9/26/2026

Kesalahan Berbahasa yang Sering Diabaikan Masyarakat

 

Halo sobat yayuarundina.com – Kalian pasti hafal ya peristiwa yang sempat menghebohkan dunia jagat maya tentang kesalahan berbahasa Indonesia. Sebuah kesalahan berbahasa yang seharusnya tidak terjadi karena kita punya lembaga bahasa, Badan Bahasa.


Bahasa indonesia

Badan Bahasa dengan gigih memperjuangkan agar bahasa Indonesia bisa go internasional, mendunia. Keberhasilannya itu adalah menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi kesepuluh dalam sidang resmi UNESCO sejak November 2023.

Namun, ternyata mendapatkan tantangan berat di dalam negerinya sendiri. Ada kesalahan berbahasa yang sangat fatal terjadi. Kesalahan tersebut adalah penulisan kata berimbuhan, di resmikan dalam acara peresmian LRT Jakarta jalur Kelapa Gading – Manggarai. Kesalahan yang seharusnya bisa dihindari jika berkonsultasi dengan Badan Bahasa.

Kesalahan Penulisan Kata Depan di dan Kata Berimbuhan di-

Kesalahan penulisan kata depan di dan kata berimbuhan di- ini ibarat penyakit kronis. Sulit disembuhkan. Bisa jadi kesalahan ini berawal dari bangku sekolah. Lalu, terbawa hingga dewasa dan akhirnya berwujud dalam batu peresmian LRT di Jakarta.

Dalam beragam tulisan yang dibuat oleh siswa, kesalahan penulisan kata ini sering terjadi. Herannya mereka tahu ilmunya, hafal teorinya. Namun, selalu salah dalam penulisan di beragam teks yang dibuatnya. Jika, saya lingkari penulisan kata tersebut, barulah mereka sadar. “Oh, ya Bu, harusnya disatukan atau dipisahkan,” jawabnya.

“Jika menunjukkan tempat, harusnya dipisahkan dan jika tidak menunjukkan tempat, penulisannya disambungkan!” kata para siswa itu.

Bahasa Indonesia
Beragam Kesalahan Berbahasa


Inilah 10 Contoh Kesalahan Penulisan Kata Depan dan Kata Berimbuhan di-

A.     10 Contoh Kesalahan Penulisan Kata Berimbuhan di-

Kata berimbuhan di- ini biasanya merupakan kata kerja pasif. Oleh karena itu wajib ditulis bersambung dengan kata dasarnya, tanpa spasi.

Ø  di resmikan seharusnya diresmikan

Ø  di tandai seharusnya ditandai

Ø  di baca seharusnya dibaca

Ø  di langkahi seharusnya dilangkahi

Ø  di tulis seharusnya ditulis

Ø  di kerjakan seharusnya dikerjakan

Ø  di buat seharusnya dibuat

Ø  di tempa seharusnya ditempa

Ø  di tentukan seharusnya ditentukan

Ø  di ketik seharusnya ditik

B.      10 Contoh Kesalahan Penulisan Kata Depan di

Kata depan di sering menduduki fungsi keterangan tempat dalam sebuah kalimat. Oleh karena itu, penulisannya wajib dipisahkan dengan kata yang mengikutinya.

Ø  disekolah seharusnya di sekolah

Ø  dipasar seharusnya di pasar

Ø  dikantor seharusnya di kantor

Ø  diperusahaan seharusnya di perusahaan

Ø  dibandara seharusnya di bandara

Ø  dinegara seharusnya di negara

Ø  ditoko seharusnya di toko

Ø  dikafe seharusnya di kafe

Ø  diperumahan seharusnya di perumahan

Ø  dikawasan seharusnya di kawasan

Ø  dijalan seharusnya di jalan

20 Kesalahan Penulisan Kata yang Umum Dilakukan Masyarakat

Selain kesalahan penulisan kata depan di dan kata berimbuhan di-, ada juga beberapa kata yang sering salah ditulis oleh masyarakat dalam berbagai kesempatan

Inilah 20 kesalahan penulisan kata yang umum dilakukan oleh masyarakat.

Ø  Dirgahayu RI ke 81 seharusnya Dirgahayu Republik Indonesia

Ø  HUT RI ke-81 seharusnya HUT ke-81 Republik Indonesia

Ø  Komplek seharusnya kompleks

Ø  Pebruari seharusnya Februari

Ø  Nopember seharusnya November

Ø  Propinsi seharusnya provinsi

Ø  Hapal seharusnya hafal

Ø  Ijasah seharusnya ijazah

Ø  Apotik seharusnya apotek

Ø  Nasehat seharusnya nasihat

Ø  Kwalitas seharusnya kualitas

Ø  Jadual seharusnya jadwal

Ø  Aktifitas seharusnya aktivitas

Ø  Analisa seharusnya analisis

Ø  Bis seharusnya bus

Ø  Cabe seharusnya cabai

Ø  Coklat seharusnya cokelat

Ø  Ijin seharusnya izin

Ø  Kwitansi seharusnya kuitansi

Ø  Masukan seharusnya masukkan

Nah, sobat yayuarundina.com, itulah beberapa kesalahan berbahasa yang sering dilakukan oleh masyarakat. Ini baru beberapa kesalahan berbahasa tentang penulisan kata. Masih ada kesalahan berbahasa lainnya. Ada kesalahan penulisan kalimat, pleonasme, juga kohesi maupun koherensi dalam penulisan paragraf.

Mari kita hindari kesalahan-kesalahan berbahasa ini! Jika bingung, kita bisa berkonsultasi dengan Badan Bahasa di Jakarta atau Balai Bahasa yang ada di setiap daerah (provinsi) masing-masing.

Selamat mempelajari bahasa Indonesia dengan lebih baik lagi!

Oh ya, untuk menantang diri kita dalam berbahasa Indonesia ini, kalian bisa mengikuti UKBI Adaptif 2026 (Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia). Segera daftar di Balai Bahasa Jawa Barat! Kegiatan ini bisa dilakukan secara individu atau berkelompok, bahkan lembaga, seperti sekolah, perusahaan dan sebagainya.

 

Salam

Sampai jumpa di postingan atau unggahan berikutnya!

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Kesalahan Berbahasa yang Sering Diabaikan Masyarakat

  Halo sobat yayuarundina.com – Kalian pasti hafal ya peristiwa yang sempat menghebohkan dunia jagat maya tentang kesalahan berbahasa Indon...