Kamis, 06 Juli 2017

MAKNA MUDIK

             
Perjalanan Mudik
               Dulu, saya sempat terheran-heran dan juga mencibir atau iri mungkin. Whateverlah.
“Ngapain orang-orang itu susah-susah pulang kampung. Ngabisin duit. Bawa banyak barang. Membahayakan diri dan orang lain. De el el.”
Langgar

Jumat, 30 Juni 2017

WISATA BERLIAN DI INDO WISATA PERMATA BANDUNG

Tempat Wisata Baru di Bandung
Masih tertarik liburan di Bandung kan ? Ada satu tempat baru yang menarik nih di daerah Bandung Utara. Kalau ke Jogja, kita bisa jalan-jalan ke kota Gede untuk melihat pembuatan kerajinan perak. Nah, di Bandung, kita bisa menikmati proses pembuatan berlian. Asyik, kan ? Mau ? Mumpung masih gratis, belum bertiket. Datang aza ke IWP
INDO WISATA PERMATA
KOMPLEKS CITRA GREEN DAGO BLOK N 1 - 10
JALAN CITRA GREEN CIDADAP CIUMBULEUIT
BANDUNG
Asal mula batu berlian

Minggu, 11 Juni 2017

ROMANTIKA RAMADHAN: NGABUBURIT

BERKAH RAMADHAN
Percayakah kamu kalau amnesia itu membawa berkah ? Yup. Bayangkan, kalau saja kita selalu mengingat hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup. Sangat mengerikan tentunya, ya! Apapun, sesuatu diciptakan oleh Allah SWT memang selalu ada hikmahnya. Ada manfaatnya. Termasuk barokah hidup.  Apalagi ini bulan Ramadhan. Bulan yang penuh ampunan dan keberkahan. Apapun yang kita lakukan pasti akan menjadi kebaikan (Ssssttt… jangan yang aneh-aneh tapi yah. Please )
Hari ini, karena amnesiaku kambuh parah kemarin, aku harus melakukan sesuatu. Ada makanan khas Bandung, Cilok yang harus kukirimkan untuk teman ke luar kota. Jadi sejak pagi, aku harus belajar packing barang. Ini untuk pertama kalinya sih hehehe… Setelah siap, aku segera meluncur ke kantor pos untuk mengirimkannya. Keinginanku, makanan itu harus diterima pada sore hari. Namun, akhir pekan gak bisa katanya. Pasrah. Semoga makanan itu baik-baik saja yah !
Dengan langkah gontai dan hati tak karuan, aku keluar dari kantor pos. Selamatkah makananku ? Walau galau, aku tetap melangkahkan kaki. Diiringi doa sepenuh hati agar makanan itu tetap selamat sampai tujuan. Bingung. Mo terus pulang atau lanjut kemana nih ?
Di depan kantor pos ada rame-rame. Iseng, aku mendekatinya. Oh ternyata ibu-ibu sedang menawar buah. Aku celingukan sejenak. Wah, ternyata pasar kaget. Banyak pedagang yang membuka lapaknya di sana. Ibu-ibu dan bapak-bapak sepuh rupanya menjadi target pasar para pedagang itu. Seru juga mengamati aktivitas mereka. Beberapa detik kemudian, akupun jadi terbawa suasana. Melihat-lihat. Eh, akhirnya belanja juga. Ada makanan kesukaanku. Sudah hampir seabad aku tak menemukan batang hidungnya. Jadilah, akupun tawar menawar dan yeeeaaayyy dapat harga yang murce. Asyeeek. Inilah berkah Ramadhan. Berkah untukku dan berkah untuk para pedagang kaki lima itu.
beli buah yuuuk
Hmmm… kalau gak inget puasa, pastinya setiap lapak aku beli. Untung kali ini amnesiaku gak kambuh hehehe…. Ingat. Ingat. Ingat. Ah, tapi memang menggoda sih. Ada buah-buahan yang keliatannya lebih enak daripada yang kubeli kemarin di supermarket. Jeruknya keliatan bagus-bagus. Segar lagi. Ah, habisin stok di rumah dulu deh.
Pindang Ikan Mas
Akhirnya, kurmalah yang kubeli. Seperlunya saja. Tidak berlebih. Makanan lainnya adalah kerupuk dan cemilan kesukaanku tadi eh sekeluarga deng. Kurang afdol rasanya kalau makan tanpa kerupuk. Selain itu, aku juga membeli pindang ikan mas untuk berbuka nanti. Hmmm… maknyus tenan. Maknyus di kantong dan maknyus di lidah.
