2/08/2026

Menikmati Sarapan Pagi Enak di Butterpie Bandung

 

Halo sobat yayuarundina.com – Ayo, kita menikmati sarapan pagi di Butterpie Bandung!  Sudah lama, kita tidak jalan-jalan dan kulineran di Bandung. Kali ini, aku bersama komunitas Bandung Lokal Guide berkesempatan menikmati sarapan pagi di Butterpie Bandung, jalan Anggrek No. 56 Cihapit Bandung.  Minggu, 8 Februari 2026, sekitar pukul 08.00 hingga selesai.


yayu arundina
 Sarapan di Butterpie Bandung


Sesuai namanya, menu andalan dan spesialis di Butterpie adalah aneka pie baik yang berukuran besar, sedang maupun kecil. Istimewanya, kali ini ada perubahan menu. Tempat yang biasanya menyajikan dessert, kali ini juga menyediakan main course atau makanan berat dengan potongan 20 persen. Ada sajian makanan Western, Pasta, dan Indonesia.

Boleh dikatakan sarapan pagi ini merupakan vitamin untuk jiwa dan raga. Sebuah hal yang jarang kita temui saat makan bersama. Di sini, kami mendapatkan sebuah pelajaran berharga tentang makna hidup.  Temukan arti hidupmu. Inilah filosofi lengkapnya:“The meaning of life to find your gift. The purpose of life is to give it away.” Makna hidup adalah menemukan bakatmu. Tujuan hidup adalah untuk membagikannya.

Menikmati Sarapan Pagi di Butterpie Bandung

Dalam cuaca yang agak mendung, aku kembali menyusuri jalan Deandels dari Cimahi ke Bandung. Menyusuri jalan utama dengan gojek menuju Cafe Butterpie, jalan Anggrek 56 Cihapit Bandung. Angin lembut mengiringi perjalananku, selembut pak sopir yang mengendarai motornya dengan kalem. Comfort.

Beragam gedung di sepanjang jalan ikut berlari-lari. Juga gunung Tangkuban Perahu di kejauhan yang perlahan tertinggal jauh saatku melintas di jembatan Pasupati. Infrastruktur ikonik Bandung yang melambangkan kemajuan, kreativitas, dan modernitas Bandung.

Tanpa perlu berlama-lama, akhirnya, aku tiba di cafe Butterpie Bandung. Beberapa gojek menurunkan para penumpang yang kuduga sebagai peserta Food crawl pertama di tahun 2026. Sebuah bangunan tua yang terawat menyambut kami seperti nenek menyambut kedatangan cucu-cucunya. Homy bangets. Aku menuju taman belakang tempat acara berlangsung. Beberapa peserta sudah tampak di sana, sedang bertukar cerita.

Tak lama, kami pun diminta untuk memesan makanan favorit masing-masing. Ehmmm, lambaian pie dengan aneka rasa di etalase siap kuambil.

Menu Makanan di Butterpie Bandung

Kini, menu makanan di Butterpie Bandung sudah lengkap. Ada makanan berat, desert, minuman baik dalam negeri maupun luar negeri. Dulu, Butterpie identik dengan masakan Perancis. Sepertinya yang tertinggal sekarang hanya Ratatouille dan Coq Au Conneberge. Padahal, saya penasaran dengan sajian Quinoa. Jangan khawatir, menu di sini dijamin halal.  


pie
Pie menu utama Butterpie Bandung



Ini dia daftar menu terbarunya. Menu ini bisa berubah sewaktu-waktu

1.       Aneka Pie

Pie menjadi menu utama di Butterpie Bandung. Desert inilah yang menjadi titik awal pengembangan usahanya.

Tersedia beragam pie dengan ukuran dan rasa yang menggoda. Bisa slice atau paket. Ada yang manis dan asin.

Kalian bisa memilih pie blueberry, stroberry, lemon, apel, chou, cheese, triple chicken cheese, beef cheese mushroom, dan sebagainya.

 

2.       Menu Indonesia

Nasi goreng kencur, Nasi goreng kampung Chicken Katsu, Nasi Goreng Kampung Sate Lilit, Nasi Bali, Sup Asam Iga, Soto Bandung, Cuanki Mang Beno.

 

nasi goreng
Aneka main course di Butterpie Bandung

3.       Menu Western

Roasted Chicken, Ricotta Chicken Meatballs, Chicken Roulade Spinach, Thai Grilled Beef with rice, Coq Au Conneberge,Ratatouille, Chicken Wings with Rice, Chicken Roulade Mushroom, Chick’nDip with Rice, Swedish Meatballs.

