Halo sobat
yayuarundina.com – Fajar Idulfitri 1447 H kembali menyapa.
Idulfitri ini saatnya meraih kemenangan pendidikan. Kita kembali kepada fitrah
manusia. Kembali suci lahir dan batin.
![]() |
| Idulfitri saatnya meraih kemenangan |
Ucapan Selamat Idulfitri mohon maaf lahir dan batin sudah sering kita sampaikan saat berjumpa dengan saudara, tetangga, handai tolan dalam suasana lebaran. Setelah selesai salat Id, kita akan menjumpai banyak orang untuk meminta maaf atas segala salah, khilaf dan alfa. Idulfitri saatnya meraih kemenangan.
Tak ada
salahnya, jika di momen Idulfitri kali ini, kita merenungkan sejenak tentang
kemenangan di dunia pendidikan. Idulfitri saatnya meraih kemenangan pendidikan.
Yes, Ramadan dan Idulfitri adalah kawah candradimuka tentang karakter. Selama
sebulan penuh, kita dilatih untuk menahan segala hawa nafsu yang ada pada diri
manusia. Menahan lapar dan haus. Menahan syahwat. Menahan agar tidak bergosip.
Menahan agar tidak berpikiran buruk. Banyak hal yang kita lakukan, pengendalian
diri. Kita berusaha menjadi pemenang.
Idulfitri Saatnya
Meraih Kemenangan Pendidikan
Lantas bagaimana
konsep Idulfitri sebagai saat yang tepat untuk meraih kemenangan pendidikan?
Pendidikan adalah sebuah proses untuk
menumbuhkan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran atau kekuatan
intelektual dan kemampuan fisik untuk mencapai kesempurnaan hidup.
Dalam Islam,
kesempurnaan hidup bisa berarti sehat jiwa dan raganya. Tak punya cacat secara
fisik dan tidak menderita sakit mental. Manusia yang sehat jiwa dan raganya
bisa berkiprah dalam kehidupan secara baik dan benar.
Manusia memiliki
dua unsur, yaitu jiwa dan raga. Mental dan fisik. Sering, kesehatan mental
terabaikan oleh banyak orang. Kita beranggapan orang yang sehat itu sebatas
fisik saja. Namun, belakangan, kesehatan mental juga menjadi perhatian penuh di
dunia pendidikan. Tentunya, kesehatan mental ini tak boleh ditinggalkan, karena
sejatinya, pendidikan pada dasarnya adalah proses mental.
Pendidikan
adalah membangun rasa, karsa, dan karya setiap insan, para murid. Keseimbangan
cerdas lahir dan batin agar mereka bisa meraih hidup bahagia. Sukses dunia
akhirat. Jika terjadi ketimpangan, kita tak akan bisa melahirkan manusia Indonesia
yang berkualitas. Kita sulit membentuk generasi bangsa yang berkualitas.
Kemenangan di
dunia pendidikan saat Idulfitri adalah lahirnya
kemampuan mengendalikan diri. Meredam hal negatif dan meningkatkan hal-hal
baik. Kemenangan itu adalah lahirnya manusia-manusia yang beriman dan bertakwa
dengan penuh kesadaran diri. Manusia paripurna yang siap menjadi khalifah di
bumi dengan membawa kedamaian dan menghindari kerusakan.
Kemenangan di
dunia pendidikan saat Idulfitri berarti lahirnya generasi muda yang siap
menjadi pemimpin ideal untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Siap memakmurkan rakyat Indonesia dengan segala kebijaksanaannya. Lahirnya para
pemimpin yang amanah dan warga negara yang berkualitas.
Sebuah tujuan
akhir dari cita-cita para pendiri bangsa dan diperkuat dalam Undang-undang No. 20
tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional. Inilah kutipan tujuan
pendidikan nasional selengkapnya.
“Tujuan pendidikan
nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.”
Bentuk-bentuk
Kemenangan Pendidikan
Ada beberapa hal
yang bisa menjadi ciri kemenangan pendidikan. Inilah bentuk-bentuk atau ciri kemenangan pendidikan itu.
1. Bertakwa dan beriman
kepada Tuhan Yang Maha Esa
Inilah
esensi penting dari sebuah proses pendidikan. Manusia yang beriman dan bertakwa
adalah cita-cita ideal yang bisa kita wujudkan sedini mungkin. Sesuai dengan
fitrah manusia lahir di bumi.