Aneka cemilan kesukaan keluargaku
Setelah itu, aku masih menyisir jalan hingga ke dekat mesjid ABRI. Banyak juga barang-barang yang dijual. Ada kebutuhan barang sehari-hari. Perkakas gitu. Perangkap tikus. Baju dan sebagainya.
Asyek juga mengamati aktivitas pasar tradisional. Pasar kaget. Diantara hiruk pikuk dan kemacetan kendaraan, para pembeli itu memilih-milih barang. Sama sepertiku, menyusuri jalan. Menawar. Bercanda dengan para penjual. Ngobrol sambil menunggu barang selesai ditimbang dan dibungkus. Suasana yang mungkin termasuk langka di zaman teknologi canggih sekarang ini.
Pengalaman ini seolah-olah mengingatkanku pada kenangan masa kecil di bulan puasa. Sudah menjadi tradisi di Indonesia, kalau sore-sore sampai menjelang buka puasa, kami ngabuburit. NGabuburit adalah kegiatan yang dilakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa. Bagi anak-anak yang berpuasa sampai maghrib, menunggu jam buka itu adalah sebuah perjuangan berat. Banyak godaan. Perut lapar. Haus. Dan pikiran selalu terfokus pada makanan yang enak-enak. Kalau tidak kuat iman, pasti memilih batal daripada lanjut puasa. Nah untuk mencegah hal itu, orang tua kami mengalihkannya dengan ngabuburit.
 KEGIATAN NGABUBURIT
Banyak kegiatan yang dilakukan untuk ngabuburit. Ini diantaranya:
1.    Bermain. Kalau dulu, masih banyak lapangan. Kami bisa bermain sapintrong atau adu kelereng. Sapintrong itu adalah mainan lompat tali. Mulai dari lutut hingga di atas kepala. Kalau yang jago, pasti bisa melewati tali yang dipegang diatas kepala. Tali yang dilompati bersifat lentur karena terdiri dari karet gelang yang dipilin sampai panjang.
2.    Bermain di dalam rumah. Kalau tidak ingin menguras tenaga dan kehausan, kami biasa bermain di dalam rumah. Cangkulan. Beklen.     Monopoli. ( Ini sih serasa jadi Raisa sambil nyanyi Teka-teki). Rame-rame sekeluarga atau bersama para sepupu. Seruuu… hahaha… Cangkulan adalah mainan favorit kami. Menggunakan kartu dengan aneka gambar. Keriting. Tempe. Hati dan sebagainya. Tugas kami adalah menyamakan kartu. Kartu yang sama akan dibuang dari pegangan kita. Kalau tidak ada, maka pemain harus mencangkul kartu dari tumpukan kartu yang tidak dibagikan ke pemain. Ini yang seru. Semakin dalam semakin asyek dan seru. Semakin banyak yang dicangkul berarti harus siap kalah hahaha… Pemain yang pertama habis kartu dipegangannyalah yang menang.
3.    Jalan-jalan dan belanja. Ini yang sering jadi hiburan dan yang paling kusuka. Kalau pas punya uang, biasanya kami akan mencari makanan untuk berbuka puasa. Cemilan atau makanan berat. Kami akan mengitari kampung. Banyak tetangga yang berjualan. Surabi. Kolak pisang. Candil. Atau kue-kue basah. Asinan. Es buah. Seru deh rasanya.
Nah, pengalaman siang ini sama seperti dulu. Amnesia membawa berkah. Membawaku pada kenangan manis di masa kecil. Masa-masa menikmati masa ngabuburit yang menyenangkan. Rasanya ingin sekali romantika Ramadhan ngabuburit ini tetap abadi sepanjang masa. Kalau tidak amnesia, aku gak bakalan jalan-jalan dan menemukan keasyikan itu. Malas sekali keluar rumah tanpa alasan yang jelas.

Aha, udah dulu yah cerita seputar Ramadhannya. Nanti, kalau ada yang menarik lagi akan kutulis di blog. Sekarang aku pamit. Selamat menjalankan Ibadah Puasa. Semoga ibadah kita ini mendapatkan pahala yang luar biasa dari Allah SWT. Aamiin.

