11/08/2014

FUNTASTEA CHATIME


Baby Tea

Chatime punya hajat di Bandung. Selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 7, 8 dan 9 November 2014, warga Bandung - khususnya member chatime- akan dimanjakan dengan berbagai acara. Event ini diselenggarakan dalam rangka pembukaan gerai ke-100. Gerainya ada di BIP tapi acara berlangsung di Living Plaza Dago, karena di sini ada gerai Chatime terbaik dan terbesar. Ini dia agenda acaranya :
JUMAT, 7 NOVEMBER
SABTU, 8 NOVEMBER
MINGGU, 9 NOVEMBER
Jaipong ISBI
Sitoelas Percussion
Kaleb Music
Legency
Gianluigi (Stand up Comedy)
Entertainment
The Megans
Penampilan special GAC
Dr.  Beat

Member’s Gathering
Noin Bullet

Sambil menikmati sajian acara di atas panggung, kita juga bisa mengikuti berbagai permainan yang ada di tenda-tenda. Warga Bandung bisa menguji kepekaan dengan mengikuti permainan pasang mata baby tea dengan mata tertutup. Uji ketangkasan dengan menembak sasaran seperti memanah dan menimpuk tumpukan kaleng susu. Satu lagi, kita bisa menjajal kemampuan melempar tiga bola pingpong ke beberapa lubang khusus. Jika berhasil melakukannya, maka kita akan mendapatkan poin untuk ditukarkan dengan berbagai hadiah. Ada pin, mousepad, kaos dan lain-lain.
Jaipong ISBI

Setelah itu, kita juga bisa menikmati produk chatime berupa buble tea dengan berbagai pilihan rasa dan ayam goreng. Sssttt… untungnya, saya jadi blogger jadi dapat gratisan (seperti biasa motis) hehehe…. Hmmm… rasanya maknyus, mantap, segar, bumbunya terasa banget, gurih, pedas. Yang paling asyik di lidah adalah rasa mangga dari buble tea-nya. Nggak kerasa pahit seperti minuman lainnya. Kita seolah-olah sedang menikmati segarnya buah mangga yang biasa dikupas oleh ibunda tercinta. ( I love you, Mom ! )
Selamat menikmati

Setelah perut kenyang dan haus hilang, kita bisa melanjutkan aktivitas dengan mengikuti lomba desain cup chatime atau bernarsis ria dengan mendatangi pojok Fun Photo Booth. Oke kan acaranya ? Lebih seru lagi jika kita datang rame-rame bareng geng sohib. Bisa bercanda ria, ketawa bareng, maen game bareng dan juga narsis bareng. Pastinya heboh bangeeetsss deh !
Pojok Fun Photo Booth


