Jumat, 23 Februari 2018

SILATURAHMI BERSAMA USTAD EVIE EFENDI

Ustad Evie Efendi

Sore itu, Selasa, 20 Februari 2018, cuaca Bandung cukup mendung. Sebagai pemakai jalan, tentunya cuaca seperti itu membuatku resah. Takut basah kuyup atau terhambat perjalanan menuju tempat sebuah acara di Cikutra. Hari senin malam, saya mendapatkan undangan untuk acara tausiah dari Ustad Evie Efendi yang kocak itu. Sering melihatnya di dunia maya, membuat saya sangat antusias datang ke Kayana Tour and Travel, jalan Cikutra Baru VI no 26 Bandung. Setelah berkutat dengan pekerjaan utama, maka sebelum ashar, sekitar pukul 14.30, kami melesat dengan motor ke arah timur. Langit menghitam. Namun, kecemasan itu berbanding lurus dengan kesenangan yang akan saya dapatkan. Bertemu dan mendengar ceramah langsung dari Ustad Evie Efendi dan berkumpul lagi bersama para blogger Bandung.

Blogger Bandung menanti tausiah dari Ustad Evie

Jumat, 16 Februari 2018

CARA EFEKTIF MEREDAKAN SAKIT AKIBAT SYARAF KEJEPIT

Penampang syaraf kejepit
Sumber gambar google

Halo Sob,
          Sering kan mendengar nama penyakit ini ? Syaraf kejepit sering terjadi karena posisi tubuh yang kurang baik saat mengangkat beban berat. Ingatkah dengan gambar yang sering muncul di televisi ? Saat badan membungkuk, ruas-ruas tulang punggung akan terbuka. Saat kembali tegak akan tertutup lagi. Jika posisi tubuh tidak tepat, maka saat tertutup ada syaraf yang terjepit oleh ruas tulang itu sehingga terasa sakit yang luar biasa. Linu tak tertanggungkan.  Kira-kira seperti itulah gambarannya. Di kesempatan kali ini, saya ingin memperkenalkan obat yang bisa mengatasinya, biar rasa linu itu tidak berkepanjangan. 

Posisi Jongkok Lebih Baik untuk Menghindari Syaraf Kejepit
Sumber gambar Google

Sabtu, 10 Februari 2018

PEDASNYA TUTUT RENDANG

          
Ini Dia Masakan Tutut
          Ada yang tahu makanan bernama Tutut? Istilah lain untuk Tutut adalah Keong sawah atau Kreco. Orang Sunda menyebutnya Tutut. Binatang yang mirip dengan bekicot ini biasa hidup di sawah atau danau. Perairan dangkal yang berlumpur, berair dengan aliran yang lemah, juga ada rerumputan. Dulu, saat kecil, saya bersama para sepupu selalu mencari tutut di sawah yang ada di dekat rumah. Menggunakan sendok yang diikat pada bilah bambu panjang. Lumayan dapat seperempat kg sebagai hadiah untuk mamah. Mamahku paling jago mengolahnya, sehingga kami menyukainya. Biasanya, Mamah mengolah tutut ini dengan bumbu kuah kuning. Hmmm… sedap sekali!.
          Nah, tujuh purnama kemudian, saat kami bersantai-santai di ruang kerja, temanku mendapatkan penawaran menu tutut melalui WA. Aku yang kangen pada tutut ini segera ikut daftar memesan. Masakan tutut memang termasuk jarang sih sekarang ini. Sawah sudah banyak yang hilang. Atau kalaupun ada yang jualan, rasanya tidak seenak buatan mamahku. Selalu tercium bau lumpur dan bikin mual. Aagghhrrr…..

Kemasan Tutut yang Menarik

          Saat menerima pesananku itu, aku takjub juga dengan menu tutut ini. Teh Eka yang mengolah dan menjual Tutut ini, ternyata telah berkreasi dengan hewan sawah ini. Tak lagi berkuah kuning seperti dulu, tapi sudah mmadukannya dengan berbagai rasa. Ada tutut original, rendang, sambal ijo, dan sebagainya. Wow keren deh! Nah, aku memilih tutut rendang.
          Dicicipan pertama, aku langsung jatuh hati. Enak, tidak bau lumpur, bumbunya harum, meresap dan ah pokoknya rasanya juara, kecuali pedasnya yang kutaksuka. Lain kali, aku harus pilih yang original agar tidak panas bibir dan perutku ini.

Next time, pilih Tutut Original

Kandungan Gizi pada Tutut
Mau tahu kandungan gizinya ? Ini dia. Hasil Googling dari Wikipedia, Halo Sehat dan Khasiat.co.id.
1.  Protein = 16-50%
2.  Kalsium = 217 mg
3.  Air = 81 gr (per 100 gr)
4.  Tinggi vitamin ( A, E, Niacin, Folat )
5.  Omega 3
6.  Omega 6
7.  Omega 9
8.   Rendah gula

Manfaat Tutut
Tutut juga memiliki beberapa khasiat penting untuk kita.
1.  Sumber protein dengan harga yang murah
2.  Mengatasi kerontokan rambut karena kandungan omega 3
3.  Membantu perkembangan otak karena ada omega 6
4.  Meminimalisir kolesterol jahat dan kuman karena adanya omega 9 dan rendah lemak
5.  Membantu regenerasi sel
6.  Obat berbagai penyakit, seperti: magh, liver, kolesterol, wasir, diabetes, jantung, jerawat, TBC, dan anemia.

Takut dengan bahaya tutut ?
Dari sumber yang sama diperoleh juga ada bahaya makan tutut. Karena tempat hidupnya, maka tutut rentan menjadi tempat berkembang biaknya berbagai jenis cacing. Nah untuk mengatasinya, ada cara pengolahan yang harus kita lakukan saat memasaknya. Ini dia langkah-langkahnya:
1.   Rendam tutut dalam air garam dan perasan jeruk lemon.
2.   Buang bagian runcingnya.
3.   Cuci bersih di bawah air mengalir.
4.   Rebus hingga matang atau mendidih dalam suhu 100 derajat.
5.   Jangan diolah menjadi sate, karena masakan ini menyebabkan daging tutut tidak matang sempurna.
Nah, dengan cara pengolahan seperti itu, kita bisa menikmati tutut dengan aman dan dapat memperoleh manfaatnya yang luar biasa. Selamat bernostalgia dengan masakan Tutut!