Kamis, 28 Desember 2017

RESOLUSI 2018 : Fokus Jadi Guru Profesional


Tak terasa 2017 telah berada di penghujung tahun. Dalam beberapa hari, kita akan tiba di tahun 2018. Biasanya, banyak orang akan membuat resolusi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, resolusi berarti : putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan dalam rapat ( musyawarah, sidang ); pernyataan tertulis, biasanya berupa  tuntutan tentang suatu hal.  Sebenarnya, ada tiga arti kata resolusi itu, tapi menurutku makna itulah yang cocok untuk pergantian tahun.
Dalam tahun-tahun kemarin, temanku bilang aku tuh labil banget, tak terkendali. Semua berjalan dengan emosi. Sundana mah Siga kuda lepas tina gedogan cenah. Bener gak sih ? Hayoh ngaku. Mmmh… ya juga sih. Aku memang demikian. Segala dilakonan. Segala pengen. Sagala kabitaan. Sagala dicoba. Pengen terus, susah berhenti. Kalau gambar mungkin abstrak yang ada yah. Gak jelas bentuk dan wajahnya tapi ada. Corat-coret teu puguh tapi berwarna-warni. Sampai suatu saat, guru menulisku, Dyah Prameswarie berkata,” Teteh tuh harus fokus !” Jleb banget. Ya sih, menurut ilmu ekonomi yang pernah kupelajari dulu, sekarang itu ada spesialisasi. Kalau ingin berhasil ya harus special, jangan borongan. Fokus. Titik.
                Nah, makanya hidup di tahun 2018 nanti harus lebih baik lagi dari sekarang. Singkirkan hal-hal tak penting. Resolusiku adalah F O K U S. Yup, aku harus fokus pada beberapa hal ini.
1.     Profesional
Jujur nih ya, aku seorang guru. Sudah sejak lahir, aku cinta berat sama profesi yang satu ini. Tatkala saudara-saudaraku yang lain memilih profesi yang menjanjikan kekayaan. Aku keukeuh pengen jadi guru., walaupun penghasilannya kecil. Yup. Aku tak bergeming dan tak tergoda. Kalau kalian buka buku-buku isian zaman baheula yang ada nama, bintang dan cita-cita, pasti deh di sana aku tulis GURU.  Oleh karena itulah, sekolahku sangat istiqomah. Setelah lulus SMA, dengan mantap kupilih melanjutkan kuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung ( IKIP ). Sekarang berubah namanya menjadi Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI ). Salah satu alasan ingin jadi guru adalah adanya waktu libur dan jam kerja tidak terlalu padat. Oleh karena itu, orang tuakupun sangat mendukung keinginan ini. “Guru sangat cocok untuk wanita,” begitulah kata beliau yang selalu kuingat sampai detik ini.

Saat Lomba Olimpiade Bahasa Indonesia
Namun, zaman berubah drastis. Profesi guru tak sesederhana dulu. Kesibukannya berjibun. Jam kerjanyapun ruar biasa padat. Kalau  dulu, aku sudah bisa pulang tengah hari. Sekarang, mah sampai sore.  Kalau cepat, Ashar biasanya baru  ada  di rumah atau dalam perjalanan pulang.  Lebih serius lagi jika tahun depan sudah menggunakan absen finger print. Begitulah adanya sekarang. Banyak tuntutan yang dihadapkan pada guru. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Mulai dari administrasi guru, melakukan penelitian (PTK), melahirkan karya tulis dan karya inovatif,  sampai pengisian data pribadi yang harus dilakukan berkali-kali.
Dari dulu, administrasi guru memang sudah ada, tapi sekarang lebih ribet lagi. Yang menjadi tantangan terberat adalah administrasi berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) itu harus berjejak.  RPP bukan sekedar tulisan di atas kertas, tapi harus berwujud pada diri siswa hanya dalam dua jam pelajaran. Kesulitanku selama ini adalah masalah waktu.  Jam pembelajaranku pasti akan lebih dari waktu yang ditentukan.  Seringkali di kelas, aku menemukan kreasi-kreasi baru yang berbeda dari RPP. Sehingga RPP yang sudah ditulis akan berbeda dengan pelaksanaannya di kelas. Tidak fokus, kan ? Nah ini perbaikan pertamaku. Fokus pada pembelajaran yang efektif dan efisien.