Me and Bu Edwina   

Games

Games
Jadi, acara ini bisa kita terjemahkan secara bebas berdasarkan etimologis katanya. Fun = bersenang-senang. Taste = merasakan, menikmati. Tea = teh. Jadi, terjemahan bebasnya ? Ayo, kita berenang-senang sambil menikmati  teh chatime yang menyegarkan. Hati senang, lidah bergoyang, dunia serasa penuh cahaya kebahagiaan. Mantap bukan ?
Eh, ngomong-ngomong kalian tau gak sih, apa itu chatime ? Chatime merupakan minuman teh dengan berbagai rasa dan topping.  Minuman buble tea ini berasal dari Taiwan. Yang special dari chatime adalah resep diolah menggunakan daun teh pilihan, 100% buah segar asli, dan komposisi lain yang didatangkan langsung dari Taiwan. Untuk menjaga kualitas, aroma dan kesegaran produk, teh selalu diolah menggunakan brewing machine setiap 4 jam sekali. Toppingnya pun grass jelly, pearl, dan pudding dimasak langsung di gerai tanpa menggunakan bahan pengawet. Chatime memiliki sekitar 60 varian rasa, diantaranya adalah : Honey Lemon, Passion fruits, Stroberi dan Mangga smoothies, Coffee blend dan rasa terfavorit adalah Pearl Me Tea.
Di Indonesia, Chatime pertama kali hadir di Jakarta pada Februari 2011. Kini gerainya berjumlah 99 dan tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Bali dan Makasar. Hari ini, Bandung melahirkan gerai yang ke-100. Bertempat di Bandung Indah Plaza, jalan Merdeka 56 Bandung.  Di masa mendatang, ada rencana akan membuka gerai lagi di Pekanbaru.
Komunitas atau member merupakan salah satu strategi pemasaran Chatime.Pengenalan rasa bisa dilakukan dalam komunitas ini. Selain itu, chatime juga selalu meningkatkan silaturahim dengan mengirim surat elektronik atau mengontak member. Tak lupa juga, mereka akan peduli (care) pada membernya. Pada umumnya, member berusia di bawah 30 tahun.  Dalam acara ini, ada beberapa tawaran menarik. Dengan menambah Rp 10.000,- di setiap pembelian 1 gelas chatime, anda akan mendapatkan free pearl milk tea/ grass jelly milk tea. Bagi member Spesialtea card yang bertransaksi dengan nominal Rp 60.000,- akan mendapatkan double pointtea untuk ditukarkan dengan 1 gelas chatime dengan syarat telah mencapai 50 poin. Promo ini berlangsung pada 7-16 November 2014 khusus di gerai BIP dan 7-9 November di seluruh gerai Chatime di Indonesia. Bagi pemegang kartu kredit Bank Mandiri, ada program buy 1 get 1 dengan Mandiri power point atau fiestapoint. Program ini berlaku di seluruh gerai Chatime wilayah Bandung periode 7-9 November 2014.
Hal menarik lainnya adalah chatime akan mengadakan aksi sosial “Baby Tea Fun Walk” pada Minggu, 9 November 2014. Kegiatan yang bekerjasama dengan pkpu ini akan melibatkan 100  anak yatim. Mereka akan jalan santai dari BIP menuju Living Plaza Dago. Di antara rute itu akan ada booth permainan, minum chatime bersama dan pada akhirnya akan ada penyerahan bantuan perlengkapan sekolah. Itulah bentuk CSR Chatime. Fokus utama CSR sekarang ini adalah pendidikan SD. So, nunggu apa lagi ? Ayo, buruan gabung di Living Plaza Dago, ya !


10/27/2014

KEGALAUAN TIK



Era digitalisasi dan komputerisasi telah lama bergaung di sentero dunia. Oleh karena itu, secara otomatis hampir semua aspek kehidupan manusia mulai ditangani secara komputerisasi. Contohnya: ada e-ktp, pendaftaran siswa baru secara online, pendaftaran cpns, bpjs juga online, layanan perbankan, kantor dan perusahaanpun tak lepas dari komputerisasi ini. Tujuannya adalah mempermudah urusan manusia ? Benarkah ? Dengan situasi seperti itu, ada euforia komputer di segala lini kehidupan. Manusia menjadi sangat tergantung pada benda teknologi yang satu ini. Komputer dan segala sesuatunya menjadi booming. Kini, benda yang satu itu akan bisa kita temui dengan mudah dan murah. Persaingan di bidang inipun semakin tajam. 
 
Masyarakat umumpun butuh komputer
            Euforia itupun ternyata menular pada dunia pendidikan, khususnya sekolah. Banyak sekolah berusaha untuk menyediakan komputer. Lab komputer menjadi salah satu fasilitas sekolah. Bahkan, guru dan siswapun tak lepas dari jerat tersebut. Euforia ini semakin menjadi-jadi ketika pemerintah menetapkan salah satu mata pelajaran yang berhubungan dengan dunia tersebut, yaitu TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), sejak 2004. Kini, komputer merupakan kebutuhan mereka juga. Hampir semua kegiatan sekolah pasti menggunakan komputer, termasuk juga dalam proses belajar mengajar.
Siswa dan laptop

