Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

1/09/2026

5 Kebiasaan Kecil Yang Bisa Membuat Boros Pengeluaran

 

Sebagian dari kita kadang merasa pengeluaran bulanan sangat boros. Padahal, tidak ada pengeluaran berlebihan dan kebiasaan finansialpun terlihat seperti biasanya dan cukup terkendali. Namun ketika ditelusuri lebih jauh, total pengeluaran sering kali tidak sejalan dengan budget biasanya.

 


Penyebabnya bisa saja kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin. Pengeluaran dengan nominal kecil memang sering dianggap tidak terlalu penting, sehingga jarang dicatat atau dievaluasi. Padahal, jika terjadi terus-menerus, dampaknya bisa cukup besar terhadap kondisi keuangan.

 

Yuk kita bahas kebiasaan-kebiasaan kecil yang sekilas tampak wajar, tetapi berpotensi membuat pengeluaran menjadi lebih boros!

Kebiasaan Kecil yang Tanpa Disadari Membuat Pengeluaran Boros

Sebagian besar pemborosan tidak terjadi karena satu keputusan besar, melainkan akumulasi dari kebiasaan kecil yang dilakukan hampir setiap hari. Karena nilainya terlihat tidak signifikan, kebiasaan ini sering luput dari perhatian dan jarang dievaluasi. Padahal, jika dibiarkan terus-menerus, dampaknya bisa cukup besar terhadap kestabilan keuangan dalam jangka panjang.

Berikut beberapa kebiasaan kecil yang umum terjadi dan tanpa disadari dapat membuat pengeluaran menjadi semakin boros.

Sering Membeli Sesuatu karena “Kelihatannya Murah

Harga murah sering memberi kesan bahwa sebuah pembelian tidak akan berdampak besar pada keuangan. Akibatnya, keputusan membeli terasa ringan dan jarang dipikirkan secara mendalam. 

Padahal, jika dikumpulkan, totalnya bisa mendekati pengeluaran besar yang biasanya dianalisis secara matang, seperti pembelian elektronik utama, furnitur, atau saat mempertimbangkan harga genset untuk kebutuhan tertentu.

Selain itu, barang yang dibeli karena murah sering kali tidak digunakan dalam jangka panjang. Banyak di antaranya hanya berakhir tersimpan atau bahkan terlupakan, tanpa memberikan manfaat yang sebanding dengan uang yang dikeluarkan.

Tidak Mencatat Pengeluaran Harian

Pengeluaran kecil yang tidak dicatat mudah dianggap remeh dan cepat terlupakan. Tanpa pencatatan, sulit untuk mengetahui pola pengeluaran yang sebenarnya terjadi setiap hari. Kondisi ini membuat pengeluaran terasa aman, padahal jumlah totalnya bisa cukup besar.

Ketiadaan catatan juga menyulitkan proses evaluasi keuangan. Tanpa data yang jelas, pemborosan sering baru disadari ketika kondisi keuangan sudah mulai terasa ketat.

Langganan (Subscription) yang Jarang Digunakan

Layanan berlangganan sering dipilih karena menawarkan kemudahan dan harga yang terlihat terjangkau. Namun, seiring waktu, tidak semua layanan tersebut benar-benar digunakan secara optimal. Biaya yang terus berjalan setiap bulan akhirnya menjadi pengeluaran rutin yang kurang disadari.

Jika tidak pernah ditinjau ulang, langganan yang jarang digunakan dapat menghabiskan anggaran tanpa memberikan manfaat nyata. Dalam jangka panjang, akumulasi biaya ini dapat cukup membebani keuangan.

Terlalu Sering Jajan atau Membeli Makanan di Luar

Pengeluaran untuk makanan dan minuman sering dianggap wajar karena berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari. Namun, kebiasaan jajan atau membeli makanan di luar tanpa perencanaan dapat meningkatkan pengeluaran secara signifikan. 

Terlebih jika dilakukan hampir setiap hari. Pengeluaran kecil seperti kopi, camilan sering tidak terasa di awal, tetapi dampaknya jelas terlihat ketika dihitung secara keseluruhan.

Belanja Impulsif karena Promo

Meskipun terasa menghemat karena harga lebih murah, belanja impulsif justru menambah pengeluaran yang seharusnya bisa dihindari. Promo dan diskon sering menciptakan rasa urgensi untuk segera membeli. 

