Halo sobat yayauarundina.com –
Ayo, kita belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot. Pemakaian aplikasi ini diharapkan
bisa membawa perubahan baru. Menjauhkan dari rasa bosan belajar. Membuat kalian
happy alias bahagia. Juga mampu memahami pelajaran Bahasa Indonesia dengan
lebih baik.
![]() |
| Belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot |
Belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot juga merupakan upaya menjawab tantangan zaman. Di era digital ini, sudah saatnya, kita juga bisa memanfaatkan beragam teknologi, beragam aplikasi dalam proses pembelajaran, khususnya pelajaran Bahasa Indonesia.
Di zaman now,
banyak aplikasi atau media teknologi lain yang bisa dimanfaatkan dalam proses
pembelajaran. Selain Kahoot, ada Quiziz, Wordwall, Canva, Komic dan sebagainya.
Beragam media digital ini bisa kita manfaatkan sebagai ice breaking, kuis,
tugas atau proyek, maupun untuk memahami beragam teori. Salah satunya adalah
belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot.
Belajar Bahasa Indonesia
dengan Kahoot
Ada yang berbeda
dalam proses belajar Bahasa Indonesia kali ini. Biasanya, kita berkutat dengan aneka soal di buku dan
modul. Namun, hari ini, kita memanfaatkan Kahoot untuk belajar Bahasa Indonesia.
Kahoot digunakan
untuk mempelajari beragam teori atau aspek kebahasaan. Siswa bisa melihat
tayangan soal di layar kaca. Ada juga, yang langsung menggunakan ponsel untuk
melihat dan menjawab soal sekaligus. Seru sekali. Celoteh, ekspresi, tegang,
diam, kesal dan kegembiraan mewarnai proses belajar Bahasa Indonesia dengan
Kahoot. Saat berhasil menjawab, tawa pun pecah, apalagi saat berada di podium
utama.
Selama kurang
lebih tiga jam, mereka serius menjawab soal-soal kebahasaan. Ada dua bagian.
Babak pertama, soal kebahasaan tentang ejaan dan kosa kata sebanyak 65 butir
soal. Babak kedua, soal kebahasaan tentang kesalahan dalam kalimat sebanyak 13
butir soal. Walaupun pertanyaannya sederhana, tapi mampu menguras emosi,
pikiran, dan diskusi dengan teman. Plus dag dig dug juga.
Aspek kebahasaan
yang diujikan meliputi materi kata baku tidak baku, unsur serapan, penulisan
kata depan di dan imbuhan di-, pemenggalan suku kata, kelogisan, penggunaan
diksi dalam kalimat, ejaan, tanda baca dan sebagainya.
![]() |
| Soal bahasa Indonesia di Kahoot |
Sebelum pelaksanaan proses belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot, saya harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Persiapan atau perencanaan pembelajaran ini adalah membuat soal-soal tentang aspek kebahasaan. Juga mencoba dan mempelajari Kahoot dengan Google. Lumayan menyita waktu dan tenaga.
Saya harus
mengukur waktu juga. Waktu mengerjakan soal dengan Kahoot dan ketersediaan
jumlah jam mengajar. Hal ini harus benar-benar diperhitungkan agar tidak
memakan waktu banyak. Pembelajaran dengan Kahoot harus efektif dan efisien. Fun
learning tetap dijaga.
Setelah semuanya
siap, saya juga mencoba soal-soal ini terlebih dahulu sambil mengedit.
Kalau-kalau ada soal yang harus diperbaiki. Setelah semuanya siap, saya pun
berani menampilkan soal-soal kebahasaan ini di web Kahoot. Jadilah, hari itu
belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot secara total. Wareg.
Jika kalian
ingin menggunakan soal-soal kebahasaan ini untuk belajar Bahasa Indonesia boleh.
Mungkin bisa dicari soal Kesalahan Kalimat dan Kuis Ejaan dan Kosakata Baku di
web Kahoot. Semoga bermanfaat ya!
Teknologi dalam Proses
Pembelajaran Bahasa Indonesia
Dulu, zaman
RSBI, menggunakan beragam aplikasi dalam proses pembelajaran, seperti Kahoot
dan Quiziz itu menjadi sebuah variasi proses pembelajaran yang menantang.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman, larangan membawa telepon genggam ke
sekolah dan beragam kendala lainnya, bantuan teknologi dalam proses
pembelajaran menjadi sebuah kelangkaan atau kemewahan.
Terakhir, saya
menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran saat melatih siswa Gree One
menjadi kreator konten. Waktu itu, saya memberikan ilmu blogging kepada
siswa-siswi SMP Negeri 1 Cimahi. Mereka dikenalkan pada dunia blogging di
laboratorium komputer. Keterbatasan jumlah komputer menjadi kendala dalam
proses pembelajaran ini.
Oleh karena itu,
siswa belajar blogging secara berkelompok. Jumlah setiap kelompok sekitar 15
orang. Satu kelompok belajar di laboratorium. Kelompok yang lain tetap berada
di ruang kelas. Mereka yang belajar di laboratorium diajarkan untuk memasukkan
tulisan yang sudah dipersiapkan sebelumnya ke dalam blog.
Mereka diajarkan
mulai dari penulisan judul, isi atau konten blog, memasukkan gambar dan link
dan juga beragam aspek blogging lainnya.
Ada binar-binar
bahagia ketika mereka bisa menuntaskan semuanya. Satu hal yang penting adalah
tidak ada siswa yang lalai dalam mengumpulkan tugas menulis teks. Padahal tugas
ini biasanya menjadi hal yang sering diabaikan. Malas menulis apalagi merevisi
tulisan.
Jadi, intinya
belajar Bahasa Indonesia bisa memanfaatkan teknologi. Dulu, blogging sekarang
Kahoot. Pemanfaatan teknologi ini juga sesuai dengan kebutuhan siswa yang
sangat dekat dengan teknologi, ponsel khususnya. Kahoot menjadi sebuah media
untuk meningkatkan kegemaran mereka dalam belajar tentang beragam aspek
kebahasaan.
Semoga
pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia bisa berdampak
positif. Mampu meningkatkan penguasaan teori-teori kebahasaan, juga mampu
meningkatkan keterampilan atau skill berbahasa, khususnya menulis.
Semoga juga
kalian bisa belajar Bahasa Indonesia dengan gembira!
Salam
Sampai jumpa di
postingan berikutnya

