6/29/2022

Labirin 8 Persembahan Karya Cinta Untuk Indonesia

 

Karya Mengantarkan Kita Pada Kedewasaan

Halo sobat yayuarundina.com, ada yang sudah baca novel terbaru Teh Eva Sri Rahayu, Labirin8? Sebuah bentuk cinta tanah air sang novelis untuk negerinya, Indonesia. Mengapa Labirin 8 merupakan sebuah Persembahan Karya Cinta untuk Indonesia? Yuk, kita simak hasil obrolan Teteh Kembar dari Bandung ini, Teh Eva Sri Rahayu dan Teh Evi Sri Rezeki melalui acara IG Live Bincang Mimdan #8 di akun Merajut Indonesia. Tema kali ini tentang Sejarah dan Budaya dalam Novela Platform Digital. Di sini. juga kita tahu tentang PANDI lewat Program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi  Aksara Nusantara (MIMDAN). Pasti seru kalau nanti ponsel kita menggunakan Aksara Sunda.

Novel labirin 8
Teh Evi dan Teh Eva dalam Mimdan #8


Labirin 8 Persembahan Karya Cinta untuk Indonesia

Apa sih misi dan visi hidup kamu atau lebih khusus saat menulis? Sebuah pertanyaan yang cukup menohok ulu hati. Pernahkah kita memikirkan hal ini, Sob? Kalau aku sih lebih banyak mengalir seperti air saja. Tanpa rencana. Karena sesuatu yang direncanakan itu selalu gagal berantakan. Lebih baik spontanitas saja. Ada yang sependapat?

Sebuah pertanyaan penting dari Teh Eva yang perlu kita renungkan bersama. Tak ada salahnya kita mulai menjalani hidup sesuai dengan misi dan visi yang kita inginkan. Pasti langkahnya akan lebih pasti.

Anak kembar
Merajut Indonesia

Setelah mengalami berbagai pergolakan batin, Teh Eva tergiring pada komunitas budaya dan sejarah yang mampu memberikan warna baru bagi perjalanan hidupnya. Sekaligus juga jadi terjun untuk meneliti budaya Indonesia yang di kemudian hari sangat bermanfaat untuk novelnya ini, Labirin 8.

Labirin 8 dipersembahkannya sebagai bentuk cinta pada sejarah dan budaya Indonesia juga pada permasalahan salah satu warisan dunia, Candi Borobudur.

Apa Hubungan Candi Borobudur dengan Novel Labirin 8?

Labirin 8 berkisah tentang beberapa anak muda yang terjebak di bawah candi Borobudur karena gempa. Agar bisa keluar dengan selamat dari ruang rahasia yang gelap, para pemuda itu harus mampu menjawab teka-teki.

Novel Labirin 8 menggunakan tiga latar, yaitu candi Borobudur, candi Liangan dan mata air Jumprit. Dengan menggunakan latar tempat candi Borobudur, sang novelis ingin mengedukasi masyarakat dalam pelestarian candi Budha terbesar ini. Rusaknya relief, hilangnya stupa, vandalisme,  dan kerusakan-kerusakan lainnya tak semakin parah. Bahkan, semoga tak terjadi lagi!

Cerita fiksi yang dibangun dalam labirin 8 ini berlatar sejarah, budaya dan mitos dalam masyarakat Indonesia. Tentu saja ini dikemas dengan sangat menarik, penuh misteri. Kalian bisa membacanya di platform digital Hipwee. Labirin 8 merupakan karya pertamanya yang mengangkat kearifan lokal.

Sejuta Kehidupan Novelis Eva Sri Rahayu

Dunia kepenulisan sudah sangat dekat dengan Teh Eva Sri Rahayu sejak kecil. Bersama saudara kembarnya, Teh Evi Sri Rezeki, mereka cukup kreatif dalam membuat beragam karya, seperti komik, majalah, cerpen walau masih dalam lingkup yang sangat terbatas.

Memasuki usia remaja, Teh Eva mulai menulis cerpen. Dibukukan sendiri dengan mesin tik. Saat SMA, mulai mengirim cerpen ke majalah, walau belum berhasil.

Saat kuliah mulai menulis novel panjang sekitar 2005. Ide-ide menulis ini membuatnya mengalami sejuta kehidupan. Dengan menemukan makna di balik dunia menulis inilah yang membuat Teh Eva untuk berkomitmen di dunia ini. Satu karya, satu ide yang datang berarti kita bertumbuh.

