Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

CERITA ABG YANG UNIK : BOTOL DAN PRESTASI

Gambar
Banyak cerita ABG yang beredar di berbagai media. Yang paling sering kudapatkan adalah cerita ABG yang bernada negatif seperti video porno yang terjadi baru-baru ini. Cerita ABG yang menghilang karena facebook. Juga sejuta cerita ABG lainnya yang seringkali membuat hati ini miris dan berdenyut-denyut. Tidak adakah cerita ABG yang positif? Cerita ABG berprestasi yang membanggakan ?   Dari sekian cerita ABG yang tidak pasti itu. Aku telah menemukan sesuatu cerita ABG . Namun, ada cerita ABG yang unik. Ada sesuatu yang berbeda saat aku memasuki kelas pagi ini. Di setiap meja siswa, berdiri dengan gagah botol-botol minuman ukuran satu liter. Di semua meja. “Ada acara apakah ini ?” pikirku. Tanpa membuang waktu, aku segera menanyakannya pada siswa-siswi itu. “Pesta minum bareng, Bu,” jawab mereka. Aku mengerutkan kening. ” Bukankah ini jam pelajaran ? Hmmhh …,” pikirku. Seolah memahami kebingunganku, seorang siswa yang duduk di bangku depan segera memberikan penjelasan

PUISI ESAI

MUTIARA YANG HILANG Kutelusuri gang-gang sempit yang berliku-liku. Kucari dirimu yang menghilang tiba-tiba tanpa jejak. Kau bagai jarum dalam tumpukan jerami. Beberapa kampung telah kutelusuri, tapi tetap tak kutemukan dirimu. Kutanya orang-orang yang kulewati, tak ada yang tahu siapa dirimu. Iwan ? Semua menggeleng lesu. Mata-mata mereka menatapku dengan iba. Di lain kampung, kutemukan Iwan. Namun, bukan dirimu yang kucari. Hanya seorang bocah ingusan yang belum sekolah.   Kakiku letih mengitari kota. Garangnya sinar matahari membakarku.   Dahaga mencekikku.   Lapar menderaku. Ingin kucari jejakmu. Namun, tak juga kudengar secuil beritapun tentang dirimu.   Kau lenyap tak berbekas. Hilang ditelan bumi.   Aaaggghh …. Hari itu, langkahku terhenti oleh redupnya matahari. Esok pagi, kusambut mentari. Kutelusuri jejakmu lewat sobat-sobat kecilmu. Kau semakin misterius. Bersembunyi dalam gelap. Aneh, sahabat-sahabatmu tak tahu tempat ting

CERITA MINI (FLASH FICTION)

GELAR BEREAN                 “Mak, aku ingin melanjutkan sekolah,” kataku pada ibu. “Aduh Jang, Emak tidak punya biaya untuk itu. Bapakmu baru saja meninggal. Emak tidak bekerja. Kita hanya punya uang pensiun yang tidak seberapa. Emak doakan semoga kamu mendapatkan rejeki untuk sekolah lagi,” jawab Emak sendu. Beliau hanya bisa menatapku dengan sorot mata suram. Kekecewaan yang luar biasa ada pada raut wajahnya. Selama ini, Emaklah yang mendorongku untuk terus rajin belajar agar menjadi orang sukses. Emak ingin agar aku bisa sekolah tinggi dan menjadi orang yang bermanfaat bagi kehidupan pribadiku dan lingkungan sekitarku. Aku bisa merasakan semangat baja Emak dalam diriku. Namun, semangat itu redup begitu saja oleh harga pendidikan yang melambung tinggi hingga puluhan juta rupiah. Emak tak mampu membayarnya. Gaji pensiun bapak tak lebih dari sejuta.   Emak tercenung. Diam. Aku merasa kasihan padanya. Aku merasa bersalah telah membawa beliau pada kekecewaan maha dahsyat ini.