Lebaran 2021: Dilarang Mudik, Perpanjang Silaturahmi

 Hai Sobat yayuarundina.com,  bagaimana lebarannya kali ini? Kita masih berada di situasi penyebaran virus Covid 19, ya. Namun, aktivitas sudah mulai jalan di tahun ini, walau tetap dalam pembatasan demi kesehatan bersama. Salah satu yang ramai adalah larangan mudik dan shalat Ied di mesjid. Nah, aku punya hikmah tersendiri tentang ini. Ini ceritaku tentang Lebaran 2021: Dilarang Mudik, Perpanjang Silaturahmi. 


Shalat Ied dengan Tetangga


Larangan Mudik dan Shalat Ied di Mesjid

Begitu beragam sikap yang muncul tentang larangan ini. Media massa banyak memberitakannya. Banyak penyekatan di beberapa titik. Ada yang nekad menerobosnya. Ada yang menyiasatinya dengan kamuflase pengiriman motor. Ada yang menangis karena rindu keluarga. Ada yang diputar balik. Ada juga yang mudik sebelum larangan berlaku, 6-17 Mei 2021.

Larangan ini pastinya akan mengundang banyak reaksi dan emosi. Betapa nestapanya mereka-mereka yang masih memiliki orang tua. Kesempatan untuk melepas kangen di momen penting ini hilang. Apalagi jika hanya memiliki waktu di libur lebaran. 

Demikian juga untuk larangan shalat Ied di mesjid. Banyak yang bilang,"Mall boleh buka, masa mesjid ditutup." "Banyak orang berkumpul untuk belanja, masa berkumpul untuk shalat tidak boleh."

Apa reaksi dan pendapat kalian?

Hikmah Larangan Mudik dan Shalat Ied Di Mesjid

Larangan ini bertujuan untuk memutus penyebaran Covid 19. Menghindari terjadinya tsunami Covid 19 seperti di India. Mengerikan memang. Betapa beratnya para petugas medis bekerja. 

Walau ada pro dan kontra, life must go on. Kehidupan ini harus terus berjalan. Beragam orang menyikapinya juga. Namun bagi kami ada hikmah tersendiri. 

Awalnya, aku kebingungan untuk shalat Ied. Mesjid tempat biasa kami melaksanakan ibadah sunat ini mengumumkan tidak mengadakan shalat Ied. 

Terbayang ribuan jemaah yang memenuhi bangunan mesjid, halaman mesjid, taman di dekat mesjid dan jalan-jalan di sekitar mesjid. Jalan utama Bandung Cimahi memang selalu ditutup saat shalat Ied. Kami biasa bebas berkeliaran di tengah jalan tanpa takut ditabrak mobil atau motor. Mendadak setengan hari itu, kami menjadi penguasa jalanan. 

Masuk akal, jika shalat Id ditiadakan.

Perpanjang Silaturahmi

Subuh saat lebaran tiba, kebingungan itu masih berlanjut. Di tengah kesibukan menyiapkan hidangan lebaran, terdengar suara takbir begitu dekat. Aku ingat berita dan cerita di radio, I Radio.

 "RT dan RW bisa mengadakan shalat Ied untuk menghindari kerumunan. Mengurangi kepadatan."

"Aku bisa shalat Ied di depan rumah, loh," ujar penyiar radio dengan gembira.

Akupun mengintip keluar. Melihat jalanan depan rumah yang masih tertutup gelap subuh. Ada panggung kecil. Ada pembatas jalan. Belum terlihat orang. 

"Alhamdulillah, ada Shalat Id di sini!," batinku.


Sebelum Shalat Ied di RW


Kebingunganpun memudar. Sekitar pukul 6.15 aku keluar rumah untuk shalat Id. Wow, jalanan yang tadi sepi, sekarang sudah penuh dengan para jemaah. Aku menyisir pinggir jalan agar bisa bergabung dengan jamaah wanita. 

Kebahagiaan terpancar di wajah kami. Momen lebaran ini, kami bisa memperpanjang silaturahmi dengan para tetangga. Orang dekat yang selalu dijauhi saat lebaran. Ngobrol santai dan tertawa bersama.


Bahagia Bersama Tetangga


Inilah momen dan hikmah penting dibalik larangan mudik. Allah menyuruh kita memuliakan para tetangga yang selalu bisa gercep, gerak cepat saat kita kesusahan. 

Semoga setiap Ramadhan dan Lebaran akan ada hikmah khusus yang kita dapatkan.