Dengan komitmen ini juga, Teh Eva mampu menjadi juara dalam lomba penulisan novel. Kesempatan demi kesempatan dalam dunia kepenulisan ini semakin terbuka lebar.

Teh Eva mulai aktif menulis sejak 2006. Genrenya cukup beragam. Dunia remaja. Psikologi, thriller, romance, fiksi sejarah, fantasi, sains fiction.  Dia kini mencoba untuk membuat serial cerita animasi Setra Segara.

Teh Eva ini suka berfantasi. Hanya mengalami sekali hidup tapi ingin mengalami sejuta kehidupan. Menulis menjadi jalan untuk pengalaman luar biasa ini.

Para penulis yang menjadi tokoh idola ada beberapa, salah satunya pemenang hadiah Pulitzer pada tahun 1937, yaitu Margaret Mitchell. Penulis novel Gone With The Wind. Tokoh lainnya adalah  penulis seri Percy Jackson, yaitu Rick Riordan. Juga Seno Gumira Ajidarma, dan  Evi Sri Rezeki.

Menulis di Platform Online

Ada dua jenis platform kepenulisan, yaitu bebas dan premium. Di platform bebas, penulis bisa leluasa membuat karya tanpa editor. Di platform premium, penulis biasanya dicari secara khusus. Ada editor yang akan menjadi kawan diskusi dalam berkarya. Setelah diskusi cukup matang, karya baru bisa diterbitkan.

Platform online menyebabkan penulis tidak mati berkarya. Penulis bisa berinteraksi secara langsung. Bahkan penulis bisa mendapatkan cerita dari pembaca.

Tulisan di platform online ini bisa dibukukan, dicetak. Kendalanya adalah jumlah tulisan yang panjang-panjang harus dipangkas karena keterbatasan kertas.

Kalian tertarik menulis di platform online, Sob? Boleh deh mengikuti jejak teh Eva.

Tips Menulis Novela di Platform Online Ala Eva Sri Rahayu

1.     Cari visi dan misi menulis. Apa kepedulian kita? Misalnya pada kebudayaan agar bisa menyuarakannya pada masyarakat luas. Bisa mengedukasi masyarakat. Bisa meluruskan stigma negatif.

2.     Lakukan riset lapangan, literasi, webinar, dan literasi digital untuk memperkaya cerita

3.     Buat tulang punggung cerita, yaitu premis, sinopsis dan struktur plot (logika cerita).

Nah, Sobat yayuarundina.com itulah hasil bincang-bincang Mimdan kali ini. Semoga dengan ini generasi muda bisa lebih mencintai budaya dan sejarah Indonesia

Sukses terus untuk Teteh Kembar dari Bandung, Teh Eva Sri Rahayu dan Teh Evi Sri Rezeki.

Sampai jumpa lagi

Salam

 

 



6/17/2022

Molto Korean Strawberry Pewangi Pakaian yang Bikin Jatuh Cinta

 

Hai Sobat yayuarundina.com, asyik ya kita bisa berjumpa kembali melalui tulisan ini. Kali ini, kita akan membahas tentang varian baru pewangi pakaian. Ini dia Molto Korean Strawberry Pewangi Pakaian yang Bikin Jatuh Cinta. Diantara Sobat yayuarundina.com, siapa nih para penggemar drakor? Pasti seneng dong yah.


drama korea descendants of the sun
Salah satu adegan drama korea Descendants of The Sun


Molto Korean Strawberry dan Drama Korea

Ah, rasanya tidak ada orang yang tak pernah tahu tentang drama korea. Minimal tahu saja itu sudah luar biasa. Masalah tidak suka drakor atau drama korea dengan beragam alasan itu juga hal yang wajar. Setiap orang punya selera masing-masing.

Aku pun begitu, Sob. Dulu, aku termasuk orang yang tak suka drama korea. Entahlah apa alasannya? Yang jelas, karena banyak siswa yang suka cerita tentang drakor, kpop dan sejenisnya, aku jadi penasaran.

Beruntunglah, aku punya sobat yang serba tahu tentang budaya korea, khususnya drama korea. Dari bu Rani-lah, aku mulai teracuni demam drakor. Plus teman-teman blogger, bahkan dari siswaku sendiri.

