10/11/2026

Belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot

 

Halo sobat yayauarundina.com – Ayo, kita belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot. Pemakaian aplikasi ini diharapkan bisa membawa perubahan baru. Menjauhkan dari rasa bosan belajar. Membuat kalian happy alias bahagia. Juga mampu memahami pelajaran Bahasa Indonesia dengan lebih baik.

Kahoot
Belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot

Belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot juga merupakan upaya menjawab tantangan zaman. Di era digital ini, sudah saatnya, kita juga bisa memanfaatkan beragam teknologi, beragam aplikasi dalam proses pembelajaran, khususnya pelajaran Bahasa Indonesia.

Di zaman now, banyak aplikasi atau media teknologi lain yang bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Selain Kahoot, ada Quiziz, Wordwall, Canva, Komic dan sebagainya. Beragam media digital ini bisa kita manfaatkan sebagai ice breaking, kuis, tugas atau proyek, maupun untuk memahami beragam teori. Salah satunya adalah belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot.

Belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot

Ada yang berbeda dalam proses belajar Bahasa Indonesia kali ini. Biasanya,  kita berkutat dengan aneka soal di buku dan modul. Namun, hari ini, kita memanfaatkan Kahoot untuk belajar Bahasa Indonesia.

Kahoot digunakan untuk mempelajari beragam teori atau aspek kebahasaan. Siswa bisa melihat tayangan soal di layar kaca. Ada juga, yang langsung menggunakan ponsel untuk melihat dan menjawab soal sekaligus. Seru sekali. Celoteh, ekspresi, tegang, diam, kesal dan kegembiraan mewarnai proses belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot. Saat berhasil menjawab, tawa pun pecah, apalagi saat berada di podium utama.

Selama kurang lebih tiga jam, mereka serius menjawab soal-soal kebahasaan. Ada dua bagian. Babak pertama, soal kebahasaan tentang ejaan dan kosa kata sebanyak 65 butir soal. Babak kedua, soal kebahasaan tentang kesalahan dalam kalimat sebanyak 13 butir soal. Walaupun pertanyaannya sederhana, tapi mampu menguras emosi, pikiran, dan diskusi dengan teman. Plus dag dig dug juga.

Aspek kebahasaan yang diujikan meliputi materi kata baku tidak baku, unsur serapan, penulisan kata depan di dan imbuhan di-, pemenggalan suku kata, kelogisan, penggunaan diksi dalam kalimat, ejaan, tanda baca dan sebagainya.

Kahoot
Soal bahasa Indonesia di Kahoot

Sebelum pelaksanaan proses belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot, saya harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Persiapan atau perencanaan pembelajaran ini adalah membuat soal-soal tentang aspek kebahasaan. Juga mencoba dan mempelajari Kahoot dengan Google. Lumayan menyita waktu dan tenaga.

Saya harus mengukur waktu juga. Waktu mengerjakan soal dengan Kahoot dan ketersediaan jumlah jam mengajar. Hal ini harus benar-benar diperhitungkan agar tidak memakan waktu banyak. Pembelajaran dengan Kahoot harus efektif dan efisien. Fun learning tetap dijaga.

Setelah semuanya siap, saya juga mencoba soal-soal ini terlebih dahulu sambil mengedit. Kalau-kalau ada soal yang harus diperbaiki. Setelah semuanya siap, saya pun berani menampilkan soal-soal kebahasaan ini di web Kahoot. Jadilah, hari itu belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot secara total. Wareg.

Jika kalian ingin menggunakan soal-soal kebahasaan ini untuk belajar Bahasa Indonesia boleh. Mungkin bisa dicari soal Kesalahan Kalimat dan Kuis Ejaan dan Kosakata Baku di web Kahoot. Semoga bermanfaat ya!

Teknologi dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia

Dulu, zaman RSBI, menggunakan beragam aplikasi dalam proses pembelajaran, seperti Kahoot dan Quiziz itu menjadi sebuah variasi proses pembelajaran yang menantang. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, larangan membawa telepon genggam ke sekolah dan beragam kendala lainnya, bantuan teknologi dalam proses pembelajaran menjadi sebuah kelangkaan atau kemewahan.

Terakhir, saya menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran saat melatih siswa Gree One menjadi kreator konten. Waktu itu, saya memberikan ilmu blogging kepada siswa-siswi SMP Negeri 1 Cimahi. Mereka dikenalkan pada dunia blogging di laboratorium komputer. Keterbatasan jumlah komputer menjadi kendala dalam proses pembelajaran ini.  

Oleh karena itu, siswa belajar blogging secara berkelompok. Jumlah setiap kelompok sekitar 15 orang. Satu kelompok belajar di laboratorium. Kelompok yang lain tetap berada di ruang kelas. Mereka yang belajar di laboratorium diajarkan untuk memasukkan tulisan yang sudah dipersiapkan sebelumnya ke dalam blog.

Mereka diajarkan mulai dari penulisan judul, isi atau konten blog, memasukkan gambar dan link dan juga beragam aspek blogging lainnya.

Ada binar-binar bahagia ketika mereka bisa menuntaskan semuanya. Satu hal yang penting adalah tidak ada siswa yang lalai dalam mengumpulkan tugas menulis teks. Padahal tugas ini biasanya menjadi hal yang sering diabaikan. Malas menulis apalagi merevisi tulisan.

Jadi, intinya belajar Bahasa Indonesia bisa memanfaatkan teknologi. Dulu, blogging sekarang Kahoot. Pemanfaatan teknologi ini juga sesuai dengan kebutuhan siswa yang sangat dekat dengan teknologi, ponsel khususnya. Kahoot menjadi sebuah media untuk meningkatkan kegemaran mereka dalam belajar tentang beragam aspek kebahasaan.

Semoga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia bisa berdampak positif. Mampu meningkatkan penguasaan teori-teori kebahasaan, juga mampu meningkatkan keterampilan atau skill berbahasa, khususnya menulis.

Semoga juga kalian bisa belajar Bahasa Indonesia dengan gembira!

 

Salam

Sampai jumpa di postingan berikutnya

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot

  Halo sobat yayauarundina.com – Ayo, kita belajar Bahasa Indonesia dengan Kahoot. Pemakaian aplikasi ini diharapkan bisa membawa perubahan...