 

4.       Pasta

Spaghetti Matah Tuna

 

5.       Minuman

Kopi, teh, healthy juice dan sebagainya.

 

6.       Menu Spesial Lebaran

Jelang lebaran tahun ini, Butterpie Bandung akan menerima pesanan aneka kue kering. Cek akun Instagramnya agar kalian bisa memesan sebelum kehabisan.

lebaran
Contoh kue lebaran

Tata Cara Memesan Makanan di Butterpie Bandung

Secara berkelompok, kami menerima sebuah tablet yang berisi beragam menu. Aduh Mak bingung tenan ananda memilih makanan-makanan itu. Semuanya enak dan mengundang selera. Main course, appetizer dan minuman. Ada kopi kesukaanku, capuchino. Alamak, aku bagusnya pilih menu apa? Selain menu digital, ada juga menu cetak.

Akhirnya, aku memilih Ricoto Chicken Meat Ball dan hot Capuchino. Inginnya lengkap dengan pie, dessert spesial Butterpie, Triple Cheese Chicken, tapi takut gak muat perutnya. Haduh ujian berat.

Teman-temanku yang lain memilih menu spagheti, rolade chicken, roasted chicken, nasi goreng cikur, piza, pie blueberry, chou, dan sebagainya. Sedangkan minumannya ada kopi, teh, matcha.

Eh, teh Anisa memesan menu yang dimasak tikus. What? Tenang itu ada di film. Masakan khas Perancis ini bernama Ratatouille. Nama masakan inilah yang menjadi judul film kartun tersebut. Bercerita tentang seekor tikus, Remy yang bercita-cita ingin menjadi chef atau koki.

Setelah memilih menu, kami antri di kasir untuk membayar pesanan. Eh, ada menu digital juga rupanya di sini.

Setelah itu, tinggal menunggu di meja saja. Nanti, pesanan akan diantar ke tempat. Uniknya, di setiap meja, ada semacam bel panggilan untuk pesanan. Jadi, kita bisa langsung duduk di tempat yang kita inginkan. Lalu, membunyikan bel untuk melakukan pemesanan dan pembayaran. Namun, tadi, saya tidak mencoba dengan cara ini. Kalian coba ya!

Sejarah Butterpie Bandung

Butterpie Bandung ini, berawal dari usaha rumahan sekitar tahun 2009 bernama Spatula. Sekitar tahun 2018 berubah nama menjadi Butterpie sesuai dengan bahan dan produk andalannya.

Sekitar tahun 2021 mulai membuka outlet pertama di jalan Cendana No. 17 Bandung. Sekarang, membuka outlet kedua di jalan Anggrek No. 56 Cihapit Bandung.

Outlet kedua ini memiliki parkir yang cukup luas. Terasa benar seperti ada di rumah, homy, tenang dan jauh dari kebisingan. Cocok untuk kerja atau mengerjakan tugas kuliah sambil menikmati pie atau makanan dan minuman lainnya.

Outlet kedua ini terbagi menjadi beberapa ruangan. Indoor dan outdoor. Begitu masuk akan disambut spot foto dan etalase pie apel sebagai produk unggulan. Di etalase lainnya tersimpan aneka rasa pie dengan penampilan yang cantik-cantik dan menggoda selera.

Lalu, ada ruang bar, tempat meracik kopi. Di belakangnya, ada dapur untuk mengolah aneka pesanan pelanggan.  Setelah itu, ada ruang keluarga dengan lemari buku sebagai perpustakaan kecil, layaknya di rumah.


butterpie
Ruang keluarga


Di outdoor, hamparan rumput sintetis mempercantik tata ruang dan menyejukkan mata. Di sekitarnya ada mushola kecil dan dapur terbuka. Ini tempat favoritku. Terasa adem bangets.


bandung
Suasana outdoor


Nah, di bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba, kalian bisa merencanakan bukber di sini nih, Butterpie Bandung. Gaspol bareng sahabat, handai taulan,  atau keluarga tercinta.

Demikian informasi seputar sarapan enak di Butterpie Bandung. Jangan lupa mampir ya. Icip-icip pie, kopi atau menu lainnya.

Karena menu-menu di Butterpie ini enak-enak, aku doakan para pembaca blogku ini juga hidupnya enak. Happy and healthy.