Keputusan yang diambil secara spontan ini kerap didorong oleh FOMO, rasa takut melewatkan kesempatan. Jadi tidak didorong oleh kebutuhan nyata. Barang yang dibeli kemudian tidak terpakai.

Cara Menghindari Kebiasaan Boros dalam Pengeluaran Sehari-hari

Menyadari kebiasaan yang membuat pengeluaran membengkak adalah langkah awal, tetapi perubahan nyata baru terjadi ketika diikuti dengan tindakan yang konsisten. 

Menghindari pemborosan bukan berarti membatasi diri secara berlebihan, melainkan mengelola pengeluaran dengan lebih sadar dan terencana. Dengan pendekatan yang tepat, kebiasaan kecil yang merugikan dapat digantikan dengan pola keuangan yang lebih sehat.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan menghindari kebiasaan boros dalam kehidupan sehari-hari.

Membuat Batasan Pengeluaran yang Jelas

Menentukan batas pengeluaran membantu memberi kontrol terhadap keputusan finansial. Dengan adanya batasan, setiap pengeluaran menjadi lebih terukur dan tidak dilakukan secara impulsif. Hal ini juga memudahkan evaluasi ketika pengeluaran mulai mendekati atau melewati anggaran yang telah ditetapkan.

Batasan ini tidak harus kaku, tetapi cukup realistis agar mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Membiasakan Diri Mencatat Pengeluaran

Mencatat pengeluaran, sekecil apa pun nilainya, membantu menciptakan kesadaran terhadap pola belanja. Dari catatan tersebut, terlihat dengan jelas ke mana uang digunakan dan pos mana yang paling sering menyedot anggaran.

Dengan data yang konkret, keputusan keuangan dapat diambil berdasarkan fakta, bukan sekadar perkiraan. Kebiasaan ini juga memudahkan penyesuaian anggaran di bulan-bulan berikutnya.

Meninjau Kembali Pengeluaran Rutin Secara Berkala

Pengeluaran rutin sering berjalan otomatis dan jarang diperhatikan. Meluangkan waktu untuk meninjau kembali pengeluaran ini membantu memastikan bahwa setiap biaya masih relevan dan memberikan manfaat.

Evaluasi berkala memungkinkan pengurangan atau penghentian pengeluaran yang sudah tidak dibutuhkan, sehingga anggaran dapat dialihkan ke hal yang lebih prioritas.

Memberi Waktu Sebelum Mengambil Keputusan Membeli

Memberi jeda sebelum membeli sesuatu membantu mengurangi keputusan impulsif. Dengan waktu untuk berpikir, kebutuhan dan manfaat barang dapat dipertimbangkan secara lebih objektif.

Dalam banyak kasus, keinginan membeli akan berkurang setelah jeda singkat. Kebiasaan ini membantu memisahkan antara kebutuhan nyata dan keinginan sesaat.

Mengutamakan Perencanaan daripada Spontanitas

Perencanaan membuat pengeluaran lebih terarah dan sesuai dengan tujuan keuangan. Dengan rencana yang jelas, keputusan belanja tidak lagi didorong oleh situasi atau emosi sesaat.

Ketika perencanaan menjadi kebiasaan, pengeluaran cenderung lebih terkendali dan risiko pemborosan dapat diminimalkan secara alami.

Penutup: Menjadi Lebih Sadar dalam Mengelola Pengeluaran

Setiap keputusan finansial, sekecil apa pun, mencerminkan cara seseorang memandang nilai, prioritas, dan tujuan jangka panjangnya. Ketika kebiasaan sehari-hari mulai diselaraskan dengan pemahaman tersebut, pengelolaan uang terasa lebih ringan dan rasional.

Perubahan dalam keuangan jarang terjadi secara instan. Namun, melalui pemahaman yang konsisten dan evaluasi yang berkelanjutan, pengeluaran dapat diarahkan agar lebih sejalan dengan kebutuhan nyata dan rencana ke depan.

 

Tulisan ini adalah guest posting kedelapan dari mbak Arumka Video ID

11/22/2025

XLSMART Membumikan Literasi Digital di Pesantren Qamarul Huda Lombok

 

Halo sobat yayuarundina.com – Pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru dan sekolah saja. Sebuah karya nyata diwujudkan dalam kolaborasi apik antara XLSMART, Daarut Tauhid Peduli, (DT Peduli), dan komunitas Bloggercrony Indonesia (BCC). Sinergi lintas sektor seperti ini tentu akan lebih berdampak  luas dan membuka kesempatan pada semua komunitas secara merata. Tanggung jawab ini diinisiasi oleh XLSMART dalam membumikan literasi digital di pesantren Qamarul huda Lombok.