Minggu, 28 Mei 2017

GOMBAL ASAP: MAKAN IKAN ENAK

Obrolan Bu Gombal dan Makmin KEB di Gombal Asap (dok.pribadi)

GOMBAL ASAP
Menu Gombal Asap( dok pribadi)
            Bagi yang suka kuliner, ada tempat baru untuk dijajagi nih. Namanya Gombal Asap. Nah lho, kamu sering digombalin pacar ? Ah, tapi yang ini beda. Bukan rayuan gombal. Tapi, Gombal ini merupakan akronim. Sego Sambal. Bagi yang suka makan ikan dan sambal, ini tempat yang sangat cocok untuk kamu. Letaknya di halaman Gudeg Banda, jalan Taman Cibeunying Selatan no 33 Bandung. Dekat dengan terminalnya bis Bandros. Atau di belakang Gedung Sate.
Ini seperti makan ala pecinta alam. Biasa di atas daun pisang, ini di atas meja (dok.pribadi)

Kamis, 04 Mei 2017

RASA BAKERY : MENIKMATI RASA DI TEMPAT LEGENDA

Rasa Bakery and Cafe
         Entah dari tahun berapa, saya mendengar tempat legenda ini. Entah sejak kapan, ajakan itu muncul. Amnesia kambuh ? Ah, tak penting. Yang jelas kalau sudah rejeki takkan kemana. Siang hari yang cerah itu, kami, para degeboy berkesempatan makan siang bersama sehabis hunting foto di sekitar Taman Sejarah, Balai Kota dan Jalan Braga Bandung.
video

            Inilah tempat terakhir yang menjadi titik berkumpul. Rasa Bakery dan CafĂ©. Jalan Tamblong Bandung. Saat di sini, seperti sudah menjadi panggilan jiwa, motret menjadi keharusan. Ketika makanan dan minuman datang, langsung praktek foodfotografi. Ah, kali ini kita bicara tentang makanan saja, yah. Setuju ?
Banana Split
            Menu special dan menjadi legenda di tempat ini adalah Laksa dan es krim. Saya kira awalnya takkan bisa gabung. Karena saya takkan bisa menikmati es krim. Dingiiinnn. Brrr. Namun, godaan itu mengalahkan pantangan. Ketika teman saya,Teh Gita menikmati es krim potongan, keliatannya enak. Super nikmat. Semula, saya kira makanan itu adalah bolu atau cake.Yah… menyerah deh.  Akhirnya, sayapun menikmati es krim yang melegenda itu. Asli, sekali gigit pengen lagi dan lagi. Ah, rasanya tak rugi mengorbankan pantangan untuk makanan selezat ini. Es krimnya lembut. Rasanya pas. Beda dari es krim yang lainnya. Legends.
            Selain es krim dan laksa, Rasa Bakery and Cafe ini juga menyediakan beberapa makanan lain. Cemilan ataupun makanan berat. Tinggal pilih-pilih menu. Ada lontong komplit. Nasi goreng. Mie tek tek. Asinan. Selar Solo.

Lontong Komplit
            Menu es lainnya ada Tutty Fruty. Banana Split. Es Shanghai. Ada juga yang disajikan dalam batok kelapa. Menarik. Tapi lupa namanya hehehe… Masih banyak pilihan lainnya. Selain itu, ada juga aneka juice. Rasanya pool.
Hmmm... apa yah ini namanya ?

Ini juga ?
Tutty Fruity
            Jika tidak suka dingin bisa juga memesan minuman panas. Standar. Kopi dan Teh. Menikmatinya sambil ditemani berbagai macam cemilan, seperti kue, gorengan, bolu dan beragam lagi yang lainnya. Kalau suka rujak dan asinan, tinggal ambil dan pesan saja.
Etalase aneka cemilan
            Jadi, kalau liburan ke Bandung, tempat ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk kumpul dan makan-makan. Jangan lupa,nikmati es krim legendanya, biar komplit menunya.

Pilih tempat dudukmu
            
Dekor ruangan

Sabtu, 22 April 2017

NAIK BANDROS KELILING BANDUNG

         
Bandros-dok.pribadi
      Dulu, bandros identik dengan makanan favoritku ( sampai sekarang masih sih ). Makanan yang dicetak khusus. Terbuat dari terigu dan parutan kelapa. Rasanya asin gurih. Ada juga yang manis. Kataku lebih enak yang asin, ah. Sampai saat ini, makanan ( cemilan ) ini masih kulihat dijajakan di beberapa tempat dengan cara ditanggung. Atau mangkal di tempat ramai.
Mejeng yuk-dok.pribadi
            Sekarang makna Bandros 360 derajat berbeda dengan zaman dulu. Bukan makanan lagi. Namun, sebuah transportasi khusus untuk wisata keliling Bandung. Ada yang bertingkat. Ada pula yang tidak. Warnanyapun bermacam-macam. Merah. Biru. Bla bla bla.
            Pagi itu, di hari yang cerah, keinginanku untuk naik Bandros terkabulkan. Bersama grup Degeboy Bandung, kami naik Bandros untuk rombongan pertama. Dulu, di awal-awal keberadaannya, sempat antri tiket di Taman Cibeunying sampai berhujan-hujan. Sayang, nasib baik belum berpihak padaku dan genk SMA. Perjalanan dengan Bandros harus ditunda.
            Kali ini, naik Bandros katanya harus dipesan secara online. Dek Nurmalah yang kemarin bertugas untuk mengurusnya. Sempat H2C. Namun, akhirnya perjalanan dengan Bandros terlaksana juga.
Pemkot Bandung-dok.pribadi
Lukisan-dok.pribadi

