran menjadi lebih terukur dan tidak dilakukan secara impulsif. Hal ini juga memudahkan evaluasi ketika pengeluaran mulai mendekati atau melewati anggaran yang telah ditetapkan.

Batasan ini tidak harus kaku, tetapi cukup realistis agar mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Membiasakan Diri Mencatat Pengeluaran

Mencatat pengeluaran, sekecil apa pun nilainya, membantu menciptakan kesadaran terhadap pola belanja. Dari catatan tersebut, terlihat dengan jelas ke mana uang digunakan dan pos mana yang paling sering menyedot anggaran.

Dengan data yang konkret, keputusan keuangan dapat diambil berdasarkan fakta, bukan sekadar perkiraan. Kebiasaan ini juga memudahkan penyesuaian anggaran di bulan-bulan berikutnya.

Meninjau Kembali Pengeluaran Rutin Secara Berkala

Pengeluaran rutin sering berjalan otomatis dan jarang diperhatikan. Meluangkan waktu untuk meninjau kembali pengeluaran ini membantu memastikan bahwa setiap biaya masih relevan dan memberikan manfaat.

Evaluasi berkala memungkinkan pengurangan atau penghentian pengeluaran yang sudah tidak dibutuhkan, sehingga anggaran dapat dialihkan ke hal yang lebih prioritas.

Memberi Waktu Sebelum Mengambil Keputusan Membeli

Memberi jeda sebelum membeli sesuatu membantu mengurangi keputusan impulsif. Dengan waktu untuk berpikir, kebutuhan dan manfaat barang dapat dipertimbangkan secara lebih objektif.

Dalam banyak kasus, keinginan membeli akan berkurang setelah jeda singkat. Kebiasaan ini membantu memisahkan antara kebutuhan nyata dan keinginan sesaat.

Mengutamakan Perencanaan daripada Spontanitas

Perencanaan membuat pengeluaran lebih terarah dan sesuai dengan tujuan keuangan. Dengan rencana yang jelas, keputusan belanja tidak lagi didorong oleh situasi atau emosi sesaat.

Ketika perencanaan menjadi kebiasaan, pengeluaran cenderung lebih terkendali dan risiko pemborosan dapat diminimalkan secara alami.

Penutup: Menjadi Lebih Sadar dalam Mengelola Pengeluaran

Setiap keputusan finansial, sekecil apa pun, mencerminkan cara seseorang memandang nilai, prioritas, dan tujuan jangka panjangnya. Ketika kebiasaan sehari-hari mulai diselaraskan dengan pemahaman tersebut, pengelolaan uang terasa lebih ringan dan rasional.

Perubahan dalam keuangan jarang terjadi secara instan. Namun, melalui pemahaman yang konsisten dan evaluasi yang berkelanjutan, pengeluaran dapat diarahkan agar lebih sejalan dengan kebutuhan nyata dan rencana ke depan.

 

Tulisan ini adalah guest posting kedelapan dari mbak Arumka Video ID

11/22/2025

XLSMART Membumikan Literasi Digital di Pesantren Qamarul Huda Lombok

 

Halo sobat yayuarundina.com – Pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru dan sekolah saja. Sebuah karya nyata diwujudkan dalam kolaborasi apik antara XLSMART, Daarut Tauhid Peduli, (DT Peduli), dan komunitas Bloggercrony Indonesia (BCC). Sinergi lintas sektor seperti ini tentu akan lebih berdampak  luas dan membuka kesempatan pada semua komunitas secara merata. Tanggung jawab ini diinisiasi oleh XLSMART dalam membumikan literasi digital di pesantren Qamarul huda Lombok.


XLSMART
Pesantren Digital XLSMART

XLSMART berupaya untuk menguatkan ekosistem pendidikan pesantren dengan pelatihan literasi digital dan AI. XLSMART membumikan literasi digital di pondok pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Acara ini berlangsung pada 12 November 2025. Kegiatan ini diikuti sekitar 600 santri, santriwati, siswa/i MTs, MA, SMK, dan mahasiswa/i.

Program ini merupakan komitmen PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk dalam mewujudkan Tri Karsa XLSMART. Program ini diharapkan mampu memperluas akses terhadap pendidikan digital, pemanfaatan teknologi, mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kompetensi di era digital.