XLSMART
Pesantren Digital XLSMART

XLSMART berupaya untuk menguatkan ekosistem pendidikan pesantren dengan pelatihan literasi digital dan AI. XLSMART membumikan literasi digital di pondok pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Acara ini berlangsung pada 12 November 2025. Kegiatan ini diikuti sekitar 600 santri, santriwati, siswa/i MTs, MA, SMK, dan mahasiswa/i.

Program ini merupakan komitmen PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk dalam mewujudkan Tri Karsa XLSMART. Program ini diharapkan mampu memperluas akses terhadap pendidikan digital, pemanfaatan teknologi, mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kompetensi di era digital.

 

Pelatihan Literasi Digital yang Digagas XLSMART Di Lombok

XLSMART sepertinya akan makin membuat saya terkagum-kagum pada para santri. Kekaguman saya pertama kali  pada para santri ini terjadi saat nonton film Negeri 5 Menara. Para santri tersebut memiliki daya juang tinggi dengan Man Jadda Wajadda-nya. Sebuah karakter penting untuk meraih mimpi, mewujudkan cita-cita dan membuat kualitas diri yang semakin maju. Melanglang buana ke berbagai negara demi ilmu, wawasan dan pengalaman baru. Catatan pentingnya, mereka ini belajar agama bukan sekedar salat dan mengaji saja. Namun, mereka berusaha untuk membumikan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan yang digagas oleh XLSMART kali ini akan membuat para santri berada semakin di depan seperti Yamaha. Para santri mampu beradaptasi dengan teknologi terbaru dan bisa memanfaatkan teknologi tersebut untuk kepentingan dakwah. Bayangkan, mereka mampu memanfaatkan AI sebagai sebuah upaya menjawab tantangan zaman, era digital. Keren bangets.

“Pemanfaatan AI secara tepat di lingkungan pesantren akan memperkaya metode belajar, memperluas jangkauan dakwah, dan membuka peluang ekonomi kreatif.”

Dalam program pesantren digital yang digagas oleh XLSMART ini, para santri mempelajari beragam materi. Mereka belajar tentang materi AI untuk konten media sosial di pesantren.  Konten dakwah digital bisa lebih menarik. Para santri juga bisa menduniakan produk-produk UMKM milik Yayasan Pondok pesantren Qamarul Huda. Juga bisa mempromosikan program pesantren secara menarik.  

Sang mentor, Sudarmadji, S.Pd memaparkan tentang definisi literasi digital dan kaitannya dengan AI, digital skill, digital culture, digital safety, dan digital ethics. Para santri juga mendapatkan penjelasan tentang beragam platform AI dan keunikan masing-masing. Juga materi yang menjadi kunci sukses AI, yaitu PROMPT. Para santri harus mampu memberikan instruksi atau kalimat perintah yang tepat kepada AI untuk membuat konten-konten tersebut.


XLSMART
Pemaparan Materi Literasi Digital XLSMART

Upaya Nyata XLSMART dalam Pemerataan Akses Digital

Apalah arti teori jika tanpa aksi. Selain pelatihan literasi digital, XLSMART juga memiliki upaya nyata dalam pemerataan akses digital. XLSMART juga memberikan donasi kuota internet serta perangkat pendukung kepada pondok pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, kabupaten Lombok Tengah sebagai bentuk komitmennya dalam mendukung pendidikan.

Dukungan ini merupakan program Gerakan Donasi Kuota (GDK) dari XLSMART. Program ini telah dilaksanakan secara nasional. Program tersebut juga diharapkan mampu mendorong literasi digital di kalangan pelajar dan tenaga pendidik, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses internet.

XLSMART juga memberikan sim card nomor XLSMART dengan paket data sebesar 270 Gb setiap bulan selama satu tahun untuk kelancaran komunikasi dan koordinasi tim manajemen pondok pesantren Qamarul Huda.

Hal menarik lainnya adalah para karyawan XLSMART juga turut serta dalam program CSR Pesantren Digital ini. Mereka mendonasikan zakat karyawan yang dikelola oleh Majelis Taklim XLSMART. Zakat itu dimanfaatkan untuk santri, santriwati, siswa dan siswi yatim piatu dan dhuafa yang bersekolah di Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Mengenal Tri Karsa CSR XLSMART

Dukungan nyata XLSMART dalam pesantren digital ini tak lepas dari Tri Karsa CSR XLSMART. Landasan utama program tanggung jawab sosial  perusahaan diwujudkan dalam Tri Karsa CSR XLSMART.