Selain itu, guru sekarang harus memiliki nilai plus. Tidak cukup hanya dengan menyandang guru bidang studi. Harus lebih dari itu. Banyak loh teman-temanku yang sudah bergelar  M.Pd. Mereka kuliah lagi untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan lebih dalam demi menunjang keprofesionalannya sebagai guru. Selain itu,  guru zaman now juga harus bisa bergaul dengan dunia teknologi seperti kehidupan kids zaman now. Penguasaan terhadap teknologi atau dunia digital ini digadang-gadang lebih sukai oleh para siswa di abad ini. Mereka lebih berminat pada proses pembelajaran menggunakan teknologi dibandingkan dengan ceramah atau buku-buku cetak. Nah lho, tantangan kedua yang harus ditaklukkan.
Beruntunglah aku. Sejak tahun 2011 sudah mengenal blog. Walaupun baru sekarang-sekarang ini mulai memahami dunia blog dan blogger. Dengan bergabung di beberapa komunitas blogger, sedikit demi sedikit aku masuk ke dunia itu. Ternyata dalam perjalanannya, ilmu di dunia blogger sangat bermanfaat sekali untuk profesiku sebagai guru Bahasa Indonesia.   Banyak ilmu dari acara-acara blogger yang mampu memperkaya materi pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas. Aku bisa banyak memberikan contoh-contoh konkret dari materi pelajaran Bahasa Indonesia. Mau tahu ?
Dari kampanye film My Generation, aku bisa memberikan contoh konkret sebuah observasi yang dilakukan oleh sang sutradara, Mbak Upi.
Aku juga bisa memfasilitasi muridku untuk materi foto bercerita. Pengembangan dari materi teks deskripsi. Siswa diarahkan untuk mengamati sebuah foto, lalu berusaha mengungkapkan hal-hal secara bebas terkait dengan foto tersebut. Para siswaku ini belajar langsung dari sang master, Vivera Siregar.
Contoh lainnya adalah tentang dunia kepenulisan. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para siswaku  tentang hal ini. Mulai dari proses kreatif hingga penerbitan.  Dengan bergabung di dunia blogger, yang juga banyak para penulis produktif di sana, maka akupun bisa memberikan jawaban-jawaban yang sangat memuaskan dahaga mereka. Bahkan, aku pernah mengundang penulis Dyah Prameswarie dan fotografer Vivera Siregar untuk memberikan ilmunya untuk sebuah kelompok kecil kepenulisan di sekolahku. Mudah-mudahan mereka bisa menjadi penulis handal di kemudian hari. Aamiin.  
Nah, kembali ke tantangan tentang teknologi tadi, maka di tahun 2018, aku punya keinginan besar tentang dunia blog ini. Resolusiku di tahun 2018 adalah menjadikan blogku sebagai sebuah media pembelajaran yang disukai oleh para siswaku khususnya, atau para siswa di Indonesia, bahkan di semua belahan dunia ini. Para siswa yang ingin belajar tentang Bahasa dan Sastra Indonesia.  Inilah peer terbesarku di tahun depan.
Dengan menjadikan blogku sebagai sebuah media pembelajaran Bahasa Indonesia, nantinya nih aku berharap bisa mendukungku menjadi seorang guru yang profesional dan kekinian.  Semoga juga kemampuan menulisku bisa lebih baik, lebih hidup, lebih menarik, dan lebih berpengaruh. Pengetahuan teknologinya pun semakin baik. Banyak ilmu ngeblog yang masih harus digali dan dipelajari.

2.     Hidup Irit
Nah ini resolusi keduaku. Aku mau jujur lagih nih. Dibandingkan dengan teman-temanku yang lain, aku ini masih miskin sodara-sodara. Gak punya apa-apa. Padahal, temen-temenku di usianya kini sudah memiliki banyak hal: jabatan, mobil, motor, rumah, emas, tabungan dan sebagainya.  Boleh dibilang mereka sudah mapan yah. Asli aku ngaheab kalau berbicara tentang ini mah. Hehehe… . Do you know ngaheab ? Ngaheab itu berarti kapanasan.  Yup. Aku sangat tersentak dengan kondisi ini. Mengapa aku belum punya apa-apa ?
Ternyata gaya  hidupku yang salah. Selama ini, dunia yang paling menarik bagiku adalah kuliner.  Sampai-sampai seorang sahabatku mengatakan,”Kamu wajib stop kuliner!” Waduh bisakah ? Sungguh sangat berat. Sahabat-sahabatku sudah sangat tahu bahwa aku ini selalu tertarik pada kuliner baru. Rasanya akan demam tinggi kalau tidak mencoba dan mencicipi kuliner yang baru. Sampai-sampai, kami pernah mencicipi kopi rasa kapur barus, gara-gara sifatku itu. Aku pilih rasa kopi terbaru dan asing. Hahaha…. Maafkan aku yah teman-teman!
Tahun depan mind setku harus diubah. Aku harus mulai hidup matre sekarang. Yup, aku harus mampu mengerem keinginan kulinerku agar bisa memiliki benda-benda idaman: rumah, motor dan mobil. Cukup segitu dulu yah ? Ehm, bolehlah ditambah haji dan umroh. Biar seimbang hidup di dunia dan akheratnya. Lebih berkah. Aamiin. Oleh karena itu, sedikit bahkan lebih banyak, aku harus mulai menabung dan investasi agar barang-barang itu menjadi milikku. Dan, aku juga harus lebih bekerja keras lagi agar bisa mencapai cita-cita baruku itu. Mudah-mudahan dari menulis, dari ngeblog atau ada sumber rejeki lain bisa mewujudkan keinginan itu. Yo yo yo, Yayu kamu nanti gakkan nebeng lagi kalau pergi-pergi hehehe….Aamiin. Doakan yah teman-teman Ah, pokoknya hasil kerjaku ini harus berjejak untuk hari tua nanti, betul gak ?