 

Sampai jumpa

Salam

 

Info Butterpie Bandung

Outlet I

Jalan Cendana No. 17 Bandung

Jam Buka

Minggu-Kamis 10.00 – 18.00

Jumat-Sabtu 09.00 – 19.00

WA 081316578989

 

Butterpie 2.0

Jalan Anggrek No. 56 Bandung

Jam Buka

Minggu-Kamis 07.00 – 21.00

Jumat-Sabtu 07.00 – 22.00

WA 081397678777

 





1/09/2026

5 Kebiasaan Kecil Yang Bisa Membuat Boros Pengeluaran

 

Sebagian dari kita kadang merasa pengeluaran bulanan sangat boros. Padahal, tidak ada pengeluaran berlebihan dan kebiasaan finansialpun terlihat seperti biasanya dan cukup terkendali. Namun ketika ditelusuri lebih jauh, total pengeluaran sering kali tidak sejalan dengan budget biasanya.

 


Penyebabnya bisa saja kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin. Pengeluaran dengan nominal kecil memang sering dianggap tidak terlalu penting, sehingga jarang dicatat atau dievaluasi. Padahal, jika terjadi terus-menerus, dampaknya bisa cukup besar terhadap kondisi keuangan.

 

Yuk kita bahas kebiasaan-kebiasaan kecil yang sekilas tampak wajar, tetapi berpotensi membuat pengeluaran menjadi lebih boros!

Kebiasaan Kecil yang Tanpa Disadari Membuat Pengeluaran Boros

Sebagian besar pemborosan tidak terjadi karena satu keputusan besar, melainkan akumulasi dari kebiasaan kecil yang dilakukan hampir setiap hari. Karena nilainya terlihat tidak signifikan, kebiasaan ini sering luput dari perhatian dan jarang dievaluasi. Padahal, jika dibiarkan terus-menerus, dampaknya bisa cukup besar terhadap kestabilan keuangan dalam jangka panjang.

Berikut beberapa kebiasaan kecil yang umum terjadi dan tanpa disadari dapat membuat pengeluaran menjadi semakin boros.

Sering Membeli Sesuatu karena “Kelihatannya Murah

Harga murah sering memberi kesan bahwa sebuah pembelian tidak akan berdampak besar pada keuangan. Akibatnya, keputusan membeli terasa ringan dan jarang dipikirkan secara mendalam. 

Padahal, jika dikumpulkan, totalnya bisa mendekati pengeluaran besar yang biasanya dianalisis secara matang, seperti pembelian elektronik utama, furnitur, atau saat mempertimbangkan harga genset untuk kebutuhan tertentu.

Selain itu, barang yang dibeli karena murah sering kali tidak digunakan dalam jangka panjang. Banyak di antaranya hanya berakhir tersimpan atau bahkan terlupakan, tanpa memberikan manfaat yang sebanding dengan uang yang dikeluarkan.

Tidak Mencatat Pengeluaran Harian

Pengeluaran kecil yang tidak dicatat mudah dianggap remeh dan cepat terlupakan. Tanpa pencatatan, sulit untuk mengetahui pola pengeluaran yang sebenarnya terjadi setiap hari. Kondisi ini membuat pengeluaran terasa aman, padahal jumlah totalnya bisa cukup besar.

Ketiadaan catatan juga menyulitkan proses evaluasi keuangan. Tanpa data yang jelas, pemborosan sering baru disadari ketika kondisi keuangan sudah mulai terasa ketat.

Langganan (Subscription) yang Jarang Digunakan

Layanan berlangganan sering dipilih karena menawarkan kemudahan dan harga yang terlihat terjangkau. Namun, seiring waktu, tidak semua layanan tersebut benar-benar digunakan secara optimal. Biaya yang terus berjalan setiap bulan akhirnya menjadi pengeluaran rutin yang kurang disadari.

Jika tidak pernah ditinjau ulang, langganan yang jarang digunakan dapat menghabiskan anggaran tanpa memberikan manfaat nyata. Dalam jangka panjang, akumulasi biaya ini dapat cukup membebani keuangan.

Terlalu Sering Jajan atau Membeli Makanan di Luar

Pengeluaran untuk makanan dan minuman sering dianggap wajar karena berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari. Namun, kebiasaan jajan atau membeli makanan di luar tanpa perencanaan dapat meningkatkan pengeluaran secara signifikan. 

Terlebih jika dilakukan hampir setiap hari. Pengeluaran kecil seperti kopi, camilan sering tidak terasa di awal, tetapi dampaknya jelas terlihat ketika dihitung secara keseluruhan.