Tri Karsa CSR XLSMART  yaitu:

         I.            Philantrophy, kepedulian sosial, XLSMART Peduli.  Program ini fokus pada bantuan kemanusiaan, kesehatan, dan dukungan bagi penyandang disabilitas.

 

       II.            Women Empowerment, fokus untuk meningkatkan kapasitas literasi digital, dan peran strategis perempuan dalam pembangunan, pencapaian SDGs di bidang kesetaraan gender, inklusi sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Programnya adalah Sisternet, seperti, Female Future Leader, Shelnspire, dan Bunda Pintar.

 

     III.            Education. Fokusnya adalah memperluas akses pendidikan digital, meningkatkan literasi teknologi, dan mencetak sumber daya manusia yang kompeten di era digital, sejalan dengan SDGs terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan. Program pentingnya antara lain Teman Pintar Indonesia, meliputi Gerakan Donasi Kuota, Content Creator Academy, Pesantren Digital, Kelas Cerdas Digital,serta pemberdayaan Teman UMKM.

 

Semoga program Tri Karsa CSR XLSMART, yaitu Philantrophy, Women Empowerment, dan education  akan terus bersinar dan bermanfaat  sepanjang masa untuk memajukan bangsa, khususnya pendidikan Indonesia.

 

 

 

9/13/2025

6 Tip jadi Manusia Kreatif, Seorang Inovator

 

Manusia kreatif/ inovator merupakan golongan langka. Hanya 10 persen saja. Menurut Sigi Wimala, kreativitas adalah kemampuan berpikir secara berbeda. Jangan takut mencoba sesuatu yang baru dan keluarlah dari zona nyaman kita ! Inilah 6 tip jadi manusia kreatif, seorang inovator.


genzie
Anak muda kreatif dengan beragam karya


1.          Kekuatan Pengetahuan

Pengetahuan adalah kunci untuk memunculkan jiwa inovatif. Cara jitu untuk mendapatkannya adalah membaca berbagai macam sumber yang bervariasi. Buku, komik, novel, majalah, koran, laman/ blog, bungkus gorengan, dan sebagainya. Carilah hal-hal menarik yang bisa membawamu pada ide-ide segar ! Hal yang berkaitan dengan bidangmu sendiri maupun yang di luar itu. Pelajari pengetahuan dasar! Ilmu dasar ini bisa menciptakan karya yang bagus. Setelah itu, kita bisa mengembangkannya secara lebih baik dengan bantuan imajinasi sendiri.

2.           Manfaatkan Sosial Media dan Program Televisi

Banyak inspirasi dan ilmu bisa kita dapatkan dari timelines Facebook, Twitter, Youtube atau Instagram. Carilah program yang bisa memunculkan kreativitas dan jiwa inovatifmu !  Bukan sekedar menonton, tapi cari manfaatnya. Kumpulkanlah dan pelajarilah! Setelah itu, jadilah seorang kreator, pencipta konten dari situs-situs di internet. Jangan sekedar jadi pembaca atau pengkritik saja !

3.           Observasi dan Jalan-jalan

Pekalah pada lingkungan dan situasi di sekitar kita ! Carilah masalah-masalah yang dapat kita pecahkan ! Observasi bukan sekedar melihat, tetapi harus menemukan hal sedetail mungkin. Lalu, tuliskanlah setiap detail itu sebagai sumber inspirasi ! Lakukan juga perjalanan untuk mengetahui banyak sisi kehidupan.

4.          Mendengarkan musik

Musik menjadikan kita tetap sebagai orang-orang yang kreatif. Dengan musik dan suasana yang berbeda, maka ide-ide kreatif akan muncul dengan lancar.

5.          Ubah Sikap 

Inilah modal utamanya. Ubahlah sikap, perilaku, dan kebiasaan yang tidak kreatif menjadi kreatif dan inovatif ! Jadilah orang-orang yang jeli dan terbuka terhadap segala perubahan ! Kembangkan sikap kritis, pantang menyerah, jujur, terbuka, kerja keras, kerja cerdas, bijak dan visioner.


kreatif
Desa kreatif 


6.            Bergabunglah dengan Komunitas Kreatif

“Kreativitas itu menular!” demikian kata Albert Einstein.  Jika kita bergaul dengan orang kreatif, maka kita pun akan termotivasi menjadi kreatif. Carilah mereka! Bergabunglah bersama komunitas penulis, konten kreator, craft, e sport, dan sebagainya.