Nol Kilometer-dok.pribadi
            Selama kurang lebih satu jam, kami berkeliling kota Bandung melewati beberapa tempat yang bersejarah dan menarik. Beberapa bangunan bersejarah terlewati. Museum Geologi. Gedung Asia Afrika. Titik nol kilometer. Alun-alun Bandung. Ada juga kisah horor rumah kentang dan pejagalan ayam.
Sekitar Gedung KAA-dok.pribadi
            Selama dalam perjalanan, kami yang berjumlah dua puluh ( 20 ) orang sangat klop dengan Pak Dede, sang pemandu. Asyik. Seru. Ketawa-ketiwi. Nyanyi-nyanyi. Jawab kuis. Benar-benar rekreasi full deh. Sampai tak terasa perjalanan telah sampai di tempat semula, Taman Cibeunying.

            Oh, ya kalau kalian ingin nyewa Bandros ini untuk jalan-jalan ke sudut-sudut Bandung. Bisa lho, ada harga khusus. Bisa diantar dan ditunggu. Tapi ingat, jangan lewat waktunya ! Bisa-bisa ditinggalkan di tempat. Sok atuh geura naraek Bandros ! Resep pisan. Mantaaaps cuy !

Jumat, 21 April 2017

SAGUSABU: GURUPUN MENULIS

Ini wajib
        Ketika Bandung masih diselimuti kabut dan dipeluk dingin, aku melesat membelah kota. Menyusuri jalanan yang masih sepi, jarang penghuni. Dag dig dug tak karuan takut terjebak kemacetan kota. Long Week End. Ah, tapi perkiraankupun sangat jauh mendekati kebenaran. Jalanan Bandung hanya dikuasai segelintir pengendara, termasuk diriku. Untung temanku agak terlambat.
Sambutan pejabat Disdik
            Setelah menempuh perjalanan dengan santai, sampailah kami di tempat tujuan. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Jalan Dr Rajiman Bandung. Kegagahannya menyambut kedatangan kami. Hari itu, kami akan meramaikan ruangan dinas dengan kegiatan menulis. #Kelasmenulisbukujabar.
buku karya guru
            Acara tersebut dibidani oleh Media Guru dan West Java Leader Reading Challenge ( WJLRC ). Workshop tersebut dilaksanakan dalam rangka membumikan gerakan literasi Jabar yang sedang menjadi primadona. Luar biasa, aura positif menyebar hebat di ruangan ini. Guru-guru yang datang ternyata tidak hanya dari Bandung dan sekitarnya. Namun, juga dari beberapa kota yang ada di Jawa Barat. Garut. Tasikmalaya. Bekasi. Sukabumi. De el el. Selain itu, para peserta juga termasuk guru-guru yang super hebat.    Profesional. Berwawasan. Kreatif. Juga produktif. Banyak karya tulisan yang bermunculan. Dibedah oleh Pak Ihsan dan Mas Eko. Sangat luar Biasa !
Pak Ihsan
Mas Eko
            Menyimak pembicaraan, pembahasan, obrolan dan jalannya acara, aku merasa bergidik. Bulu kuduk merinding super hebat. Betapa Indonesia Emas akan mudah terwujud dengan semangat yang luar biasa seperti itu dari guru-guru. Energik dan inspiratif.
Hadiahpun buku
            Terakhir, saat menutup acara, kami -para guru, peserta kelas menulis- mendapatkan tantangan yang luar biasa juga. Wajib menulis satu guru satu buku ( Sagusabu ). Deadline tanggal 20 April 2017, pukul 23.59. Betulkan mas Eko ? Itu artinya, kami hanya diberi waktu sekitar enam hari untuk membuat naskah buku yang akan diproses oleh Media Guru.
            Apakah kami bisa ? Apakah kami sanggup memenuhi target ? Apakah kami bisa membayar lunas deadline tersebut ? Tunggu saja aksi kami pada 20-21 Mei 2017 ! Kami akan menyerbu Jakarta dengan Gebyar Literasi. Menerbitkan 200 buku hasil karya para guru, khususnya alumni kelas menulis Media Guru dari segala penjuru Indonesia. Kemdikbud siap menjadi tuan rumah.

 
Guru Hebat