Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

PUISI ESAI

MUTIARA YANG HILANG Kutelusuri gang-gang sempit yang berliku-liku. Kucari dirimu yang menghilang tiba-tiba tanpa jejak. Kau bagai jarum dalam tumpukan jerami. Beberapa kampung telah kutelusuri, tapi tetap tak kutemukan dirimu. Kutanya orang-orang yang kulewati, tak ada yang tahu siapa dirimu. Iwan ? Semua menggeleng lesu. Mata-mata mereka menatapku dengan iba. Di lain kampung, kutemukan Iwan. Namun, bukan dirimu yang kucari. Hanya seorang bocah ingusan yang belum sekolah.   Kakiku letih mengitari kota. Garangnya sinar matahari membakarku.   Dahaga mencekikku.   Lapar menderaku. Ingin kucari jejakmu. Namun, tak juga kudengar secuil beritapun tentang dirimu.   Kau lenyap tak berbekas. Hilang ditelan bumi.   Aaaggghh …. Hari itu, langkahku terhenti oleh redupnya matahari. Esok pagi, kusambut mentari. Kutelusuri jejakmu lewat sobat-sobat kecilmu. Kau semakin misterius. Bersembunyi dalam gelap. Aneh, sahabat-sahabatmu tak tahu tempat ting