9/05/2026

Catatan Perjalanan Wali Kelas

 

Halo sobat yayuarundina.com -  Hari ini, aku kembali merasakan emosi yang spesial itu. Emosi yang muncul sebagai bagian dari tugas wali kelas. Inilah catatan perjalanan wali kelas.


Wali kelas
Perjalanan Wali Kelas 

Menjadi wali kelas adalah tugas terberat yang harus kulakukan sebagai guru. Sangat menguras emosi, jiwa dan pikiran. Terkadang juga harta. Kita bisa ikut tertawa, bahagia bahkan menangis ketika menjalankan tugas dewa ini. Sebagai wali kelas, kita biasanya diamanahi satu kelas khusus untuk dikelola dari beragam aspek. Penataan kelas, perilaku,  masalah, mengisi rapor  dan se-abreg tugas lainnya.

Walau kini ada peran guru wali, bagiku kedua peran guru ini sama saja sih. Malah mungkin sekarang jadi tumpang tindih. Menurutku lebih efektif menjadi wali kelas dengan satu kelas khusus daripada memegang banyak siswa dari beragam kelas. Apalagi, jika kita tidak masuk kelas. Lebih sulit lagi. Biarlah guru BP/BK yang seperti itu, mengikuti anak.

Tugasku Sebagai Wali Kelas: Sebuah Catatan Perjalanan

Perjalanan menjadi wali kelas ini dimulai sejak tahun 1997. Tahun pertama ketika aku mulai memasuki dunia sekolah, dunia guru. Setelah mengirimkan lamaran ke sana ke mari, akhirnya, aku bisa bekerja di SMA Pasundan 3 Cimahi. Di sinilah, aku mulai mengenal dunia guru seutuhnya.

Untuk pertama kalinya, aku diberi tugas sebagai guru dan wali kelas. Aduh sayang, entah kelas apa yang kupegang sebagai wali kelas pertamaku. Yang pasti, aku menerima semua tugas yang diberikan oleh kepala sekolah. Rasanya sangat bahagia dan bangga bisa menjadi guru. Bisa berada di sebuah sekolah setelah perjuangan melamar pekerjaan ke sana ke mari.


Walikelas
Pertemuan Wali Kelas dengan Orang Tua Siswa


Menjadi wali kelas ternyata menjadi tugas yang super berat. Lebih berat daripada tugas guru. Dengan penguasaan materi yang lebih dari cukup, aku dengan mudah bisa menjalankan peran sebagai guru Bahasa Indonesia. Namun, sebagai wali kelas, wow ampun deh.

Memasuki dunia wali kelas, banyak hal yang masih gelap, belum punya pengalaman. Menjadi wali kelas itu sama dengan menjadi orang tua bagi siswa, pengganti orang tua di sekolah. Bayangkan, seorang guru muda menjadi orang tua. Mulai dari super bengong karena banyak hal yang tidak kuketahui ketika pertama kali menjadi wali kelas. Menjadi penasihat perkawinan. Menjadi pendengar setia. Mengenal siswa seutuhnya, di luar dunia belajar.

Dunia wali kelas itu bagai ombak. Kadang tenang, kadang bergelombang dahsyat. Akan sangat bahagia bila mendapatkan siswa baik-baik saja. Akan sangat emosi bila siswa terlibat kenakalan remaja. Akan ikut menangis mendengar kasus-kasus yang menyedihkan. Akan ikut prihatin dengan segala nasib yang menimpa siswa. Begitu banyak emosi yang terkuras. Begitu banyak pelajaran hidup yang didapatkan.

Menjadi wali kelas juga berarti mengasah rasa, mengasah pengalaman, menantang kedewasaan. Dengan beragam kasus yang dihadapi, wali kelas harus pandai-pandai menjaga perasaan. Terkadang, kita harus mampu bersikap dewasa, sabar, bijaksana, tegas, kooperatif. Terkadang, kita harus mampu memberikan nasihat, solusi terbaik, jalan tengah. Bahkan, kita pun harus bisa menjadi hakim. Begitulah dunia wali kelas. Tidak monokrom, banyak warna.

Pernah suatu waktu, saya menangis sesenggukan di rapat kenaikan kelas, ketika menceritakan kembali kronologis masalah siswa. Sang ayah yang berpamitan akan memancing pada suatu pagi. Tiba-tiba pulang dalam kondisi terbujur kaku pada sore hari. Ibu dan anak yang ditinggalkan begitu kelabakan dengan kondisi yang tak terduga.

Pernah pula saya ikut kecewa ketika siswa yang menggeluti dunia modeling tidak lulus ujian.

Saya pun pernah marah besar ketika siswa minta dibelikan motor padahal ibunya hanya seorang buruh cuci baju.

Rasa prihatin juga sering muncul melihat dan mendengar nasib siswa yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ah, miris sekali. Seandainya, aku jadi konglomerat, akan kubiayai mereka agar bisa bersekolah sampai tuntas.

