Gigitan Semut Ajaib, Membuat Keluargaku Sehat dan Bahagia Kini dan Nanti

 

Halo Sobat yayuarundina.com, apakah kalian baik-baik saja? Banyak hal yang kita khawatirkan dalam hidup ini, ya Sob? Apalagi saat awal pandemi. Perubahan drastis yang terjadi dan tiba-tiba membuat kita stres. Apalagi jika harus menjalani vaksinasi. Banyak orang yang takut. Siapa yang sampai sekarang belum vaksinasi? Yuk, kali ini kita ngobrol tentang Gigitan Semut Ajaib, Membuat Keluargaku Sehat dan Bahagia Kini dan Nanti.


vaksinasi remaja
Pelaksanaan Vaksinasi Remaja di SMP Negeri 1 Cimahi

Apa Hubungannya Antara Vaksinasi dan Imunisasi?

Istilah imunisasi mungkin sudah kita kenal sejak dahulu kala. Kalau aku sih sejak zaman sekolah dasar. Nah, kalau istilah vaksinasi baru muncul belakangan ini, seiring merebaknya pandemi Covid 19. Betul kan, Sob? Selain pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM, vaksinasi juga dimaksudkan untuk mencegah perluasan munculnya Covid 19. Sebuah virus yang cukup berbahaya. Saat awal pandemi, begitu banyak korban yang berjatuhan, termasuk beberapa teman dekat dan kerabatku. Aduh…. Hatiku meringis dan menangis, Sob.

Vaksinasi merupakan pemberian vaksin dengan cara disuntikkan atau diteteskan ke dalam mulut. Vaksin tersebut biasanya mengandung bakteri atau virus  yang sudah dilemahkan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk merangsang munculnya antibodi dalam tubuh kita. Bila datang virus, tubuh kita bisa melawannya. Ibarat Batman, Superman, Spiderman dan super hero lainnya melawan para penjahat yang menghancurkan bumi.

Vaksinasi merupakan upaya untuk membentuk herd immunity, kekebalan komunal dalam masyarakat. Kita mengetahui bahwa virus itu tak akan pernah bisa dimusnahkan. Yang terjadi justru virus itu akan bermutasi menjadi lebih baik dari sebelumnya. Oleh karena itu, semakin banyak orang yang telah divaksin, maka ketahanan sebuah negara akan semakin baik dalam mencegah merajalelanya virus Covid 19. Kita bersatu padu melawannya.

Dalam laman alodokter, vaksinasi termasuk dalam jenis imunisasi aktif. Imunisasi merupakan proses dalam tubuh agar seseorang memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit. Imunisasi aktif ini biasanya bersifat jangka panjang, bahkan bisa seumur hidup. Berbeda dengan imunisasi pasif yang bersifat sementara. Ibarat segelas air, jika airnya habis, maka habis pulalah kekebalan tubuhnya.

Berbagai Macam Imunisasi yang Berlaku di Indonesia

Untuk membangun kesehatan warganya, pemerintah sejak lama sudah menggulirkan program imunisasi. Ada berbagai macam imunisasi yang berlaku di Indonesia.

1.     Imunisasi Dasar Lengkap

Di Indonesia, ada 5 vaksinasi wajib yang harus diberikan melalui imunisasi. Kelimanya adalah vaksin hepatitis B, Campak, Polio, BCG, dan DTP. Inilah yang disebut sebagai imunisasi dasar lengkap. Keberhasilan program imunisasi lengkap ini, akhirnya negara kita, Indonesia dinyatakan bebas dari penyakit Polio dan Campak.

Selain kelima vaksin wajib tersebut, pemerintah juga menganjurkan untuk pemberian vaksin-vaksin berikut ini:

a.   Hepatitis A

b.   HPV

c.    Varisela

d.   MMR

e.   Rotavirus

f.     Influenza

g.    Tifoid

h.   Pneumokokus dan lain sebagainya.

 

2.     Imunisasi Lanjutan

Imunisasi ini dilakukan karena ada beberapa imunisasi dasar yang harus diberikan lagi pada usia tertentu. Contohnya adalah Campak Rubela.

 

3.     Imunisasi Kejar

Imunisasi ini dilakukan pada mereka-mereka yang tidak sempat mendapatkan imunisasi sesuai dengan waktu yang ditentukan. Agar tetap memiliki kekebalan tubuh yang baik, maka mereka harus mengejar imunisasi yang tertinggal tersebut atau belum sempat dilakukannya.

 

Manfaat Penting Imunisasi Lengkap Bagi Anak-Anak

Pemberian imunisasi dasar lengkap sangat bermanfaat untuk anak-anak Indonesia khususnya, ataupun remaja dan dewasa. Mereka akan menjadi manusia-manusia kuat dan sehat karena telah memiliki kekebalan tubuh yang baik. Antibodi di dalam tubuh-tubuh mungil tersebut akan mampu melawan penyakit yang datang.