 

Pelatihan Literasi Digital yang Digagas XLSMART Di Lombok

XLSMART sepertinya akan makin membuat saya terkagum-kagum pada para santri. Kekaguman saya pertama kali  pada para santri ini terjadi saat nonton film Negeri 5 Menara. Para santri tersebut memiliki daya juang tinggi dengan Man Jadda Wajadda-nya. Sebuah karakter penting untuk meraih mimpi, mewujudkan cita-cita dan membuat kualitas diri yang semakin maju. Melanglang buana ke berbagai negara demi ilmu, wawasan dan pengalaman baru. Catatan pentingnya, mereka ini belajar agama bukan sekedar salat dan mengaji saja. Namun, mereka berusaha untuk membumikan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan yang digagas oleh XLSMART kali ini akan membuat para santri berada semakin di depan seperti Yamaha. Para santri mampu beradaptasi dengan teknologi terbaru dan bisa memanfaatkan teknologi tersebut untuk kepentingan dakwah. Bayangkan, mereka mampu memanfaatkan AI sebagai sebuah upaya menjawab tantangan zaman, era digital. Keren bangets.

“Pemanfaatan AI secara tepat di lingkungan pesantren akan memperkaya metode belajar, memperluas jangkauan dakwah, dan membuka peluang ekonomi kreatif.”

Dalam program pesantren digital yang digagas oleh XLSMART ini, para santri mempelajari beragam materi. Mereka belajar tentang materi AI untuk konten media sosial di pesantren.  Konten dakwah digital bisa lebih menarik. Para santri juga bisa menduniakan produk-produk UMKM milik Yayasan Pondok pesantren Qamarul Huda. Juga bisa mempromosikan program pesantren secara menarik.  

Sang mentor, Sudarmadji, S.Pd memaparkan tentang definisi literasi digital dan kaitannya dengan AI, digital skill, digital culture, digital safety, dan digital ethics. Para santri juga mendapatkan penjelasan tentang beragam platform AI dan keunikan masing-masing. Juga materi yang menjadi kunci sukses AI, yaitu PROMPT. Para santri harus mampu memberikan instruksi atau kalimat perintah yang tepat kepada AI untuk membuat konten-konten tersebut.


XLSMART
Pemaparan Materi Literasi Digital XLSMART

Upaya Nyata XLSMART dalam Pemerataan Akses Digital

Apalah arti teori jika tanpa aksi. Selain pelatihan literasi digital, XLSMART juga memiliki upaya nyata dalam pemerataan akses digital. XLSMART juga memberikan donasi kuota internet serta perangkat pendukung kepada pondok pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, kabupaten Lombok Tengah sebagai bentuk komitmennya dalam mendukung pendidikan.

Dukungan ini merupakan program Gerakan Donasi Kuota (GDK) dari XLSMART. Program ini telah dilaksanakan secara nasional. Program tersebut juga diharapkan mampu mendorong literasi digital di kalangan pelajar dan tenaga pendidik, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses internet.

XLSMART juga memberikan sim card nomor XLSMART dengan paket data sebesar 270 Gb setiap bulan selama satu tahun untuk kelancaran komunikasi dan koordinasi tim manajemen pondok pesantren Qamarul Huda.

Hal menarik lainnya adalah para karyawan XLSMART juga turut serta dalam program CSR Pesantren Digital ini. Mereka mendonasikan zakat karyawan yang dikelola oleh Majelis Taklim XLSMART. Zakat itu dimanfaatkan untuk santri, santriwati, siswa dan siswi yatim piatu dan dhuafa yang bersekolah di Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Mengenal Tri Karsa CSR XLSMART

Dukungan nyata XLSMART dalam pesantren digital ini tak lepas dari Tri Karsa CSR XLSMART. Landasan utama program tanggung jawab sosial  perusahaan diwujudkan dalam Tri Karsa CSR XLSMART.

Tri Karsa CSR XLSMART  yaitu:

         I.            Philantrophy, kepedulian sosial, XLSMART Peduli.  Program ini fokus pada bantuan kemanusiaan, kesehatan, dan dukungan bagi penyandang disabilitas.

