Halo sobat yayuarundina.com –
Kalian pasti hafal ya peristiwa yang sempat menghebohkan dunia jagat maya
tentang kesalahan berbahasa Indonesia. Sebuah kesalahan berbahasa yang
seharusnya tidak terjadi karena kita punya lembaga bahasa, Badan Bahasa.
Badan Bahasa dengan gigih memperjuangkan agar bahasa Indonesia bisa go internasional, mendunia. Keberhasilannya itu adalah menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi kesepuluh dalam sidang resmi UNESCO sejak November 2023.
Namun, ternyata
mendapatkan tantangan berat di dalam negerinya sendiri. Ada kesalahan berbahasa
yang sangat fatal terjadi. Kesalahan tersebut adalah penulisan kata berimbuhan,
di resmikan dalam acara peresmian LRT Jakarta jalur Kelapa Gading –
Manggarai. Kesalahan yang seharusnya bisa dihindari jika berkonsultasi dengan
Badan Bahasa.
Kesalahan Penulisan
Kata Depan di dan Kata Berimbuhan di-
Kesalahan
penulisan kata depan di dan kata berimbuhan di- ini ibarat penyakit kronis.
Sulit disembuhkan. Bisa jadi kesalahan ini berawal dari bangku sekolah. Lalu,
terbawa hingga dewasa dan akhirnya berwujud dalam batu peresmian LRT di
Jakarta.
Dalam beragam
tulisan yang dibuat oleh siswa, kesalahan penulisan kata ini sering terjadi.
Herannya mereka tahu ilmunya, hafal teorinya. Namun, selalu salah dalam
penulisan di beragam teks yang dibuatnya. Jika, saya lingkari penulisan kata
tersebut, barulah mereka sadar. “Oh, ya Bu, harusnya disatukan atau
dipisahkan,” jawabnya.
“Jika
menunjukkan tempat, harusnya dipisahkan dan jika tidak menunjukkan tempat,
penulisannya disambungkan!” kata para siswa itu.
![]() |
| Beragam Kesalahan Berbahasa |
Inilah 10 Contoh
Kesalahan Penulisan Kata Depan dan Kata Berimbuhan di-
A.
10 Contoh Kesalahan Penulisan Kata
Berimbuhan di-
Kata
berimbuhan di- ini biasanya merupakan kata kerja pasif. Oleh karena itu
wajib ditulis bersambung dengan kata dasarnya, tanpa spasi.
Ø
di resmikan seharusnya diresmikan
Ø
di tandai seharusnya ditandai
Ø
di baca seharusnya dibaca
Ø
di langkahi seharusnya dilangkahi
Ø
di tulis seharusnya ditulis
Ø
di kerjakan seharusnya dikerjakan
Ø
di buat seharusnya dibuat
Ø
di tempa seharusnya ditempa
Ø
di tentukan seharusnya ditentukan
Ø
di ketik seharusnya ditik
B.
10 Contoh Kesalahan
Penulisan Kata Depan di
Kata depan di
sering menduduki fungsi keterangan tempat dalam sebuah kalimat. Oleh karena
itu, penulisannya wajib dipisahkan dengan kata yang mengikutinya.
Ø
disekolah seharusnya di sekolah
Ø
dipasar seharusnya di pasar
Ø
dikantor seharusnya di kantor
Ø
diperusahaan seharusnya di perusahaan
Ø
dibandara seharusnya di bandara
Ø
dinegara seharusnya di negara
Ø
ditoko seharusnya di toko
Ø
dikafe seharusnya di kafe
Ø
diperumahan seharusnya di perumahan
Ø
dikawasan seharusnya di kawasan
Ø
dijalan seharusnya di jalan
20 Kesalahan Penulisan
Kata yang Umum Dilakukan Masyarakat
Selain kesalahan
penulisan kata depan di dan kata berimbuhan di-, ada juga beberapa kata yang
sering salah ditulis oleh masyarakat dalam berbagai kesempatan
Inilah 20 kesalahan
penulisan kata yang umum dilakukan oleh masyarakat.
Ø
Dirgahayu RI ke 81 seharusnya Dirgahayu Republik
Indonesia
Ø
HUT RI ke-81 seharusnya HUT ke-81 Republik
Indonesia
Ø
Komplek seharusnya kompleks
Ø
Pebruari seharusnya Februari
Ø
Nopember seharusnya November
Ø
Propinsi seharusnya provinsi
Ø
Hapal seharusnya hafal
Ø
Ijasah seharusnya ijazah
Ø
Apotik seharusnya apotek
Ø
Nasehat seharusnya nasihat
Ø
Kwalitas seharusnya kualitas
Ø
Jadual seharusnya jadwal
Ø
Aktifitas seharusnya aktivitas
Ø
Analisa seharusnya analisis
Ø
Bis seharusnya bus
Ø
Cabe seharusnya cabai
Ø
Coklat seharusnya cokelat
Ø
Ijin seharusnya izin
Ø
Kwitansi seharusnya kuitansi
Ø
Masukan seharusnya masukkan
Nah, sobat yayuarundina.com,
itulah beberapa kesalahan berbahasa yang sering dilakukan oleh masyarakat. Ini
baru beberapa kesalahan berbahasa tentang penulisan kata. Masih ada kesalahan
berbahasa lainnya. Ada kesalahan penulisan kalimat, pleonasme, juga kohesi
maupun koherensi dalam penulisan paragraf.
Mari kita
hindari kesalahan-kesalahan berbahasa ini! Jika bingung, kita bisa
berkonsultasi dengan Badan Bahasa di Jakarta atau Balai Bahasa yang ada di
setiap daerah (provinsi) masing-masing.
Selamat
mempelajari bahasa Indonesia dengan lebih baik lagi!
Oh ya, untuk
menantang diri kita dalam berbahasa Indonesia ini, kalian bisa mengikuti UKBI
Adaptif 2026 (Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia). Segera daftar di Balai
Bahasa Jawa Barat! Kegiatan ini bisa dilakukan secara individu atau
berkelompok, bahkan lembaga, seperti sekolah, perusahaan dan sebagainya.
Salam
Sampai jumpa di postingan
atau unggahan berikutnya!



