Pengolahan kembali tulisan lama

BACA JUGA : https://www.yayuarundina.com/2016/02/kiat-menjadi-seorang-inovator.html


Tulisan dibuat untuk program pembiasaan literasi di SMP Negeri 1 Cimahi


Sumber:

Buku Biang Inovasi karya Yoris Sebastian

8/14/2025

Diversifikasi Investasi: Perlukah Untuk Ibu Rumah Tangga?

 

Saat ini dunia semakin kompleks secara finansial, maka peran ibu rumah tangga tidak lagi terbatas pada urusan domestik. Kini, banyak ibu rumah tangga juga menjadi pengelola keuangan keluarga.

 

Salah satu konsep penting dalam mengelola keuangan adalah diversifikasi investasi. Namun, apakah hal ini benar-benar perlu bagi ibu rumah tangga? Mari kita ulas secara mendalam.

Memahami Diversifikasi Investasi

Diversifikasi investasi adalah strategi membagi dana ke berbagai instrumen atau jenis investasi untuk meminimalkan risiko. Contohnya, alih-alih hanya  menabung di bank, seseorang bisa menempatkan dananya pada reksa dana, saham, emas, atau properti.

 

Penyebaran investasi di berbagai sektor atau instrumen akan mengurangi potensi kerugian dari satu instrumen atau mengimbangi kerugian satu instrumen dari keuntungan yang lain.

 

Konsep ini relevan untuk siapa saja, termasuk ibu rumah tangga yang ingin mengamankan masa depan keuangan keluarganya.

Mengapa Ibu Rumah Tangga Perlu Diversifikasi?

Ibu rumah tangga sering kali menjadi penentu keputusan belanja dan pengelolaan dana keluarga. Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, hanya mengandalkan tabungan bisa menjadi kurang bijak.

 

Diversifikasi membantu melindungi nilai uang dari inflasi dan memungkinkan dana tumbuh lebih cepat. Selain itu, ibu rumah tangga yang mulai berinvestasi akan memiliki rasa percaya diri finansial dan berperan aktif dalam pencapaian tujuan jangka panjang keluarga seperti dana pendidikan anak atau dana pensiun.

Akses Informasi dan Edukasi Kini Lebih Mudah

Dulu, investasi identik dengan orang-orang berlatar belakang ekonomi atau finansial. Namun kini, akses informasi begitu terbuka. Banyak platform edukasi dan aplikasi investasi yang menyediakan panduan sederhana, bahkan untuk pemula.

 

Ibu rumah tangga bisa belajar secara mandiri atau berkonsultasi dengan seorang investment advisor untuk mendapatkan panduan sesuai profil risiko dan tujuan keuangan. Tak perlu modal besar untuk memulai; investasi reksa dana, misalnya, bisa dimulai dari Rp10.000 saja.

Risiko Tetap Ada, Tapi Bisa Dikendalikan

Investasi memang mengandung risiko, namun dengan strategi diversifikasi, risiko itu dapat dikurangi. Misalnya, jika pasar saham sedang lesu, investasi di emas atau obligasi bisa tetap memberikan keuntungan.

 

Hal ini menjadikan portofolio investasi lebih stabil dan aman dalam jangka panjang. Bagi ibu rumah tangga, hal ini penting karena kestabilan keuangan keluarga adalah prioritas utama.

 

 

Diversifikasi investasi bukan hanya untuk para profesional, tetapi juga penting bagi ibu rumah tangga yang ingin menjaga dan meningkatkan keuangan keluarga. Adanya akses informasi yang luas, kini saat yang tepat bagi para ibu untuk mulai berinvestasi secara cerdas.

 

Jangan tunda lagi, mulai rencanakan investasi Anda hari ini dan jadilah pengelola keuangan keluarga yang bijak dan tangguh!

 

 

 Tulisan ini adalah guest posting kelima dari mbak Arumka Video ID

8/02/2025

Memaknai Trigatra Bangun Bahasa

 

Sejak Bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa resmi di Sidang UNESCO, 20 November 2023, ada kelebihan orang Indonesia yang mungkin belum dipahami oleh banyak orang. Kelebihan tersebut adalah multibahasawan. Kemampuan untuk menguasai lebih dari satu bahasa. Bahasa daerah, bahasa Indonesia dan bahasa asing.


