Senin, 28 Desember 2015

RESENSI FILM NEGERI VAN ORANJE



CERITA CINTA DARI NEGERI KOMPENI
JUDUL                                  : NEGERI VAN ORANJE
PRODUKSI                            : FALCON PICTURES
SUTRADARA                      : ENDRI PELITA
PENULIS SKENARIO        : TITIEN WATTIMENA
AKTOR                                  : CHICCO JERIKHO, ABIMANA ARYASATYA, TATJANA SAPHIRA,  ARIFIN PUTRA, GE PAMUNGKAS


            Cukup satu kejadian saja untuk mengingatkan kita pada sesuatu !”
            “I love you when you smile. I love you when you yell. I love you when you cry. I even love you when you’re drunk !”

            Preambule
Bagaimana rasanya menjalani hidup merantau di negeri orang, apalagi dengan status mahasiswa ? Di negeri sendiri saja muncul istilah perbaikan gizi (pasti tau artinya, kan ?). Kalau di negeri orang, harga serba mahal, tak punya penghasilan, cekak pula. Waduh… super gawat ya. Persahabatan ternyata mampu meredakan ketegangan-ketegangan itu. Kalau persahabatan  itu dibumbui cinta, bagaimana nasibnya ?

Sinopsis Cerita
            Dua kata itulah yang melandasi cerita film Negeri van Oranje yang tayang di akhir tahun 2015 ini. Lintang, Gerri, Banjar, Daus dan Wicak adalah mahasiswa S2 Indonesia yang kuliah di negeri Belanda. Kalau dari novelnya sih, persahabatan ini terbentuk akibat ulah si badai. Mereka tertahan di stasiun Amersfoort. Sejak itu, terbentuklah AAGABAN ( Aliansi Amersfoort Gara-gara Badai di Netherlands ). Suka duka mereka lalui dengan kekuatan persahabatan. Kebersamaan memang bisa menjadi penguat hidup. Setuju, kan ? Lalu, cinta mewarnai persahabatan itu. Lintang menjadi rebutan keempat cowok tadi. Hancurkah persahabatan itu ? Simak lanjutannya di bioskop favorit masing-masing, ya hehehe….

 
Lintang Lulus Kuliah
            Komen dulu ah
Film ini cukup menarik, walaupun jalan ceritanya datar. Yang jelas, jiwa jjs saya makin mencuat saat nonton film ini. Haduuuh, kapan bisa jalan-jalan di negeri sono, ya ? Apalagi kelima sahabat itu juga melakukannya ke Praha dan beberapa kota di Negeri Van Oranje. Bunga tulip yang menjadi impian sayapun ada di dalamnya. Warna-warni memanjakan mata. Menonton film ini serasa keliling Eropa deh rasanya. Sama seperti adaptasi novel lainnya. Menggoda pisan ! Latar tempat menjadi keunggulan film ini. Selain para aktornya yang ganteng-ganteng. Apalagi ekspresi dan gaya Arifin Putra saat Lintang memerhatikan kunci gembok dalam perjalanan ke wall.
            Yang unik, pengikat ceritanya adalah sebuah teka-teki. Dari teka-teki inilah meluncur satu per satu rangkaian peristiwa menuju jawaban akhir. Rasanya baru kali ini film Indonesia menggunakannya. Dengan menggunakan alur mundur, penonton dibawa pada berbagai peristiwa seru sekaligus juga sebuah kejutan besar tentang Gerri. What do you think ?
            Secara umum, cerita film ini mirip dengan yang lain, kecuali kejutan-kejutan yang tidak biasa. Saya berharap sih film lain yang senada bisa mengangkat suka-duka belajar di negeri orang. Jangan cinta melulu !  Apa slogan pendidikan gratis bisa imbas ke film, yah ? Film gak bakal laku kalo mengangkat tema itu. Sayang, ya ! Padahal film seperti itu bisa jadi motivasi bagi kita semua agar belajar lebih giat lagi. Belajar total demi kemajuan bangsa dan negara ! Belajar total untuk mengatur negara yang kaya ini. Seperti kicauan dan video Panji Pragiwaksono yang menggugah nasionalisme kita.
”Negara kita ini belum memiliki manager yang cakap !”
Udah gitu aza komen sayah mah yaa. Nah, sekarang saatnya kalian nonton sendiri filmnya di bioskop pilihan. Bagus buat mengisi liburan ini. Siap-siap aza nikmatin kejutan-kejutannya yah sambil makan popcorn hehehe….
           
           
Botram di Negeri Van Oranje

2 komentar:

  1. Pengen nonton deh jadinya, thanks ulasannya teh yayu

    BalasHapus
  2. ziipphh... segera berangkaaat. jgn lupa popcorn hehehe...

    BalasHapus