Pernah suatu kali, saking penasaran dengan sebuah lagu korea yang menjadi favoritku, aku meminta siswaku itu, untuk menerjemahkan syair lagu berbahasa Korea ke dalam bahasa Indonesia. Dan, ternyata berhasil. Hasil terjemahannya itu, aku wajibkan untuk dibagikan di grup Whatsapp Bahasa Indonesia.

Saat itu, terjemahan lagu korea itu aku jadikan sebagai materi pelajaran Bahasa Indonesia. Materi kebahasaan kalau tidak salah mah. Aku ingin mereka tahu dunia lain atau negara dan budaya Korea. Bagaimana pun kita adalah bagian dari warga dunia yang beragam. Go Internasional tapi tetap berkearifan lokal. Begitulah semangat zaman RSBI dulu. Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional yang sudah padam programnya.

Kembali ke laptop atau drakor, banyak hal yang kusukai juga dari drama ini. Keragaman temanya, pengetahuan dan aneka informasi yang diselipkan dalam cerita. Pemandangan, budaya, dan kehidupan warga korea. Ah, banyak hal seabreg lainnya yang menurutku, drama korea memiliki tingkat literasi yang tinggi.

BACA JUGA: https://www.yayuarundina.com/2021/10/drama-korea-punya-literasi-yang-tinggi.html

Tak lupa juga dengan aneka kulinernya yang sekarang sudah banyak dijumpai di Indonesia. Jjangmeon, Kimchi, Japchae, soju dan sebagainya.

Nah, satu lagi nih, konon kabarnya ada Strawberry asal Korea juga. Hmmm… adakah yang sudah mencicipinya? Aku jadi penasaran deh. Apakah strawberinya selembut, seenak, dan semerah strawberry dari Lembang dan Ciwidey yang sering kunikmati? Petik langsung dari kebunnya.

Strawberry asal negara ginseng inilah yang menjadi dasar adanya Molto Korean Strawberry. Sebuah produk pewangi pakaian Korea dari unilever. Molto tahu betapa cintanya kalian pada budaya dan kuliner negara ginseng itu. Ssssttt… juga pada para opanya yang ganteng-ganteng itu loh. Coba sebutkan, siapakah aktor korea terganteng dan favoritmu?

Aktor Korea dan Pewangi Pakaian Molto Korean Strawberry

Sob, pernahkah kalian melihat adegan aktor favorit kalian cuci baju? Kalau dalam film Indonesia, banyak eh sering yah  melihat adegan cuci baju. Apalagi di sungai dengan airnya yang jernih dan deras. Namun, biasanya dilakukan oleh para wanita.

Bahkan, mencuci baju ini menjadi salah satu bagian atau adegan cerita rakyat yang sangat terkenal, yaitu Bawang Merah dan Bawang putih. Gara-gara baju yang hanyut saat dicuci, Bawang Merah dan Bawang Putih mendapatkan hadiah yang berbeda. Penasaran dengan ceritanya, cari dan tanya  di Mbah Google aja ya!


so jong ki
Salah satu akting So Jong Ki dalam drakor Descendants of The Sun


Kalau tidak salah, urusan cuci baju ini pernah dilakukan oleh So Jong Ki dan pasukannya di drama korea Descendants of The Sun. Hanya adegannya tidak selengkap cerita dalam film-film di Indonesia. Adegan cuci baju di pinggir kali sambil tertawa riang dan bercanda dengn teman atau tetangga. Sebuah kebahagiaan sederhana untuk  emak-emak.

Dalam drama korea adegan cuci baju hanya berupa mengeringkan dan menjemur baju di pagar. Terbayang baju tentara yang penuh debu dan bau karena banyak aktifitas fisik. Terbayang juga mereka, kedua tokoh utamanya harus cuci baju setelah kunjungan ke berbagai lokasi untuk menjalankan misi kemanusiaannya, mengobati orang sakit. Mungkin sama seperti saat pandemi kemarin yah. Kembali ke rumah langsung bersih-bersih. Dengan Molto Korean Strawberry semua bau itu jadi hilang. Baju-baju mereka jadi wangi menyegarkan. Ah, makin cinta deh.