 

       II.            Women Empowerment, fokus untuk meningkatkan kapasitas literasi digital, dan peran strategis perempuan dalam pembangunan, pencapaian SDGs di bidang kesetaraan gender, inklusi sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Programnya adalah Sisternet, seperti, Female Future Leader, Shelnspire, dan Bunda Pintar.

 

     III.            Education. Fokusnya adalah memperluas akses pendidikan digital, meningkatkan literasi teknologi, dan mencetak sumber daya manusia yang kompeten di era digital, sejalan dengan SDGs terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan. Program pentingnya antara lain Teman Pintar Indonesia, meliputi Gerakan Donasi Kuota, Content Creator Academy, Pesantren Digital, Kelas Cerdas Digital,serta pemberdayaan Teman UMKM.

 

Semoga program Tri Karsa CSR XLSMART, yaitu Philantrophy, Women Empowerment, dan education  akan terus bersinar dan bermanfaat  sepanjang masa untuk memajukan bangsa, khususnya pendidikan Indonesia.

 

 

 

9/13/2025

6 Tip jadi Manusia Kreatif, Seorang Inovator

 

Manusia kreatif/ inovator merupakan golongan langka. Hanya 10 persen saja. Menurut Sigi Wimala, kreativitas adalah kemampuan berpikir secara berbeda. Jangan takut mencoba sesuatu yang baru dan keluarlah dari zona nyaman kita ! Inilah 6 tip jadi manusia kreatif, seorang inovator.


genzie
Anak muda kreatif dengan beragam karya


1.          Kekuatan Pengetahuan

Pengetahuan adalah kunci untuk memunculkan jiwa inovatif. Cara jitu untuk mendapatkannya adalah membaca berbagai macam sumber yang bervariasi. Buku, komik, novel, majalah, koran, laman/ blog, bungkus gorengan, dan sebagainya. Carilah hal-hal menarik yang bisa membawamu pada ide-ide segar ! Hal yang berkaitan dengan bidangmu sendiri maupun yang di luar itu. Pelajari pengetahuan dasar! Ilmu dasar ini bisa menciptakan karya yang bagus. Setelah itu, kita bisa mengembangkannya secara lebih baik dengan bantuan imajinasi sendiri.

2.           Manfaatkan Sosial Media dan Program Televisi

Banyak inspirasi dan ilmu bisa kita dapatkan dari timelines Facebook, Twitter, Youtube atau Instagram. Carilah program yang bisa memunculkan kreativitas dan jiwa inovatifmu !  Bukan sekedar menonton, tapi cari manfaatnya. Kumpulkanlah dan pelajarilah! Setelah itu, jadilah seorang kreator, pencipta konten dari situs-situs di internet. Jangan sekedar jadi pembaca atau pengkritik saja !

3.           Observasi dan Jalan-jalan

Pekalah pada lingkungan dan situasi di sekitar kita ! Carilah masalah-masalah yang dapat kita pecahkan ! Observasi bukan sekedar melihat, tetapi harus menemukan hal sedetail mungkin. Lalu, tuliskanlah setiap detail itu sebagai sumber inspirasi ! Lakukan juga perjalanan untuk mengetahui banyak sisi kehidupan.

4.          Mendengarkan musik

Musik menjadikan kita tetap sebagai orang-orang yang kreatif. Dengan musik dan suasana yang berbeda, maka ide-ide kreatif akan muncul dengan lancar.

5.          Ubah Sikap 

Inilah modal utamanya. Ubahlah sikap, perilaku, dan kebiasaan yang tidak kreatif menjadi kreatif dan inovatif ! Jadilah orang-orang yang jeli dan terbuka terhadap segala perubahan ! Kembangkan sikap kritis, pantang menyerah, jujur, terbuka, kerja keras, kerja cerdas, bijak dan visioner.


kreatif
Desa kreatif 


6.            Bergabunglah dengan Komunitas Kreatif

“Kreativitas itu menular!” demikian kata Albert Einstein.  Jika kita bergaul dengan orang kreatif, maka kita pun akan termotivasi menjadi kreatif. Carilah mereka! Bergabunglah bersama komunitas penulis, konten kreator, craft, e sport, dan sebagainya.


