Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

POPO ISKANDAR : SENTUHAN PERTAMAKU DENGAN DUNIA SENI RUPA

Gambar
     Buku Perspektif Karya-Karya Popo Iskandar Dalam benakku, dunia seni rupa merupakan dunia asing yang tak pernah kusentuh. Inilah salah satu bidang yang tak kusukai. Mungkin karena itu, aku gak jago gambar. Bagiku, dunia seni rupa merupakan dunia yang   abstrak, gelap, sulit dipahami dan tak bisa dinikmati. Berbeda dengan dunia kuliner yang bisa dirasakan maknyusnya. Dunia seni rupa itu terasa aneh, terutama aliran-aliran seni rupa yang mirip mbeling dalam puisi. Aku pasti akan berputus asa untuk menikmati dan memahaminya. Benar-benar gelap !             Namun, kegelapan itu agak terang jika aku menikmati lukisan tentang pemandangan alam. Selama ini, hanya itulah yang membuatku nyaman dengan seni rupa. Yang lain ? No way ! Hal itu semakin terang dengan buku Popo Iskandar ( Perspektif Karya-karya Popo Iskandar ), karya Jim Supangkat dan Dr I Bambang Sugiharto. Diterbitkan oleh Studio Titian Seni, Griya Seni Popo Iskandar. Buku ini kuperoleh sebagai kenang-kenangan bagi

DEMO EKSKUL

Gambar
       Demo ekskul kependekan dari demonstrasi kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini merupakan bagian dari masa orientasi peserta didik (MOPD). Dengan demo ekskul, para siswa baru bisa melihat keahlian para kakak kelasnya melalui kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya. Atraksi karate, kabaret, menyanyi, bermain angklung, modeling, permainan semaphore, nasyid, fotografi, basket, badminton (bulutangkis), futsal, It, PMR, dan paskibra. Selama satu hari –biasanya pada hari terakhir – siswa baru akan mendapatkan hiburan gratis sambil menonton pertunjukkan tersebut. Semua kegiatan ekstrakuriler itu akan mendapatkan waktu khusus untuk tampil di panggung. Setelah selesai, mereka akan memberikan penawaran kepada para siswa baru untuk bergabung bersamanya. Selain atraksi, banyak hal yang dilakukan oleh para kakak kelas untuk menarik minat adik kelasnya. Yang paling seru adalah tabur ( sawer ) permen di sela-sela atraksi.  DEMO ANGKLUNG

DOA MALAIKAT JIBRIL

Idul Fitri atau lebaran baru saja usai. Akankah kita bisa menemui Ramadhan tahun depan ? Tentu saja kita berharap, ini bukan yang terakhir untuk kita. Mudah-mudahan, kita termasuk orang-orang yang selalu merindukan bulan Ramadhan, selalu memakmurkannya, dan selalu mendapatkan keberkahan dari segala kelebihan bulan suci tersebut !             Setelah melewati bulan Ramadhan yang suci itu, kita berharap menjadi orang yang lahir kembali secara fitri. Kita berharap semua dosa yang pernah kita perbuat telah dimaafkan oleh Sang Maha Pemaaf, Allah SWT. Kita berharap setelahnya dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi. Senantiasa istiqamah dalam jalan yang lurus.             Namun, ada satu peringatan yang mungkin tanpa sadar telah kita abaikan. Diantara kita akan selalu ada malaikat yang mengawasi segala tindak tanduk kita dan juga berdoa untuk kita. Doa yang membuat saya gemetar adalah Doa Malaikat Jibril.               Jibril akan berdoa kepada Allah SWT untuk tidak mener

RIMBA DAGO

Gambar
Jalan Dago Pernah nggak kamu merasa kebingungan di rimba kota ? Gak tahu mau kemana. Mau ngapain. Secara tak disengaja, saya pernah tuh ngalamin kayak gitu. Ibarat komputer yang lagi jalan, tiba-tiba ngehank. Hoalaaah… pake majas perbandingan segala ya. He… he…he…. Gak pa-pa ya, seni bahasa dikit.             Suatu hari, saya and the girls -gank saya- janjian tuh di sebuah tempat makan pasta yang ada di deket kampus ikonnya Bandung. Hayo, tahu gak nama kampusnya ? Eh, seratus deh untuk pengetahuan kamu ! Yup, kamu benar, kampus Institut Teknologi Bandung alias ITB. Kampusnya presiden RI pertama, lho. Sayangnya, saya telat datang disertai gangguan transportasi yang parah. Macet dan ngetem yang super lama. Alhasil, merekapun keburu bubar dan saya sudah tanggung menuju tujuan. Bingung, kan ? Pikir punya pikir, saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan deh. Untungnya, ada hal lain yang pernah membuat saya penasaran ketika berjalan bersama gank yang lain. Berkah banyak teme