Sering, saya juga miris dengan beragam kasus perkawinan yang melanda orang tua siswa. Ada yang bercerai baik-baik saja. Banyak pula yang bercerai dengan beragam masalah kompleks. Kawin lari. Suami kabur. Dikejar debt collector atau penagih utang.

Banyak juga yang menginspirasi. The power of Emak-Emak. Banyak kisah inspiratif para wanita, ibu yang berjuang keras demi kesuksesan anak-anaknya.

Menjadi wali kelas juga berarti menjadi motivator. “Bu, aku cape dan kurang tidur karena banyak tugas!” keluh siswa.

“Memang, ada hidup yang tidak cape?” tanyaku balik.

“Mengerjakan tugas itu berlangsung seumur hidup, dalam beragam kondisi. Selesai tugas sekolah. Ada tugas kantor. Ada tugas ayah. Ada tugas ibu rumah tangga. Ada tugas menjadi pak RT, pak lurah, komandan, bahkan presiden!“

“Cape dan lelah itu bagian dari kehidupan kita!”

“Tinggal kita atur iramanya! Ambil jeda sejenak! Istirahat dulu sebentar ketika tubuhmu  merasa lelah. Atur strategi. Maju lagi untuk menyelesaikan tugas yang tertunda. Begitulah seharusnya hidup!”

Ketika Wali Kelas harus Home Visit atau Kunjungan Rumah

Ini mungkin tugas guru yang tak banyak diketahui oleh masyarakat. Home visit atau kunjungan rumah biasanya dilakukan oleh walikelas ketika menghadapi masalah yang cukup berat. Atau ada orang tua siswa yang meninggal dunia. Home visit biasanya dilakukan karena tidak ada komunikasi dengan orang tua. Orang tua tidak datang ke sekolah dengan beragam alasan. Harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak mendapat izin dari atasan, pekerjaan yang sangat padat, bahkan orang tua tidak mengetahui undangan tersebut karena siswa tidak berani memberikannya.

Kunjungan rumah atau home visit ini bisa dilakukan bersama-sama. Jika ada beberapa siswa yang bermasalah, lalu rumahnya sejalur, kita bisa melakukan kunjungan rumah bersama. Home visit ini juga biasanya didampingi oleh guru BP/ BK.

Banyak suka-duka yang dialami ketika melakukan kunjungan rumah atau home visit ini. Pernah suatu ketika, kami melakukan home visit ke daerah Cililin. Kami menaiki angkot pedesaan. Tak diduga, sopir angkot menyetir kendaraan itu seperti sedang balap mobil eh motor di Mandalika. Super ngebut. Sampai-sampai badan kami bergerak-gerak tak karuan. Jantung rasanya mau copot. Sepertinya, sopir itu mabuk alkohol. Semakin dilarang, sang sopir semakin ngebut mengendarai angkotnya. Pun tak ada angkot lain yang melintas, membuat kami kesulitan untuk ganti kendaraan. Kami hanya bisa pasrah. “Semoga kami diberikan keselamatan oleh Allah SWT!”

Di lain waktu, kami harus berkeliling Cimahi karena alamat rumah yang tidak jelas dan tidak lengkap. Sampai-sampai sepatu saya harus diganti baru karena rusak. Mau tidak mau kami harus home visit karena siswa ini sudah lama tidak masuk sekolah tanpa alasan yang jelas. Juga tidak ada kabar dari orang tua. Berbekal niat yang baik, kami menyusuri area sesuai catatan dari tata usaha. Bantuan masyarakat sangat menolong kami. Setelah berpuluh-puluh kali menanyakan alamat rumah ini, alhamdulillah ada seorang pemuda baik yang mengantarkan kami ke rumah siswa yang bermasalah tersebut.

Orang tua siswa tersebut kaget karena anaknya setiap hari pergi dan pulang sekolah seperti biasanya. “Betul, Bu. Anak Ibu tidak sampai ke sekolah. Entah mabal kemana!” jawabku sendu.

Tiba-tiba. “Assalamualaikum!” Siswa yang bersangkutan tiba di rumah sesuai jam kepulangan sekolah.

Dia sangat kaget melihat kami, wali kelas dan guru BP/ BK ada di rumahnya. Dia pun menceritakan semuanya dengan jujur setelah ditanya oleh kedua orang tuanya.

“Saya memang pergi ke sekolah setiap pagi. Tapi, di jalan dapat bisikan gaib. Kamu pergi saja ke curug  (air terjun) di Cililin bersama teman-teman barumu,” jawabnya enteng.

 

Demikianlah catatan perjalananku sebagai walikelas. Inilah salah satu dunia guru yang menarik.

Semoga tulisan ini bisa memperluas cakrawala Sobat Yayu Arundina tentang dunia guru.

Semoga bermanfaat

 

Sampai jumpa di unggahan lainnya

 

Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Catatan Perjalanan Wali Kelas

  Halo sobat yayuarundina.com -   Hari ini, aku kembali merasakan emosi yang spesial itu. Emosi yang muncul sebagai bagian dari tugas wali k...