Senin, 06 Juni 2016

MUNGGAHAN, RAMADHAN BERSAMA SABUKI

        
Pinus dan puncak Manglayang
       Asyeeek Ramadhan datang kembali. Welcome Ramadhan. Ramadhan  selalu dinanti oleh umat muslim dengan suka cita. Banyak hal menarik yang dilakukan orang untuk menyambut kedatangannya. Salah satunya, dilakukan oleh komunitasSabuki. Sabuki kepanjangannya adalah Satu Bumi Kita. Komunitas ini memiliki banyak kegiatan, seperti kegiatan alam, kegiatan sosial dan sebagainya. Punggawa-punggawanya merupakan anak-anak muda yang penuh semangat.
Sabuki: Munggahan


        Menjelang Ramadhan 1437 H atau tahun 2016 ini, Sabuki mengadakan kegiatan Munggahan: Semalam Lebih Dekat. Kegiatan ini berupa kemping persami (perkemahan Sabtu Minggu) pada 4-5 Juni 2016. Bertempat di Batu Kuda Gunung Manglayang Cicaheum-Bandung.
Peserta menunggu jemputan ke Batu Kuda

        Kegiatan outdoor ini ternyata memiliki banyak peminat, peserta mencapai sekitar 50 orang, dari berbagai usia dan kalangan. Jadilah, Sabtu 4 Juni 2016 kami berkumpul di meeting poin Surapati Core sekitar pukul 13.00-14.00 WIB. Setelah lengkap, kami segera berangkat ke lokasi. Sebagian naik motor dan yang lain berangkot ria. Setelah Ashar, kami tiba di lokasi. Warna-warni tenda menyambut kedatangan kami. Menyambut Ramadhan.
Kemah tempat bertadabur alam
        Ah, akhirnya rasa kepenasaranku terbayar. Sudah lama, saya mendengar cerita tentang Batu Kuda ini. Konon kabarnya, Batu Kuda yang ada di Manglayang ini merupakan jelmaan dari kuda yang menjadi tunggangan Prabu Layang Kusuma dan Permaisurinya, Ratu Layang Sari. Kuda tersebut terperosok sangat dalam ke dalam lumpur sampai setengah badan.


Perkenalan
            Setelah beristirahat dan merapikan barang di tenda, kami berkumpul setelah magrib. Acara dibuka oleh Kang Ridwan. Kemudian, di sela acara kami menikmati hidangan makan malam. Hmmm… maknyus. Nasi liwet, ayam goreng, mustofa, tahu, tempe…. Menu yang paling banyak dicari orang adalah cumi goreng yang imut dan renyah.
Hidangan santap ala pecinta alam

Renungan Malam
            Setelah mengisi perut dan saling memperkenalkan diri, tibalah pada acara inti. Semalam Lebih Dekat. Dekat dengan siapa ? tanya pembawa acara. Jawabannya adalah sebuah pembacaan puisi yang dilakukan oleh Kakak Senior Kedua, Armediawati.
        Kembalilah kepada Tuhanmu ! Diantara kesibukan mengejar kebutuhan dunia, sempatkanlah mampir kepada ridho Ilahi. Tenangkan diri, pikiran dan batin ! Stop Berbuat dosa ! Mari kita memohon ampunan, perlindungan, rahmat dan kasih sayang dari Sang Maha Pencipta, Allah SWT.
        Kesyahduan melingkupi malam, mengaduk-ngaduk rasa, hati dan jiwa kami. Semakin baper dengan alunan musikalisasi puisi dan lagu-lagu islami. Semoga tahun ini, kami bisa melaksanakan Ramadhan terbaik yang penuh makna, ampunan, pahala dan kembali terlahir sebagai bayi yang suci !
CINTAI LINGKUNGAN
        Sebagai pecinta alam, kita harus mengetahui daerah-daerah kawasan hutan yang bisa dijamah dan yang haram. Flora dan fauna merupakan anugrah Ilahi yang sangat berharga. Mereka bagian dari kehidupan manusia.
        Kawasan taman nasional sebaiknya dibiarkan menjadi tempat hidup bagi flora dan fauna. Biarkan mereka hidup dengan bebas dan tenang di sana ! Jangan diganggu, ya temans !
            Sebaliknya, kawasan wisata, boleh kita jelajahi. Lihatlah dan nikmatilah semua ciptaan Tuhan. Please, jangan menyampah, merusak, mencorat-coret atau perbuatan lain yang akan merusak alam, ya! Mari kita lestarikan alam yang indah, hijau, sejuk dan mampu memberikan udara yang bersih serta air yang melimpah. Gak maukan kita kekeringan dan kebanjiran ?