 Sejak tahap perencanaan, pelaksanaan sampai tahap evaluasi teknologi itu tak lepas dari proses tersebut. Semua serba komputer walau belum seratus persen. Komputer benar-benar menjadi fasilitas pendukung yang mempermudah proses belajar mengajar. Jika dulu, kita mengetik rencana pembelajaran dengan mesin tik, maka sekarang menggunakan komputer. Dulu, kita harus mengetik ulang secara keseluruhan, sekarang buka file lama lalu perbaharui tulisan yang akan diganti. Era komputerisasi ini juga ditandai dengan pertanyaan favorit dari para siswa, dari tahun ke tahun. “Bu, boleh menggunakan laptop ?” Ketika anggukan kepala menjadi jawaban, maka wajah sumringah siswa menjadi balasannya. Zaman sekarang, laptop di sekolah bukan hal aneh lagi. “Ma, beliin aku laptop dong !” Mungkin itulah rengekan anak sekarang, selain telepon genggam. Rengekan jajan atau baju baru mungkin sudah kurang mendominasi lagi.
Kini, siswa akan bersentuhan langsung atau tidak langsung dengan komputer dalam proses belajar mengajar. Secara terencana, guru memang mengarahkan siswa pada hal tersebut. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh mereka. Dengan dukungan fasilitas sekolah, siswa akan melakukan presentasi materi pembelajaran menggunakan teknologi tersebut. Siswa biasanya akan membuat power poin untuk ditayangkan di dalam kelas. Selain itu, tugas-tugas pun tak luput dari dukungan teknologi informasi dan komunikasi ini. Pembuatan makalah atau laporan juga didukung oleh fasilitas ini. Tulisan tangan menjadi langka. Bahkan cenderung dihindari oleh siswa. Pementasan dramapun diwarnai dengan pemakaian teknologi ini. Di manapun, kapanpun, dan siapapun pastilah komputer. Itulah mungkin semboyan yang tepat untuk situasi pembelajaran sekarang ( hehehe…). TIK sudah menjadi sahabat dan semangat belajarku, siswa masa kini. Siswa digital mungkin ya, istilah yang paling tepat. Mengapa ? Siswa sekarang lebih dikuasai oleh teknologi. Menanyakan pr, angkat telepon, facebook. Baca buku, e-book. Mencari bahan pembelajaran dan tugas-tugas, internet atau Mbah Google. Banyak hal selalu bersinggungan dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Komputer dan Drama

Di pihak guru, teknologi informasi dan komunikasi ( TIK ) ini pun menjadi bagian dari profesionalisme mereka. Guru-guru sepuh yang tidak bisa menggunakan komputer ( secara terpaksa ) harus mempelajarinya. Situasi dan tuntutan profesi mengarahkan mereka pada hal tersebut. Guru-guru yang pernah dikirim ke luar negeri, menerapkan berbagai macam program bawaan dari tanah sebrang, contohnya Emudo, Think Quest. Banyak pula guru yang mempersiapkan proses mengajar dengan menggunakan komputer itu. Menyusun bahan ajar, misalnya tak lepas dari teknologi tersebut. Power Poin. Penyajian materi menjadi lebih menarik dengan hal tersebut, apalagi guru yang kreatif dan melek teknologi akan berusaha mencari informasi melalui internet untuk menunjang hal tersebut. Blogpun menjadi salah satu media untuk menyediakan bahan ajar. 
Komputer (TIK) pendukung profesionalisme guru

Sekarang, berkaitan dengan kurikulum 2013, penilaianpun tak lepas dari fasilitas teknologi informasi dan komunikasi. Ada program khusus untuk pengisian rapot. Guru sekarang harus mengisi angka-angka pada program khusus itu agar rapot siswa memiliki pendeskripsian. Dengan hal-hal tersebut, gurupun tak bisa lepas dari dunia yang satu ini, teknologi informasi dan komunikasi. Alhasil, TIK menjadi semboyan di manapaun, kapanpun dan siapapun tetap juara mewarnai kehidupan proses belajar mengajar.
Ironisnya, sejak berlakunya kurikulum baru, 2013, mata pelajaran TIK pun hilang dari peredaran, khususnya di tingkat sekolah menengah pertama. Berwujud abstrak. Di satu sisi, kita sedang menggalakkan melek teknologi. Namun, di sisi lain banyak kendala menghadang. Para siswa tidak lagi belajar ilmu TIK secara langsung. Konsistensi tampaknya harus mulai dibenahi. Kita ini akan dibawa kemana ? Di satu sisi, kita harus siap dengan gempuran arus globalisasi, komputerisasi. Di sisi lain, mata pelajaran yang merupakan jawaban terhadap tantangan zaman tersebut dihapus tanpa kejelasan. Nasib guru TIK jadi terombang-ambing tanpa arah tujuan yang pasti. Pembelajaran tentang ilmu teknologi informasi dan komunikasi masih perlu dilakukan secara berkesinambungan. Jika, guru TIK harus mendampingi siswa atau guru dalam waktu mengajar yang tidak jelas, tentu hasilnya tidak akan efektif. Di samping itu, kesiapan mental siswa dalam menghadapi era serba teknologi canggih ini perlu dibentuk dan ditumbuhkan. Siswa harus mampu bertanggung jawab dalam pemakaian teknologi tersebut. Jangan sampai terjadi, siswa menggunakan laptop untuk melihat hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama dan moral ! Para siswa masih harus banyak belajar tentang TIK ini, baik ilmunya yang cepat berubah, juga sikap mentalnya. Derasnya gempuran arus informasi ini, harus pula diseimbangkan dengan pembelajaran TIK yang positif. Kebebasan berteknologi tetap harus dilandasi oleh tanggung jawab keilmuan, tanggung jawab moral dan landasan agama yang kuat, sehingga siswa tidak akan menjadi korban teknologi. Pada akhirnya, TIK masih tetap dibutuhkan oleh guru dan siswa. Tentunya, dengan pengembangan pembelajaran yang lebih menarik dan berkualitas. Kita masih membutuhkan strategi untuk menangkal informasi yang berbahaya dan sering datang secara tiba-tiba, tanpa diminta. Kepada siapakah kita menggantungkan harapan ini jika bukan pada guru TIK ? Semoga segera ada kejelasan tentang mata pelajaran TIK ini, khususnya untuk tingkat SMP !