 Terbayang gak, Sob, kalau So Jong Ki cuci baju di pinggir sungai bersama pasukannya sambil curi-curi pandang ke arah pujaan hatinya. Atau dia cari-cari alasan untuk cuci baju berdua di pinggir kali. Nah, loh apa jadinya ya? Mereka bisa sembur-semburan molto eh air sungai sambil tertawa bahagia. Molto Korean Strawberry jadi perekat cinta yang masih malu-malu itu. Bikin mereka jadian lebih cepat. Bikin mereka gak sungkan menyatakan cinta. Molto Korean Strawberry membuat pertemuan-pertemuan  keduanya selalu manis semanis strawberry. Wanginya bikin jatuh cinta.

Produk pewangi pakaian Korea terbaik ini bisa diandalkan untuk melawan 7 bau yang membandel. Bau keringat, bau badan, bau apek, bau asap, bau bawang, bau amis, dan bau polusi. Dengan Molto Korean Strawverry ini semua pakaian menjadi wangi menyegarkan dan romantis. Mampu memberikan keharuman 7x lebih wangi. Selain itu juga bisa melembutkan pakaian. Tersedia dalam kemasan pouch 680 ml dengan harga terjangkau sekitar Rp 16.900,00. Tersedia di Tokopedia dan supermarket.


pewangi pakaian korea
Pewangi pakaian Molto Korean Strawberry


Aku usul deh syutingnya  pindah ke Indonesia. Adegan cuci bajunya dilakukan di sungai Cikapundung di Bandung, Jawa Barat. Bisa juga di bawah curug Pelangi atau curug Cimahi dan curug Malela di Cililin. Seru kali ya? Pewangi pakaian Korea ini jadi bunga-bunga cinta Sang Kapten dan Sang Dokter. Boleh juga nih di sungai Aare, Bern, Swiss. Bisa jadi adegan cuci baju itu adalah rekreasi eh date paling berkesan yang pernah ada. Kalian setuju gak nih, Sob?

Cerita ngedate Sang Kapten dan Sang Dokter ini makin lengkap dengan aneka produk Unilever Korean Strawberry lainnya, yaitu: Rinso Bubuk Korean Strawberry. Superpell Korea Strawberry, dan Sunlight Korean Strawberry.


produk korean strawberry
Aneka produk Unilever Korean Strawberry


Biar lebih seru, adegannya lagi bulan madu deh. Mereka melakukan pekerjaan rumah bersama. Cuci baju bareng sambil saling pandang penuh cinta saat menuangkan Rinso bubuk Korean Strawberry.  Cuci piring bareng sambil colek-colek hidung pasangannya dengan Sunlight Korean Strawberry. Dan balapan ngepel lantai dengan Superpell Korea Strawberry. Widiiiih…  seru kali ya. Dan, pasti bikin hati kita makin meleleh tak berdaya melihat adegan penuh cinta, sayang dan romantis ala pengantin baru.

Wadidaw… wadidaw makin susah deh move on dari drama-drama korea yang jago memporakporandakan hati para wanita. Bener gak nih, Teh Ery? Ah, bener-bener nih Molto Korean Strawberry, wanginya  bikin kita makin jatuh cinta. Bagaimana dengan kalian, Sobat yayuarundina.com?

Ok deh Sob, sampai di sini dulu episode jatuh cintanya.

Selamat menikmati rasa cinta sejati kalian

Selamat menuangkan kasih sayang untuk pasangannya dengan Molto Korean Strawberry. Moga keharumannya membuat kalian makin disayang ayang selamanya.

Sampai jumpa di postingan berikutnya.

Salam


Sumber gambar:

https://www.tentangsinopsis.com/sinopsis-descendants-of-the-sun-terlengkap/

https://www.kdramastory.com/2018/12/sinopsis-descendants-of-sun-episode-5-part-2.html

 

 

 

 

6/13/2022

Cerita Unik Merdeka Belajar: Berbagi Praktik Gerak PPMB Level 0 Di Bis

 

Hai Sobat yayuarundina.com, kemarin, saya mempunyai keseruan yang luar biasa dalam sebuah perjalanan menuju Kampung Naga Tasikmalaya bersama MGMP Bahasa Indonesia Kota Cimahi. Pengen tahu kisahnya? Ini dia Cerita Unik Merdeka Belajar: Berbagi Praktik Gerak PPMB Level 0 Di Bis.


