Soal Pisa Bahasa I: Kumpulan Soal Amanda

 

Soal Drop and Drag yang menarik

Halo Sobat yayuarundina.com, setelah mempelajari beberapa opiniku tentang Soal Pisa Bahasa, sekarang saatnya mengenal dan mempelajari soal-soal Pisa Bahasa.

BACA JUGA: https://www.yayuarundina.com/2021/06/soal-pisa-bahasa-mengenal-soal-pisa.html

Di unggahan kedua tentang Soal Pisa Bahasa ini, tulisannya akan dibagi menjadi 5 seri sesuai dengan judul wacananya. Tujuannya agar lebih mudah dipelajari dan tidak membosankan. Malas kan kalau membaca tulisan yang panjang. Biar belajarnya juga bisa dicicil kaya kreditan bank. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Ø      * Soal I tentang Amanda

Ø      * Soal II tentang Hadiah

Ø      * Soal III tentang

Ø      * Soal IV tentang Susu

Ø      * Soal V tentang Katakan Tidak Pada Susu Sapi

 

Yuk, kita mulai dengan RANGKAIAN SOAL PERTAMA: AMANDA DAN RATU.

Selamat membaca

TEKS I

AMANDA DAN SANG RATU

Prolog: Sejak kematian Locadia, Sang Pangeran, yang mencintainya, sangat merana. Di sebuah toko yang bernama Rsd Socurs, Sang Ratu, yaitu bibi Sang Pangeran, bertemu dengan seorang pramuniaga muda, Amanda, yang sangat mirip dengan Locadia. Sang Ratu ingin agar Amanda membantunya membebaskan Sang Pangeran dari kenangan yang selalu menghantuinya

Suatu persimpangan jalan di halaman istana, bangku bundar di sekitar tugu kecil...senja mulai turun...

AMANDA

Saya masih tetap tak mengerti. Apa yang dapat saya lakukan untuknya, Paduka? Saya tak percaya, Paduka telah berpikir... Dan kenapa saya? Saya cantik juga tidak. Bahkan, kalau pun seseorang sangat cantik - siapa yang dapat dengan tiba-tiba datang dan menghilangkan kenangan Pangeran seperti itu?

SANG RATU

Tak seorang pun kecuali engkau.

AMANDA, betul-betul terkejut saya?

SANG RATU

Dunia ini begitu bodoh, Anakku. Ia hanya melihat parade, tingkah laku, dan pangkat atau jabatan...mungkin karena itulah engkau tidak pernah diberitahu. Tapi hatiku tidak pernah berbohong - Aku hampir berteriak saat kulihat engkau di Rsd Soeurs untuk pertama kalinya. Untuk seseorang yang mengenal dia lebih dari sekadar citra publiknya, kau adalah seseorang yang teramat mirip dengan Locadia.

Sunyi. Burung-burung malam kini telah mengambil alih nyanyian burung-burung senja. Alam dipenuhi bayangan dan ceririt burung.

AMANDA,  ( dengan sangat lembut )

Saya benar-benar merasa tak dapat, Paduka. Saya tak memiliki apa-apa, saya bukan siapa-siapa, dan pecinta-pecinta itu....adalah khayalan saya, tidakkah Paduka mengerti?

Ia telah berdiri. Seolah hendak pergi, ia mengambil tas kecilnya

SANG RATU,  juga dengan lembut dan kelelahan.

Tentu saja, Anakku. aku minta maaf.

Ia juga berdiri, dengan sulit layaknya seorang wanita tua. Bel sepeda terdengar di kesunyian malam itu, ia terhenyak.