9/20/2014

INTERNET ITU ASYIK



Sabtu ini, 20 April 2014 ada yang berbeda di daerah Warung Contong Cimahi, tepatnya warung mie kocok yang terletak depan segitiga ( sebelah Alfamart ). Satu persatu urang Cimahi bermunculan. Ada apakah ? Setelah denger-denger info dari tetangga sebelah dan ngintip sedikit ( eeyyy… kade bintitan ) ternyata di sono tuh ada acara asyik. Di bawah komando Fkpel dan kwaci ( leres kitu Kang Budi Rahardjo dan Mas Widodo ? ) - sok tau deh gue hehehe – bakal datang tamu istimewa. So, dengan terpaksa kubatalkan sebuah acara penting hari itu ( punten nu kasuhun  ya, Bu,  abdi teu cios dongkap ). Bersama dengan warga cimahi lainnya, maka bergabunglah kami di sana demi sesuatu ( surprise … !)
                Tak berapa lama, acarapun dibuka oleh bos Yoci ( sssttt… kalo pengen yoghurt yang nendang banget rasanya, hubungi aza beliau. Dijamin gakkan nyesel dan bakal dikasih berliter-liter minuman menyegarkan itu. Sesuai nama Yoci sami sareng yoghurt cimahi xixixi… ). Sambil nunggu pembicara yang masih dalam perjalanan, Mas Wid menceritakan pengalamannya berniaga di dunia maya. Seru lho ! Jatuh bangun berbisnis mukena fatiya  ! Selamat ya Mas, sekarang udah ada hasilnya !
                Setelah itu, dengan rasa deg-degan , Kang Yoci (bener kan, Kang ?)memandu kami membuka dan membuat blog buat persiapan menyambut tamu agung ( eng… ing… eng… aki lengser segera beraksi). Alhasil, kami heboh mencari-cari sinyal. “Heeeiii… akang dan neneng sinyaaalll kadarieeeuuu atuh !” Menit demi menit berlalu, sang jagoan eh bintang tamu pun datang. Kang Yoci makin dag dig dug dipelototin ama bos seo bandung bin bos BDR, Yudha Herbaputra. Naon sih BDR ? Sok tah barudak, aya nu apal ? BDR teh nyaeta sebuah komunitas Bisnis dari Rumah. Demikian menurut pak guru Yoci. Lalu, bos Yoci mengestafetkan tugas selanjutnya pada pak guru Yudha Herbaputra. Eeeits... tunggu dulu, ada Kang Angga dari Garut yang juga ikut berbagi ilmu dan siap membantu kami dari belakang ( ??? ).

Sang Guru
 Berikutnya, kerut-kerut halus mulai bermunculan di kening peserta pelatihan. Puyeng ngikutin petunjuk abah Yudha. Gemes gak ada sinyal. Tertatih-tatih membuat blog bisnis. Bingung menulis domain, title, alamat blog, dan semua petuah bos bdr.

