Jumat, 21 April 2017

SAGUSABU: GURUPUN MENULIS

Ini wajib
        Ketika Bandung masih diselimuti kabut dan dipeluk dingin, aku melesat membelah kota. Menyusuri jalanan yang masih sepi, jarang penghuni. Dag dig dug tak karuan takut terjebak kemacetan kota. Long Week End. Ah, tapi perkiraankupun sangat jauh mendekati kebenaran. Jalanan Bandung hanya dikuasai segelintir pengendara, termasuk diriku. Untung temanku agak terlambat.
Sambutan pejabat Disdik
            Setelah menempuh perjalanan dengan santai, sampailah kami di tempat tujuan. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Jalan Dr Rajiman Bandung. Kegagahannya menyambut kedatangan kami. Hari itu, kami akan meramaikan ruangan dinas dengan kegiatan menulis. #Kelasmenulisbukujabar.
buku karya guru
            Acara tersebut dibidani oleh Media Guru dan West Java Leader Reading Challenge ( WJLRC ). Workshop tersebut dilaksanakan dalam rangka membumikan gerakan literasi Jabar yang sedang menjadi primadona. Luar biasa, aura positif menyebar hebat di ruangan ini. Guru-guru yang datang ternyata tidak hanya dari Bandung dan sekitarnya. Namun, juga dari beberapa kota yang ada di Jawa Barat. Garut. Tasikmalaya. Bekasi. Sukabumi. De el el. Selain itu, para peserta juga termasuk guru-guru yang super hebat.    Profesional. Berwawasan. Kreatif. Juga produktif. Banyak karya tulisan yang bermunculan. Dibedah oleh Pak Ihsan dan Mas Eko. Sangat luar Biasa !
Pak Ihsan
Mas Eko
            Menyimak pembicaraan, pembahasan, obrolan dan jalannya acara, aku merasa bergidik. Bulu kuduk merinding super hebat. Betapa Indonesia Emas akan mudah terwujud dengan semangat yang luar biasa seperti itu dari guru-guru. Energik dan inspiratif.
Hadiahpun buku
            Terakhir, saat menutup acara, kami -para guru, peserta kelas menulis- mendapatkan tantangan yang luar biasa juga. Wajib menulis satu guru satu buku ( Sagusabu ). Deadline tanggal 20 April 2017, pukul 23.59. Betulkan mas Eko ? Itu artinya, kami hanya diberi waktu sekitar enam hari untuk membuat naskah buku yang akan diproses oleh Media Guru.
            Apakah kami bisa ? Apakah kami sanggup memenuhi target ? Apakah kami bisa membayar lunas deadline tersebut ? Tunggu saja aksi kami pada 20-21 Mei 2017 ! Kami akan menyerbu Jakarta dengan Gebyar Literasi. Menerbitkan 200 buku hasil karya para guru, khususnya alumni kelas menulis Media Guru dari segala penjuru Indonesia. Kemdikbud siap menjadi tuan rumah.

 
Guru Hebat

2 komentar:

  1. yup guirupun harus bisa menulis dan ahrus bisa membiasakan anak didiknya juga menulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mbak tira. Semoga gerakan literasi dan wjlrc mewujudkan hal itu.

      Hapus