Selain itu, imunisasi ini juga berfungsi untuk mencegah penularan penyakit dari seseorang kepada orang-orang di sekitarnya. Bayangkan, jika ini terjadi pada banyak orang, maka lingkungan kita, negara kita akan menjadi sehat. Bebas dari penyakit. Kalaupun sakit, tak akan parah. Tubuh kita masih memiliki kekuatan untuk melawan. Hebat kan, Sob?

Agar imunisasi pada anak-anak semakin baik, orang tua juga wajib memberikan nutrisi yang baik melalui makanan yang bergizi. Juga makanan-makanan pendamping lainnya.

Dulu, secara samar, petugas imunisasi di daerahku sempat datang langsung ke rumah orang yang tidak datang vaksin. Membujuk orang tuanya dan menjanjikan makanan enak untuk anaknya. Hmmm… baru terjawab sekarang deh, mengapa saat imunisasi disediakan makanan-makanan enak yang disukai anak kecil. Selesai disuntik, kita diberikan sebungkus makanan. Ada agar-agar, roti dan lain sebagainya. Seringkali, makanan tersebut dibuat oleh ibu-ibu PKK. Praktek memasak.

Pemberian makanan tersebut juga dimaksudkan untuk memaksimalkan manfaat imunisasi. Dengan nutrisi yang baik, vaksin akan bekerja lebih baik lagi.

 

Reaksi Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Imunisasi

“Kamu aza deh yang ikut vaksin!” kata temanku.

“Loh, kamu gak akan divaksin?” tanyaku.

“Gak ah, takut,” jawabnya sambil mendorongku memasuki arena vaksinasi.

Temanku itu semakin takut dan kalut ketika mendengar jeritan orang yang sedang divaksin.

“Nanti, aku malah jadi sakit,” jawab yang lain.

“Oh tidak-tidak, vaksin bisa membunuh anakku,” kata seorang ibu.

“Eh, vaksin itu berbahaya loh, bisa membuat anak kita autis.”

Begitulah reaksi yang terjadi pada masyarakat di Indonesia. Berbagai alasan muncul saat harus melakukan imunisasi aktif tersebut. Takut disuntik, haram, kehabisan obat, sulit menjangkau tempat vaksinasi dan juga seribu alasan lainnya.

Banyak hoaks yang beredar dan memengaruhi pikiran masyarakat kita. Seperti vaksin penyebab autis dan bisa membunuh anak-anak. Itu adalah informasi palsu yang sudah diklarifikasi bahkan sudah dicabut penelitiannya karena tidak memiliki bukti kuat oleh orang yang bersangkutan.

Nah, begitu banyak permasalahan yang terjadi di lapangan hingga saat ini. Pelaksanaan imunisasi tak semudah membalikkan telapak tangan.

Lalu, bagaimana kita bisa hidup berdampingan dengan Covid 19 jika tidak mau diimunisasi?


imunisasi lengkap
Imunisasi lengkap

Sehat Kini dan Nanti, Bersama Kita Imunisasi

Sobat yayuarundina.com, berbicara tentang imunisasi, ingatanku kembali pada masa kecil. Duh, postinganku beberapa waktu belakangan ini banyak kembali ke masa lalu, ya hehehe…. Tak apalah, jika kenangan itu manis dan membahagiakan, ya kan Sob?

Ada kata-kata ajaib yang selalu didengungkan oleh mamah dan bapakku saat aku harus menjalani suntik imunisasi. Dulu tuh, seingatku sering sekali aku dan adik-adikku disuntik. Bisa jadi karena sakit atau menjalani imunisasi. Polio sih yang paling kuingat.

Bagiku saat itu, disuntik dengan jarum itu luar biasa membuatku stress, tegang, takut. Mungkin kedua orang tuaku melihat ekspresi ketakutan itu. Oleh karena itu, sebelum disuntik, mereka akan memberikan kata-kata ajaibnya padaku.

“Tenang saja, disuntik itu ibarat digigit semut. Cuma sakit sedikit. Gak apa-apalah. Teteh mah hebat atuh melawan semut!” ujar kedua orang tuaku meyakinkan.

Kata-kata itu memang ajaib loh, Sob. Mampu memberikan kekuatan super padaku saat menghadapi jarum suntik yang kecil itu. Karena sering diberikan kata-kata ajaib itu, lama kelamaan, aku jadi berani menghadapi suntikan apapun.

“Idiiih… keciiiiillll,” ujarku ketika harus disuntik untuk kesekian kalinya.

Yup, benar Sob, aku jadi memiliki keberanian hebat menghadapi suntikan. Tak ada lagi ketegangan dan ketakutan seperti sebelumnya. Aku bahkan berani melihat jarum suntik itu masuk ke tubuhku.

Begitu pula saat Disdik kota Cimahi dan para Alumni Gree One mengadakan vaksinasi rutin untuk memerangi Covid 19 di kotaku, Cimahi. Aku bisa santai menghadapinya. Tak ada takut atau panik. Kegiatan rutin yang dilakukan ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Cimahi, khususnya Puskesmas Kecamatan Cimahi Tengah. Kegiatan ini ditujukan untuk para guru, siswa, alumni, keluarga besar SMPN 1 Cimahi dan masyarakat sekitar. Sebuah upaya bersama untuk menurunkan kasus Covid 19. Sekaligus juga membuat banyak orang bisa punya penangkal virus.