Dengar...itu dia! Coba perlihatkanlah dirimu padanya, bersandarlah di tugu kecil ini, di mana ia dulu pertama kali bertemu Locadia. Biarkan dia melihatmu, walaupun untuk sekali ini saja, biarkan ia berteriak, tertarik oleh kemiripan ini, pada rencana yang akan kuakui padanya besok, yang pasti akan membuatnya membenciku - pada apa pun selain kekasihnya yang telah tiada, yang akan merenggutnya dariku suatu saat nanti, aku yakin...(Sang Ratu mencengkeram lengan Amanda) Engkau mau melakukannya, bukan? Aku memohon padamu dengan sangat, Nona. (Ia memandang Amanda dengan memohon dan menambahkan) Dan dengan begitu kau akan melihatnya juga. Dan...aku merasa tersipu-sipu mengatakannya lagi padamu - hidup terlalu gila ! Ini adalah kali ketiga aku tersipu-sipu dalam 60 tahun, dan kedua kalinya dalam 10 menit - kau akan melihatnya, dan seandainya dia bisa (mengapa tidak dia, dia kan tampan dan menarik dan bukan yang pertama) seandainya dia beruntung untuknya sendiri dan untukku, mengambil khayalanmu untuk sekejap saja...Suara bel lagi dalam bayangan, tetapi kali ini sangat dekat.

AMANDA,  ( berbisik )

Apa yang harus saya katakan padanya?

SANG RATU  ( mencengkeram lengan Amanda )

Katakan saja: “Maaf, Paduka, dapatkah Paduka menunjukkan jalan ke laut ?

Amanda bergegas ke dalam bayangan pohon. Tepat pada waktunya. Ada kilasan pucat, yaitu Sang Pangeran dengan sepedanya. Ia lewat sangat dekat dengan Amanda di dekat tugu Amanda menggumam.

AMANDA

Maaf, Paduka

Ia berhenti, turun dari sepedanya, melepas topinya dan memandang Amanda

PANGERAN

Ya?

AMANDA

Dapatkah Paduka menunjukkan jalan ke laut?

PANGERAN

Berbeloklah di tikungan kedua ke kiri

Ia membungkuk, dengan sedih dan sopan, kembali menaiki sepedanya dan berlalu. Bel terdengar lagi di kejauhan. Sang Ratu keluar dari bayangan pohon, nampak sangat tua.

AMANDA, dengan lembut setelah beberapa saat

Ia tak mengenali saya...

SANG RATU

Memang gelap.... Dan lagi, siapa yang tahu wajah yang bagaimana yang disimpannya sekarang dalam mimpinya? (Ia bertanya pelan) Kereta api terakhir telah lewat, Nona. Maukah kau menginap di istana malam ini?

 

AMANDA,  ( dengan suara aneh )

Ya, Paduka

Hari benar-benar telah menjadi gelap. Keduanya tak lagi nampak dalam bayangan, dan hanya suara angin yang dapat terdengar di antara pohon-pohon besar di situ.

LAYAR TERTUTUP

 

SOAL PISA BAHASA INDONESIA TAHUN 2020

1. Bahasa - Sosialisasi PISA Bahasa
Pertanyaan 1 / 26
BIN_2017_BINT01_01

Pilih satu  jawaban!

Cuplikan sandiwara itu menceritakan Sang Ratu yang memikirkan tipuan agar ...

A. Pangeran lebih sering datang mengunjunginya.

B. Pangeran akhirnya memutuskan untuk menikah.

C. Amanda membuat Pangeran melupakan kesedihannya.

D. Amanda datang ke istana dan tinggal bersamanya.

 

2. Bahasa - Sosialisasi PISA Bahasa

Pertanyaan 2 / 26

BIN_2017_BINT01_02

Ketik jawabanmu!

 

Dalam naskah sandiwara, selain kata-kata yang harus diucapkan pemain, ada pula perintah yang harus diikuti pemain dan teknisi teater. Bagaimana perintah-perintah tersebut dapat dikenali dalam naskah?

 

3. Bahasa - Sosialisasi PISA Bahasa
Pertanyaan 3 / 26
BIN_2017_BINT01_03

Sutradara menempatkan para pemain di panggung. Pada suatu diagram, sutradara memberi Amanda simbol huruf A dan Sang Ratu huruf D

Dimanakah Posisi huruf A dan Huruf D ke dalam diagram berikut untuk menunjukkan kira-kira di mana Amanda dan Sang Ratu berada ketika Pangeran tiba.

A. Bangku               B. Tugu         C. Panggung           D. Pohon rimbun

 

 

4. Bahasa - Sosialisasi PISA Bahasa
Pertanyaan 4 / 26
BIN_2017_BINT01_04

Klik pada satu pilihan jawaban!

