9/14/2021

Laptop HP ZBook Firefly 14 G8 Dukung Profesionalisme Guru

 

guru profesional
Guru Profesional dan Laptop Workstation

Halo Sobat yayuarundina.com, bekerja secara profesional menjadi kebutuhan utama di zaman digital ini. Setuju kan? Apapun profesinya, bekerja secara bersungguh-sungguh dengan skill yang tinggi menjadi sebuah tantangan yang tak bisa dihindari. Juga untuk bidang pendidikan. Akibat pandemik, kita dipaksa memasuki dunia teknologi. Berbagai macam aplikasi digunakan untuk membuat proses pembelajaran yang menarik. Oleh karena itu, Laptop HP Workstation, ZBook Firefly 14 G8 Dukung Profesionalisme Guru.


Laptop workstation hp zbook firefly 14 G8
HP ZBook Firefly 14 G8


Tantangan Profesi Guru di Era Digital

Sejak dua tahun lalu, wajah pendidikan Indonesia berubah drastis. Dipaksa berevolusi. Dari dunia nyata berpindah ke dunia maya. Google Meet menjadi wajah baru dalam proses pembelajaran.

Walau tidak mengajar di sekolah, guru tetap memiliki pekerjaan baru yang cukup merepotkan. Tantangan utama adalah belajar dan beradaptasi dengan teknologi. Bagaimana menggunakan Google Meet, Google Formulir untuk pembelajaran? Ini pr pertama dan utama di awal pandemik.

Seiring waktu, banyak webinar yang pada akhirnya mengarahkan guru belajar banyak aplikasi untuk membuat media pembelajaran. Flipbook, Canva, Jamboard, Quiziz, Kahoot dan banyak lagi. Webinar ini bisa kita ikuti melalui Zoom, You Tube, WhatsApp dan media lainnya.

Selain itu, ada fenomena baru di dunia pendidikan, guru mulai banyak yang terjun ke dunia blog dan You Tube. Banyak guru yang mulai aktif menulis di blog, seperti Pak Yudi, Pak Alee. Media Guru yang melahirkan Gurusiana memiliki banyak tantangan agar guru aktif menulis. Selain itu, guru juga berama-ramai membuat video pembelajaran yang diunggah ke You Tube. Apalagi, Kemdikbud pun mengadakan lomba pembelajaran. Banyak saingan Jerome Polin nih.

Kini, teknologi sepertinya menjadi bagian dari keseharian guru. Teknologi sangat mendukung profesionalisme guru. Laptop atau komputer menjadi kebutuhan primer yang tak bisa ditolak lagi. Guru juga membutuhkan laptop desain terbaik yang dapat mendukung profesionalismenya. Laptop memiliki korelasi positif terhadap karier guru.

 

Sebuah Cerita Pilu Tentang Laptop

Mau tidak mau guru di zaman now harus meninggalkan dunia kapur dan spidol. Berubah drastis alatnya dengan komputer atau laptop. Butuh PC Workstation HP, ya? Ponsel pun menjadi satu media baru yang tidak lagi dimanfaatkan hanya sekedar berkomunikasi.

Saya ingat pada sebuah cerita teman baru-baru ini. Berawal dari informasi yang saya peroleh dari siswa. Siswa itu mengatakan bahwa pada Rabu yang lalu tidak ada Google Meet. “Beliau hanya memberikan tugas saja melalui Grup Whatsapp,” ujarnya.

Kontan saya merasa aneh. “Tidak biasa beliau meninggalkan kewajibannya. Google Meet adalah satu dunia yang membuatnya bahagia. Tidak mungkin ditinggalkannya begitu saja,” pikirku bertanya-tanya.

Pada satu kesempatan, kami bisa berjumpa di sekolah. Berkumpul bersama karena ada kewajiban yang harus dilaksanakan di sekolah.

“Bu, mengapa kemarin tidak ada Google Meet,” tanyaku penasaran.

“Wah, hari yang sangat kacau. Laptop mati kutu. Saat ke sekolah, operator sedang ada tugas di luar. Sangat menyesakkan dada pokoknya. Akhirnya, hanya bisa memberikan tugas melalui Grup Whatsapp saja,” ujarnya penuh sesal.

“Ayolah Pak, bantu saya belikan laptop!” katanya pada seorang guru muda yang menjadi andalan kami untuk masalah teknologi.

“Tuh, bareng Bu Yayu belinya. Beliau juga sedang mencari laptop,” ujarnya sambil melihat ke arahku.