3.     Hidup Sehat
Resolusi terakhirku adalah hidup lebih sehat dari tahun ini. Beberapa tahun belakangan ini, batuk-batuk menjadi hiasan hidupku. Apalagi saat udara dingin atau tubuh kecapean. Sampai-sampai selama beberapa bulan, aku harus bertemu dan berobat terus pada seorang dokter penyakit dalam. Aku terkena Bronkitis. Sangat mengganggu dan sangat tidak nyaman. Dadaku sakit. Gak bisa nafas dan batuk-batuk terus. Cape rasanya. Batukku baru bisa reda dan nafasku lebih lapang kalau minum obat dari dokter.  Alhamdulillah, kini kondisiku berangsur-angsur membaik, walau batukku tidak hilang seratus persen. Kata dokter, aku ada faktor alergi juga.
Nah, agar kondisiku tidak memburuk seperti itu lagi, maka akupun harus bisa menjalankan pola hidup yang sehat.  Menjaga makanan dan minuman. Olah raga. Jalan dan renangku harus diperbanyak nih. Dalam sebuah seminar tentang kesehatan yang pernah kuikuti baru-baru ini, sakit itu disebabkan karena tubuh  tidak mempunyai cukup vitamin untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Karena sel-sel itu rusak dan tidak bisa diperbaiki, maka kita jatuh sakit.
Oleh karena itulah, aku harus memperbaiki pola makanku. Aku harus memperhatikan asupan gizi dan vitaminnya agar tubuhku lebih sehat. Jangan hanya sekedar kenyang dan memuaskan lidah belaka. Tak ada manfaatnya bagi tubuh kalau seperti itu. Hidup itu bukan untuk makan, tapi makan untuk hidup. Tahukan maknanya ?
Mulai dari sekarang, aku harus lebih fokus untuk memperhatikan asupan vitamin. Karena ternyata, inilah kunci utama kesehatan kita.  Theragran-M bisa menjadi salah satu solusi untuk itu. Dengan mengkonsumsi tabletnya secara teratur, aku berharap batuk-batuk karena alergiku akan hilang. Dan selamanya aku bisa hidup sehat. Theragran-M ini merupakan vitamin yang bagus untuk mempercepat proses penyembuhan. Jika kalian butuh, suplemen ini ada di apotek.


Suplemen vitamin dan mineral Theragran-M

Menurut Dr Ni Putu Ardini, Theragran ini merupakan suplemen vitamin dan mineral yang lengkap, juga mengandung magnesium dan zinc. Dalam satu literature, dikatakan bahwa jika asupan kebutuhan magnesium dan zinc tidak mencukupi, maka kita akan mudah terkena infeksi oleh virus, bakteri ataupun jamur. Theragran M berfungsi untuk memulihkan dan menjaga system daya tahan tubuh dari serangan tersebut. Apabila daya tahan tubuh bagus, maka infeksipun akan mereda, tapi tetap perlu pengobatan yang sesuai dengan anjuran dokter.

Komposisi Theragran-M

Dengon kondisi tubuh yang sehat, maka tugas sebagai guru profesionalpun bisa kujalani dengan baik. Aku bisa lebih banyak mencurahkan pikiran dan tenagaku untuk mencerdaskan anak bangsa. Menjadikan mereka sebagai generasi muda yang sehat lahir batin. Lebih berkualitas untuk kehidupan bangsa Indonesia yang lebih baik di masa depan. Makanya, aku gak mau deh sakit kelamaan.
Nah, itulah beberapa resolusiku di tahun 2018. Semoga bisa terealisasi, terwujud, dan aku bisa berkomitmen untuk melaksanakannya. Doakan aku, ya teman-teman! Sampai jumpa di tahun yang lebih baik, 2018 ! Semoga kalian juga bisa hidup lebih baik lagi di tahun depan ! Yuk bersama melangkah menuju kehidupan yang lebih ceria lagi di tahun depan.



Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger PerempuanNetwork dan Theragran-M

39 komentar:

  1. Luar biasa Teh Yayu, jadi bangga dengan impiannya. Mulia banget. Saya do'akan yang terbaik untuk Teteh dan yang pasti selalu sehat. 😘

    BalasHapus
  2. Waaah,ada namaku di artikel ini, dua kali disebut pula. Wkwkwk. Semoga resolusi 2018-nya berhasil ya, Teh Yayu...

    Btw, mau komentar sedikit ttg resolusi kedua yg hidup irit itu. Irit boleh banget, maksudnya berhemat gitu kan ya. Tapi jangan terlalu lama mendongak & melihat pencapaian orang lain. Kita akan lelah. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Aku kan fans beratmu 😅
      Aku selalu suka nasehatmu. Makasih suhu 😍

      Hapus
  3. Aamiin semoga menjadi guru profesional dan menebar ilmu tanpa lelah ya teh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Nuhun teh Tian 😅😍

      Hapus
  4. Mantaap....dengan kondisi yang sehat, bisa jadi juara blogger 😀.

    BalasHapus
  5. mantaff Teh Yayu..dgn segudang kesibukan mengurus tetek bengek admnguru yg tiada hbsnya2....kita dituntut utk selalu berinovasi dlm mengajar...sepertinya pengalaman wisata kuliner hrs dijadikan buku tuh hehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup betul bu Ilfa. Insyaallah. 😅😍

      Hapus
  6. Siiip bu... Semoga tercapai resolusinya nanti... 😙

    BalasHapus
  7. Wah, centil ya tulisannya 😘. Jujur, aku ikut tergerak untuk ngeblog nih, udah lama gak mengikuti, he. Semangat, bagi-bagi ilmunya ya.

    BalasHapus
  8. Mantaaap bu, jadi kabita..blog saya sudah mati suri����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kembaliin ruhnya biar hidup lagi 😄

      Hapus
  9. Mantaaap bu, jadi kabita..blog saya sudah mati suri����

    BalasHapus
  10. Mantaap bu👍👍👍blog saya sudah lama mati suri 😭😭

    BalasHapus
  11. Biar kekinian dan gak ngantuk pembacanya 😂 hayuuk 😅😍

    BalasHapus
  12. aminnn aminnn semoga resolusinya tercapai yaaa teh

    BalasHapus
  13. Haduuh teh Yayu, besok2 aku ajak kulineran sambil keliling2 pake motor yuuk *ngomporiin

    BalasHapus
  14. Barakallahu fiik, teh Yayu...
    Cita-cita memang tak selalu berbanding lurus dengan hasil duniawi.
    Tapi aku yakin, tabungan masa depan teteh uda banyaakk...

    Karena sejatinya, hidup di dunia ini hanya untuk mempersiapkan bekal di akhirat.

    Laaff yuu, teh...
    Semangat terus menyebarkan kebaikan.

    BalasHapus
  15. Wah salut, teh. Ibu saya guru juga, sama dia cerita skrng tugasnya tambah banyak. Gak cuma berurusan sama akademik tp juga administrasi gituh lah, lieur ceunah :D sukses ya, teh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bikin mumet. Salam yah untuk ibunya teh ulu

      Hapus
  16. Mantaap... i know what is ngaheab. Hahahahaha
    Semoga menang lombanya dan semua resolusi di 2018 tercapai

    BalasHapus
  17. Guru, dosen, pengajar adalah profesi yang diidamkan oleh suamiku dan kalau mau kerja aku dibolehkannya kerja di bidang tersebut. Beruntung ya Teh Yayu bisa menjadi guru. Sukses selalu dengan resolusinya ya Teh. Semoga terkabul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah 😍 aamiin. Nuhun teh Armita

      Hapus
  18. Huaaa... Keren, Teteh!
    Mau ngejadiin blognya blog pembelajaran 😍

    BalasHapus
  19. Keren, Teteh. Mau dong diajarin sama Bu guru Yayu 😄🙈

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😅😍 hayuk sinih 😅

      Hapus
  20. Ibu salut, aku pun pengen menjadi guru

    BalasHapus