Mendekati akhir cuplikan sandiwara itu, Amanda berkata, “Ia tak mengenali saya...”

Maksud perkataan Amanda adalah bahwa Sang Pangeran tidak ....

A. memandang pada Amanda.

B. menyadari bahwa Amanda seorang pramuniaga.

C. menyadari bahwa ia pernah bertemu dengan Amanda.

D. menganggap bahwa Amanda mirip dengan Locadia.

 

26 komentar

  1. Wah ternyata pinter main teather juga nih ... Istilah behind the scane. Mau dong kak aku diajarin, kalau main ke Bandung ya kak Yayu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Yuk nanti kita senam muka dan teriak-teriak ala pemain teater

      Hapus
  2. Kalau soal bahasanya kaya gini enak nih bakalan betah ngerjainnya,karena berasa baca novel euy.

    BalasHapus
  3. Auto teringat ujian Bahasa Indonesia sekaligus terbayang adegan per adegan seperti dulu main drama. Btw endingnya gimana itu ya mbak? ☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe..., susah gak Mbak? Sang Pangerannya cuek aza

      Hapus
  4. Agak bingung awalnya apa itu Pisa bahasa?sampai kuulang-ulang bacanyaπŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ˜„ ini yang bikin heboh kualitas pendidikan kita. Tapi masih untung, gak nyasar ke pisang goreng πŸ˜„

      Hapus
    2. Nah sama nih kayak aku..apaan ya pisa bahasa itu. Bolak balik baca oo baru ngerti deh hehe.

      Hapus
  5. asik nih bisa belajar bahasa Indonesia dengan pendekatan berbeda

    BalasHapus
  6. Penasaran kalau ditampilkan dalam bentuk teater,, pasti akan sangat menarik. Kebayang bagaimana setiap dialog memiliki makna tersendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kangen nonton teater di panggung ya, Mbak Anisa πŸ˜πŸ˜„

      Hapus
  7. bagus nih buat mempelajari bagaimana pemahaman tentang bahasa Indonesia dan juga meningkatkan literasi baca tulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya semoga dengan sering ikut tes PISA siswa kita makin baik pemahaman bacaannya

      Hapus
  8. Soal-soal seperti ini terkesan ringan ya.. dan cukup jelas jawabannya.. Apalagi kalau didukung gambar yang sesuai..makin menyenangkan deh ngerjainnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak, tinggal ketelitian dalam mencari jawaban yang tepat

      Hapus
  9. Aku sampai googling dulu cari PISA nih sebelum lanjut postingannya :)
    Unik juga ya jadi kaya nonton film trus ada pertanyaannya deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Teh, ini yang bikin rame tentang kualitas pendidikan di kita. Lemahnya literasi. Ya soal-soalnya memang bikin frustasi. Panjang-panjang

      Hapus
  10. Terima kasih udah berbagi info mba! Belajar bahasa Indonesia melalui pendekatan yg berbeda nih. Seru juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masama. Moga kita bisa memahami soal PISA ini demi kemajuan pendidikan Indonesia

      Hapus
  11. Ebusset ini soal beneran, aku kira akan bercerita novel atau semcamnya..hhaa
    Seru juga cerita amanda ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ˜„ soalnya banyak yang penasaran dengan Soal Pisa ini. Buat bahan pembelajaran aza. Apalagi akan ada AKM yang katanya mirip dengan soal pisa ini. Kebetulan aku ikut sosialisasinya, jadi kusebarkan aza 😊

      Hapus
  12. Aku auto inget zaman latihan baca script pas mau pentas teater di SMA. Hehe. Sebagai anak teater sih udah khatam sama script cerita kayak gitu. Tapi kan ga semua anak atau semua orang paham ya. Bener2 harus belajar jadinya

    BalasHapus
  13. Ini sebenarnya bahan ajar atau apa mba?
    Aku menikmati kisah Sang Ratu, Pangeran, Locadia dan Amanda, tapi tak paham dengan rangkaian soal di bawahnya. :)) PISA itu apa mba?

    BalasHapus