Jalan jalan
Jalan-jalan ke kampung Naga

Berawal Dari Sebuah Japrian Whattsapp

Sudah hampir dua bulan ini, saya mengikuti kegiatan Program Penggerak Merdeka Belajar. Ada tiga level yang harus dituntaskan. Level PraPPMB, Level 0 dan Level 1. Boleh dibilang ini adalah rejeki sekaligus amanah yang tak terduga. Rejeki karena banyak sekali ilmu baru. Amanah karena kita harus mampu menjadi penggerak. Inilah yang melahirkan Cerita Unik Merdeka Belajar: Berbagi Praktik Gerak PPMB Level 0 di Bis.

Cerita Unik Merdeka Belajar: Berbagi Praktik Gerak PPMB Level 0 di bis ini berawal dari sebuah japrian di Whatsapp. Setelah saya menginfokan kegiatan ini, Bu Teti Aryati, temanku ingin tahu tentang KGBN.

“Apa sih KGBN itu?” tanyanya penasaran melalui chat Whatsapp.

“Nanti, ya cerita saat berada di Kampung Naga,” lanjutnya lagi.

Tring, seketika dan secepat Flash Gordon, ide acara pun berseliweran di kepala. Trang tring trang tring trang tring. Rangkaian acara mengalir deras seperti postingan Tik Tok. Ok deh, aku coba untuk mewujudkannya.

Di antara kerjaan sekolah yang berjibun, pelatihan merdeka belajar atau PPMB, TPN Daerah,  dan kegiatan lainnya yang hampir dilaksanakan dalam waktu bersamaan, aku eksekusi ide cemerlang itu. Terlebih dahulu, aku mohon izin kepada panitia. Alhamdulillah, mereka orang baik semua. Izin pun kudapatkan.

Akhirnya, acara Berbagi Praktik Baik PPMB Level 0 dilakukan di akhir perjalanan setelah rangkaian acara lainnya. Perjalanan ke Kampung Naga ini dilakukan sebagai bagian dari literasi budaya dan pemberian kenang-kenangan bagi pengawas pembina MGMP Bahasa Indonesia, Ibu Dr. Hj.  Rina Heryani, S.Pd, M.Pd yang berpindah tugas menjadi dosen UPI Bandung.

Diskusi Seru Merdeka Belajar

Penyampaian berbagi Praktik Baik PPMB Level O ini sesuai dengan arahan dari panitia. Diawali dengan penyampaian tujuan kegiatan ini. Nonton bareng video Merdeka Belajar yang disampaikan oleh Najeela Shihab, refleksi, program PPMB, opini merdeka belajar, dan ajakan mengikuti TPN9.

Menjelang akhir acara terjadi debat atau diskusi merdeka belajar. Ternyata banyak konsep yang muncul.  Merdeka belajar ini bisa dihubungkan dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Bahkan, dalam konsep yang lebih umum. Pernyataan bu Mulyani menjadi pemicu munculnya diskusi seru ini. Alhamdulillah, banyak ilmu baru yang muncul.

Setelah selesai diskusi seru ini, pembawa acara, bu Yatin meminta bu Rina untuk membahasnya. Jadi, wawasan kami semakin bertambah lagi. Sepertinya harus berlanjut nih diskusi serunya hehehe….

 

Tantangan Berbagi Praktik Baik PPMB Level 0 Di Bis

Hai sobat yayuarundina.com, pernahkah ada acara serius seperti ini yang dilakukan di bis? Kalau saya sih jujur, ini yang pertama kalinya. Biasanya ya kami melaksanakannya di ruangan alias di darat.

Tantangan utama adalah berdiri stabil di bis. Waduuh ini luar biasa susahnya. Apalagi, saya biasa diam saat berada di dalam bis. Duduk manis begitu hehehe….  Ternyata, apapun di dunia ini butuh ilmu dan pengalaman ya. Saya jadi ingat para kondektur bis yang bisa leluasa bererak di dalam bis. Jalan dan berdiri sambil meminta ongkos atau memberikan tiket dengan mudah. Saya beberapa kali bergoyang-goyang, bahkan hamper terjengkang saat menyampaikan materi. Untuuung, pk supirnya baik dan bisa membawa bis dengan aman. Saya, akhirnya, harus memilih untuk bersandar di kursi.