serius, pusing atau terpesona
 Hadeeuuh.. aku juga sempet ngacir dulu euy. Tapi, demi cintaku padamu, akhirnya aku balik lagi deh. Spesialnya lagi, tuan rumah, om Paulus, bos mie kocok warung contong berbaik hati meminjamkan modem smartnya (hatur nuhun tenkyu, Kang !). Buat yang mo hajatan, syukuran, arisan atau kumpul-kumpul keluarga de-es-be mie kocoknya dan Zupa-zupa bisa diorder tuh ! Mmmhhh… yummy ! Di antara cenat-cenut itu, opieun pun datang satu persatu. Risoles. Cireng isi. Tahu baso. Puding Cake yang menggoda selera. Wow, banyak juga ya produk cimahi. ! Rrruaarrr biiaasaa… tiga jempol untuk kreatifitas urang cimahi !!! Laaannjuuttt, Kaang… !
                Sehabis sholiskan, acara pun bergulir lagi. Masih seputar blog. Kata kunci. Seoquake. HTML. Laman. Daaaannn… kudu nulis 300 kata untuk mendeskripsikan produk. Soalnya, kata Bang Yudha Herbaputra Mbah Google senang akan teks. Sambil makan seblak kurupuk yang super pedas,diselingi camilan Genzi (sarupaning keripik singkong dan csnya ) kamipun memeras otak hingga berdarah-darah   ( halah meni lebaynyaaa… ). Teruuusss posting di blog masing-masing dan akhirnya dikasih PR buat always posting di blog minimaaal sekali tiga postingan dalam seminggu. Nah lho, gimana siap warga cimahi ? Akhirnya, acara ditutup dengan rencana baru dan narsis. Bergaya dulu aaahhh… ! Akang dan Teteh, see you in the next meeting ! Nice to meet you !

OKRA



Ada yang pernah mendengar kata dalam judul tulisan ini ? Okra. Ada yang tahu, apakah itu ?
Berawal dari hobi suvi alias suka nonton tivi, Di suatu siang, tanpa disengaja, saya memindah—mindahkan saluran televisi. Tepat pada saat klik, ada yang menarik, acara memasak. Bukan Rudy Choerudin. Bukan Billy Kalangi, Bukan Chef Marinka. Bukan pula Sarah Queen. Karena sekarang suka  memasak, maka acara itu saya pantau, walaupun hanya tinggal resep terakhir. Tumis-tumis. Masak-masak (yeee… iklan Bimoli teenaannn..). Sekilas, ada sayuran panjang, kecil berwarna hijau. Dipotong-potong serong memanjang. Bumbunya pun sangat mudah dan sederhana dan gampang bangeet. Cucok tenan dengan gaya memasakku. Sambil terheran-heran menonton acara itu, saya menanti dengan sabar seseorang akan menyebut resep masakan itu. Asli, baru kala itu saya melihat bahan masakan aneh tersebut. Setelah beberapa lama menanti, akhirnya keluarlah namanya. Okra atau Lady’s Fingers. Huaaalaahhh… opo ituu ? Pas lihat bentuk aslinya, rasa-rasanya saya pernah melihatnya di sebuah supermarket. Saya pernah menanyakannya pada teman, tapi tidak ada yang tahu. 