Belanja Impulsif karena Promo

Meskipun terasa menghemat karena harga lebih murah, belanja impulsif justru menambah pengeluaran yang seharusnya bisa dihindari. Promo dan diskon sering menciptakan rasa urgensi untuk segera membeli. 

Keputusan yang diambil secara spontan ini kerap didorong oleh FOMO, rasa takut melewatkan kesempatan. Jadi tidak didorong oleh kebutuhan nyata. Barang yang dibeli kemudian tidak terpakai.

Cara Menghindari Kebiasaan Boros dalam Pengeluaran Sehari-hari

Menyadari kebiasaan yang membuat pengeluaran membengkak adalah langkah awal, tetapi perubahan nyata baru terjadi ketika diikuti dengan tindakan yang konsisten. 

Menghindari pemborosan bukan berarti membatasi diri secara berlebihan, melainkan mengelola pengeluaran dengan lebih sadar dan terencana. Dengan pendekatan yang tepat, kebiasaan kecil yang merugikan dapat digantikan dengan pola keuangan yang lebih sehat.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan menghindari kebiasaan boros dalam kehidupan sehari-hari.

Membuat Batasan Pengeluaran yang Jelas

Menentukan batas pengeluaran membantu memberi kontrol terhadap keputusan finansial. Dengan adanya batasan, setiap pengeluaran menjadi lebih terukur dan tidak dilakukan secara impulsif. Hal ini juga memudahkan evaluasi ketika pengeluaran mulai mendekati atau melewati anggaran yang telah ditetapkan.

Batasan ini tidak harus kaku, tetapi cukup realistis agar mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Membiasakan Diri Mencatat Pengeluaran

Mencatat pengeluaran, sekecil apa pun nilainya, membantu menciptakan kesadaran terhadap pola belanja. Dari catatan tersebut, terlihat dengan jelas ke mana uang digunakan dan pos mana yang paling sering menyedot anggaran.

Dengan data yang konkret, keputusan keuangan dapat diambil berdasarkan fakta, bukan sekadar perkiraan. Kebiasaan ini juga memudahkan penyesuaian anggaran di bulan-bulan berikutnya.

Meninjau Kembali Pengeluaran Rutin Secara Berkala

Pengeluaran rutin sering berjalan otomatis dan jarang diperhatikan. Meluangkan waktu untuk meninjau kembali pengeluaran ini membantu memastikan bahwa setiap biaya masih relevan dan memberikan manfaat.

Evaluasi berkala memungkinkan pengurangan atau penghentian pengeluaran yang sudah tidak dibutuhkan, sehingga anggaran dapat dialihkan ke hal yang lebih prioritas.

Memberi Waktu Sebelum Mengambil Keputusan Membeli

Memberi jeda sebelum membeli sesuatu membantu mengurangi keputusan impulsif. Dengan waktu untuk berpikir, kebutuhan dan manfaat barang dapat dipertimbangkan secara lebih objektif.

Dalam banyak kasus, keinginan membeli akan berkurang setelah jeda singkat. Kebiasaan ini membantu memisahkan antara kebutuhan nyata dan keinginan sesaat.

Mengutamakan Perencanaan daripada Spontanitas

Perencanaan membuat pengeluaran lebih terarah dan sesuai dengan tujuan keuangan. Dengan rencana yang jelas, keputusan belanja tidak lagi didorong oleh situasi atau emosi sesaat.

Ketika perencanaan menjadi kebiasaan, pengeluaran cenderung lebih terkendali dan risiko pemborosan dapat diminimalkan secara alami.

Penutup: Menjadi Lebih Sadar dalam Mengelola Pengeluaran

Setiap keputusan finansial, sekecil apa pun, mencerminkan cara seseorang memandang nilai, prioritas, dan tujuan jangka panjangnya. Ketika kebiasaan sehari-hari mulai diselaraskan dengan pemahaman tersebut, pengelolaan uang terasa lebih ringan dan rasional.

Perubahan dalam keuangan jarang terjadi secara instan. Namun, melalui pemahaman yang konsisten dan evaluasi yang berkelanjutan, pengeluaran dapat diarahkan agar lebih sejalan dengan kebutuhan nyata dan rencana ke depan.

 

Tulisan ini adalah guest posting kedelapan dari mbak Arumka Video ID

Featured Post

Menikmati Sarapan Pagi Enak di Butterpie Bandung

  Halo sobat yayuarundina.com – Ayo, kita menikmati sarapan pagi di Butterpie Bandung!   Sudah lama, kita tidak jalan-jalan dan kulineran d...