Literasi
Membaca Buku Berbahasa Ibu, Indonesia, Asing


Anugrah sebagai multibahasawan ini diperkuat dengan Undang-undang RI nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan. Pemakaian ketiga bahasa itu ada di dalamnya. Utamakan bahasa Indonesia, Lestarikan bahasa daerah, dan Kuasai bahasa asing. Itulah Trigatra Bangun Bahasa.

Trigatra Bangun Bahasa merupakan program yang bertujuan untuk membangun kesadaran berbahasa bagi warga negara Indonesia. Sekaligus juga diharapkan mampu menjadi solusi ketimpangan pemakaian bahasa. Selama ini, bangsa Indonesia lebih bangga berbahasa asing daripada berbahasa Indonesia. Mereka yang menguasai bahasa asing dianggap lebih keren. Sebaliknya, bahasa daerah diambang kepunahan karena banyak keluarga muda yang sudah tidak lagi menggunakan bahasa daerah atau bahasa ibu dalam percakapan sehari-hari.

Dengan Trigatra Bangun Bahasa, kita wajib menggunakan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing secara berimbang. Kita wajib mempelajari bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing secara bersungguh-sungguh. Kita pun wajib menggunakan ketiga bahasa tersebut dalam keseharian hidup kita.

Trigatra Bangun Bahasa merupakan program yang dilakukan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikbud). Kita bisa melakukan pembiasaan baru. Pembiasaan untuk berlatih berkomunikasi dengan bahasa daerah, bahasa Indonesia dan bahasa asing. Secara rutin, kita bisa menentukan hari (waktu) berlatih berbicara dan menulis menggunakan ketiga bahasa tersebut. Lebih sempurna lagi mengembangkan keterampilan berbahasa, yaitu: menyimak (listening, ngaregepkeun), berbicara (speaking, nyarios), membaca (reading, maca), dan menulis (writing, nulis).

Jika pembiasaan ini berjalan dengan sempurna, maka multibahasawan menjadi anugerah yang luar biasa. Sebuah anugerah yang mungkin hanya dimiliki oleh bangsa Indonesia saja. Orang-orang Indonesia menjadi cakap menggunakan bahasa daerahnya (bahasa ibu) masing-masing. Sunda, Jawa, Batak, Padang, Manado, Papua dan sebagainya. Orang-orang Indonesia menjadi cakap berbahasa Indonesia. Orang-orang Indonesia juga jadi cakap berbahasa asing, Inggris misalnya. Keren, kan?

Kalian ingin menjadi multibahasawan? Kita bisa fasih berbahasa daerah dengan orang-orang yang sama sukunya. Kita bisa fasih berbahasa Indonesia ketika bertemu dengan suku lainnya di Indonesia. Kita pun bisa fasih berbahasa asing karena kita adalah warga dunia.

Selamat belajar bahasa ibu (bahasa daerah), bahasa Indonesia, dan bahasa asing sekaligus.



Tulisan dibuat untuk program pembiasaan literasi di SMP Negeri 1 Cimahi

Cimahi, 2 Agustus 2025

7/15/2025

Strategis, 7 Peran Guru Bahasa Indonesia di Era Digital

 

Halo sobat yayuarundina.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menyapa guru Bahasa Indonesia. Sebuah acara langka yang menyuarakan strategisnya peran guru Bahasa Indonesia di era digital ini. Acara ini ada di chanel youtube Kemendikdasmen.


Guru


Ini dia  strategis, 7 peran guru Bahasa Indonesia di era digital.

1.     Pembangun Kesadaran Identitas Bangsa

Bahasa menunjukkan bangsa. Melalui bahasalah kita bisa dikenal orang. Mereka-mereka yang menggunakan bahasa Indonesia pasti merekalah orang Indonesia.

Bersyukurlah kita, walau sempat dijajah oleh Belanda, bahasa Belanda jadi pengantar di sekolah-sekolah zaman penjajahan dulu, tapi tidak menjadi bahasa negara. Bahasa negara kita adalah bahasa Indonesia. Melalui bahasa Indonesia kita dikenal sebagai negara yang berdaulat.

Peran guru bahasa Indonesia adalah sebagai pembangun kesadaran identitas bangsa Indonesia. Orang Indonesia menggunakan bahasa Indonesia. Kita harus menumbuhkan kebanggaan pada bahasa Indonesia. Syukur-syukur kalau murid kita mampu mengembangkan bahasa Indonesia.