Pengolahan kembali tulisan lama

BACA JUGA : https://www.yayuarundina.com/2016/02/kiat-menjadi-seorang-inovator.html


Tulisan dibuat untuk program pembiasaan literasi di SMP Negeri 1 Cimahi


Sumber:

Buku Biang Inovasi karya Yoris Sebastian

8/14/2025

Diversifikasi Investasi: Perlukah Untuk Ibu Rumah Tangga?

 

Saat ini dunia semakin kompleks secara finansial, maka peran ibu rumah tangga tidak lagi terbatas pada urusan domestik. Kini, banyak ibu rumah tangga juga menjadi pengelola keuangan keluarga.

 

Salah satu konsep penting dalam mengelola keuangan adalah diversifikasi investasi. Namun, apakah hal ini benar-benar perlu bagi ibu rumah tangga? Mari kita ulas secara mendalam.

Memahami Diversifikasi Investasi

Diversifikasi investasi adalah strategi membagi dana ke berbagai instrumen atau jenis investasi untuk meminimalkan risiko. Contohnya, alih-alih hanya  menabung di bank, seseorang bisa menempatkan dananya pada reksa dana, saham, emas, atau properti.

 

Penyebaran investasi di berbagai sektor atau instrumen akan mengurangi potensi kerugian dari satu instrumen atau mengimbangi kerugian satu instrumen dari keuntungan yang lain.

 

Konsep ini relevan untuk siapa saja, termasuk ibu rumah tangga yang ingin mengamankan masa depan keuangan keluarganya.

Mengapa Ibu Rumah Tangga Perlu Diversifikasi?

Ibu rumah tangga sering kali menjadi penentu keputusan belanja dan pengelolaan dana keluarga. Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, hanya mengandalkan tabungan bisa menjadi kurang bijak.

 

Diversifikasi membantu melindungi nilai uang dari inflasi dan memungkinkan dana tumbuh lebih cepat. Selain itu, ibu rumah tangga yang mulai berinvestasi akan memiliki rasa percaya diri finansial dan berperan aktif dalam pencapaian tujuan jangka panjang keluarga seperti dana pendidikan anak atau dana pensiun.

Akses Informasi dan Edukasi Kini Lebih Mudah

Dulu, investasi identik dengan orang-orang berlatar belakang ekonomi atau finansial. Namun kini, akses informasi begitu terbuka. Banyak platform edukasi dan aplikasi investasi yang menyediakan panduan sederhana, bahkan untuk pemula.

 

Ibu rumah tangga bisa belajar secara mandiri atau berkonsultasi dengan seorang investment advisor untuk mendapatkan panduan sesuai profil risiko dan tujuan keuangan. Tak perlu modal besar untuk memulai; investasi reksa dana, misalnya, bisa dimulai dari Rp10.000 saja.

Risiko Tetap Ada, Tapi Bisa Dikendalikan

Investasi memang mengandung risiko, namun dengan strategi diversifikasi, risiko itu dapat dikurangi. Misalnya, jika pasar saham sedang lesu, investasi di emas atau obligasi bisa tetap memberikan keuntungan.

 

Hal ini menjadikan portofolio investasi lebih stabil dan aman dalam jangka panjang. Bagi ibu rumah tangga, hal ini penting karena kestabilan keuangan keluarga adalah prioritas utama.

 

 

Diversifikasi investasi bukan hanya untuk para profesional, tetapi juga penting bagi ibu rumah tangga yang ingin menjaga dan meningkatkan keuangan keluarga. Adanya akses informasi yang luas, kini saat yang tepat bagi para ibu untuk mulai berinvestasi secara cerdas.

 

Jangan tunda lagi, mulai rencanakan investasi Anda hari ini dan jadilah pengelola keuangan keluarga yang bijak dan tangguh!

 

 

 Tulisan ini adalah guest posting kelima dari mbak Arumka Video ID

Featured Post

Idulfitri Saatnya Meraih Kemenangan Pendidikan

  Halo sobat yayuarundina.com –   Fajar Idulfitri 1447 H kembali menyapa. Idulfitri ini saatnya meraih kemenangan pendidikan. Kita kembali ...