๐Ÿ’–  Selamat berlebaran, mohon maaf lahir batin.  ๐Ÿ’–



Sampai jumpa di postingan berikutnys, ya Sob ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ’–

22 komentar

  1. ikhtiar untuk memutus mata rantai pandemi covid 19. Ini juga sebagai bentuk mengasihi orang orang di kampung.

    BalasHapus
  2. malah jadinya mudik setelah libur lebaran ya, ditahan dulu saat lebaran bertemu dengan sanak keluarga, silaturahmi online dulu aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Demi rindu ya, asyek ya. Syukurlah bisa mudik juga akhirnya

      Hapus
    2. Asyik dong. Syukurlah bisa mudik juga

      Hapus
  3. Sedih ya Bu Yayu, alhamdulillah kalau di rumah masih bisa shalat di masjid, cuma nggak bisa pulkam aja, jadi silaturahminya online aja deh

    BalasHapus
  4. Selalu ada hikmah yang bisa dipetik ya kak. Apalagi tidak mudik ini bisa untuk merekatkan hubungan dengan tetangga di sekitar rumah. Tetap semangat prokesnya dan berdoa agar pandemi lekas berakhir

    BalasHapus
  5. Di kompleksku tetap ada shalat id. Dipecah jadi 3 lokasi. Salah satunya di lapangan dekat rumah. Kencleng nggak diedarkan seperti dulu, tapi disediakan di jalan masuk lokasi shalat Id.

    Btw libur Lebaran kemarin bikin aku sedih. Sedih melihat patah hatinya dokter, nakes, dan paramedis melihat ketidakpedulian sebagian masyarakat. Terbukti sekarang, kasus covid naik tajam :(

    BalasHapus
  6. baca ini jadi sedih banget karena ga bisa pulang kampung, ga bisa mudik ga bisa ketemu dengan keluarga di rumah duh nyes banget, tapi tetep bisa silaturahmi dengan telepon dan vcal seenggaknya mengobati kesedihan dan tetap perpanjang silaturahmi

    BalasHapus
  7. Bener mba, biasanya menjelang lebaran lingkungan rumah sepi, pandemi ini jadi bisa lebaran bersama tetangga, Alhamdulillah nuansa lebarannya terasa hehe

    BalasHapus
  8. Biasanya saat lebaran mudik sehingga enggak ada waktu untuk mengobrol dengan tetangga ya,Mba. Menariknya tetap bisa menjalin silaturahmi nih ketika tidak bisa mudik ya.

    BalasHapus
  9. sedih enggak bisa mudik, tapi aku juga ortu udha gak ada jadi gak mudik, ke tempat mertua pun suami dan 1 anak aja, menghindari kerumunan dan berharap pandemi segera berakhir

    BalasHapus
  10. Aku dan keluargaku sholat ied di dalam rumah, karena kondisi di sini masih banyak yang terkena covid. Jadi memang gak mudik juga.

    BalasHapus
  11. Aku udah 2 tahun ini ga mudik demi ikut memutus mata rantai penularan Covid-19. Semoga pandemi ini cepat berlalu ya kak, supaya tahun depan bisa ngerasain lebaran bareng keluarga di kampung ๐Ÿ˜‡

    BalasHapus
  12. Kami sekeluarga juga ga mudik sudah dua tahun ini, menjaga orang tua yang sudah sepuh di kampung, Semoga kita semua sehat-sehat selalu ya.

    BalasHapus
  13. Udah 2 tahun ini kan yaa kita lebaran dilarang mudik, trus gak dibolehin piknik pula ya, emang bingung juga di awal minggu pertama hari raya pada mau ngapain selain di rumah aja. Tp semuanya demi kesehatan kita bersama ya. Noted.

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah ya mba bisa salat ied. Aq ga salat ied lagi malamnya malah menstruasi. Plus di kompleks kami anak2 dan lansia dilarang salat ied di luar rumah.

    BalasHapus
  15. baru baca berita hari ini, Wisma Atlet dipenuhi oleh klaster pemudik. Sedih...

    BalasHapus
  16. Aku juga ga mudik kak huhu semoga ya corona cepat berlalu jadi kita bisa bebas mudik silaturahmi sama keluarga juga

    BalasHapus
  17. Sebenarnya sedih sih karena terbatas banget silaturahminya. Pengennya bisa pergi ke luar kota, silaturahmi sama saudaara. Tapi ya apa boleh buat, demi kesehatan bersama

    BalasHapus
  18. Memperpanjang silaturahmi bisa dilakukan dgn berbagai cara, salah satunya scr video call rame2 sm keluarga besar ky sy kemarin hehe seru juga

    BalasHapus