 Dalam pergaulan global sekarang, kita bisa mengenalkan bahasa Indonesia kepada orang asing. Banyak orang luar yang telah mempelajari bahasa Indonesia.

 

2.     Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air

Selaras dengan identitas bangsa, guru bahasa Indonesia pun wajib menumbuhkan rasa cinta tanah air pada diri murid-muridnya.

Di tengah gempuran arus globalisasi dan pengaruh budaya asing, cinta tanah air menjadi satu hal yang wajib. Cinta bahasa, cinta budaya, dan cinta bangsa serta negaranya, Indonesia.

Sungguh miris fenomena yang terjadi sekarang. Sepertinya kita telah banyak kehilangan jati diri bangsa. Generasi muda sekarang tidak banyak yang tahu tentang budaya Indonesia. Tidak banyak yang tahu tentang kekayaan Indonesia. Bahasa daerah. Kuliner. Baju adat. Tarian. Upacara adat, lagu-lagu nasional,  dan sebagainya.

Mereka lebih paham budaya Korea daripada budaya Indonesia. Mereka mungkin lebih bangga bisa berbahasa asing daripada berbahasa Indonesia. Mungkin mereka belum tahu, tapi jangan sampai mereka tidak mau tahu. Bersikap masa bodoh.  Bahaya. Sangat bahaya.

Di sinilah peran strategis guru bahasa Indonesia. Harus bisa membawa budaya dan kekayaan  Indonesia pada proses pembelajaran bahasa Indonesia. Hal ini bisa dilakukan dengan beragam cara. Mengajak murid menggunakan bahasa daerah pada satu kesempatan. Biarkan mereka menyadari asal muasal mereka, jati diri mereka. Minang, Jawa, Sunda, Batak, Papua dan sebagainya.

Selain itu, guru bahasa Indonesia juga bisa menjadikan informasi tentang budaya, kekayaan dan isu tentang Indonesia itu menjadi bagian dari proses pembelajaran bahasa Indonesia. Bahan diskusi, wacana, tugas dan lain-lain. Bagaimana argumen mereka tentang isu #kaburazadulu dan #Indonesiagelap?

 

3.     Multibahasawan

Perlu disadari bahwa keunggulan orang Indonesia adalah sebagai dwibahasawan. Mampu menggunakan dua bahasa. Bahasa ibu atau bahasa daerah dan bahasa Indonesia.

Namun, seiring dengan kemajuan zaman, bahasa ibu mulai tergeser. Keluarga muda sekarang banyak yang langsung menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Bisa juga bahasa asing (Inggris misalnya) jika menikah dengan orang asing.

Jika dibiarkan terus seperti ini, bahasa ibu atau bahasa daerah akan musnah suatu saat nanti. Tidak ada lagi yang menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Oleh karena itu, jadikan bahasa daerah sebagai bagian dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Bangun kesadaran siswa bahwa kita itu penguasa dua bahasa. Beri kesempatan pada mereka untuk berbahasa daerah (Sunda misalnya) dan berbahasa Indonesia. Bisa jadi juga kita jadi multibahasawan. Mampu berbahasa daerah, berbahasa Indonesia dan berbahasa asing. Trigatra bangun bahasa!

Trigatra Bangun Bahasa:

  • Utamakan Bahasa Indonesia
  • Lestarikan Bahasa Daerah
  • Kuasai Bahasa Asing

 


4.     Bahasa Internasional

Sejak dua tahun lalu, pada 20 November 2024, bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi di sidang umum UNESCO. Bahasa resmi yang kesepuluh. Tentu saja ini adalah sebuah prestasi bagi bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia mulai memasuki kancah dunia internasional. Semoga nanti jadi bahasa internasional. Berdasarkan Kompas, kurikulum bahasa Indonesia telah dipelajari di 52 negara dan digunakan oleh sekitar 150 ribu penutur asing.

Hal ini perlu diinformasikan pada para siswa. Tujuannya adalah membangun rasa bangga pada bahasa Indonesia. Bangga sebagai bangsa Indonesia. Juga jadi motivasi agar mereka menjadi generasi unggul, generasi berkualitas. Siap berkompetisi di dunia internasional dalam berbagai bidang. Olimpiade, sepak bola, teknologi, film dan lain sebagainya.