Alhasil, keesokan harinya, saya pun berburu okra di sebuah pasar swalayan tempat saya sering berbelanja. Woooww… sebungkus kecil okra harganya sekitar enam belas ribu. Busyeet deh.. mahaaal amaaat… ! Cuma lima biji isinya. Jadi, harga satuannya berapa yaa ? Namun, karena ingin mencoba menu baru, dengan agak berat hati, kukeluarkan juga kocek untuk membeli sayuran mini itu. Sayuran sebesar cabai hijau besar. Deg… ah, daripada jantungan, stress, masgul, galau dan sejenisnya, lupakan aza dech ! “Semoga Allah memberikan rejeki yang lebih banyak dari harga okra ini,” doaku dalam hati. Aslinya sih sumpah pengen menghibur hati aza hehehe… !
Singkat cerita, dengan sepenuh hati, aku potong-potong si jari lentik gadis penari bali itu. ( xixixi.. imajinasi bebas dari lady’s fingers). Potongannya cantik. Agak mirip bintang. Berwarna putih dan ada semacam biji. Lho, kok pisaunya agak lengket ? Aku juga menyiapkan bumbunya, yaitu irisan bawang putih, bawang merah plus bawang bombay, garam, lada dan gula putih. Berees. Saatnya menumis. Setelah minyak di wajan agak panas, kutumis segala macam bawang sampe layu, menyusul okra juga sampe leumpeuh kata orang sunda mah. Air kutuangkan sedikit. Tambahkan garam, lada dan gula putih. Tunggu sebentar. Aduk-aduk. Icip-icip. Pas banget sesuai rasa di lidah. Komporpun kumatikan. Aneh, mengapa ada lendir ? Ah, daripada berat memikirkan asal lendir itu, kutuangkan hasil masakanku pada sebuah mangkok sedang. Sendokpun berlendir. Panggilan perut udah gak nahan. Hap… aku memikmati sepiring nasi dengan tumis okra. Rasa yang aneh. Mungkin mirip oyong garing atau mmhh.. tau ah gelap… Silakan aza icip sendiri yaa !
Acara makan pun beres. Berikutnya adalah sosmed. Sungguh tepat tebakanmu, sobat ! Aku bercerita dan bertanya soal okra pada seorang kawan yang suka masak. Namun, hasilnya nihil. Gak ada yang tahu tentang okra. Dia baru dengar kata itu justru dariku saat itu. Besok dan besok harinya lagi, pencarian itu masih berlanjut. Sedikit ada gambaran. Okra ternyata bisa menjadi obat. Sayang seribu sayang, temanku itu terkena amnesia berat. Lupa khasiat okra.” Googling aza deh!” ujarnya menyerah kalah.
Akhirnya, Mbah Google menjadi andalanku. Wow, okra ternyata cukup populer di internet. Banyak link yang memuat tulisan tentang sayuran tersebut. Ada gambarnya pula. Sama dengan yang kubeli tempo hari. Perburuan informasipun berlanjut di internet.
Neng geulis, Okra ternyata termasuk keluarga kapas-kapasan (Malvaceae). Nama latinnya adalah Abelmoschus Esculentus. Tanaman ini termasuk pada genus Hibiscus dulunya. Awalnya, Okra ini berasal dari Afrika, khususnya Ethiopia. Kini Okra sudah menyebar dan terkenal ke berbagai benua, seperti Asia, Eropa dan Australia. Istilah lain okra adalah bendi, gumbo, bamia dan qiu kui.
Okra sangat baik bagi kesehatan karena memiliki beberapa kandungan gizi. Minyak biji Okra sangat kaya dengan asam lemak tak jenuh (asam eleat dan asam linoleat). Okra mengandung 3.9% protein. 2,05% lemak. 40 kkal/ 100 gram energy. 6,68% kalium. 0,77% fosfor dan okra itu sangat banyak mengandung serat. Oleh karena itu, okra sangat bermanfaat untuk mencegah kanker kolon (usus besar, diabetis, obesitas, konstipasi dan kolesterol tinggi. Dengan serat, fesespun akan lancar serta mengaburkan konsentrasi zat karsinogen. Demikian rangkuman informasi dari Wikipedia dan kupukupudanpelangi.blogspot.com.
Menurut Republika, getah okra dapat mengontrol kadar gula darah, karena okra kaya serat larut dan termasuk makanan rendah glycemic index, hanya 20. Anda penderita diabetes ? Inilah resep (suntik insulin) alami untuk Anda.
1.      Ambil dua buah okra, potong kedua ujungnya !
2.      Jangan dicuci, biarkan lendirnya keluar !
3.      Rendam dalam segelas air, tutup dan biarkan semalam !
4.      Pagi hari, ambil okra, lalu minumlah airnya !
Agar lebih menggugah selera, okra ternyata bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan, seperti: kari, balado, tumis, campuran salad, dan panggang okra dengan mentega. Jika Anda ingin mendapatkan berbagai resep okra lainnya, Southern Living menyediakan 12 resep masakan okra, yaitu : friedpecan okra, pickled okra, okra and corn maque choux, fried okra salad, okra creole, okra rellenos, peppery grilled okra with lemon-basil dipping sauce, pickledand okra shrimp salad, shrimpand okra hush puppies, baked polenta with cheese and okra, smashed fried okra, skilled-roasted okra and shrimp. Mmmmhhh… tampak menggoda selera. Selamat berkreasi dengan okra !

9/13/2014

GAMBAR KURIKULUM 2013



BEBERAPA FOTO KEGIATAN BELAJAR KURIKULUM 2013

PEMBELAJARAN PKN

APRESIASI PUISI

MENULIS TEKS OBSERVASI

KERJA KELOMPOK

MENGAMATI GAMBAR DAN LINGKUNGAN

Featured Post

Menikmati Sarapan Pagi Enak di Butterpie Bandung

  Halo sobat yayuarundina.com – Ayo, kita menikmati sarapan pagi di Butterpie Bandung!   Sudah lama, kita tidak jalan-jalan dan kulineran d...