Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

CERITA MINI (FLASH FICTION)

GELAR BEREAN                 “Mak, aku ingin melanjutkan sekolah,” kataku pada ibu. “Aduh Jang, Emak tidak punya biaya untuk itu. Bapakmu baru saja meninggal. Emak tidak bekerja. Kita hanya punya uang pensiun yang tidak seberapa. Emak doakan semoga kamu mendapatkan rejeki untuk sekolah lagi,” jawab Emak sendu. Beliau hanya bisa menatapku dengan sorot mata suram. Kekecewaan yang luar biasa ada pada raut wajahnya. Selama ini, Emaklah yang mendorongku untuk terus rajin belajar agar menjadi orang sukses. Emak ingin agar aku bisa sekolah tinggi dan menjadi orang yang bermanfaat bagi kehidupan pribadiku dan lingkungan sekitarku. Aku bisa merasakan semangat baja Emak dalam diriku. Namun, semangat itu redup begitu saja oleh harga pendidikan yang melambung tinggi hingga puluhan juta rupiah. Emak tak mampu membayarnya. Gaji pensiun bapak tak lebih dari sejuta.   Emak tercenung. Diam. Aku merasa kasihan padanya. Aku merasa bersalah telah membawa beliau pada kekecewaan maha dahsyat ini.

Pronomina

Gambar
I.                    DEFINISI Pronomina atau kata ganti adalah kata-kata yang biasanya dimanfaatkan untuk menggantikan kata benda ( orang, rumah, … ). II.                 JENIS-JENIS PRONOMINA 1.       Pronomina Persona Pronomina Persona Makna Tunggal jamak Pertama ( diri sendiri/ pembicara ) Saya, aku, daku, ku-, -ku Kami, kita Kedua ( Orang yang diajak bicara/ pendengar ) Engkau, kamu, anda, dikau, kau-, -mu Kalian, kamu ( sekalian ), anda ( sekalian ) Ketiga ( Orang yang dibicarakan ) Ia, dia, beliau, -nya Mereka, -nya 2.       Pronomina Penunjuk Pronomina Penunjuk Umum Pronomina Penunjuk Tempat Pronomina Penunjuk Ihwal Ini, itu Sini, sana, situ ( boleh juga dilengkapi dengan kata depan di, ke, dari ) Begini, begitu, demikian 3.       Pronomina Penanya a.        siapa b.       apa c.       

KATA ULANG

I.                    DEFINISI Kata ulang atau reduplikasi adalah kata yang mengalami proses pengulangan. II.                 JENIS-JENIS KATA ULANG 1.       Dwilingga/ Kata ulang atau pengulangan utuh / murni. Contoh : ikan-ikan, baik-baik, merah-merah, pagi-pagi, pelajar-pelajar- kejadian-kejadian, sungai-sungai, negara-negara, pemimpin-pemimpin 2.       Kata ulang berimbuhan Kata ulang ini juga mengalami proses pengimbuhan. Contoh : padi-padian, rumah-rumahan, kekanak-kanakan, berulang-ulang, sebesar-besarnya, setinggi-tingginya, bertanggung jawab, pertanggungjawaban 3.       Kata ulang berubah bunyi/ salin suara Kata ulang ini mengalami perubahan bunyi, baik vocal atau konsonan. Contoh : bolak-balik, beras-petas, gerak-gerik, lauk-pauk, sayur-mayur, serba-serbi, sorak-sorai, warna-warni 4.       Kata ulang sebagian / dwipurwa Kata ulang yang terjadi hanya pada sebagian bentuk dasar. Contoh : dedaunan, pepohonan, leluhur, sesaji, tetamu, tali-temali