Aku pun tersenyum manis. Kulihat kusut di wajahnya. “Dua laptop di rumah rusak. Punya Ibu. Punya Ayah. Padahal anakku sangat butuh laptop juga. Aduh pusing,” ujarnya sambil memukul-mukul dahinya pelan.

Seperti halnya generasi milenial yang gelisah ketika tak ada ponsel. Guru juga akan sangat gelisah ketika tak ada laptop atau komputer di rumahnya. Semua pekerjaannya bisa terbengkalai. Sakau.

 

Perburuan di Dunia Maya: Laptop Terbaru dan Sesuai Kebutuhan

Begitu banyak pekerjaan guru yang mengandalkan laptop. Buku besar yang dulu sempat wajib dimiliki untuk membuat rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP tergeser oleh laptop. Satu hal yang pasti adalah laptop harus memiliki kekuatan baterai yang tahan lama. Guru akan banyak bekerja dengan laptop. Benar-benar butuh PC Workstation HP nih.

Membuat RPP dan setumpuk administrasi lainnya. Mengedit Video pembelajaran. Membuat power poin. Mencoba berbagai aplikasi. Google Meet. Mengikuti webinar. Belum lagi untuk kebutuhan pribadi seperti nonton drama korea. Apa yang terjadi jika laptopnya harus dicas terus? Habis baterai saat asyik bekerja itu sangat menyebalkan.

“Untuk office minimal ram 4 dan core i3 agar bisa dipakai dalam jangka panjang. Harga sih relatif. Semakin mahal, biasanya specnya semakin bagus,” nasihat Pak Asfir pada kami.

“Bagusnya lagi gunakan ssd, jangan hardisk untuk osnya,” nasihatnya lagi.

Membuat kami manggut-manggut dapet cahaya terang. Urusan laptop ini memang selalu butuh saran dari para ahlinya agar tak terjebak pada lagu Keliru Ruth Sahanaya. (Har nahanya bet kadieu hahaha ….) 😂😂😂

Satu lagi nih kebutuhan wajib pada sebuah laptop berdasarkan pengalamanku.  Aku tidak mau punya beban berat saat bawa laptop kemana-mana. Apalagi, aku termasuk pejalan kaki. Laptop yang ringan menjadi kebutuhan utamaku. Wajib 100%

Berbekal informasi tersebut, akhirnya aku mulai berselancar di dunia maya terlebih dahulu. Kucoba berbagai kata kunci. Banyak merk bermunculan. Banyak tipe laptop yang menghampiri. Makin tambah asyik perburuan di dunia maya ini. Seru bingits. Betapa zaman sudah semakin maju. Rasa tradisional sepertinya sudah mulai diselimuti teknologi.

 

Laptop HP Workstation Dukung Profesionalisme Guru

Keasyikan berburu di dunia maya, akhirnya membuahkan hasil. Aku mendapatkan sebuah laptop idaman. Specnya sesuai dengan nasihat Pak Asfir, bahkan lebih bagus loh. Yang jelas, aku mendapatkan dua kategori utama laptop: untuk games dan bisnis. Keren-keren pisan specnya. Ternyata, kebutuhan orang juga sangat berpengaruh pada kemampuan laptop.


spec hp zbook firefly 14 g8
Info Spec Laptop HP ZBook Firefly 14 G8


Aku memilih Laptop Hp Workstation, khususnya HP ZBook Firefly 14 G8. Laptop ini diperuntukkan bagi para pemakai Office yang tinggi. Guru bangets kan? Laptop HP ZBook Firefly 14 G8 ini benar-benar sangat mendukung profesionalisme guru karena kemampuannya.  Ini beberapa alasan pentingnya:

Ø 

Kita bisa membuat power poin dengan kecerahan warna yang baik. Pastinya akan sangat menarik saat presentasi di hadapan para siswa.

Ø  Bisa juga dimanfaatkan untuk urusan dokumen dan grafis. Cocok buat administrasi guru

Ø  Dengan kemampuan grafisnya, sepertinya kita akan makin asyik bermain Canva untuk membuat infografis materi-materi pembelajaran

Ø  Sangat tipis dan ringan

Ø  Core i7

Ø  Daya tahan baterai lama

Ø  Koneksi Wi Fi 3x lebih cepat

Nah, Sobat yayuarundina.com, kalian sekarang punya bocoran baru agar kisah pilu sebuah laptop tak terulang lagi. Rusaknya laptop membawa rejeki baru. Lembiru. Buang laptop lama, ganti dengan yang baru dan lebih canggih. Sungguh asyik, ya kan? Aku sangat puas dengan ulasan yang ada. Menjadi sebuah cita-cita besar untuk memiliki laptop HP ZBook Firefly 14 G8 ini. Semoga kita semua memiliki rejeki untuk memiliki laptop keren ini!