2. Perubahan sikap
Perubahan
sikap adalah inti dari sebuah proses pendidikan. Dari yang tidak tahu menjadi
tahu. Dari berbuat salah jadi sering berbuat baik. Dari malas jadi rajin.
Intinya, kita senantiasa berusaha untuk selalu lebih baik.
3. Bertambah ilmu dan
wawasan
Inilah
hal penting dari setiap proses pembelajaran. Materi-materi yang dipelajari itu
hendaknya mampu memperkaya diri dengan ilmu dan wawasan. Beragam bidang studi,
beragam ilmu pula yang kita dapatkan.
Ayo,
kita jadikan ilmu-ilmu itu mengisi otak, jiwa dan fisik kita! Ayo, kita isi
jiwa kita dengan beragam ilmu yang bermanfaat!
4. Bertambah keahlian atau
skills
Bertambahnya
keahlian atau skills menjadi bukti penguasaan ilmu yang kita pelajari. Ilmu
atau materi pelajaran itu bukan sekedar hapalan teori saja. Marilah kita
lakukan deep learning, pembelajaran secara mendalam! Pelajari materi
hingga ke akarnya. Diulik.
5. Mampu berpikir kritis
Mereka
yang berilmu dan berwawasan akan mampu berpikir kritis. Mampu menyampaikan
kritikan yang membangun untuk kemajuan bangsa dan negara.
Mereka-mereka
ini mampu menyelesaikan berbagai permasalahan hidup dengan ilmu, wawasan, dan
pengalaman yang dimilikinya.
6. Mampu bersikap secara
bijak, jujur, mandiri, dan bertanggung jawab
Manusia
yang berilmu adalah manusia yang beradab. Manusia-manusia yang bisa bersikap
bijak, jujur, mandiri dan bertanggung jawab.
Mampu mengembangkan karakter positif.
7. Mampu berkarya dan berinovasi
Dengan
ilmu pula, para generasi muda ini harus bisa membuat inovasi-inovasi baru. Produktif
berkarya. Mampu berkreasi.
Mari
kita kikis kebiasaan mencontek, niron atau copy paste! Percayalah pada
kemampuan masing-masing karena setiap manusia dianugerahi akal dan pikiran!
8. Mampu meningkatkan harkat
dan martabat negara Indonesia di mata dunia
Inilah
tanggung jawab besar kita sebagai warga negara Indonesia. Kita mampu
meningkatkan harkat dan martabat negara Indonesia di mata dunia dengan cara
masing-masing. Dengan karya dan prestasi yang bisa kita lakukan.
Diakuinya
bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di sidang umum PBB menjadi langkah awal
untuk naiknya harkat dan martabat bangsa Indonesia.
Marilah
menjadi manusia Indonesia yang
berkualitas!
Kapan Kita Meraih
Kemenangan Pendidikan?
Proses
pendidikan itu harus berjejak. Sebuah proses pembelajaran yang bermakna. Ini
yang harus kita targetkan sejak sekarang. Tercapainya kemenangan pendidikan itu
bisa jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
Jangka pendek
seharusnya bisa dicapai dalam hitungan bulan dan tahun. Kemenangan pendidikan
itu bisa dicicil dalam setiap proses pendidikan. Dalam satu tahun, kemenangan
apa yang sudah kita raih dalam proses pembelajaran tersebut.
Jangka menengah
bisa identik dengan tahapan atau jenjang pendidikan. Apa yang sudah diraih pada
masa pendidikan dasar? Di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama? Apa yang
sudah diraih setelah selesai sekolah menengah atas dan pendidikan tinggi? Di
setiap jenjang pendidikan itu, ada oleh-oleh yang bisa kita bawa untuk
kehidupan yang lebih baik.
Jangka panjang
adalah lahirnya manusia Indonesia yang berkualitas, sehat lahir batin. Siap
membangun bangsa dan negara. Inilah inti pendidikan seumur hidup. Long life
education.
Nah, sobat
yayuarundina.com – Inilah renungan
kemenangan di hari nan fitri. Mari kita meraih kemenangan di dunia pendidikan
saat Idulfitri!
Selamat
Idulfitri 1447 H
Semoga amal
ibadah kita, puasa kita selama bulan Ramadan ini diterima oleh Allah SWT.
Mendapatkan pahala untuk bekal kehidupan akhirat nanti.
Sumber Rujukan
https://uis.ac.id/apa-itu-pendidikan-begini-menurut-para-ahli/
https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan
https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-pendidikan/#google_vignette

