Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

Cafe Coffe and Friends : Sensasi Pizza Volcano

Gambar
Kita pasti senang berwisata kuliner, betulkan ? Namun, tak semua wisata itu berjalan mulus. Karena didera lapar, kita akan masuk ke sebuah tempat kuliner terdekat secara spontan saja. Seringkali kita sampai di restoran dengan makanan yang ternyata sangat mengecewakan. Tertipu harga. Bahkan berkali-kali mengelilingi sudut kota, karena tidak mengetahui tempat makan yang enak dan nyaman. Nah, hal itu akan sirna hanya dengan sentuhan jari saja. Klik. Kuliner yang mengundang selera bisa berada di depan mata. Caranya ? Kita hanya membutuhkan sahabat baru, yaitu Opensnap. Wah, apa tuh ?             Opensnap merupakan sebuah aplikasi terbaru dari openrice. Dengan bantuan opensnap, kita bisa dengan mudah menemukan restoran terdekat, dan enak dengan mudah. Di Opensnap, kita bisa mendapatkan restoran-restoran yang digemari banyak orang, rasa yang enak atau suasana yang memanjakan mata. Kita tinggal klik saja hal-hal tersebut dalam aplikasi Opensnap. Mudah bukan ?             Sekarang, ad

Healthy Living: Blog yang Nyaman untuk Pembaca

Healthy Living: Blog yang Nyaman untuk Pembaca

.. ... ....Hamparan Kata.... ... ..: Dilmah Real High Tea Challenge for Cafes & Restaurants 2015, Menghidupkan Kembali Budaya Minum Teh

.. ... ....Hamparan Kata.... ... ..: Dilmah Real High Tea Challenge for Cafes & Restaurants 2015, Menghidupkan Kembali Budaya Minum Teh

PENDIDIKAN BERKUALITAS : PENDIDIKAN NOMOR 1

Gambar
Pendidikan berkualitas tetap masih menjadi pembicaraan yang menarik. Pendidikan berkualitas masih menjadi tujuan dari proses pembelajaran di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh banyak pihak, sekolah, swasta, maupun pemerintah.                Kadisdik Jabar   Seperti apakah pendidikan yang berkualitas itu ? Banyak aspek yang bisa menjadi landasan pendidikan berkualitas itu. Menurut Kadisdik Provinsi Jawa Barat, Asep Hilman, ada empat hal yang bisa menjadikan pendidikan itu menjadi nomor satu. Keempat hal tersebut adalah : 1.        Proses Pembelajaran Harus Menjadi Suatu Gerakan Budaya             Ini artinya belajar itu bukan sebuah keterpaksaan. Belajar itu adalah sebuah kebiasaan positif. Siswa belajar karena senang, karena merasa butuh. Siswa belajar berdasarkan hati. Sejatinya, pendidikan itu adalah mengasah hati manusia. Pendidikan itu tidak hanya berorientasi pada otak manusia, tapi juga hatinya. Jika ini terlaksana takkan ada istilah pinter kebling

VELBEL DINNER

Gambar
Hidup untuk makan atau makan untuk hidup ? Rasanya konsep diskusi masalah kebahasaan beberapa tahun lalu ini masih relevan dengan realita kehidupan sekarang ini. Siapakah manusia yang tak makan sepanjang hidupnya ? Makan itu sebuah pilihan. Kita ingin makan segalanya atau memilih makanan tertentu ? Kita ingin asal makan atau ingin makan secara sehat ? Kita sendiri yang menentukannya atau lingkungan pun bisa mempengaruhi pola makan kita.             Ada kecendeungan gaya makan dewasa ini mulai mengalami perubahan. Prinsip makan yang hanya sekedar kenyang, sekarang berubah menjadi pola makan yang sehat. Banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat. Diet. Selektif memilih makanan. Mengkonsumsi produk tertentu yang berlabel sehat dan lain sebagainya. Gaya atau pola makan sehat ini mulai berkembang dan saling mempengaruhi. Penyebaran gambar melalui media sosial, obrolan antarteman, iklan dan sebagainya. Tampaknya sosialisasi dan proses membumikan pola makan sehat takkan pernah berhenti.

MISI ORANG TUA

Gambar
Siang ini, secara tiba-tiba saja saya diajak berkunjung ke rumah teman. Karena kangen, kupenuhi   juga ajakan itu. Tak memakan waktu sampai satu jam, kami tiba di rumah tersebut. Banyak perubahan yang terjadi. Suasana rumah semakin membuat kami betah berada di sana, seperti sedang berlibur di sebuah villa. Kami asyik berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan sahabat yang lainnya. Ah, keceriaan mewarnai siang yang terik itu.Semilir angin yang lembut menyejukkan tubuh kami yang kepanasan dalam perjalanan tadi.   Di sela-sela obrolan, muncullah sahabat yang ditunggu-tunggu itu. Beliau diantar oleh anaknya.                  Ada satu momen yang membuat saya ingin mengisi blog ini lagi. Detik itu, baru kusadari peran penting orang tua. Selama ini, orang tua hanyalah sebagai formalitas, sosok biasa dalam kehidupan anak atau keluarga, bahkan mungkin sebuah keterpaksaan akibat kecelakaan.   Namun, dalam obrolan siang itu, aku bisa menemukan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang juga