Kamis, 29 Desember 2011

HAFALAN SHALAT DELISA


REVIEW FILM INDONESIA

HAFALAN SHALAT DELISA
Oleh : ARUNDINA


           

            Musibah memang selalu datang tak diundang, tak diminta dan tak pernah diduga. Musibah selalu menyisakan pilu, tangis, kehilangan dan derita.         Namun, musibah juga merupakan sebuah media pembelajaran dalam mengarungi kehidupan ini. Banyak hikmah yang dikandungnya. Keikhlasan, kesabaran, empati, kebersamaan, dan motivasi untuk bisa naik kelas dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
            Kita harus optimis menerimanya. Musibah tidak untuk ditangisi, diratapi ataupun dirutuki,  tapi harus dihadapi dan diselami. Itulah inti cerita film Hafalan Surat Delisa. Film ini dibintangi oleh : Nirina Zubir, Reza Rahadian , Chantiq Schagerl, dan Fathir Muchtar.
            Film ini tidak mengobral tangis pilu atau derita akibat bencana tsunami. Namun, film ini sarat makna. Kehidupan Umi, Abi dan Delisa adalah sebuah symbol harmoni kehidupan. Manusia harus saling menguatkan, mengingatkan dan saling membantu. Kebersamaan yang indah. Kita adalah satu diantara banyak perbedaan. Delisa merupakan symbol kekuatan. Cacat fisik. Konflik batin yang dialaminya. Rasa kehilangan yang menderanya. Pada akhirnya, selalu dihadapi dengan optimis dan kegembiraan. Sikapnya ini mampu menginspirasi semua orang yang berada didekatnya. Sehingga orang-orang itu mampu menerima musibah dengan ikhlas.  Life must go on !
            Film Hafalan Shalat Delisa adalah sebuah tontonan yang menarik dan penuh hikmah. Kita belajar menghadapi musibah. Tak rugi kita membayar karcis. So teman-teman, selamat menikmati suguhan lezat itu. Have a good time !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar