Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

BELAJAR MENULIS DARI SEBUAH RUMAH

Gambar
Raja Lubis withAnggota baru FFBComm                    Kamu pasti tak asing dengan Festival Film Bandung (FFB), bukan ? Nah, Sabtu kemarin, kami – Blogger Bandung – berkesempatan mengunjungi sekretariatnya di jalan Zamrud 21, Buah Batu Bandung. Ada apa gerangan ? Menurut salah seorang pegiatnya, Raja Lubis, FFB bermaksud mengembangkan komunitasnya. Dengan tergabung dalam komunitas ini, ada banyak manfaat yang bisa kalian dapatkan. Kamu bisa menjadi tamu khusus di FFB, menjadi sukarelawan, mendapatkan banyak pelatihan: menulis scenario, pemeranan dan masih banyak lagi hal positif lainnya. Jadi, rugi rasanya, kalau kamu tak ikut aktif dalam komunitas ini. Sayang, jika begitu banyak kesempatan emas dilewatkan begitu saja. Jadi, mari kita bersama-sama bersenang-senang di komunitas Festival Film Bandung ( FFBComm ). Kalau ingin bergabung, ke sini aza !             Nah, entah disengaja atau tidak, kunjungan pertama itu sejalan dengan pelatihan menulis yang diberikan oleh Agus Safar

CERPEN OLIN

Gambar
OLIN DI NEGERI BATU “ Olin !” “Olin!” “Olin, bangun !”             Cecilia dan Kristin berusaha menyadarkan Olin , temannya. Olin mulai membuka mata. Terdiam sebentar. Lalu duduk. Dia memandang sekitarnya. “Dimanakah kita ?” tanyanya bingung. “Entahlah, kami juga belum tahu,” jawab Cecilia dan Kristin berbarengan. “Mungkin kita dilahirkan kembali di Negeri Batu,” balas Cecilia yang percaya reinkarnasi. “Dilahirkan kembali ? Memangnya kita sudah mati ?” tanya Kristin agak kalap. “Aku belum mau mati !” ujarnya lagi. Kristin mulai histeris. “Tenang, Kristin ! Tenanglah ! Kita masih hidup !” kata Olin sambil mencubit lengan Kristin. “Auw… sakiiit !” jeritnya kesakitan. “Tuh kan, masa orang mati bisa merasa sakit,” jawab Olin tenang. Ketiganya terdiam. Mengamati sekitar. Mereka terdampar diantara dua buah batu besar. Yang sebelah kanan tinggi menjulang, sedangkan yang sebelah kiri lebih besar dan sangat lebar. Langit terlihat lebih kelabu. Mirip seperti sehari sebelum

NIGHT AT MUSEUM GEOLOGI BANDUNG

Gambar
      Masih ingat dengan film jadul yang dibintangi oleh Ben Stiller dan Robin Wiliams ini ? Pastinya ya. Ini film pertama tentang museum yang saya tonton. Menariknya, setiap malam seluruh isi museum ini akan hidup sehingga merepotkan sang penjaga, Larry Dalley (Ben Stiller). Bahkan, Larry sempat dikejar-kejar seorang (sssttt… saya menyebutnya) polisi hutan sebagai sasaran tembaknya. Ah, pokoknya seru sampai akhir deh film ini ! Nah, karena itu, isi film ini sangat kuat melekat dalam pikiran saya, hingga tulisan ini dibuat. Gak percaya ?             Sejak saat itu, pandangan saya terhadap museum berubah total. Semula, anggapan saya, museum itu sangat menjemukan, tidak menarik, lusuh dan citra buruk lainnya. Berkat film itu, museum berubah menjadi lebih positif. Bahkan, saya sempat bercita-cita ingin mengunjungi museum Louvre di Perancis (betulkan ?). Ingin melihat lukisan Monalisa (moga tercapai, ya!).             Setelah itu, beberapa kali agenda jalan-jalan saya itu ke museum. K

BELAJAR KANKER DARI MAMAH

Gambar
Pemutaran film I am Hope yang sedang ngetrend belakangan ini menjadi motivasi khusus untukku membuat tulisan ini. Entahlah, jari-jemariku seperti terkena magnet kuat untuk menekan huruf-huruf di keyboard. Merangkai kata menjadi cerita. Mengurai kenangan dalam rasa rindu yang tengah kurasakan.             Selama kurang lebih dua tahun, mamahku menjadi survivor penyakit ganas tersebut. Sekitar Juni 2013, beliau merasakan sakit perut. Bolak balik ke belakang dengan pengeluaran yang sedikit. Sehari sampai 17 kali. Namun, bab-nya sedikit dan kecil-kecil disertai pendarahan. Ketika memeriksakan diri ke dokter, mamah dinyatakan ambeyen. “Penyakit lama kambuh kembali,” pikirku saat itu.             Setelah diobati ternyata tidak ada kesembuhan. Dulu, ketika ambeyen, setelah berobat akan kembali normal. Hingga kurang lebih empat bulan, gejala yang sama masih kerap terjadi. Mamahku sempat berkeinginan untuk mencoba berobat alternatif. Saat itu, kebetulan ada seorang temanku yang sedang

ANTARA JOHN KIM DAN KANKER

Gambar
Wah gawat nih, aku sudah ketularan virusnya Erri Andriyati ! Untungnya hanya virus untuk bersenang-senang hehehe…. Tahu kan TehErry Andriyati ? Kalau di dunia blogger, beliau sangat identik dengan korea. Tokoh korea eh artis korea, jalan-jalan korea, makanan korea. Semuanya serba korea deh ! Setelah beberapa teman ketularan masak masakan korea beberapa waktu lalu, kini giliranku. Nah, hari ini usaha teh Erri untuk menyebarkan virusnya padaku berhasil dengan sukses. Aku nonton film korea, mengagumi bahkan kesengsem sama artis koreanya dan ngisi blog ini juga tentang korea.             Lha, apa hubungan antara kanker dengan film dan artis korea, yah ? Bukankah film tentang kanker itu berjudul I am Hope  yang dikerjakan oleh Wulan Guritno ? Betul sih. Tapi, di film korea yang ini juga disinggung masalah kanker dan sangat erat hubungannya dengan kanker. http://www.wowkeren.com/seleb/so_ji_sub/             Beneran deh. Filmnya berjudul My Venus , diperankan oleh So Ji Sub dan