Aku percaya bahwa imunisasi itu membuatku dan keluargaku sehat dan bahagia, baik untuk kehidupanku di masa kini maupun nanti. Apalagi dengan munculnya pandemi Covid 19 ini. Kalian tahu kan bahwa kejadian seperti ini pernah terjadi di masa lalu?

Saat awal pandemi, di grup Whatsapp Sejarah (Tjimahi Heritage dan Heritage Lover), aku melihat beberapa foto jadul yang memperlihatkan situasi yang sama persis dengan situasi sekarang. Virus merajalela hingga membuat suasana sepi. Banyak orang yang memakai masker berjalan menuju ke suatu tempat.

Di zaman Rasulullah SAW juga pernah terjadi hal seperti ini.

Ini adalah satu bukti bahwa virus memang tak bisa dilenyapkan begitu saja. Takkan pernah hilang. Dia akan selalu muncul dengan wajah baru entah di tahun berapa lagi.

Oleh karena itu, imunisasi merupakan upaya kita bersama untuk tetap memiliki kekebalan tubuh sehingga bisa menghadapi penyakit yang muncul saat ini ataupun di masa depan nanti. Tadi, kita telah menyinggungnya bahwa imunisasi aktif seperti vaksinasi itu berjangka panjang, karena merangsang tubuh memproduksi antibodi. Berbeda dengan imunisasi pasif yang hanya berlaku sebentar saja.

Jadi, mengapa kita menolak vaksinasi jika ini adalah sebuah kebaikan untuk diri kita sendiri, untuk keluarga, orang-orang tersayang, orang-orang di sekitar kita, untuk banyak orang? Vaksinasi atau imunisasi aktif ini merupakan upaya kita menangkal bahaya, khususnya wabah penyakit. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Dengan imunisasi lengkap, kita bisa hidup berdampingan dengan Covid 19. Kita memiliki kekebalan tubuh untuk melawannya. Biarkan saja, virus-virus itu lewat di depan kita. Melewati kita. Biarkan mereka mencari mangsa yang lain lagi.

 Ayo, sehatkan keluarga, lewati pandemi dengan imunisasi lengkap. Booster mana booster? Sudahkah kalian mendapatkan vaksinasi tahap ketiga alias booster, Sob? Yuk, segera lakukan, demi kesehatan bersama! Don’t worry, be happy! Nah, iklan apa tuh?

Ok, Sob sampai di sini dulu obrolan kita kali ini. Semoga kalian bisa mendapatkan imunisasi lengkap untuk menghadapi virus Covid 19 ini. Stay safe, stay healthy ya.

Salam sehat

Sampai jumpa lagi

 

 

Sumber artikel:

https://www.alodokter.com/cari-tahu-perbedaan-vaksinasi-dan-imunisasi-di-sini

https://www.kominfo.go.id/content/detail/39142/disinformasi-kepala-who-memperingatkan-memberikan-vaksin-booster-covid-19-dapat-membunuh-anak-anak/0/laporan_isu_hoaks

https://www.kemkes.go.id/article/view/21081200002/studi-terbaru-vaksin-covid-19-efektif-mencegah-perawatan-dan-kematian.html

https://www.kemkes.go.id/article/view/22041200002/imunisasi-kejar-lengkapi-imunisasi-dasar-anak-yang-tertunda.html

http://p2p.kemkes.go.id/jawa-timur-menjadi-lokasi-pertama-pencanangan-introduksi-imunisasi-pcv-di-indonesia/

https://www.youtube.com/shorts/jX761jYmT18

 

 

 

 

26 komentar

  1. Iya memang penting imunisasi itu ya Teh jd harus terus diedukasi nih masyarakat ttg imunisasi ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Teh Ida masih banyak masyarakat yang masih takut diimunisasi

      Hapus
  2. Kerennn bu,edukatif sekali ❤️❤️👏👏

    BalasHapus
  3. Keren, Yay. Tulisin yang menggelitik. Semoga juara.

    BalasHapus
  4. Diingetin belum booster teh hehehhe.. otw puskesmas ah untuk booster...

    BalasHapus
  5. Karya2nya selalu bagus, d susun dengan kalimat yang menarik dan tidak membosankan...terus berkarya bu Yayu

    BalasHapus
  6. Terima kasih infonya. Jadi tau dan lebih mengerti tentang imunisasi dan vaksinasi.

    BalasHapus
  7. Terus berkarya dan mengedukasi masyarakt, Bu Yayu. Bravo!

    BalasHapus
  8. Pentingnya mengedukasi & sosiasialiaasi tentang vaksin untuk anak-anak agar mereka paham tidak hanya sekedar satu keharusan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga pihak terkait bisa lebih membumi edukasinya atau melalui penyuluh remaja

      Hapus
  9. Terimakasih atas informasinya bu, sukses selalu, semangat terus!

    BalasHapus