 

Salam Literasi Digital

 

Sumber Ulasan dan Gambar:

https://www.hp.com/id-en/workstations/zbook-firefly.html

https://www.laptopmag.com/reviews/hp-zbook-firefly-14-g8-review

https://www.ntcompatible.com/story/hp-zbook-firefly-g8-review-and-more/

 

9/13/2021

Dukung Sundance Film Festival: Go International-kan Industri Film Indonesia Secara Virtual

 

yayuarundina.com
Sundance Film Festival Asia 2021

Halo Sobat yayuarundina.com, masih ingat aksi Joe Taslim dan Iko Uwais dalam film-film Amerika? Bangga ya kita. Artis Indonesia bisa go international. Bagaimana kalau makin banyak artis Indonesia, sineas indonesia, film, komunitas film, dan pelaku industri film Indonesia lainnya yang berkibar di dunia internasional? Melalui Sundance Film Festival hal itu bisa menjadi kenyataan. Dukung Sundance Film Festival: Go International-kan Industri Film Indonesia Secara Virtual.

Apa Itu Sundance Film Festival?

Di kepalaku berputar kembali tayangan televisi beberapa tahun lalu.  Tawa dan kebanggaan terselip saat menonton acara Piala Citra dan Festival Film Bandung. Seperti itulah aku membayangkan acara Sundance Film Festival: Asia 2021 yang akan diselenggarakan tahun depan, tepatnya pada Januari 2022.

Dalam web resminya, festival ini merupakan ajang pertemuan para pelaku industri film untuk saling bersinergi, berkolaborasi, bertemu penonton dalam wadah yang lebih luas, mendunia. Festival ini akan melibatkan banyak pihak dan acara. Artis, pembuat film lokal, komunitas, diskusi, penayangan film, kompetisi film pendek dan sebagainya. Acara ini diselenggarakan oleh lembaga nirlaba Sundance Institute yang berlokasi di Amerika. Lembaga ini didirikan oleh Robert Redford sekitar tahun 1981.

Sundance Institute merupakan kurator film independen yang menyediakan ruang untuk berkreasi dan berkembangnya para seniman di bidang film, teater dan media digital.


Sundance Film Festival: Asia 2021

Untuk membuka kegiatan, pada 23-26 September 2021 akan ada acara Sundance Film Festival Asia 2021. Hal tersebut sudah diumumkan oleh Sundance Institute, XRM Media dan didukung oleh IDN Media. Untuk pertama kalinya acara ini diadakan di Indonesia, khususnya Jakarta. Asyekkan, ya?

Kegiatan ini dilakukan secara virtual. Melalui tayangan Tik Tok (@SundanceFFAsia) dan Sundance Collab.

Ayo buruan, beli tiketnya mulai Rabu, 15 September 2021 di http://sundancefilmfestivalasia.org/  Jangan sampai kehabisan tiket digitalnya ya!

 

Boleh dibilang ini adalah apresiasi dunia internasional atas perkembangan film di Indonesia.

 

Sundance Film Festival Asia 2021
Pernyataan Kim Yutani dan William Utomo

Jadwal Acara Sundance Film Festival: Asia 2021

Sundance Film Festival: Asia 2021 memiliki beberapa kegiatan yang sangat menarik. Diskusi, short film competition, penayangan film, workshop untuk para pemilik bakat-bakat muda di Asia Tenggara, juga yang bisa bikin H2C, harap-harap cemas adalah  pengumuman best short film jury award.

Inilah jadwal acara selengkapnya. Ayo, pilih kursi kalian!

1.      Diskusi Panel

Banyak topik menarik terkait industri perfilman. Banyak pula pembicara yang sudah pakar di bidangnya, baik lokal maupun internasional. IDN Media menghadirkannya untuk kita semua. Tak salah kalau kita bergabung dalam acara ini.