Tantangan lainnya adalah penayangan video. Saya melakukannya dengan membagikan link youtube agar para peserta bisa melihatnya dengan ponsel masing-masing. Seharusnya, video bisa diputar seperti lagu-lagu dengan memanfaatkan audio di bis. Kalau seperti ini pasti lebih seru. Lebih enak dilihat dan lebih jelas suaranya.

Merdeka belajar
Nobar Video Merdeka Belajar

Tantangan terakhir adalah sasana. Ini kan piknik, ya Sob. Biasa dengan suasana riang, santai, dan tanpa beban. Pada awalnya, saya sedikit pesimis acara ini tidak bisa dilakukan. Ditolak oleh para peserta. Wong mereka ingin bersenang-senang, bukan mendapatkan materi. Namun, acara nobar bisa diselipkan dalam acara piknik ini. Nobar kan bikin happy, yak an? Jadilah dengan restu ketua MGMP acara ini bisa dilakukan sesantai mungkin. Tapi, keseriusan tak bisa dihindari. Saat terjadi diskusi merdeka belajar, semua peserta menjadi lebih serius. Mikir semua. Waduh gawat! Untung tidak ada yang protes atau demo.

Acara berakhir, tepat ketika bis sampai di kampung Naga, walau bu rina masih membahas merdeka belajar. Beliau menunaskannya dengan cepat, sehingga saat parkir selesai, kami bisa berfoto-foto ceria di bawah terik matahari.

“Ini acara yang komplit ya. Ada santainya. Ada juga seriusnya,” kata bu Yatin menanggapi.

Ya, dalam perjalanan ini, banyak acara yang muncul. Mulai dari sambutan, pemberian kenang-kenangan atau cinderamata, nyanyi atau karokean, games, Tik Tokkan , baca puisi,  cerita, dan seabreg acara lainnya yang tak kalah seru. Perjalanan pergi dan pulang, peserta sepertinya tak bisa tidur nyenyak di bis. Selama perjalanan full acara. Bagaimana perjalanan ini menurut kalian, Sob?

Kampung Naga di Tasikmalaya Jawa Barat

Adakah yang ingin berwisata juga ke Kampung Naga, di daerah Tasikmalaya Jawa Barat? Yuk, jalan-jalan. Wisata literasi budaya. Mengenal segala keunikan kampung yang terletak di gawir atau lembah ini. Siap menapaki 444 anak tangga yang landai. Seru deh! Sebelum pandemi, banyak wisatawan mancanegara yang datang ke sini.

Wisata literasi budaya
Wisata Literasi Budaya ke Kampung Naga

Bisa juga membawa banyak oleh-oleh. Kaos, pakaian khas Sunda, tas, hiasan dinding, bahkan keranjang untuk hampers dengan harga yang murah meriah. Adakah Sobat yayuarundina.com yang sedang diet? Kalian bisa juga memboyong oleh-oleh beras merah dan beras hitam. Ada juga gula aren. Katanya sih lebih baik daripada gula putih, betul gak Sob?

Selain itu, kita bisa menikmati bangunan khas kampung Naga, pemandangan dan aliran sungai yang sudah mulai langka kita lihat. Bersih menyegarkan. Tak jarang pula, kita melibatkan diri dalam kegiatan orang desa yang mungkin tak pernah kita lakukan. Numbuk beras seperti yang dilakukan oleh beberapa teman-teman saya. Mereka penasaran untuk menggunakan alu dan lisung. Kalau kalian bagaimana, Sob?

Nah, itulah cerita unik merdeka belajar: Berbagi Praktik Gerak PPMB Level 0 di bis. Sebuah kegiatan yang harus dilakukan oleh para guru penggerak. Sebuah tantangan untuk bergerak agar berdampak. Kalian siap bergerak juga, Sob? Yuk, mari mari mari!

Oke deh, samapi jumpa di postingan berikutnya ya

Salam

 Sumber foto:

Bu Noor

Dokumentasi pribadi

 

 

 

Featured Post

Bubur Merdeka: Let’s Eat Porridge In Old Hotel

  Hai every one, I will bring you to eat porridge in old hotel. Do you want to join me? Let’s go. We walk to Gatot Subroto road in Cimahi....