Trekking Batu Kuda
            Mengawali pagi di alam terbuka sungguh menyenangkan. Wajah dibasuh dengan air segar yang bersih. Mata dimanjakan dengan hijaunya pohon pinus dan pemandangan alam gunung Manglayang. Paru-paru dimanjakan dengan udara yang bersih dan segar. Sambil berayun-ayun di Hammok, kunikmati segala ciptaan-Mu ini. Ah, sangat indah karunia-MU, Tuhan ! Terima kasih. Semoga anugrah ini tetap lestari !
        Setelah melakukan pemanasan dengan senam bersama, sekitar pukul 7.30 kami melakukan perjalanan menuju batu kuda. Ini nih acara yang paling kutunggu-tunggu sekaligus juga membuatku takut setengah mati. Bingung, gak ?
        Jalan-jalan menikmati alam terbuka sangat menyenangkan dan kesempatan besar untuk mengisi paru-paru kita dengan udara segar sebanyak-banyaknya. Tapi, kalau jalanan menanjak ? Alamaaak. Nafas pasti nges-ngeson dan eungap (Sunda: Sesak). Pasti ketinggalan rombongan. Itulah yang paling kutakutkan. Untung ada Eking. Makasih ya, Koko !
        Perjalanan pendek ke Batu Kuda tidak seekstrim perjalanan ke curug Malela di Cililin, Kabupaten Bandung Barat.
        Medan yang harus ditempuh cukup singkat. Sekitar  15 menit saja dari bumi perkemahan. Tanjakkannya juga tidak terlalu berat. Kami menyusuri jalan setapak yang dibatasi oleh pepohonan kiri-kanan. Pinus, kopi, jeruk bali, salak, semak belukar. Diantara kehijauan itu, ada juga batu-batu besar yang berdiri dengan gagah. Tempat saya, beristirahat dan selfi.
Kang Tedi
Peserta menyimak cerita gowes

        Sampai di Patung Kuda, kami beristirahat sambil mendengarkan cerita pengalaman Kang Tedi yang menggoyang Surabaya-Lombok dengan gowesan sepedanya selama 40 hari. Sebuah perjalanan yang menyadarkan dirinya sebagai manusia dan makhluk Tuhan yang Maha Esa.
“Manusia takkan pernah bisa hidup sendiri”
treking menuju situs Batu Kuda

GAMES
        Nah, ini sesi yang membuat kita selalu menjadi orang muda. Permainan atau games sangat bermanfaat untuk meredakan stress. Mengendurkan ketegangan urat-urat syaraf. Membuat kita selalu merasa bahagia dan tertawa.
        Di sesi ini, kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menjajal berbagai macam permainan. Estafet terigu, tarik tambang, perang badar. Mandi terigu berputih-putih ria. Tertawa karena keseruan tarik ( tambang ) yang sempat putus dua kali. Berlari berkejar-kejaran menangkap lawan, menyelamatkan bendera, sekaligus merebut bendera lawan agar regu kita menang. Seru bingits deh, apalagi saat peserta menabrak kemah ! Untung Opa sehat lahir batin, yah hehehe….
kelompok games

        Ok deh, selamat menjalankan ibadah puasa. Tiada bulan sebaik Ramadhan. Semoga tahun ini menjadi puasa terbaik kita ! Mohon maaf lahir dan batin !
Sabuki Hu Hah
Seuri Bray

        

14 komentar:

  1. ini sih acara yang menarik dan seru

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup betul mbak Tira Soekardi bikin ketagihan hehehe....

      Hapus
  2. Kereeeeennn bingiiiiitttssss nih tulisan.... Samaaa dengan yang kurasakan....
    Kita Memang Ok!!!
    Eh......
    SABUKI Memang Ok!!!
    GERBANG MATAHARI Memang Ok!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyiik dan seru yaah. hidup kita, sabuki, dan gerbangmatahari hehehe....

      Hapus
  3. SABUKI Kereeeeennn bingiiiiitttssss
    GERBANG MATAHARI Kereeeeennn bingiiiiitttssss

    BalasHapus
  4. Wah asik nih acaranya, teh. Terakhir kali camping aku tuh November taun kemarin. Sebelum itu camping terakhir pas jaman kuliah huehehe... lama banget. Semoga ibadah puasanya lancar ya, teh.

    BalasHapus
  5. aamiin. ya fi, aku kabandang kemping ma temen. refreshing. pdhal pgn juga ikut yoga. aku kemping pas zaman pramuka hehehe...

    BalasHapus
  6. Teteeeeh,..
    asyik banget sih itu acara munggahannya sembari camping sih :)

    Aku teh meuni pengen nyobain ajak anak2 camping nih Teh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayu atuh gabung aza ama sabuki. asyeeek. anak temenku jg kemaren ketagihan hehehe...

      Hapus
  7. pingin juga ikutan komunitas kayak gini ya mbak..aku suka yang berbau2 lingkungan juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayu mbak prananingrum, gabung sama sabuki. asyek orang muda semua

      Hapus
  8. Terima kasih bu yayu sudah menulis tentang kegiatan sabuki, hayu ikutan lagi kegiatan sabuki selanjutnya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siipphhh. Ada acara apa lg ? Kapan ?

      Hapus