 

a.      Film Outlook: Industri Film Indonesia dari 2016, era pandemic, pasca pandemic. Mira Lesmana, Chand Parwez Servia, Anggi Sasongko akan tampil di Tic Tok @SundanceFFAsia  pada Kamis,  23 September 2021, Pukul 11.00

 

b.      Women in Film

Bagaimana kiprah para perempuan di industri perfilman yang banyak didominasi kaum adam? Nia Dinata, Gina S. Noer, Susanti Dewi akan menjawabnya di acara diskusi virtual pada Kamis, 23 September 2021 pukul 15.00

 

c.       The Director: Festival and The Pathway to Succes

Bagaimana seseorang mengawali karirnya di industri perfilman? Bagaimana suatu festival mampu membawa kesuksesan karir? Joko Anwar, Edwin, Yoseph Anggi Noen akan berbagi pengalamannya tentang hal ini. Pantengin Tik Tok @SundanceFFAsia pada Jumat, 24 September 2021 pukul 15.00. Fajar Nugros dari Head of IDN Picture akan menggawangi acara ini.

 

d.      Percakapan dengan Sundance Film Festival: Asia Documentary Filmmakers, Tanya Jawab dengan Programmer Sundance Festival  Kim Yutani dan Heidi Zwicker

Kalian wajib tahu nih. Simak obrolannya di Sundance Collab pada Sabtu, 25 Sepetember 2015 pukul 11.00

 

e.      Indonesian Short Filmmaking

Sudah seharusnya karya-karya terbaik kita dikenal dunia. Bagaimana cara kita menginternasionalkan karya? Para alumni Sundance Film Festival akan berbagi pengalamannya. Simak berbagai tips dari Wregas Bhanutedja, Aditya Ahmad, dan produser Meiske Tauriska.

 Erneste Foronda akan bertindak sebagai moderatornya. Acara akan berlangsung secara virtual di Sundance Collab pada Jumat, 17 September 2021 pukul 10.00

 

2.      Penayangan Film

Saksikan juga penayangan film dokumenter dan naratif dengan beragam tema yang menarik.  Adapun kedelapan film yang bisa dinikmati adalah:


Sundance Film Festival Asia 2021
Film Luzzu

a.      Amy Tan: Uninended Memoar (USA) disutradarai oleh James Redford

b.      The Dog Who Wouldn’t be Quiet (Argentina), sutradara Ana Katz

c.       Try Harder (USA), sutradara Debbie Lum

d.      John and The Hole (USA), sutradara Pascual Sisto

e.      Luzzu (Malta), sutradara dan penulis naskah Alex Cammilerri

f.        Passing (USA), sutradara dan penulis skenario Rebecca Hall

g.       Users (USA, Mexico), sutradara Natalia Almada

h.      Writing With Fire (India), sutradara Rintu Thomas

 

3.      Short Film Competition

Kompetisi yang ditujukan bagi para pembuat film di Indonesia. Ada sekitar 160 film pendek yang telah berpartisipasi dalam kompetisi dunia ini. Siapakah diantara 10 para finalis yang akan memenangkan kompetisi ini? Simak acara livenya di Tik Tok pada 25 September 2021.

 

4.      Sundance Film Festival: Asia Intensive Programme

Inilah kesempatan emas bagi kalian untuk menimba ilmu, memperkenalkan segala bakat kalian di bidang perfilman. Sentuhan personal dan khusus diterapkan dalam program ini. Tujuannya adalah menemukan bakat-bakat baru di Asia Tenggara dan menghubungkan mereka pada para  pakar di industri perfilman.  Pelatihan intensif selama dua hari secara virtual ini diselenggarakan oleh Feature Film Program dari Sundance Institute.

 

Peserta yang telah terpilih adalah Lucky Kuswandi, Sabrina Rochele Kalangie, dan Khozy Rizal ( dari Indonesia), Sonny Calvento (Filipina), Kris Ong (Singapura), Lommorpich Rhity (Kamboja)

 

 

 

Informasi Tiket 

 

v  Tanggal penjualan tiket: 

            Rabu 15 September, 09.00: Sundance Film Festival: Asia 2001 Screening Passes tersedia di SundanceFilmFestivalAsia.org. 

 

v  Harga tiket: 

      Rp 30.000 - Tiket Single Screening 

      Rp 85.000 - Tiket Explorer untuk akses ke semua screening 

v  Informasi lebih lanjut, klik https://www.instagram.com/sundanceffasia/ dan SundanceFilmFestivalAsia.org.

v  Ikut ramaikan Sundance Film Festival: Asia 2021 di media sosial dengan menggunakan tagar #SundanceAsia. 

 

Featured Post

Bubur Merdeka: Let’s Eat Porridge In Old Hotel

  Hai every one, I will bring you to eat porridge in old hotel. Do you want to join me? Let’s go. We walk to Gatot Subroto road in Cimahi....