 Membangun Kualitas Diri Siswa

Dengan diakuinya bahasa Indonesia di kancah dunia internasional, saatnya kita wajib membangun kualitas diri yang lebih baik. Manusia-manusia Indonesia yang aktif, kreatif, inovatif, dan produktif. Manusia-manusia Indonesia yang siap berkompetisi di dunia global, di tengah-tengah persaingan global, era perdagangan bebas. 

Sekaligus juga, manusia yang mampu berkolaborasi, bekerja sama, bergotong royong demi mencapai tujuan mulia. Sebuah karakter bangsa yang sudah terbentuk sejak dahulu kala. Silih asah, silih asih, silih asuh.

5.     Berpikir dan Bernalar Kritis

Berbahasa berarti belajar berpikir dan bernalar kritis. Bagaimana membangun sebuah percakapan yang sistematis? Bagaimana menyampaikan gagasan secara tertulis maupun lisan? Tentu saja, kita membutuhkan kemampuan berpikir dan bernalar kritis. Apalagi jika dikaitkan dengan penyampaian argumentasi atau opini.

Bahasa bukan sekedar pengetahuan tapi cara berkomunikasi menjadi lebih penting. Bagaimana menggunakan bahasa untuk menuangkan gagasan-gagasan kritis? Melalui beragam kegiatan berbahasa kita dilatih untuk berpikir dan bernalar kritis. Kita dilatih untuk mengembangkan 4 keterampilan berbahasa. Menyimak, berbicara, membaca dan menulis.

Bagaimana merangkai beragam ide hingga jadi sebuah tulisan atau materi pidato yang sistematis? Sangat penting kita menguasai kemampuan berbahasa, baik secara lisan maupun tulisan.

 

6.     Literasi

Kemampuan literasi juga sangat erat hubungannya dengan kemampuan berbahasa. Literasi baca tulis merupakan bukti nyata kemampuan berbahasa. Kemampuan ini tak akan baik jika tidak dilatih.


Literasi


Guru bahasa Indonesia sangat berperan untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis. Beragam teks menjadi materi pembelajaran. Cerpen, surat, teks deskripsi, eksplanasi, argumentasi dan lain sebagainya.

Guru bahasa Indonesia bisa melakukan tes KEM atau tes kemampuan efektif membaca. Melatih membaca pemahaman, membaca kritis, skimming, scanning, SQ3R dan beragam skill membaca lainnya.

Selain itu, guru bahasa Indonesia juga bisa memberikan tips mendapatkan ide untuk menulis, membuat cerpen, membuat tulisan yang baik, membangun paragraf yang padu, dan sederet kemampuan menulis lainnya.

Yang terpenting adalah membangun pondasi literasi yang kokoh. Cinta baca dan cinta menulis.  Ini masih menjadi pr besar bagi guru bahasa Indonesia.

Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi?

 

7.     Pembangun Karakter Bangsa

Dengan beragam materi bahasa Indonesia, guru Bahasa Indonesia pun bisa berperan sebagai pembangun karakter bangsa.

 

Melalui sastra Indonesia kita bisa memperhalus budi pekerti. Berpantun, kata-kata mutiara, peribahasa, cerpen, puisi dan lain-lain.

 

Pembelajaran bahasa dan sastra bukan sekedar membaca tapi tentang memaknai bacaan tersebut, khususnya karya sastra. Kita mengapresiasi beragam karya sastra. Mendalami dan mengkritisi karya sastra tersebut. Hikmah atau amanat  apa yang kita dapatkan dari karya sastra tersebut? Inilah upaya pembentukan karakter bangsa.

 

Kita bisa menimba ilmu dan pengalaman dari masalah-masalah yang dihadapi para tokoh. Lalu, menghubungkannya dengan kehidupan nyata. Inilah inti deep learning.

 

Nah, sobat yayuarundina.com – Itulah 7 peran strategis guru Bahasa Indonesia di era digital ini. Kalian setuju? Ada gagasan lain?

Boleh dong tuangkan pendapat kalian di komentar

Terima kasih

 

Sampai jumpa.


Sumber

https://nasional.kompas.com/read/2023/11/21/11370471/jadi-bahasa-resmi-di-unesco-bahasa-indonesia-menjadi-yang-ke-10


Featured Post

Menikmati Sarapan Pagi Enak di Butterpie Bandung

  Halo sobat yayuarundina.com – Ayo, kita menikmati sarapan pagi di Butterpie Bandung!   Sudah lama, kita tidak jalan-jalan dan kulineran d...